
Satu Bulan Kemudian
Li Yongsheng menolak untuk pergi ke luar kota dan menolak bantuan Chen Xixi. Dia memilih untuk bekerja menjadi karyawan biasa disebuah perusahaan. Perusahaan itu memang tidak sebesar perusahaan Shen ataupun perusahaan CS . Li Yongsheng menyewa sebuah apartemen kecil yang berada tidak jauh dari kantornya.
Li Yongsheng bukan lagi seorang tuan muda, dia bukan lagi seorang pejabat tinggi. Dia hanyalah karyawan baru dengan penghasilan kecil. Li Yongsheng tidak ingin putranya mengalami kesulitan. Li Yongsheng minta Li Huan Rui untuk tinggal bersama kakaknya. Namun Li Huan Rui menolak, walaupun awalnya dia marah dengan papanya tapi Li Huan Rui tidak ingin berpisah dengan papanya. Dia sudah kehilangan ibunya, dia tidak ingin kehilangan ayahnya juga.
Li Huan Rui dan Li Yongsheng menikmati makan malam sederhana.
“Rui, maafkan papa. Papa hanya bisa membuat makanan sederhana”
Li Yongsheng harus menghemat uang , dia harus membiayai sekolah Li Huan Rui yang mahal. Li Huan Rui awalnya menyarankan jika dia bisa pindah sekolah tapi Li Yongsheng tidak setuju, putranya pintar dan pantas untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
“Tidak Apa-apa papa”
Tok Tok Tok
“Sepertinya ada tamu”
Li Yongsheng segera membuka pintu. Seorang wanita berdiri di depan pintu.
“Chen Xixi”
“Untuk apa bibi kemari”
Li Huan Rui muncul dari belakang Li Yongsheng dan memandang Chen Xixi dengan tatapan tidak suka.
“Rui kecil, jangan bicara kasar dengan bibi Chen”
Li Huan Rui tidak peduli.
“Tidak apa-apa. A-Sheng, aku membawakan makan malam untukmu dan juga aku membelikan mainan untuk Rui kecil”
“Bibi, kau seharusnya tidak perlu merepotkan dirimu sendiri, kami tidak membutuhkan apapun yang kau berikan. Apapun yang kau lakukan untuk mendekati papa, kau tidak akan bisa menggantikan mama”
“Li Huan Rui”
Li Yongsheng lagi-lagi menegurnya. Li Huan Rui langsung pergi ke kamarnya. Chen Xixi mengumpat kesal didalam hatinya.
“Maafkan sikap kasar Rui”
“Tidak masalah”
“Terima kasih untuk pemberianmu”
Li Yongsheng menerima plasik yang diberikan Chen Xixi.
“Apa kau mau makan malam bersama?”
“Tidak perlu, aku sudah makan. A-Sheng, sebenarnya aku ingin mengobrol denganmu”
“Papa, ayo, tidur. Rui sudah mengantuk”
“Baiklah, Chen Xixi maafkan aku. Aku tidak bisa mengobrol banyak denganmu”
“Tidak apa-apa, Rui mimpi yang indah “
Chen Xixi hendak menyentuh rambut Rui tapi pria kecil itu segera menghindar. Chen Xixi tersenyum.
“Aku pergi. Sampai jumpa”
Li Huan Rui segera menutup pintu ketika chen xixi pergi.
“Papa, Rui tidak suka bibi itu”
“Kenapa? Tidakkah bibi Chen baik pada kita?”
“Papa, dia punya maksud lain. Dia itu tidak tulus, dia ingin merebut papa dari mama. Papa, tidak boleh dekat dengannya”
Li Yongsheng menghela nafas. Dia tidak ingin berdebat dengan putranya yang akan membuat putranya marah dan tidak ingin berbicara dengannya.
“Baiklah...baiklah, pria kecil. Ayo sekarang kau tidur”
Li Yongsheng mengendong Li Huan Rui dan membawanya ke kamar. Li YongSheng tidur disebelah putranya.
"Papa, Rui rindu mama. Papa, apa papa rindu mama juga?"
"Ya,papa juga rindu mamamu"
"Papa, apa ada kabar dari papa Fan tentang mama?"
Li YongSheng ragu untuk menjawabnya. Dia takut Rui sedih karena kakaknya belum bisa menemukan Shen Fengyin.
"Papa, mama pasti akan kembalikan?"
Li YongSheng mengangguk dengan ragu.
"tentu saja, mama pasti akan segera kembali. Lebih baik sekarang Rui tidur"
Li Huan Rui mengangguk dan memejamkan matanya. Li YongSheng hanya memandang putranya.
'Fengyin, kau akan kembali bukan?'
Di dalam mobilnya, Chen Xixi mengumpat kesal karena sikap kasar Li Huan Rui dan betapa menganggunya anak laki-laki itu. Dia sudah berhasil menyingkirkan Shen Fengyin tapi masih saja ada gangguan. Haruskah dia membuat anak itu sama seperti Shen Fengyin.
A Country
Seorang wanita yang duduk di kursi roda memandang pantulan wajahnya dicermin. Wajahnya yang terluka parah telah pulih setelah melakukan operasi namun sayangnya benturan di kakinya mungkin terlalu keras sehingga kakinya kini tidak lagi berfungsi.
TOK TOK TOK
“Xiao Yin”
Seorang wanita paruh baya- Nyonya Nian berjalan mendekati putrinya.
“Xiao yin, apa ibu menganggumu?”
Shen Fengyin mengeleng. Dia mengambil sisir dan menyisir rambutnya.
“ Biarkan ibu menyisir rambutmu”
“Tidak perlu, aku...”
“Tidak apa-apa. Ibu tidak pernah menata rambutmu saat kau kecil jadi biarkan ibu melakukannya untukmu”
Shen Fengyin dengan ragu-ragu memberikan sisirnya. Ny. Nian menyisir rambut Shen Fengyin dengan lembut. Shen Fengyin terdiam merasakan kelembutan Ny. Nian, di masa lalu dia hanya bisa melihat saat ‘ibunya’ menyisir rambut Shen Fengyue . Dia selalu merasa iri tapi sekarang akhirnya dia bisa merasakannya.
“Kau tahu, Xiao Yin. Ibu selalu membayangkan, andai saja ibu bisa menyisir rambutmu seperti ini. Sekarang, akhirnya ibu bisa melakukannya”
Shen Fengyin memandang senyum lembut Ny. Ning dari pantulan kaca.
“Fengyin”
Seorang pria tiba-tiba masuk dan menganggu interaksi ibu dan anak perempuan.
“Juan, tidak bisakah kau mengetuk pintu dulu?”
“Aku sudah melakukannya. Ibu, bisakah aku berbicara dengan saudariku. Ada hal penting yang harus kami bicarakan”
“Baiklah”
Ny. Nian meninggalkan kedua saudara itu.
“ Fengyin, aku sudah melakukan penyelidikan dan aku berhasil mendapatkan rekaman CCTV. Ada sebuah mobil yang berhenti lama saat kecelakaan itu terjadi”
“Aku sudah menyelidiki pemilik mobil itu dan...mobil itu milik CS dan digunakan oleh asisten presiden Chen”
Shen Fengyin tersenyum sinis, dia bisa menebak bahwa kecelakaan ini pasti rencana seseorang dan ternyata benar, wanita itu ada dibalik semua ini.
“Haruskah aku mengajukan tuntutan sekarang?”
“Kakak, memenjarakan dia tidak cukup”
“Kau benar, kesalahannya sudah terlalu kejam padamu. Fengyin, aku akan melakukan apapun untuk membalas apa yang dia lakukan padamu bahkan aku bisa menghancurkan keluarga Chen”
Shen Fengyin tersenyum, sepertinya kecelakaan ini tidak terlalu sial untuknya setidaknya sekarang dia bisa bertemu dengan kakaknya.
__ADS_1
“Kakak, bagaimana kau bisa tahu saat aku kecelakaan dan menyelamatkanku?”
“Itu, aku meminta orang untuk mengawasimu. Aku tahu sebagai CEO dari Shen kau pasti dincar banyak orang bukan? Jadi aku meminta mereka mengawasi dan menjagamu tapi kecelakaan itu mungkin terlalu cepat hingga mereka tidak bisa membuatmu menghindarinya”
“Tidak apa-apa, setidaknya mereka membawaku ke rumah sakit itu sudah menyelamatkanku”
“Oh ya, Aku sudah menemukan tempat tinggal putramu dan pria itu”
“Benarkah?”
“Iya, besok setelah urusanku selesai aku akan menemanimu kembali ke B city dan juga kau mungkin akan terkejut melihat tempat tinggal mereka”
Shen Fengyin mengerutkan kening
B City
Seorang gadis berlari, gadis itu menggunakan pakaian lusuh dan wajahnya terlihat kotor. Gadis itu memeluk tiga bungkus roti. Seorang pria berlari mengejarnya dan beteriak pencuri. Gadis itu tanpa sengaja menabrak seseorang anak laki-laki.
Roti-roti itu jatuh,gadis itu segera mengambilnya dan hendak berlari tapi tangannya ditahan oleh anak laki-laki itu.
“Hei, mau kemana kau. Kau ingin pergi tanpa meminta maaf”
“Tolong lepas”
“Hei, gadis pencuri mau kemana kau. Ayo ikut ke kantor polisi” pria itu meraih tangan gadis itu.
Gadis kecil itu ketakutan, tangannya mengenggam tangan Li Huan Rui dan memandangnya dengan tatapan minta tolong.
“Kau mencuri, bagaimana mungkin aku menolongmu. Kau harus mempertanggung jawabkan kesalahanmu”
Li Huan Rui melepaskan tangannya.
Ketika pria itu membawa gadis kecil itu pergi. Helena yang baru saja keluar dari kedai es cream berteriak menghentikan orang itu.
“Berhenti. Aku akan membayar biaya roti yang diambilnya. Tolong lepaskan gadis itu”
“Henry, tolong pegang es creamku”
Helena mengambil uang dari tasnya. Helena anak tunggal, ayah ibunya memanjakannya dan dia mendapatkan uang saku lebih apalagi sekarang orang tuanya ada di A Country. Mereka bahkan memberikan kartu untuk Helena.
Helena memberikan uang itu. Pria itu melepaskan tangan anak perempuan itu dan menerima uangnya. Pria itu lalu berbalik pergi.
“Nona, terima kasih”
Gadis kecil itu mendekati Helena dan meraih tangannya. Gadis kecil itu mulai meneteskan air mata.
“Jangan menangis”
“Helena, kenapa kau membebaskan pencuri ini. Dia mencuri, kenapa kau membantunya”
“Ini hanya roti bukan? Aku tahu gadis ini tidak berniat mencuri. Benar bukan?”
“Oh, ayo ikut aku. Kita beli beberapa makanan”
“Tidak , Nona Tidak perlu. Anda sudah cukup menolong”
“Jangan menolak ok? Dengan begini kau tidak akan mencuri lagikan”
Gadis kecil itu mengangguk ragu-ragu. Helena mengajaknya masuk ke toserba. Dia mengambil makanan instan, daging, dan sayuran lain serta beberapa roti dan mie yang dia masukkan dalam keranjang.
“Nona ini terlalu banyak”
“Tidak apa-apa, jangan tolak kebaikanku. Aku akan sedih”
Helena membayarnya dengan memberikan kartu. Gadis itu menangis.Dia benar-benar berterima kasih pada malaikat penolongnya ini. Gadis itu lalu pergi setelah membungkuk berkali- kali.
“Helena, tidakkah kau terlalu baik. Bagaimana jika gadis itu memanfaatkanmu”
“Henrry, sebagai sesama kita harus saling tolong menolong dan aku yakin gadis itu adalah gadis baik. Tidakkah kau bisa membaca karakter orang. Kau pasti bisa melihatnya bukan”
“Terserah kau saja tapi Helena , kebaikanmu bisa saja dimanfaatkan oleh orang lain. Jadi berhati-hati”
“Apa Henry khawatir padaku? Sungguh, aku senang”
“oh ya, ini es creammu, hampir mencair”
“Terima kasih, ayo pulang”
“Apa kau pikir kau hebat berani memberi saran? Kau bukan lulusan teknik, kau tidak mengerti apapun, pegawai baru”
Li Yongsheng mengepalkan tangannya, jika dia masih Li Yongsheng yang lama mungkin dia akan menghinanya balik karena merendahkannya dan dia mungkin saja memecatnya tapi Li Yongsheng sekarang hanyalah pegawai baru yang tidak memiliki kekuasaan apapun. Dia juga tidak ingin bersikap ceroboh yang akan membuatnya kehilangan pekerjaannya.
Managernya melihat interaksi antara Li Yongsheng dan salah satu pegawainya. Manager itu mendekati mereka.
“Apa yang salah dengan ide dari Li. Idenya cukup bagus untuk dipertimbangkan”
“Baiklah, manager”
Pria itu memandang ke arah Li Yongsheng dengan tatapan kesal.
James (Juan) mendorong kursi roda shen fengyin melewati sebuah gang, gang itu cukup sepi dengan cahaya remamg-remang. Gang itu cukup kecil hingga mobil tidak bisa masuk. Mereka berhenti disebuah apartemen kecil.
“ Mereka tinggal disini?”
“Ya, tidakkah kau terkejut?”
Shen Fengyin tidak menanyaka Li Yongsheng dan putranya tinggal di apartemen yang kecil ini. Apakah putranya merasa nyaman berada di apartemen ini.
“Mereka tinggal di lantai 3 tapi kita harus menggunakan tangga”
“Tangga? Tapi, aku...”
“Bagaimana jika aku mengendongmu”
“Tidak kakak, aku berat”
“Apanya yang berat. Kau itu terlalu kurus”
James (Juan) mengendong adiknya ala seorang pangeran mengendong putri. James meminta asistennya untuk membawa kursi roda Shen Fengyin. Setiap menaiki tangga Shen fengyin selalu betanya pada kakaknya’ Tidakkah dia berat dan membuat kakaknya lelah ‘ tapi pria itu hanya tertawa kecil dan menanggapi.
“Kau seringan kapas, Fengyin kau terlalu kurus bagaimana mungkin aku merasa berat”
Mereka akhirnya sampai di sebuah kamar. James (Juan) membantu Shen Fengyin duduk di kursi roda. Dia mengetuk pintu. Tidak beberapa lama Lii Huan Rui membuka pintu dan langsung memeluk ibunya. Dia sudah melihatnya dari lubang kunci.
“ Mama, Rui merindukanmu”
“Mama juga rindu huan rui”
“Mama, apa yang terjadi? Kenapa mama di kursi roda”
“Ada sebuah kejadian yang membuat mama mengalami ini. Huanrui, bagaimana keadaanmu? “
“Rui baik-baik saja”
“Hallo, keponakan kecil”
James menyapa pria kecil di depannya itu. Pria kecil itu memandang ke arah paman yang ada disebelah ibunya.
“Mama, siapa paman ini?”
“Oh,Ini kakak mama”
Li Huan Rui memandang James cukup lama, pamannya ini memang sediki mirip ibunya khususnya dalam figur wajah hanya saja warna mata mereka berbeda. Namun Li Huan Rui yakin ibunya tidak berbohong.
“mama, bukankah mama tidak punya kakak ?”
“mama belum lama ini bertemu dengan kakak mama dan juga ibu mama”
Li Huan Rui mengngguk, dia menyapa kakak dari ibunya dengan ramah.
“Mama, ayo masuk ke dalam”
“Apa papamu ada?”
Shen Fengyin ragu-ragu
“Papa belum pulang dari kantor”
“ Huan Rui, mama tidak akan lama disini. Mama ingin menjemputmu tinggal bersama mama. Bukankah kau tidak nyaman tinggal disini? Kita bisa tinggal di rumah yang lebih besar. Ibu sudah membeli villa untuk kita”
__ADS_1
Disisi lain, Li Yongsheng tersenyum memandang kotak makanan yang dibawanya. Managernya sangat baik dan mentraktir setiap pegawai makan makanan laut tapi Li Yongsheng memilih untuk membawa pulang bagiannya. Dia tidak mungkin makan enak sementara putranya di rumah apalagi Rui kecil menyukai makanan laut.
Li Yongsheng menaiki tangga dengan cepat agar segera bisa menemui putra kecilnya. Ketika dia hampir sampai dia berhenti sejenak ketika melihat Li Huan Rui mengobrol dengan dua orang. Semakin dia mendekat, dia semaki jelas melihat bahwa wanita itu adalah Shen Fengyin. Jantungnya berdebar kencang, ada kelegaan saat melihatnya. Namun ketika dia melihat pria yang dia kenali sebagai presiden JN membuatnya merasa curiga tapi dia segera menepis pikiran yang membuatnya marah itu.
“Shen Fengyin, kau kembali?”
Li Yongsheng hendak memeluk Shen Fengyin tapi wanita itu tapi Shen Fengyin menahan dadanya.
“Li Yongsheng, apa yang kau lakukan?”
“Maaf”
“Shen Fengyin, apa yang terjadi ? Apa kau terluka?”
Li Yongsheng mengucapkan dengan nada khawatir karena melihat Shen Fengyin di kursi roda.
“Tidak perlu berpura-pura khawatir”
“Fengyin, aku...”
“Li Yongsheng, aku tidak ingin basa basi. Aku datang untuk menjemput putraku tinggal bersamaku”
“Tidak, Fengyin bisakah kita tidak berpisah seperti ini. Kita bisa tinggal bersama disini”
“Tinggal di apartemen ini? Tuan Li, apa kau lupa siapa aku? Aku adalah Shen Fengyin bagaimana mungkin aku tinggal di apartemen ini? Apa yang dikatakan orang jika CEO dari perusahaan Shen tinggal di apartemen yang bahkan mobil saja tidak bisa masuk? Apa kau pikir aku akan nyaman tinggal ditempat seperti ini?”
“Fengyin, aku akan bekerja keras untuk membeli apartemen yang lebih besar dari ini”
“Tidak, aku tidak perlu itu. Perusahaan Shen memiliki bisnis properti, aku bisa tinggal di apartemen yang lebih elit dari ini tanpa perlu mengandalkanmu”
Li Yongsheng terdiam.
“Huan rui, ayo pergi. mama bisa memberikanmu rumah yang nyaman , kau bisa makan enak dan bisa punya banyak mainan”
Li Huan Rui terdiam, dia menoleh ke arah papanya. Li Yongheng memikirkan apa yang dikatakan Shen Fengyin.
“Huanrui, pergilah bersama mamamu”
“Papa”
Li Yongsheng berjongkok di depan putranya.
“mamamu benar, tidakkah apartemen ini terlalu kecil dan tidak nyaman untukmu , kau juga bisa makan makanan yang enak dan bisa membeli apapun yang kau mau, kau juga tidak perlu naik bus lagi dan kau bisa naik mobil lagi”
Li Huan Rui terdiam.
“Tidak, Rui tidak ingin pergi”
“Rui”
Li Huan Rui memandang ke arah mamanya.
“Mama, Rui tidak bisa meninggalkan papa sendirian”
‘ Jika papa sendiri wanita itu akan mencurinya’
“ Huanrui tapi...”
“Mama, mama bisa mengunjungi Rui dan papa tapi maafkan Rui, rui tidak bisa meninggalkan papa dan bagi Rui rumah ini lebih nyaman dan juga masakan buatan papa walaupun sederhana tapi bagi Rui lebih enak daripada makanan di restoran atau koki manapun”
“Kau yakin ingin tinggal disini? Huanrui, mama bisa memenuhi apapun yang kau butuhkan. Apa kau tidak menyanyangi mamamu ini?”
“Bukan begitu mama, Rui sayang mama dan juga Rui sayang papa karena itu Rui tidak bisa meninggalkan papa”
Shen Fengyin menghela nafas.
“Baiklah, jika kau butuh apapun kau bisa menghubungi mama atau jika kau mengubah keputusanmu kau bisa menelpon mama. Kau mengerti?”
Li Huan Rui mengangguk.
“Kakak, ayo kita pergi”
James membungkuk pelan lalu mendorong kursi roda Shen Fengyin. Li Yongsheng masih memandangnya hingga pria itu menggendong Shen Fengyin menuruni tangga. Tangan Li Yongsheng mengepal.
“Papa, ayo masuk”
Li Yongsheng menoleh ke arah putranya dan masuk ke dalam.
“Rui kecil, papa membawa makanan. Kebetulan bos kantor papa mentrakrir makanan laut”
Li Yongsheng memberikannya pada Li Huan Rui.
“Terima kasih papa”
Li Huan Rui makan beberapa suap lalu dia mengulurkan supit ke arah ayahnya.
“Papa juga makan”
“Tidak, papa sudah makan tadi”
“Papa, buka mulut”
Li Huan Rui memaksa papanya. Li Yongsheng akhirnya menuruti putranya.
“ Li Huan Rui, papa janji akan bekerja keras agar bisa memberikan apapun yang kau inginkan”
Li Huan Rui mengangangguk.
“Papa, bisakah papa melakukan satu hal untuk Rui?”
“Apa itu?”
“Jangan biarkan wanita itu datang ke rumah ini. Jika mama berada disini dan melihat wanita itu mama nanti tidak mau kesini lagi”
“Baiklah”
“ Oh ya papa jangan salah paham dengan mama. Paman yang tadi bersama mama itu adalah kakak mama?”
“Kakak? “
“Iya”
Li Yongsheng merasa bingung bagaimana mungkin presiden James menjadi kakak Shen Fengyin. Bukankah nama keluarganya adalah Nian.
“Rui, darimana kau tahu?”
“Mama yang mengatakannya. Papa, tidakkah papa merasa mereka sedikit mirip dari figur wajah mereka”
Li Yongshen memikirkannya, dia tidak begitu yakin tentang kemiripan mereka.
Shen Fengyin hanya diam saja sepanjang perjalanan pulang. James mengerti tentang kekhawatiran yang dirasakan oleh saudara perempuannya itu dan juga dia dapat melihat kemarahan dari adik perempuannya walaupun Shen Fengyin hanya menunjukkan ekspresi.
“Fengyin, ada kalanya kemewahan tidak menjamin seorang anak akan bahagia”
“Apa maksudmu dengan itu? “
“Fengyin, aku tanya padamu . Apa kau bahagia tinggal di rumah mewah keluarga Shen dan mendapat fasilitas sebagai seorang nona muda?”
Shen Fengyin terdiam.
“ Kau mungkin berpikir seperti ibu, dia melepasmu untuk tinggal di keluarga kaya dan mendapatkan fasilitas mewah dan kehidupan yang nyaman tapi kemewahan tidak bisa memberikan kebahagiaan. Di masa laluku, aku hidup dengan ibu dan bahkan mengalami kesulitan keuangan, ada kalanya ibu harus kelaparan agar aku bisa makan, kami tinggal di rumah kecil tapi ibu selalu memberikan perhatian padaku dan aku merasa bahagia dengan itu”
“Jadi, apa kakak pikir aku tidak bisa membuat Huarui bahagia tinggal bersamaku?”
“Bukan seperti itu, aku yakin kau bisa memberikan perhatian dan juga kenyamanan tapi apa kau bisa memberikan perhatian lebih dan waktu yang lebih banyak untuk memperhatikan putramu? Tidakkah kau sangat sibuk sebagai seorang CEO dan menurut informasi tentangmu yang aku tahu kau sering bekerja lembur bukan? ”
Shen Fengyin terdiam.
“Aku lihat Tuan Li sangat menyanyangi putramu dan aku juga tidak menyangka tuan Li bisa terlihat begitu lembut saat memperhatikan putranya. Aku yakin dia akan membuat putramu bahagia dan merasa nyaman”
“Aku tahu, Li Yongsheng memperlakukan Huanrui lebih baik dariku tapi aku hanya takut putraku akan terabaikan jika dia semakin dekat dengan wanita itu, bukankah pria itu juga bekerja di perusahaan CS, mereka semakin dekat dan aku takut pria itu lebih mementingkan waktu dengan wanita itu daripada Li Huan Rui”
“oh, Tuan Li tidak bekerja di CS. Dia justru bekerja di sebuah perusahaan yang belum terlalu terkenal”
“Eh?”
“Sungguh mengejutkan bukan? Presiden dari perusahaan Li dimasa lalu bekerja di perusahaan kecil dan menjadi karyawan biasa”
“Hanya karyawan biasa?”
“Ya”
__ADS_1
Shen Fengyin menghela nafas. Dia justru semakin khawatir, walaupun hal yang lebih membuat bahagia adalah kasih sayang tapi apa kasih sayang saja cukup untuk menunjang kehidupan putranya, Rui masih sekolah dan biayanya cukup mahal dan putranya juga butuh makanan lengkap untuk pertumbuhannya dan bagaimana jika putranya sakit apa pria itu bisa membayar pengobatan, mereka juga harus membayar sewa apartemen , dapatkan pria itu memenuhi kebutuhan putranya.
A/N: Setidaknya Shen Fengyin merasakan kehangatan keluarga