Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Side Story 15 (Balas Dendam)


__ADS_3

"Nona Li Jiao, aku mohon maafkan aku"


Pria populer dan berkuasa di sekolah, Wang Yufeng siswa kelas 5 berlutut di hadapan gadis kecil dari kelas 3. Li Jiao tidak mengatakan apapun, dia langsung pergi tapi Pria itu menahan nya dan masih berlutut.


"Jiao, aku akan melakukan apapun sebagai hukuman karena telah menyakitimu"


"Bisakah kau mengaku di depan kepala sekolah tentang mu yang memukul siswa kelas 3 dan menerima hukuman yang diberikan"


"Tentu saja, jika itu bisa menebus kesalahanku "


***


"Apa? Apa kau yakin kakak kelas wang Yufeng berlutut di depan Jiao"


"Benar, kakak kelas wang Yufeng berlutut seperti pangeran dan dia juga mengakui bahwa dia memukul anak laki-laki dari kelas kita"


"Wow, aku tidak percaya gadis itu bisa menbuat kakak kelas wang yufeng yang dingin bertekuk lutut padanya"


"Benar, bahkan kakak kelas Wang rela untuk di hukum demi Jiao"


Para gadis-gadis bergosip tentang Jiao. Helena hanya mendengarkan.


"Henry, apa menurutmu kakak kelas Wang tulus pada Jiao?"


Li Huan Rui hanya mengangkat bahunya bertingkah seolah tidak peduli.


"Henry, apa lukamu masih sakit"


Helena menyentuh wajah Li Huan Rui. Saat itu Jiao masuk dan melihat kedekatan Li Huan Rui dan Helena.


"Jiao"


Helena menjauhkan tangannya dan segera menghampiri Jiao yang baru saja datang. Para gadis juga berhenti bergosip karna takut pada Li Jiao.


Li Huan Rui juga memandang ke arah Jiao tapi gadis itu tidak memandang ke arahnya. Gadis itu hanya fokus memandang ke arah Helena yang mengajaknya bicara.


"Jiao, apa kau menerima kakak kelas wang? Jangan percaya demgannya begitu saja"


"Tenang saja, Helena. Aku tahu hal itu. Jangan khawatir"


Jiao mencondongkan tubuhnya dan berbisik sesuatu pada Helena.


Li Jiao berjalan menuju ke tempat duduknya. Dia berjalan melewati Li Huan Rui.


"Jangan bersikap ceroboh"


Li Huan Rui mengucapkannya dengan pelan tapi masih bisa di dengar oleh Jiao. Gadis itu mengabaikannya seolah dia tidak mendengar apa yang dikatakan Li Huan Rui. Jiao mendekati Bao Bao


"Bao bao, alasan kau menjauhiku karena kakak kelas Yufeng bukan? Dia memukulmu kan?"


Bao Bao dengan ragu-ragu mengangguk.


"Ikutlah denganku, kita perlu penjelasanmu juga "


Jiao mengulurkan tangannya dan Bao Bao menerima uluran tangannya. Jiao juga mendekati Su Han yang juga menjadi korban dari Wang Yufeng. Mereka bertiga keluar kelas. Li Huan Rui hendak mengikuti mereka tapi Helena menahan tangannya.


"Biarkan Jiao yang menyelesaikan masalah ini. Li Huan Rui, aku tidak ingin kau terlihat masalah"


Jiao memberi tahu Helena untuk menghentikan Li Huan Rui karena pria itu akan mengacaukan rencananya dan juga Jiao takut Wang Yufeng membuat Rui di hukum juga karena dia juga sudah melukai Wang Yufeng. Helena tentu saja tidak ingin Li Huan Rui dihukum, dia setuju dengan rencana Jiao walau Helena juga khawatir pada Jiao.


***


Wang Yufeng mendapatkan hukumam skorsing selama 2 minggu, Jiao sebenarnya tidak terlalu puas dengan hukuman yang diberikan tapi hukuman yang di terima Wang Yufeng hanyalah awal karena dia akan memberikan pembalasan dengan tangannya sendiri. Namun karena dia membuat Wang Yufeng dihukum, dia harus menerima kebencian dari setiap gadis, tapi para anak laki-laki justru memujanya karena ketidakberadaan Wang Yufeng memberi ketenangan bagi gadis itu.


Song hei jin merasa kesal pada gadis yang membuat pria yang disukainya di hukum dan dia semakin tidak suka dengan fakta Wang Yufeng rela menerima hukuman karena gadis itu. Song hei jin datang ke kelas 3 saat jam istirahat.


"Siapa disini yang bernama Li Jiao"


Para gadis di kelas 3 (kecuali Jiao dan Helena) segera menunjuk ke arah Li Jiao yang berada di bangku belakang. Jiao masih bersikap tenang saat Song Hei jin menatap tajam ke arahnya. Jiao pura-pura tidak memperhatikannya dan fokus makan bekalnya. Song Heijin merasa kesal dengan sikap tenang Jiao.


Gadis itu mendekati nya dan membuang kotak bekal itu yang membuat makanannya tumpah.


"Kau..."


"Ini adalah hukuman untukmu karena kau menganggu Wang Yufeng"


Song Heijin menginjak makanan itu. Li Jiao mengepalkan tangannya dan menatap tajam ke arah Song Heijin. Mamanya sudah bersusah payah membuat makanan untuknya tapi wanita ini berani memperlakukan makanannya seperti sampah.


"Kenapa apa kau marah? Apa kau ingin mengadu pada kepala sekolah?"


Song Heijin tersenyum mengejek. Helena yang melihatnya merasa khawatir, dia hendak berjalan ke mereka dan memberi pelajaran pada gadis yang berani menggertak sahabatnya. Namun sebelum dia melangkah, Jiao sudah memberi pelajaran pada gadis itu dengan mendorongnya dengan kuat dan membuat gadis itu jatuh.


"Kau..."


Song Heijin marah , dia berdiri dan mendekati Jiao hendak membalasnya namun anak laki-laki melindungi Jiao,mereka memegang tangan Song Heijin dan menarik nya keluar.


"Hei, lepaskan aku. Beraninya kau memperlakukanku seperti ini"


"Ini perlakuan yang pantas untukmu karena kau telah mengganggu malaikat kami"


Song Heijin didorong dengan kasar keluar kelas. Song Heijin mengutuk Jiao dan anak laki-laki kelas 3. Dia akhirnya kembali ke kelas dengan perasaan kesal.


***


Li Yongfan mengajak Jiao menemui seseorang. Pria yang di temui Li Yongfan adalah pelatih bela diri karate. Li Yongfan memperkenalkan Jiao padanya dan meminta bantuan untuk melatihanya, pria itu sedikit ragu-ragu untuk menerima Jiao karena sosok Jiao yang kurus dan terlihat lemah.


"Jangan meremehkan putriku, dia memang terlihat lemah tapi dia tidak selemah itu. Aku juga sudah melatihnya latihan fisik dan pelatihan dasar"


Pria itu mengangguk mendengar penjelasan Li Yongfan.


"Baiklah, aku akan melatih calon tentara hebat"


"Jangan berlebihan"


"Gadis kecil, kau bisa berlatih besok"


"Baiklah, terima kasih guru"


Setelah mengobrol beberapa hal lalu Li Yongfan mengantar Jiao pulang ke rumah.


"Jiao...jiao, saat latihan nanti jangan berlatih terlalu keras dan jika ada yang menggertakmu maka katakan pada papa"


"Papa tidak perlu khawatir"


Li Yongfan tersenyum.


***


Jiao memulai latihan pertamanya. Ada banyak orang dari berbagai usia yang mengikuti pelatihan bela diri.

__ADS_1


"Li Jiao"


Li Jiao menoleh ke arah seorang pria yang memanggilnya, dia mengerutkan kening ketika melihat Wang Yufeng yang menggunakan pakaian putih yang sama dengannya tapi memiliki sabuk berbeda.


"Wow, aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu. Apa kau berlatih karate disini? Senangnya kita akan sering bertemu"


Wang Yufeng tersenyum senang, dia menjadi lebih bersemangat berlatih. Li Jiao tidak menanggapinya dan langsung pergi meninggalkan pria itu dan bergabung dengan yang lain. Jiao masih bergabung di kelas awal dan mempelajari dasar-dasar. Dia berada di kelas berbeda dengan Wang Yufeng.


Li Jiao mempelajari gerakan-getakan dasar itu dengan serius, Jiao bukanlah orang yang genius tapi dia orang yang bersungguh-sungguh. Saat pulang Wang Yufeng mengajaknya pulang bersama tapi Jiao menolaknya. Dia lansung pergi ke mobil Li Yongfan yang sudah menunggunya.


"Bagaimana latihannya?"


"Sedikit sulit tapi Jiao akan melakukan yang terbaik untuk menguasainya"


"Papa yakin kau bisa"


***


Wang Yufeng semakin mengagumi Li Jiao ketika melihat gadis begitu serius dan berusaha keras. Gadis ltu sering pulang paling akhir untuk mengulang apa yang telah diajarkan. Wang Yufeng menyadari bahwa Li Jiao berbeda dengan para gadis yang dilihatnya selama ini. Awalnya dia hanya tertarik dengan kecantikannya tapi dia mulai semakin tertarik melihat sikap yang berusaha menunjukkan kekuatannya. Dia ingin tahu kenapa gadis itu begitu berusaha keras.


"Gadis kecil, perkembanganmu cukup pesat ya"


Li Jiao mengabaikannya dan masih fokus berlatih.


"Kau tahu, Li Jiao kau tidak perlu berusaha terlalu keras untuk mempelajari bela diri. Aku bisa melindungimu dengan keahlian yang aku miliki"


"Aku tidak perlu perlindunganmu"


Li Jiao menanggapinya dengan dingin dan datar tapi Wang Yufeng justru hanya menunjukkan senyuman.


"Kau berusaha sekeras ini apa untuk anak manja yang tampan itu, Li Huan Rui"


"Jangan meremehkan Li Huan Rui seperti itu"


Wang Yufeng tersenyum pahit.


"Kau begitu peduli pada pria seperti dia ? Pria manja yang hanya mengandalkan kekuatan orang tuanya"


"AKU SUDAH BILANG JANGAN MEREMEHKAN LI HUAN RUI"


Li Jiao mengepalkan tinjunya dan mengulurkan lengannya untuk melawan Wang Yufeng , dia tidak bisa menunggu lagi untuk membalasnya ketika dia mengingat luka di wajah Li Huan Rui dan ketika melihat wajahnya yang menahan sakit saat Helena mengobatinya, kebencian di dalam hati Li Jiao semakin besar.


Wang Yufeng berhasil menahan serangan Li Jiao. Li Jiao tidak menyerah dia terus saja menyerang Wang Yufeng tapi tetap saja pria itu bisa menghindarinya dengan mudah. Dia memegang lengannya dan menjatuhkannya di matras.


" Li Jiao, apa kau belajar bela diri untuk membalasku karena telah mengalahkan pria itu, bukan?"


Li Jiao berdiri dan kembali. Dia tidak menjawab tapi dia mulai kembali menyeranya, Wang Yufeng hanya menghindarinya dan menahan serangannya.


"Apa alasan kau menolakku karena pria itu? Aku tidak menyangka bahwa aku kalah dengan seseorang seperti Li Huan Rui bahkan kau begitu keras membelanya. Apa yang baik darinya selain wajahnya yang tampan"


Wang Yufeng tersenyum pahit. Dia mengingat tentang gadis itu yang tanpa pikir panjang berlari untuk melindungi Pria itu dari serangannya dan rela menerimanyanya. Dia juga mengarang cerita agar Li Huan Rui selamat karena dia telah membalasnya. Wang Yufeng kehilangan konsentrasi dan membuat Li Jiao menyerang tangannya tapi Wang Yufeng segera menyadarinya dan dia berhasil lepas dari serangan Jiao.


Wang Yufeng memandang Li Jiao, dia memandang nya dengan tatapan tajam. Wang Yufeng menghela nafas.


"li Jiao, skill mu dan masih berbeda. Kau tidak akan bisa mengalahkanku dengan mudah dengan teknik dasarmu itu"


"Bagaimana jika aku mengajarimu agar kau bisa setara dengan ku"


Li Jiao masih diam dan menatap tajam ke arahnya.


"Aku serius? Aku akan mengajarimu dengan sungguh-sungguh. Aku sudah menguasai setiap teknik dengan begitu kita seimbang dan kau bisa membalas dendam mu itu padaku bagaimana?"


"Aku serius, aku tidak memiliki motif buruk denganmu"


Wang Yufeng mengulurkan tangan sebagai tanda kesepakatan. Li Jiao akhirnya menjabat tangannya, dia setuju untuk menjadikan Wang Yufeng sebagai gurunya. Wang Yufeng tersenyum.


***


Masa skorsing Wang Yufeng telah selesai, para gadis menyambut dengan ceria ketika melihat pangeran mereka kembali ke sekolah. Song Heijin jika salah satu yang merasa bahagia, ketika dia melihat Wang Yufeng memasuki kelas, dia memeluk pria itu tapi dia di dorong oleh pria itu.


"Lepaskan"


"Yufeng, kenapa kau begitu dingin padaku"


"Song heijin, kita tidak memiliki hubungan apapun. Kita sudah putus"


"Tapi aku tidak mau putus"


Wang Yufeng meninggalkan dan tidak peduli dengan rengekannya. Dia menyesal bagaimana dia bisa menyukai gadis manja dan jahat seperti dia, temannya- ji Nian yang mengatakan padanya bahwa Song Heijin menganggu Li Jiao saat dia tidak di sekolah. Wang Yufeng tentu saja merasa kesal pada gadis itu.


***


"Jiao, ayo kita belajar bersama"


"Maafkan aku, Helena. Aku harus melakukan sesuatu . Aku harus pergi "


Helena menahan Jiao.


"Jiao, apa yang kau lakukan sebenarnya? Kau selalu terburu-buru saat pulang. Apa yang kau lakukan begitu penting"


"Ya. Maafkan aku. Aku harus segera pergi"


Li Jiao segera keluar kelas. Helena penasaran, Jiao belakangan ini menjadi aneh, dia sering menghilang saat istirahat dan dia juga sering pulang duluan. Ini benar-benar aneh.


Helena menarik tangan Li Huan Rui dan mengajaknya untuk mengikuti Jiao.


"Untuk apa kita mengikutinya? Aku tidak ingin membuang waktu untuk hal yang tidak penting"


"Apanya yang tidak penting? Henry, apa kau tidak penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Jiao belakangan ini?"


"Tidak"


"Tapi aku penasaran dan juga khawatir. Ayolah, percepat jalanmu"


Mereka tiba di depan gerbang tapi dia tidak menemukan Li Jiao.


"Ah, kita kurang cepat"


"Sudahlah, lebih baik kita segera kembali. Ada banyak yang harus kau pelajari sebelum ulangan besok"


***


Hari ini seharusnya tidak ada pelatihan karate tapi Wang Yufeng memberikan pelatihan khusus padanya agar dia lebih cepat menguasai teknik jadi mereka berlatih setiap hari. Wang Yufeng terkejut karena perkembangan Li Jiao yang pesar. Li Jiao bahkan bisa menghalau serangan-serangannya.


"Baiklah, latihan sudah cukup. Hari sudah sore, bagaimana jika aku mengantar mu pulang"


"Tidak perlu, papaku akan menjemputku"


"Begitu"

__ADS_1


Li Jiao menganbil ponsel nya, dia melihat pesan yang dikirim papanya bahwa dia sudah menunggu di depan. Li Jiao sebelumnya mengirimkan alamat Wang Yufeng pada papanya.


"Aku pergi dulu"


Wang Yufeng mengangguk.


"Li Jiao, setelah kau berhasil balas dendam padaku. Bisakah kita menjadi teman? "


" Aku akan pertimbangkan"


Wang Yufeng tersenyum. Dia memilih hubungan pertemanan karena terlalu sulit baginya untuk lebih dari itu karena dia merasakan rasa suka Jiao yang kuat pada Li Huan Rui.


***


Song Heijin mennggu Li Jiao di dekat tempat loker. Ketika dia melihatnya Song Heijin segera mendekati nya dan mendorong punggungnya.


"Hei, anak kecil apa hubunganmu dengan wang Yufeng"


"Tidak ada hubungan khusus"


"Bohong, jika kau tidak ada hubungan khusus kau tidak akan naik ke mobil bersama kakak kelas Wang dan pergi ke rumahnya"


Li Jiao menghadapi kemarahan song Heijin dengan tenang. Dia memilih pergi mengabaikan Song Heijin. Wajah gadis itu semakin merah karena marah, dia menarik rambut panjang Li Jiao.


Jiao terkejut, dia berusaha melepaskan rambut nya dari tangan Song Heijin.


"SONG HEIJIN"


Wang Yufeng mendekati mereka, dia menatap tajam ke Song Heijin dan melepaskan rambut Li Jiao dengan hati-hati dari tangan wanita itu. Song Heijin yang terkejut hanya diam.


"Song Heijin, apa yang kau lakukan? Kenapa kau menyakitinya"


" itu karena dia merayumu"


"Kau tidak berhak melakukan ini karena alasan itu. Kita sudah putus"


"Tapi,..."


"Li Jiao, ayo"


Wang Yufeng meraih tangan Li Jiao dan menariknya tapi Li Jiao menepis tangannya.


***


"Apa kau yakin Li Jiao naik ke mobil yang sama dengan Wang Yufeng dan pergi ke rumahnya"


"Itu yang aku dengar dari pertengkaran kakak kelas Song dengan Li Jiao. Sepertinya ada sesuatu antara Li Jiao dan Kakak kelas Wang Yufeng. Bahkan kakak kelas wang Yufeng membelanya tadi"


Helena mendengar kan gosip para siswi di kelasnya. Dia mengerutkan keningnya , mungkinkah alasan Li Jiao sering menghilang saat istirahat dan sering tergesa-gesa alasannya karena kakak kelas Wang Yufeng. Li Huan Rui juga mendengarnya, ada perasaan aneh di dalam hatinya saat mendengar hal itu.


Li Jiao masuk ke kelas. Dia merasa tatapan aneh dari para siswi termasuk Helena. Li Jiao mendekati Helena.


"Helena, ada apa? Kenapa memandang ku seperti itu? "


"Jiao, apa kau berpacaran dengan kakak kelas Wang Yufeng?"


"Huh? Kenapa kau berpikir seperti itu?"


"Itu karena ada rumor kau pulang bersama dengan kakak kelas Wang Yufeng. Apa itu benar?"


"Ya"


Li Jiao tidak bermaksud mengelak hal ini dari sahabatnya.


"Tapi,ini tidak seperti yang kau pikirkan"


Li Jiao lalu kembali ke kelasnya. Helena diam mencerna apa yang dikatakan Li Jiao.


"Apa maksudnya? Apa mereka tidak pacaran?"


***


Saat pulang sekolah, Li Jiao buru-buru pulang seperti biasa tapi saat dia berjalan ke gerbang, seseorang menarik tangannya. Li Jiao terkejut, dia hampir menarik tangan itu dan membantingnya.


"Ikut aku , wanita rendahan"


Li Jiao mengenali suara rendah dan dingin itu tanpa harus menoleh. Li Huan Rui menariknya ke belakang sekolah.


"Apa Wang Yufeng mengancammu agar kau bersamanya? Katakan padaku apa yang dilakukannya? Aku akan memberi nya pelajaran menganggu mu"


"Apa yang bisa kau lakukan? Kau ingin berkelahi dengannya yang lebih kuat darimu ? Kau ingin melukai diri mu sendiri"


"Li Jiao, aku tidak selemah itu. Saat itu aku memang kalah tapi sekarang aku tidak akan..."


"Sudahlah, Li Huan Rui. Aku tidak ingin perlindungan mu dan jangan pedulikan aku. Bukankah kau membenciku tidak seharusnya kau pedili padaku"


Li Jiao meninggalkan Li Huan Rui.


"Li Jiao, papa fan mempercayakanmu padaku jadi jika terjadi sesuatu.... "


Li Jiao berhenti dan memotong ucapan Li Huan Rui.


"Tidak akan ada hal yang buruk dan juga papa sudah tahu ketelibatanku dengan kakak kelas wang Yufeng"


***


Saat selesai latihan, Li Jiao dan Wang Yufeng belum pulang walau saat ini tempat latihan telah selesai. Mereka berdua saling berhadapan.


"Jadi, sepertinya kau sudah siap?"


Jiao mengangguk.


"Aku akan serius. Jika aku menang maka kau harus jadi pacarku. Bagaimana?"


"Baiklah tapi aku tidak akan kalah"


Wang Yufeng mulai melakukan serangan-serangan tapi Li Jiao dengan mudah menghindar atau menghalangi serangannya. Li Jiao seolah sudah tahu kelemahan dan teknik serangan Wang Yufeng. Li Jiao berhasil melukai wajah Wang Yufeng dan bahkan menarik tangannya dan menjatuhkan kakinya. Dia menarik tangannya dan memplintirnya.


"Jiao, berhenti. Aku menyerah. Jangan terlalu keras, apa kau membuat tanganku putus"


Li Jiao melepaskannya. Dia menunjukkan senyum dingin.


"Aku memang ingin mematahkan tanganmu yang membuat wajah Li Huan Rui terluka. Namun karena kau sudah mengajariku jadi aku akan berbelas kasihan"


Li Jiao berbalik meninggalkan nya, dia terkejut melihat Li Huan Rui berdiri di depannya.


"Li Huanrui"


"Aku tidak memerlukanmu membalas dendam untuk lukaku dan membuat mu mempertaruhkan dirimu untukku. Li Jiao, aku tidak selemah itu"

__ADS_1


Li Huan Rui lalu pergi meninggalkan tempat itu begitu saja


__ADS_2