Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Chapter 35


__ADS_3

Shen Fengyin merasa marah. Dia benar-benar membenci Li Yongsheng. Pria itu mengatakan dia mencintainya tapi kenapa dia lebih membela wanita lain dibandingkan dengannya. Shen Fengyin melajukan mobilnya melewati kantornya. Dia sudah membuang-buang waktunya karena masalah pria itu. Hari ini seharusnya Shen Fengyin mengunjungi kantor cabang. Kantor cabang berada di luar kota, mungkin dia juga bisa mencari ketenangan dengan pergi ke luar kota .


 


Shen Fengyin tidak tahu jika keputusannya untuk pergi adalah keputusan yang salah. Sebuah truk yang melaju kencang dari arah berlawanan. Shen Fengyin tidak bisa berekasi apapun saat truk itu menghantam mobilnya. Shen Fengyin tersenyum pahit, pria yang mengatakan mencintainya memilih di pihak wanita lain dan sekarang dia juga akan mati sia-sia. Kenapa takdir begitu kejam padanya.Shen Fengyin tidak ingat lagi apa yang terjadi.


 


 


 


Li Yongsheng tidak bisa tenang, perasaannya begitu buruk .Begitu pula dengan putranya yang berulangkali menanyakan kapan kepulangan ibunya.


 


“Rui, mungkin mama sedang sibuk? Dia mungkin akan pulang malam. Lebih baik kau tidur”


“Tidak papa, Rui tidak bisa tidur. Papa, cepat telpon mama”


Perasaan Rui benar-benar tidak enak. Dia merasa cemas memilkirkan ibunya.


“Rui sudah menghubungi ibumu tapi dia tidak menjawab. Mungkin dia benar-benar sedang sibuk”


Li Yongsheng menggendong putranya membawanya ke kamar.


“Bagaimana jika papa menemanimu tidur?”


Li Huan Rui dengan enggan menurut. Li Yongsheng meletakkan putranya ketempat tidur dengan pelan. Dia memeluk putranya. Li Huan Rui mulai memejamkan mata dengan gelisah. Li Yongsheng membelai lembut rambut hitam Li Huan Rui.


Li Yongsheng tidak bisa tidur, setelah putranya tertidur lelap dia pergi ke ruang tamu menunggunya.


 


Keesokan harinya,


“Papa, apa mama sudah pulang?”


Li Huan Rui turun ke ruang makan , dia hanya lihat papa sendirian.


“ Rui kecil, ayo sarapan”


“Papa, dimana mama?”


“Mamamu sepertinya sangat sibuk. Dia mungkin tidak memiliki waktu untuk pulang”


“Kemarilah, ayo sarapan”


“Rui tidak ingin sarapan”


“Rui, jangan seperti itu. Kau pria kecil butuh banyak makanan untuk tumbuh. Jika mama mu tahu dia pasti akan marah. Ayolah”


Li Yongsheng mengendong putranya dan membantunya duduk.


“Makanlah, setelah itu papa akan mengantarmu ke sekolah”


Li Huan Rui ingin menolak tapi dia ingat bahwa ibunya tidak suka dia membolos. Dia hanya menikmati sarapannya dengan enggan.


 


 


Setelah Li Yongsheng mengantar putranya ke sekolah, dia segera pergi ke perusahaan Shen. Li Yongsheng langsung menuju ke ruang CEO , para karyawan lain tidak ada yang menghalanginya karena mereka tahu pasti bahwa pria itu adalah kekasih CEO mereka.


 


“ Tuan Li”


Asisten Han yang baru saja menutup pintu ruangan Shen Fengyin terkejut ketika melihat Li Yongsheng.


“Tuan Li, apa yang kau lakukan disini?”


“Asisten Han, apa Shen Fengyin masih sibuk?”


“Aku ingin bertemu dengannya”


“CEO Shen, tidak ada di kantor sejak kemarin siang. Bukankah anda pergi bersamanya sebelumnya”


“Benar, tapi saat itu kami berpisah . Aku kira dia kembali ke kantor”


“ Ah, saya baru ingat. Kemarin CEO Shen pergi ke kantor cabang”


“Kantor Cabang?”


“Benar , ini adalah pengecekan bulanan “


“Oh”


Li Yongsheng lalu segera pergi, dia ingat bahwa kemarin memang kunjungan rutin ke kantor cabang di Z city. Li Yongsheng pernah menjadi CEO selama 6 tahun dan jadwalnya juga mengikuti jadwal yang sebelumnya. Li Yongsheng mengirim pesan pada Li Yongfan untuk menjemput Li Huan Rui. Perjalanan ke kantor cabang membutuhkan waktu 3 jam dengan mobil. Dia takut tidak punya waktu menjemput putranya. Li Yongsheng melajukan mobilnya menuju kekantor cabang.


Li Yongsheng merasa heran, ketika melihat jalanan yang begitu ramai bahkan ada garis polisi. Li Yongsheng melihat ketika mobil diangkut dari sungai. Li Yongsheng merasa tidak asing dengan mobil itu. Perasaan tidak enak mulai memenuhi hatinya.


“Tidak, itu tidak mungkin”


Li Yongsheng berusaha menepis pikirannya. Dia kembali melajukan mobilnya.


 


Li Yongsheng masuk ke kantor cabang,kantor cabang di Z city mungkin yang paling kecil dibandingkan kantor cabang yang lain. resepsonis itu menyambut Li Yongsheng.


“Apa CEO Shen masih ada rapat?”


“ CEO Shen? Saya belum melihat CEO sejak kunjungan bulan lalu”


“Apa kau yakin? Bukankah kemarin seharusnya kunjungan rutin”


“Tuan Li, anda bisa tanyakan kepada direktur. Kebetulan direktur saat ini ada di ruangannya”


“Baiklah”


Li Yongsheng tidak perlu bingung karena selama 6 tahun dia sudah sering pergi ke kantor cabang. Li Yongsheng mengetuk pintu .


“Oh, Tuan Li. Apa yang membawamu datang kesini?”

__ADS_1


Direktur Yi tidak terlalu suka pada Li Yongsheng pada awalnya apalagi pria itu telah merebut posisi Shen Fengyin. Direktur Yi selalu menjadi pendukung Shen Fengyin karena dia tahu wanita itu berbakat dan Shen Fengyin jugalah yang membesarkan perusahaan Shen.


Li Yongsheng tidak menghiraukan nada ketidaksengan dari direktur yi.


“Direktur Yi, maaf menganggu kesibukan anda. Saya datang untuk bertemu dengan CEO Shen”


“CEO Shen ? CEO Shen tidak disini”


“Bukankah ada kunjungan rutin?”


“Itu benar, tapi CEO Shen tidak datang kesini kemarin”


Li Yongsheng menjadi cemas. Direktur Yi sedikit heran melihat pria di depannya yang tanpa ekspesi mulai menunjukkan ekspresi kecemasan.


“Apa yang salah?”


“Tidak. Tolong hubungi saya jika CEO Shen datang kesini. Saya permisi”


Li Yongsheng menghubungi kakaknya.


“Hallo, kakak apa Shen Fengyin bersamamu?”


“Tidak, ada apa?”


“Kakak , kalau begitu apa kau memiliki nomer Mo An an”


“Untuk apa kau memintanya “


Nada Suara Li Yongsheng terdengar tajam dan tidak suka. Li Yongsheng merasa heran dia tahu kakaknya sedang berkencan dengan wanita mo itu tapi dia tidak menyangka akan mendengar nada yang menunjukkan keposesifan kakaknya. Li Yongsheng segera menjelaskan, dia tidak ingin kakaknya salah paham.


“Aku hanya ingin bertanya padanya apa Shen Fengyin bersama An?”


“An bersamaku sejak kemarin. Ada apa ? Apa terjadi sesuatu”


“Kakak, aku bertengkar dengan Shen Fengyin dan sepertinya dia marah padaku dan dia tidak pulang sejak kemarin. Kakak bantu aku mencarinya”


“Apa Shen Fengyin tidak pulang? Apa yang membuat kalian bertengkar hingga Shen Fengyin semarah itu?”


Li Yongsheng ragu-ragu menceritakannya. Hal itu membuat kemarahan Li Yongfan.


 


Mo An an mengerutkan keningnya ketika dia melihat kemarahan pria yang bersandar disofa. Pria itu menutup telpon dengan kesal.


“Apa yang terjadi”


“Shen Fengyin tidak pulang ke rumah sejak kemarin. Dia bertengkar dengan Li Yongsheng dan pergi”


“Oh, apa pertengkarannya seburuk itu hingga Shen Fengyin tidak pulang ke rumah? Kemana dia pergi?”


An merasa khawatir.


“Tenanglah, aku pasti akan menemukannya”


 


1 Minggu kemudian


“Kau tidak ingin pergi? Kenapa?”


“Bagaimana jika dia tidak kembali? Apa kau masih tetap ingin menunggunya?”


“Chen Xixi , apa maksudmu?”


“A-Sheng, apa kau lupa tentang yang terjadi 6 tahun yang lalu? Ketika dia marah, dia pergi begitu saja dan menghilang tanpa kabar”


“Itu tidak mungkin. Shen Fengyin...”


“A-Sheng, aku tahu kau lebih tahu bagaimana karakter Shen Fengyin bukan? "


Li Yongsheng terdiam.


“Li Yongsheng, apa kau ingin melepas peluang pekerjaan ini dengan mudah? Kau sudah berusaha meyakinkan mereka. Apa kau akan menyerah begitu saja”


“Chen Xixi, aku tidak bisa meninggalkan putraku”


“Kau bisa membawanya ke S city jika kau mau”


“Aku tidak yakin”


Dia tidak yakin apa putranya mau untuk pergi meninggalkan kota. Chen Xixi menghembuskan nafas,


“ Baiklah, kau bisa pertimbangkan lagi”


“Aku harus pergi. Rui pasti sudah pulang “


“Baiklah, oh ya. Berikan cokelat ini pada Rui kecil”


“Terima kasih”


 


 


Li Huan Rui hanya diam saja dan memandang ke arah kaca.


 


“Huan Rui, apa kau lapar?”


Li Huan Rui tidak menjawab. Dia mengabaikan Li Yongsheng sejak Li Yongsheng memberitahu tentang menghilangnya Shen Fengyin.


“Oh ya, Bibi Chen memberikan cokelat untukmu”


“Aku tidak mau menerima apapun dari wanita itu”


“Li Huan Rui”


“ Papa, kau sudah punya mama tapi kenapa papa masih berhubungan dengan wanita lain. Aku tahu kenapa mama meninggalkan kita. Ini semua salah papa”


“Li Huan Rui, antara papa dan bibi Chen Kami hanyalah teman”


Li Huan Rui mengabaikan Li Yongsheng. Pria itu menghela nafas.

__ADS_1


Susana didalam mobil menjadi hening sampai akhirnya mereka tiba di rumah. Li Huan Rui segera turun dari mobil dan bergegas menuju ke kamarnya meninggalkan Li Yongsheng begitu saja. Li Yongsheng merasa sedih melihat putranya bersikap dingin padanya.


Dreet Dreet Dreet


Li Yongsheng mengambil ponselnya.


“Ya, Kakak”


“...”


“Apa? Kau sudah menemukan keberadaan Shen Fengyin?”


“...”


“Baiklah.aku akan pergi bersamamu”


Li Yongsheng segera pergi ke kamar putranya.


“Rui kecil. Buka pintu”


Tidak ada jawaban.


“Rui kecil, ibumu sudah ditemukan. Apa kau ingin ikut menemuinya”


“Papa tidak bohongkan”


“Tidak”


Li Huan Rui segera membuka pintu.


 


Seorang wanita menatap kosong ke depan. Wajahnya terbalut perban yang hampir menutupi semua wajahnya kecuali bagian mata,hampir semua tubuhnya terbalut perban.


“Xiao Yin”


Seorang wanita paruh baya masuk ke dalam. Dia tidak bisa menahan air mata setiap melihat keadaann wanita itu. Perasaan bersalah memenuhi hatinya, jika saja dia tidak meninggalkannya pada keluarga Shen karena kemarahannya, jika saja dia bisa menjaga putrinya disisinya.


“Mom”


Seorang laki-laki mendekatinya dan berusaha menenangkannya. Wanita paruh baya itu mengenggam tangan putrinya dengan pelan.


“Xiao Yin, maafkan ibu . Ibu salah padamu”


Wanita itu hanya melirik wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.


“Fengyin, mulai sekarang ibu akan menjagamu. Kita akan memulai hidup baru kita dan...”


“Nyonya, saya bukan putri anda. Mungkin anda salah orang “


Wanita itu mengucapkannya dengan pelan.


“Tidak, Fengyin. Kau adalah putriku....”


“Tidak, aku tidak memiliki ibu”


“Fengyin, kau adalah putriku. Aku akan memberi tahumu hal yang terjadi”


 


Wanita paruh baya itu mulai menceritakan kisahnya.


 


“Di masa lalu, aku hanyalah wanita miskin. Jika bukan karena tuan muda Shen mungkin aku masihlah menderita dijalanan. Aku adalah pelayan dari tuan muda Shen. Tuan muda Shen begitu baik, dia tidak pernah memperlakukan ibumu ini sebagai pelayan yang buruk. Dia juga membantu ibumu ini untuk membiayai kakak laki-lakimu”


Shen Fengyin, tidak pernah mendengar tentang tuan muda Shen, ayahnya dipanggil tuan kedua. Namun tidak ada yang pernah membicarakan putra tertua dari keluarga Shen.


“Ibumu ini terlarut dalam kebaikan tuan muda Shen hingga akhirnya sebuah kesalahan yang seharusnya tidak terjadi. Tuan muda mengatakan dia akan bertanggung jawab , dia akan menikahiku. Namun siapa sangka kecelakaan terjadi sebelum kami sempat mendaftarkan kecelakaan. Tuan muda kedua yang mengetahui bahwa ibumu ini mengandungmu, dia berusaha menyingkirkan ibumu ini dan membayar uang agar pergi dari rumah besar”


“Akhirnya kakek Shen menemuiku,dia meminta mu untuk diserahkan pada keluarga Shen. Ibumu ini awalnya menolak,ibumu takut jika kau akan terluka tapi kakek Shen meyakinkan ibu. Bagaimanapun kehidupan ibu sulit dan serba kekurangan. Ibu ingin kau mendapatkan kebahagiaan dan hakmu jadi ibu akhirnya menyerahkanmu pada keluarga Shen, ibu yakin dengan adanya kakek Shen dia pasti akan melindungimu. Ibu masih ingat ketika tangan kecilmu mengenggam tangan ibu namun ibu harus melepas tanganmu untuk kebahagiaannmu”


“tapi, ibu tidak menyangka kau akan mengalami masa-masa sulit. Ibu ingin menemuimu dan membawamu tapi saat itu kau menghilang dari B city. Namun akhirnya ibu berhasil menemukanmu, sayangnya, ibu terlambat”


Shen Fengyin masih tetap diam.


“Saudari”


Pria tampan dengan rambut kecokelatan melangkah mendekatinya. Shen Fengyin memandang ke arahnya. Dia tidak menyangka akan terhubung dengan pemilik dari JN. Dia mengagumi pria itu bahwa pria itu yang sebelumnya hanyalah keluarga misikin berhasil mendirikan JN dan pria itu juga mengubah identitasnya.


“Presiden James”


“Tidak perlu formal.Aku kakakmu. Fengyin, ketika aku pertama kali melihatmu aku tahu bahwa kau adikku. Kecerdasan yang kau miliki begitu mirip dengan paman dan juga...wajahmu begitu mirip dengan ibu. Maaf, aku tidak bertindak cepat untuk membawamu kembali pada kami. Kau pasti melalui hal berat bukan? Sekarang, kau hanya perlu mengandalkanku. Aku akan melindungimu”


Shen Fengyin melihat ketulusan dari mata pria itu. Dia terdiam, dia masih sulit untuk menerima kebenaran yang tiba-tiba ini.


“Xiao Yin, ayo kita kembali ke A County. Kita bisa hidup bersama dan ...”


“Aku tidak bisa”


“Xiao Yin”


“Aku tidak ingin melarikan diri. Aku memiliki perusahaan Shen yang menjadi tangung jawabku”


Setelah mendengar cerita wanita paruh baya itu. Shen Fengyin semakin terikat dengan perusahaan Shen. Dia pernah mendengar sebelumnya beberapa tetua sering membicarakan tuan muda Shen yang telah berusaha keras untuk membesarkan perusahaan Shen , kakeknya juga mempercayakan perusahaan Shen padanya. Tidak mungkin baginya pergi begitu saja.


“Juga...aku tidak ingin meninggalkan putraku”


Dia tidak ingin meninggalkan putranya. Dia bersyukur bahwa dia masih hidup walaupun kecelakaan yang begitu parah. Dia ingin melindungi putranya apalagi Li Yongsheng saat ini memilih berada disisi Chen Xixi. Dia tidak ingin putranya kesepian.


“Fengyin, aku akan mengurus semuanya untukmu. Aku akan....”


“Presiden James, aku bisa mengatasi masalahku sendiri, selama ini aku bisa mengatasi masalahku bahkan tanpa seorangpun disisiku”


“Tapi, Fengyin, saat ini kau tidak perlu sendiri lagi.Aku, kakakmu akan mendukungmu”


“Maafkan aku tapi masih terlalu sulit bagiku untuk menerima hal ini”


“Xiao Yin, ibu tahu itu. tapi biarkan ibu menembus kesalahan ibu dimasa lalu”


Shen Fengyin melihat tatapan penuh kasih sayang dari wanita paruh baya itu. Dia merasa hangat di dalam hatinya, dia tidak pernah mendapatkan tatapan penuh kasih sayang yang menghangatkan hatinya. Di masa lalu wanita yang dia anggap ibu juga memperlakukannya dengan lembut tapi dia tidak melihat ketulusan.


“Fengyin, kakakmu ini juga. Fengyin, kami sudah membiarkanmu mengalami masa-masa sulit di masa lalu jadi sekarang biarkan kakakmu ini mendukungmu dan melindungimu dan juga pikirkan keadaanmu saat ini. Biarkan kami merawatmu hingga kau pulih"

__ADS_1


Shen Fengyin terdiam, dia merasa ragu tapi dengan kondisinya saat ini. Wajahnya terluka parah dan bahkan ada banyak luka di tubuhnya. Jika dia kembali dengan keadaan seperti ini bisakah dia menanggungnya. Dia juga akan membuat putranya khawatir dan juga wanita itu tidak akan merendahkannya.


__ADS_2