Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Spin off (High School) Screat Relationship -3


__ADS_3

  "Jiao, ayo kita pergi bersama?"


 


"Huh? Kenapa tiba-tiba?"


"Aku ingin kita melakukan apa yang kau dan Wang Yufeng lakukkan bagaimanapun juga aku juga kekasih mu bukan? Kenapa kita tidak bicara"


Saat dia memikirkan tentang Li Jiao yang sering pergi berdua membuatnya merasa kesal khususnya karena pria itu sering membagikan momen kebersamaan mereka ke akun dan memamerkan status mereka sebagai sepasang kekasih.


"Bergantilah pakaian, aku akan menunggu mu diluar "


"Tapi, apa kau tidak pergi menemui Helena?"


"Helena kembali ke A Country selama weekend. Cepatlah"


"Baiklah"


Li Huan Rui lalu keluar dari kamarnya sementara itu Li Jiao sibuk memilih pakaian, Li Jiao menggunakan sebuah dress, haruskah dia berdandan seperti Helena. Dia menganpil dresa dengan model A-line berwarna biru cerah. Helena segera mengganti pakaiannya. Dia memandang bayangan dirnya di cermin. Dia memiliki kulit putih, walau dia tidak setinggi helena tapi dia juga tidak pendek, panjang dressnya diatas lutut memperlihatkan kakinya yang putih dan indah. Sayang sekali Jiao tidak memiliki tubuh yang seindah Helena.


"Jiao, kenapa kau begitu lama"


Li Huan Rui membuka pintu kamar Helena melihat sisi feminie gadis itu. Jiao terlihat begitu manis. Bagian lengannya memperlihatkan bahunya, pakaiannya begitu pas dan membentuk lekuk tubuhnya, panjang dress itu berada di atas lutut dan memperlihatkan pahanya dan pakaiannya terlihat tipis


'Sial'


Li Huan Rui biasanya tidak terlalu mempermasalahkan ketika Helena menggunakan pakaian seperti itu ataupun menggunakan pakaian sexy tapi Li Huan Rui tidak menyukai ketika itu digunakan pada Jiao.


"Ganti pakaian"


"Eh?tapi saat musim panas pakaian ini"


"Pakai lengan yang lebih panjang dan tutupi kakimu itu"


"Eh? Tapi..."


"Cepat lakukan. Aku keluar dan hanya memberimu waktu 2 menit"


Li Jiao menghela nafas, mengapa pria itu begitu marah, apa karena dia meniru gaya Helena, mungkin kah karena Helena begitu special bagi Li Huan Rui hingga dia tidak berhak mengikuti gaya feminin Helena. Dia kembali memilih longdress. Dia segera mengganti pakaian lalu menggunakan high heels biasanya dia menggunakan flat shoes tapi itu hanya akan membuatnya terlihat lebih munyil disamping Li Huan Rui. Dia segera turun dan menemui Li Huan Rui. Pria itu tersenyum puas melihat penampilannya.


Mereka lalu menunju ke mobil. Li Huan Rui melajukan mobil. Mobil itu berhenti di tempat parkir. Mereka keluar dari mobil. Li Huan Rui dengan ragu meraih tangannya dan mengenggamnya. Li Jiao sedikit terkejut namun dia tidak melepasnya. Dia menyukai tangannya yang hangat yang membungkus tangannya yang kecil. Betapa nyamannya, apa Li Huan Rui juga memperlakukan Helena seperti ini.


Li Huan Rui dan Jiao melangkah dengan bergandengan tangan. Mereka memasuki taman bermain.  Jiao tidak pernah pergi ke taman bermain sebelumnya. Ketika dia kecil taman bermain terlalu mahal untuk nya tapi ketika dia berada di keluarga Li dia terlalu sibuk belajar dan tidak memiliki waktu bermain.


"Apa Wang Yufeng pernah mengajakmu kesini?"


Li Jiao mengeleng.


"Belum"


Li Huan Rui tersenyum puas. Dia awalnya ragu-ragu ingin mengajaknya kesini, dia tidak ingin mereka pergi ke tempat yang memberi kenangan tentang kencan gadis ini dengan pria lain. Dia takut bahwa dia mungkin lebih buruk dari Wang Yufeng yang berpengalaman berurusan dengan wanita.


"Mau mencoba naik rollercoster?"


"Eh?"


"Kenapa apa kau takut?"


"Tidak, aku tidak takut"


Li Huan Rui lalu menarik tangan Li Jiao untuk menaiki wahana itu. Awalmya Li Huan Rui biasa saja tapi ketika rollercoster itu melesat dia ikut berteriak seperti yang lainnya sebentar Jiao hanya diam tidak bereaksi apapun. Saat mereka selesai Jiao menyadari wajah lucat Li Huan Rui.


"Ada apa?Apa Rui sakit?"


"Tidak"


"Tapi wajah mu pucat"


"Benarkah?"


"Rui, apa kau ketakutan? "


"Tidak, siapa yang takut. Tidak Mungkin aku takut"


Li Huan Rui mengelak. Li Jiao perlahan tersenyum.


'Apa dia tersenyum? Gadis tanpa ekspresi ini tersenyum karenanya?'


Ada kebanggan tersendiri di dalam hatinya saat ini. Dia bisa membuat Li Jiao tersenyum.


"Kau cantik saat tersenyum"


"Eh? "


Li Jiao segera mengalihkan pandangannya karena malu.


"Kau bahkan lebih imut saat malu"


"Jangan katakan itu. Ayo kita naik wahana lain"


Mereka berdua mencoba beberapa wahana dan juga menonton pertunjukan. Li Jiao merasa sakit di kakinya, dia terlalu banyak berjalan dan dia tidak terbiasa menggunakan sepatu high heels. Li Huan Rui menyadari jalan Jiao terlihat aneh.


"Ada apa?"


"Tidak, tidak apa-apa"


"Rui, apa kau mau naik bianglala"


"Baiklah"


***


Li Huan Rui dan Jiao masuk ke bianglala. Li Huan Rui berjongok.

__ADS_1


"Rui, apa yang kau..."


Li Huan Rui melepas sepatu Jiao dan memijatnya. Li Jiao awalnya merasa sakit tapi sekarang dia merasa kakinya lebih releks.


"Apa lebih nyaman sekarang?"


"Ya,Terima kasih"


Li Huan Rui kembali duduk di depannya.  Mereka hanya saling terdiam. Biasanya adegan di bianglala akan menjadi adegan romantis dalam drama tapi tidak pada Li Jiao dan Li Huan Rui yang hanya diam memandang ke luar. Li Huan Rui berusaha mengendalikan diri untuk tidak menciumnya jika dia melakukannya dia akan kehilangan dirinya. Disisi lain Li Jiao hanya bisa mengeluh di dalam hatinys karena kecewa  tapi dia tidak ingin memancing Rui dia takut jika dia 'menyerangnya' lebih dulu disini. Dia mungkin marah. Saat ini Li Huan Rui sedang bersikap lembut padanya. Dia tidak ingin mengacau dan menghancurkan mimpi indah ini.


Setelah puas bermain, mereka pulang ke rumah. Ketika Mereka masuk ada Wang Yufeng yang menunggu Li Jiao.


"Kakak Yufeng"


Li jiao segera melepaskan tangan Li Huan Rui sebelum Wang Yufeng menyadarinya. Li Huan Rui kesal tapi dia tidak bisa menunjukkan kemarahan nya lalu segera berjalan menuju ke kamarnya.


"Kakak, apa yang kau lakukan disini?"


"Tentu saja untuk menemui kekasihku. My princess, apa kau sudah makan malam?"


Li Jiao menggeleng.


"Ayo kita makan malam bersama"


"Baiklah, aku akan siap siap dulu"


Wang Yufeng mengangguk.


"Aku akan menunggumu"


Li Jiao segera menuju ke kamarnya. Dia segera membersihkan diri dan memilih dress dengan model U.  Sebelum pergi, dia melihat kamar Rui. Begitu buruknya dia hingga berkencan dengan dua orang sekaligus dalam satu hari. Li Jiao lalu turun dan menemui Wang Yufeng. Pria itu memuji tampilannya. Namun Jiao tidak merasa apapun.  Pria itu membukakan mobil untuknya dan tersenyum. Dari balkon Li Huan Rui melihat mobil milik  Wang Yufeng meninggalkan mension. Dia tersenyum pahit.


***


Wang Yufeng bersikap seperti biasa. Li Jiao tahu bahwa Wang Yufeng mungkin melihat keanehan antara dia dan Rui tapi dia tidak mengatakan apapun atau bertanya padanya. Li Jiao merasa bersalah pria ini terlalu baik untuknya. Li Jiao merasa tidak pantas untuknya.


"Kakak Yufeng, aku dan Rui..


"


"Kau tahu, makanan penutup disini adalah yang terbaik. Aku akan memesan untukmu"


Li Jiao menyadari bahwa wang Yufeng mengalihkan pembicaraan seolah menunjukkan bahwa dia tidak ingin membahas tentang hal itu. Li Jiao jadi semakin bersalah.


"Kakak Yufeng, itu tadi...."


"Aku akan menutup mata. Aku akan berpura-pura Tidak menyadari hal yang terjadi antara kau dan Li Huan Rui. Jadi tidak perlu mengatakan padaku"


Wang Yufeng memberikan senyuman Tapi Jiao tahu bahwa senyum itu palsu.  Li Jiao mengalihkan pandangan dan fokus untuk makan.


***


Li Jiao tidak ingin membebani Wang Yufeng tapi dia sudah memutuskan hal ini. Dia sudah merasa bersalah pada Helena, dia tidak ingin semakin merasa bersalah untuk menahan pria baik untuk tetap berada disisinya.


"Kenapa? Li Jiao , jika ini karena hal yang kau sembunyikan dariku aku masih bisa menerimanya. Aku akan berpura-pura tidak tahu jika..."


"Maaf kakak Yufeng tapi aku tidak bisa lagi menjalani pertunangan ini"


"Jadi, kau memutuskan hal ini. Jiao, apa aku tidak cukup baik untuk mu?"


"Bukan seperti itu justru karena kau terlalu baik"


"Jiao, aku bisa memberimu apapun yang dapat pria itu berikan padamu. Bahkan aku bisa memberikan seluruh hati dan cinta ku yang tidak kau dapat dari nya"


"Maaf"


"Jiao, dia sudah memiliki orang lain dia juga akan meninggalkan mu cepat atau lambat. Kenapa kau lebih memilih nya dan membuat dirimu terluka"


"Maaf, tapi ini sudah menjadi keputusan ku"


" Baiklah, aku harap keputusanmu adalah hal yang tepat"


Wang Yufeng lalu meninggalkan Li Jiao yang masih duduk diam.


***


Li Jiao kembali ke B city untuk menemui papanya. Dia tahu keputusan yang dibuatnya akan berpengaruh pada perusahaan.


"Papa, aku ingin membatalkan pertunangan dengan Kakak Yufeng"


"Apa? Kenapa? Apa Wang Yufeng memperlakukan mu dengan buruk?"


"Tidak Papa, bukan itu"


"Lalu kenapa?"


"Aku...belum siap untuk bertunangan dan juga papa aku tidak mencintai kakak Yufeng "


"Sayang sekali, jika harus memutuskan hubungan dengan keluarga Wang mungkin akan menjadi kerugian untuk perusahaan tapi jika putriku tidak bahagia dengan pertunangan itu maka papa akan membatalkan nya"


"Terima kasih papa"


"Jangan sungkan jiao, papa akan melakukan apapun untuk membuatmu merasa bahagia. Tidak ada yang lebih penting selain kebahagiaan mu"


Li Jiao memandang tatapan tulis Papa nya. Jika papanya tahu alasannya menbatalkan pertunangan karena hubungan nya dan Rui. Apa papanya akan menyambut dengan tulus seperti ini.


   Li Jiao keluar dari ruang kerja ayahnya, dia bertanya-tanya apa keputusan nya ini adalah hal yang benar.


***


  Pembatalan pertunangan tuan muda kedua wang dan nona muda Li diumumkan secara resmi. Banyak yang menyangkan hal itu. Pertunangan ini juga beimbas pada perusahaan Li, perusahaan yang bergabung dengan perusahaan wang  yang menanamkan investasi menarik kembali investasi. Wang juga menarik investasi yang telah mereka berikan, saham perusahaan merosot turun namun  dengan bantuan perusahaan Shen dan Si  membuat kesilitan itu teratasi.


Li Jiao yang membaca apa yang terjadi pada perusahaan Li. Dia merasa bersalah Mungkin jika tidak ada perusahaan Shen dan Si mungkin papanya akan kesulitan.

__ADS_1


Li Jiao yang sedang melamun merasa kehangatan dipinggangnya. Dia menoleh ke arah Pria tampan yang duduk disebelahnya kini sedang meneluknya.


"Jangan khawatir. Perusahaan Li sudah stabil sekarang"


Li Jiao mengangguk. Li Huan Rui mendekatkan wajahnya lalu menyentuh bibirnya dengan bibirnya. Lidah mereka saling beradu. Li Huan Rui merasa kepuasan dalam dirinya ketika pengumuman pertunangan Li Jiao dibatalkan setidaknya sekarang dia tidak perlu berbagi gadis menawan seperti Jiao untuk orang lain, tapi Li Huan Rui juga khawatir apa gadis ini akan meninggalkan nya juga. Dia menepis pemikiran itu. Li Huan Rui semakin memperdalam ciumannya, gadis ini tidak akan membuangnya dengan mudah.


***


   Li Jiao menghubungi Li Huan Rui. Sebentar lagi jam makan malam tapi pria itu belum pulang. Dia menghubungi ponsel Rui.


"Hallo"


Suara nya dingin dan datar.


"Rui, apa kau makan malam di rumah?"


"Tidak, aku sedang makan malam berdua untuk merayakan ulang tahunnya. Ah...Helena ingin bicara denganmu"


Li Jiao mengigit bibir bahwa mendengar suara yang lembut tapi ceria. Li Jiao menghindar untuk bertemu Helena bahkan mengobrol dengannya. Mereka berada di kelas yang berbeda sehingga tidak sulit untuknya tidak bertemu dengan nya.


"Jiao jiao, maaf  ya tidak mengajak mu tapi aku ingin merayakan ulang tahun dengan tunanganku. Aku akan mentraktir mu besok sebagai perayaan ulang tahun"


"Tidak perlu khawatir. Kalian bersenang-senanglah"


"Tentu"


Jiao lalu mematikan telpon sebelum telpon itu beralih ke Li Huan Rui.  Jiao pergi ke ruang makan sendiri. Dia berusaha menepis kekecewaannya. Dia seharusnya tidak berharap terlalu banyak. Dia adalah mainannya apa yang dia harapkan dengan statusnya ini. Mungkin inikah yang dirasakan oleh selir rendahan. Posisi selir utama adalah yang paling penting dan ini bukan pertama kalinya Li Huan Rui lebij mengutamakan Helena dibandingkan dengannya. Andai saja dia terlahir sebagai seorang putri seperti Helena dapat memiliki segalanya,andai saja dis yang pertama kali bertemu dengan Li Huan Rui apa keadaan ini akan berbeda.


Li Jiao segera menghabiskan makan malam nya lalu masuk ke dalam kamarnya. Dia menenggelamkan diri dengan buku-buku.


Dia memandang jam yang semakin larut, sebentar lagi hari ulang tahun nya berakhir. Pria itu tidak akan menemui nya dan mengucapkan ulang tahun padanya. Pria itu bahkan tidak akan ingat tentang ulang tahunnya. Dia hanya akan mengucapkan ulang tahun padanya ketika Helena yang memintanya.


Dreet dreet


Jiao mengambil ponselnya berharap bahwa Rui menulis pesan ucapan selamat padanya bahkan walaupun jika dia melakukannya karena desakan Helena. Namun pesan itu bukan dari Li Huan Rui tapi dari Wang Yufeng.


'Selamat ulang tahun, Li Jiao. Aku tahu kau mengharapkan ucapan ulang tahun darinya bukan aku apalagi di jam jam akhir ini. Tapi kau bisa menganggapku adalah dia. Aku menulis seperti gayanya jadi my princess kau tidak akan terlalu sedih'


Wang Yufeng selalu tahu apa yang dia pikirkan dan apa yang dia inginkan. Walaupun dia tahu bahwa dia telah menjadi tunangan yang buruk dan membatalkan pertunangan secara sepihak tapi dia selalu baik padanya. Dia tahu bahwa dia bodoh karena telah meninggalkan pria yang begitu baik dan memilih untuk bertahan menjadi wanita yang menjalin hubungan terlarang dengan tunangan sahabatnya.


'Terima kasih brother Yufeng. Aku ingin tahu apa kau seorang pembaca pikiran bagaimana kau selalu tahu apa yang aku pikirkan? '


'Mungkin bisa dianggap seperti itu tapi sayangnya ini hanya berfungsi padamu. Aku dapat dengan mudah memahamimu mungkin kah karena hati kita tersambung * (emotikon tertawa).


Li Jiao lalu meletakkan ponselnya dan tertidur. Mungkin dengan tidur dia bisa melupakan kekecewaan yang dia rasakan dan mungkin dia akan memilki mimpi yang indah tentang dia yang mengucapkan ulang tahun di dalam mimpinya. Li Jiao mulai berpikir dan tidur terlelap. Dia tidak menyadari ketika pintu kamar terbuka, seorang pria berpostur tinggi berjalan mendekat lalu mencium kening nya dengan lembut.


"Hei, Li Jiao selamat ulang tahun"


Li Jiao tidak tahu apa ini senuah mimpi dia mendengar suara rendah dan penuh kesombongan itu. Bahkan walaupun dia tidak lembut dia bersyukur karena dia mengingatnya. Senyum terukir dibibirnya dan dia merasakan kehangatan dibibirnya, ciuman yang lebih lembut dari ciuman yang pernah mereka lakukan.


Kring kring


Suara jam weeker itu membuat Li Jiao terbangun. Dia menyadari bahwa apa yang terjadi hanyalah sebuah mimpi. Tidak mungkin Pria itu menjadi bersikap begitu lembut pada nya bahkan ciuman itu terlalu tulus dan tidak ada nafsu yang tersirat tidak mungkin jika itu bukan ilusi. Namun dia bahagia walau hal yang dialaminya hanya mimpi. Li Jiao segera bangun dan melakukan latihan pagi seperti biasa.


Ketika dia membuka pintu, dia terkejut melihat Li Huan Rui di depan kamarnya. Dia menggunakan stelan kemeja. Mungkinkah dia baru pulang, itu artinya hal yang terjadi padanya memang hanya mimpi.


"Rui, kenapa kau disini?"


Li Huan Rui mendorong nya di tembok dan menciumnya. Ciuman yang kasar seperti sebelumnya.


"Rui"


Li Jiao mencoba mendorong nya.


"Jiao, biarkan aku menciummu"


Jiao hanya bisa menerimanya. Ciuman itu mematahkan harapannya tentang ilusi yang dia miliki tadi. Dia hanya mainannya, dia hanya bisa menutut untuk menyengkannya.


***


"Jiao jiao, selamat ulang tahun"


"Kau juga"


"Jiao jiao, maaf ya kita hanya merayan berdua. Henry bilang dia ada pertemuan osis"


"Tidak masalah"


Li Jiao menjadi canggung sudah sejak lama merka tidak mengobrol.


"Jiao, belakang an ini kau menghindariku"


"Tidak, aku tidak menhindarimu"


"Ya. Mungkin ini cuma perasaanku saja. Lagipula tidak ada alasan untukmu menghindar dariku. Kau tidak melakukan sesuatu yang salah dibelakangku bukan? Jadi tidak ada alasan untukmu takut bertemu denganku, benar bukan Jiao"


Wajah Jiao masih tanpa ekspresi. Walaupun perasaannya menjadi rumit tapi dia masih bisa bersikap tentang.


"Ya, kau benar. Tidak ada alasan untukku menghindar'


Helena tersenyum.


"Jiao jiao, Sepertinya aku harus pergi. Henry mungkin sudah selesai sekarang dan menungguku"


"Oh ya, mungkin Henry akan pulang terlambat lagi , kami akan pergi berkencan dan makan malam bersama"


Li Jiao mengepalkan tangan yang ada di atas roknya.


"Ya. Aku mengerti. Kalian bersenang-senanglah"


"Ya. Sampai jumpa"


Cengkraman tangannya semakin erat. Dia berusaha untuk tidak terpengaruh. Hubungan nya hanyalah kekasih rahasia, dia tidak berhak untuk marah atau cemburu. Dia tidak boleh berharap terlalu banyak atau bersikap berlebihan. Dia tidak ingin menghancurkan hubungan mereka. Dia akan membiarkan mereka menikmati cinta mereka dia tidak akan bertindak apapun dia hanya akan berada disamping Rui. Setelah waktu itu tiba dia tidak akan menolak untuk pergi.

__ADS_1


__ADS_2