Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Chapter 31


__ADS_3

    Li YongSheng mengantar Li Huan Rui sampai di depan kelas bertemu dengan seorang wanita.


"Rui kecil, hari ini kau diantar papamu ya"


"Tidak. Ini paman li, saudara papa"


Li YongSheng merasa kecewa tapi Rui tidak tahu tentangnya dan kakak nyalah yang dianggap Rui sebagai ayahnya.


"Maaf, anda terlihat mirip dengan Rui"


Li YongSheng hanya menanggapinya dengan tersenyum.


"Rui kecil, ayo masuk"


"Rui, masuklah. Paman akan menjemputmu nanti"


Li YongSheng menepuk kepala Li Huan Rui dengan lembut.  Li Huan Rui merasa nyaman dengan setiap kehangatan pamannya bahkan lebih nyaman dibanding saat bersama dengan papanya.


    Li Huan Rui duduk di bangkunya.


"Selamat pagi, Henry"


Helena tersenyum manis ke arah Huanrui. Helena mengikuti Li Huan Rui pindah ke sekolah di B city. Huan Rui merasa kesal  walau dia juga senang setidaknya ada yang dia kenal.


"Rui, tidakkah kau merasa bahwa wajahmu dan paman mirip"


"Benarkah?"


"Apa kau tidak sadar. Bahkan guru-guru beranggapan bahwa paman adalah papamu"


"Rui sudah punya papa dan paman Li adalah paman Rui. Dia saudara papa tentu saja kami mirip"


"Begitu kah?"


"Sudahlah, jangan terlalu banyak berpikir"



  Keluarga Chen menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk menekan perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan Shen.


Berita tentang Shen Fengyin yang diduga sebagai pelaku percobaan pembunuhan menjadi berita utama.


Walaupun banyak perusahaan yang masih mempercayai Shen Fengyin tapi mereka tidak bisa berbuat banyak karena tekanan dari Chen.


  Shen FengYue menonton berita di televisi tentang  shen Fengyin.


"Pembunuh tetaplah pembunuh. Untung saja kita sudah mengusirnya dari keluarga Shen"


NY. Shen yang duduk disamping Shen FengYue menanggapi hal itu. Shen FengYue tersenyum. Dia tidak menyangka rencananya sebagus ini apalagi Chen Xixi seolah  membantunya.


Shen FengYue diam-diam mengancam Chen Xixi.



  Shen Fengyin berada di ruang rawat Chen Xixi. Dia harus meminta penjelasan dari Chen Xixi.  Namun kedatangan Shen Fengyin dihadang oleh orang orang yang ditugaskan oleh keluarga Chen.


  Li YongSheng saat itu datang ke rumah sakit. Dia terkejut karena melihat Shen Fengyin.


"Biarkan dia masuk"


"Tuan Li, saya sudah diperintahkan untuk melindungi nona muda"


"Shen Fengyin tidak akan menyakitinya. Saya akan ikut dengannya. Saya bisa menjaminnya"


Para penjaga itu saling pandangan. Mereka akhirnya setuju lagipula Li YongSheng sudah menjaminnya. Jika terjadi sesuatu maka pria itulah yang harus bertanggung jawab.



Tubuh Chen Xixi gemetar. Dia tidak tahan dengan ancaman Shen FengYue . Wanita itu bagitu nekat. Dia mengancam menyiksa ibunya


"Chen Xixi"


Chen Xixi menoleh ke arah Shen Fengyin. Wajahnya memucat.


"Kenapa kau disini? Kau ingin membunuhku?"


Shen Fengyin berjalan dengan tenang.


"Chen Xixi, aku tahu seseorang mengancammu untuk mengatakan bahwa aku pelakunya bukan?"


"Bukankah memang kau pelakunya"


"Katakan alasanmu kenapa aku harus membunuhmu? Apa untungnya bagiku?"


"Karena aku dekat dengan Li YongSheng dan aku membantunya jadi kau merasa tidak senang bukan?"


"Apa alasan itu setara dengan kerugianku yang harus berurusan dengan keluarga Chen?"


"Chen Xixi, katakan padaku. Apa Shen FengYue mengancammu?"


Chen Xixi terdiam sejenak.


"Tidak"


Shen Fengyin mengenggam tangan Chen Xixi yang gemetar.


"Chen Xixi"


"Pergi. Tolong jangan ganggu aku. Shen Fengyin , kaulah yang mencoba membunuhku"


"Jangan pakasa aku... Aku membencimu"


"Begitu, jadi kau bersikeras menganggapku sebagai pembunuh"


  Shen Fengyin mengambil pisau di atas meja. Chen Xixi terkejut, Li YongSheng juga terkejut.


"Shen Fengyin, apa yang ingin kau lakukan?"


"Tidakkah kau dendam padaku karena berusaha membunuhmu? Bukankah dipenjara saja tidak akan mengurangi kebencian dari seseorang yang berusaha melenyapkanmu jadi...bagaimana jika kau melakukan hal yang sama"


  Shen Fengyin memberikan pisau itu pada Chen Xixi.


"Keluarga Chen mu bisa menangani ini"


  "Aku tidak mau mengotori tangan ku"


"Baiklah. Aku akan melakukan ini sendiri"


"Dibagian mana kau ditusuk...ah aku akan menusuk di bagian yang sama"


  Shen Fengyin mengarahkan pisau di sebelah kiri perutnya.


"Shen Fengyin, apa yang kau lakukan?"


"Aku hanya mempermudahkanmu untuk membalasku. Chen Xixi, aku lebih baik kehilangan nyawaku daripada mendekam di penjara dan menjalani hukuman atas kesalahan orang lain"


Shen Fengyin mengangkat pisau. Li YongSheng hendak melangkah menghentikannya tapi Chen Xixi lebih dulu menarik pisau itu.


"Shen Fengyin, baiklah. Kau benar"


Shen Fengyin meminta Chen Xixi berhenti bicara. Shen Fengyin melangkah ke arah kamera kecil. Dia mematikannya.


"Shen FengYue, memasang kamera untuk mengawasimu bukan? Shen FengYue mengancammu kan?"


Chen Xixi mengangguk.


"Shen Fengyin, aku lelah dia terus mengancamku"


Chen Xixi menceritakan tentang ibunya yang mengalami gangguan jiwa. Ibunya diasingkan. Shen FengYue menculik ibunya dan mengancamnya dengan menjukkan video penyiksaan ibunya.


"Chen Xixi, aku akan membantumu melindungi ibumu. Namun kau harus janji padaku untuk bersaksi mengatakan yang sebenarnya"


Chen Xixi mengangguk.


"Fengyin, maafkan aku. Aku akan meminta agar perusahaan Chen tidak menekanmu"


Shen Fengyin mengangguk.



  Li YongSheng dan Shen Fengyin berada di mobil yang sama. Shen Fengyin melirik ke arah Li YongSheng yang tiba-tiba bersikap dingin.


  Shen Fengyin tidak tahu kenapa pria itu begitu marah.


"Jangan lakukan itu lagi"

__ADS_1


"Apa?"


"Hal yang kau lakukan tadi. Bagaimana jika Chen Xixi tidak menyerah dan membiarkanmu menusuk dirimu sendiri? "


"Apa kau pikir aku akan mengorbankan nyawaku sendiri. Aku tidak akan bertindak ceroboh tanpa memiliki strategi"


Shen Fengyin mengkat ujung pakaiannya.


"Hei, Shen Fengyin. Apa kau ingin merayuku disaat seperti ini"


"Aku hanya ingin menunjukkan kalau aku menggunakan lapisa. Pakaian yang dapat memangkal benda tajam"


"Tapi aku tahu seperti apa Shen Xixi. Dis mungkin terlihat dingin dan kuat tapi hatinya lemah. Dia pasti akan menghentikan ku"


"Oh"


Dia tahu Shen Fengyin tidak akan bertindak tanpa pemikiran. Namun dia tetap saja khawatir padanya.


Shen Fengyin mengambil ponsel dan menghubungi Jenny Shen untuk melacak keberadaan ibu Chen Xixi.


  Li YongSheng fokus menyetir. Dia tidak mengatakan apapun sampai Shen Fengyin selesai bicara. Dia hanya sesekali melirik ke arahnya.


   Dia tersenyum melihat wajah serius Shen Fengyin dan juga suaranya yang datar dan dingin. Mungkin orang akan ketakutan dengan sikap tegas dan dingin Shen Fengyin tapi menurutnya ekspresi datar dan dingin itu lah hal yang membuat Shen Fengyin menjadi semakin mempesona.


"Kenapa kau tersenyum?"


"Tidak. Aku hanya senang melihat wanita cantik di sampingku. Apa kau tahu, Shen Fengyin kau terlihat semakin cantik saat serius"


Para Wanita lain mungkin akan tersipu malu tapi Shen Fengyin hanya menunjukkan wajah datar tanpa ekspresi. Shen Fengyin mengalihkan pandangan dan memandang ke arah luar. Li YongSheng tersenyum melihat respon yang diberikan Shen Fengyin.


"Li YongSheng, kau mulai berubah"


"Um"


"Chen Xixi dapat mengubahmu yang tanpa ekspresi sekarang menunjukkan banyak ekspresi"


"Bukankah dia membuatmu nyaman? Kau akan bahagia bersamanya"


"Kau tahu apa yang sering aku obrolkan dengan Chen Xixi?"


"Tidak, kenapa aku harus tahu obrolan intim kalian"


Shen Fengyin mengucapkannya dengan datar.


"Kami sering membicarakanmu"


"Dia bahkan memberi tahu rahasiamu"


"Rahasia apa?"


"Kau sering datang ke fakultas teknik dan mencariku bukan? Kau juga mengaku sebagai tunanganku saat para mahasiswa teknik menggodamu"


  Shen Fengyin mengalihkan pandangan. Li YongSheng melirik telinga Sheb Fengyin yang menerah.


"Telingamu merah, apa kau malu?"


"Tidak"


Li YongSheng meraih satu tangan Shen Fengyin.


"Shen Fengyin, aku tidak menyadari perasaan mu sebelum nya. Apa sekarang kau masih mencintaiku?"


Shen Fengyin segera menarik tangannya.


"Perasaan seseorang dapat berubah. Li YongSheng, kau tidak perlu berharap padaku lagi. Aku sudah menikah, tidakkah kau berjanji tidak akan mengkhianati kakakmu"


"Aku mengerti"


  Li YongSheng merasa kecewa tapi dia berusaha memutupinya.


"Li Huanrui pasti sudah pulang. Bahagia jika kita menjemputnya dulu sebelum ke kantormu?"


  Shen Fengyin mengagguk.  Lagipula sekolah Rui tidak jauh dari sini jadi tidak akan membutuhkan banyak waktu.


   Mobil SUV berhenti disebuah sekolah.


"Kau ingin masuk?"


"Aku akan tunggu dimobil"


Li YongSheng tersenyum. Dia menggendongnya. Tangan kecil Li Huan Rui melingkar ke leher Li YongSheng dan kepala nya bersandar di dadanya. Shen Fengyin memperhatikan interaksi keduanya. Li YongSheng tidak menyukai anak-anak tapi dia memperlakukan Li Huan Rui dengan penuh perhatian bahkan Li Huan Rui begitu manja pada Li YongSheng.


Ketika Li Huan Rui masuk ke mobil dibagian belakang. Dia terkejut ketika melihat ibunya. Dia baru menyadari bahwa ini adalah mobil ibunya. Biasanya paman Li nya akan mengajaknya naik bus tapi kali ini paman Li nya membawa mobil.


  "Mama"


Sudah sejak lama Rui berinteraksi dengan mamanya. Namanya sangat sibuk lebih dari saat berada di A Country.


"Rui, bagaimana sekolahmu?"


"Baik"


"Apa ada yang menggertakmu?"


"Tidak"


Li Huan Rui hanya menjawab pertanyaan ibunya dengan singkat. Mungkin karena sudah lama ibu dan anak tidak betintetaksi membuat Shen Fengyin canggung.


"Paman Li, kenapa hari ini tiba-tiba naik mobil? Biasanya kami naik bus"


"Naik bus? "


Shen Fengyin merasa heran. Bagaimana mungkin Li YongSheng yang biasanya penuh percaya diri dan sombong naik bus.


Shen Fengyin menoleh ke arah Li YongSheng.


"Ya, karena aku tidak memiliki mobil dan taksi lebih mahal jadi lebih baik naik bus"


"Oh. Kalau begitu kau bisa menggunakan mobil ini. Tidak perlu naik bus "


Jarak halte dan sekolah Li Huan Rui cukup jauh. Sehingga harus berjalan beberapa meter agar mereka mendapatkan bus. Shen Fengyin merasa khawatir.


"Halte cukup jauh. Aku tidak ingin Rui kelelahan"


"Mama, Rui tidak kelelahan karena paman Li yang menggendong Rui. Paman Li, sepertinya mama benar lebih baik naik mobil"


Li YongSheng tersenyum dengan perhatian putranya dan juga Shen Fengyin.


"Aku tidak bisa memerima mobil ini begitu saja"


Li YongSheng tidak ingin dikasihani.


"Hei, bagaimana jika anggap saja kau menyewa mobil ini. Kau memberikan kartu padaku bukan? Anggap saja sebagai biaya"


"Eh, tapi..."


"Rui, apa kau lapar bagaimana jika makan dulu"


"Apa mama tidak buru-buru"


"Tidak. Lagipula ini jam makan siang"


Shen Fengyin sudah lama tidak makan bersama putranya. Li Huan Rui mengangguk.


"Mama, Rui ingin makan makanan laut"


"Baiklah"



Mereka bertiga makan di disebuah restoran makanan laut. Li YongSheng baru tahu jika putranya menyukai udang dan kesulitan mengupas nya. Li YongSheng mengupaskan udang untuk Li Huan Rui dan Shen Fengyin. Shen Fengyin juga menyukai udang mungkin kesukaan Rui dengan udang diturunkan dari Shen Fengyin.


"Hei, tidak perlu fokus mengupas udang untuk kami. Makanlah"


"Tidak apa-apa. Aku sudah makan"


Shen Fengyin mengambil udang yang diletakkan di piringnya dan memintahkannya ke piring Li YongSheng.


"Makan"


Sheb Fengyin mengucapkannya dengan datar tapi Li YongSheng merasa bahagia karena Shen Fengyin perhatian padanya.


Li YongSheng memasukkan udang ke mulutnya. Lalu kembali mengupas udang untuk Li Huan Rui dan Shen Fengyin. Dia merasa bahagia. Ini seperti makan malam sebuah keluarga dengan tiga orang. Memikirkan hal itu memberikan kehangatan di dalam hatinya.


__ADS_1


Jenny Shen membutuhkan waktu 2 hari untuk menemukan tempat dimana Shen FengYue menyembunyikan ibu Chen Xixi.


Jenny Shen juga berhasil menangkap orang-orang yang menyiksa ibu Chen Xixi.


Shen Fengyin harus menjalani pemeriksaan polisi dan mengikuti arus berperan sebagai orang yang diduga menjadi pembunuh. Shen Fengyin juga memberikan bukti bahwa dia tidak bersalah. Shen Fengyin juga memberikan kesaksian yang memperkuat bahwa dia tidak bersalah.


Chen Xixi merasa berterima kasih dengan Shen Fengyin karena telah membantunya. Chen Xixi merasa bersalah karena membuat orang salah paham padanya. Shen Fengyin tidak terlalu mempedulikan hal itu lagipula ini bukan pertama kali baginya menghadapi hal ini.


Chen Xixi dan Shen Fengyin sepakat akan mengungkap setiap kejahatan Shen FengYue dihari ulangtahun wanita itu.



Shen FengYue terkenal dengan gayanya yang glamor. Ulang tahun Shen FengYue diadakan disebuah gedung mewah.


Li YongSheng terpaksa untuk datang untuk memperlancar rencana Shen Fengyin. Shen FengYue merasa bahagia dengan kedatangan Li YongSheng.


"Shen FengYue, aku menyiapkan kejutan untukmu"


"Apa itu? Kakak Sheng"


Layar besar disetiap sudut menyala menampilkan video seorang pria. Para tamu terkejut ketika mengenali pria itu.


"Hallo, saya Jiang Yuan. Hari ini adalah ulang tahun kekasihku Shen FengYue. Sayang, apa kau masih ingat kenangan kita "


"Tidak. Dia berbohong kami...."


Foto-foto kebersamaan mereka ditampilkan dilayar. Shen Fengyue menjadi pucat. Setiap foto terdapat keterangan dan tanggal diambil.


"Tidak. Ini pasti manipulasi"


Kini layar itu menampilkan audio yang berisi setiap percakapan intim antara Jiang Yuan dan Shen FengYue ditelpon.


"Sayang, aku merindukanmu. Bisakah kita betemu di hotel X "


"Apa kau tidak bersama tunganmu itu"


"Dia mengabaikanku dan fokus dengan istrinya. Sayang, aku ingin menghabiskan malam bersamamu"


Para tamu merasa jijik mendengar suara manja Shen FengYue yang dibuat-buat. Layar menampilkan foto mereka berdua. Saat itu Shen FengYue tertidur di dalam pelukan Jiang Yuan.


"Xiao yue, mengandung anak kami tapi dia takut ketahuan tuan Li jadi aku berusaha membantunya memalsukan tes DNA. Dia juga beranji satu hal padaku. Sayang, kau tidak lupa dengan janjimu padaku bukan? "


Layar menampilkan video 2 orang. Shen FengYue dan Jiang Yuan.


“Aku berterima kasih padamu karena kau membantuku untuk mengubah hasil tes. Aku minta kau meninggalkan B City”


“Tidak, Fengyue. Bukanakah kau sudah berjanji padaku bahwa kau akan kembali bersama denganku. Apa kau membohongiku?”


“Bukan begitu, Jiang Yuan. Aku akan bersamamu tapi kau bisa pergi ke kota lain lebih dulu setelah itu aku akan menyusulmu”


“Kenapa kau tidak pergi bersamaku?”


“Jiang Yuan, aku tidak bisa pergi bersamamu sekarang. Aku tidak ingin kau terlibat masalah jika Li Yongsheng tahu tentang hubungan kita”


“Baiklah, tapi kau harus berjanji padaku. Jika tidak, maka aku akan mengatakan yang sebenarnya bahwa anak yang kau kandung adalah anakku “


“Tentu saja. Ambillah, aku harus pergi”


“Apa kau tidak bisa tinggal lebih lama. Sudah lama kita tidak mengobrol”


“Maaf, aku tidak bisa. Bye , Jiang Yuan”


Shen Fengyue meninggalkan ruangan itu.


Shen FengYue berteriak keras membantah semua isi dari video itu. Namun siapa yang percaya padanya jika bukti sudah jelas.


Tuan dan Nyonya Shen merasa malu dengan perbuatan putri mereka.


Chen Xixi dan Shen Fengyin tiba-tiba masuk bersama seorang polisi.


"Nona Shen, anda ditangkap atas tuduhan percobaan pembunuhan Presiden Chen dan CEO Shen"


"Tidak. Shen Fengyin , kau menjebakku bukan? Kalian tidak punya bukti"


Layar mempilkan video saat Shen FengYue mengancam Chen Xixi dan juga kesaksian dua pria yang mencoba membunuh Chen Xixi.


Shen Fengyin juga memberi kesaksiannya tentang kejadian 6 tahun lalu dan layar itu menampilkan rekaman kecelakaan 6 tahun lalu serta pengakuan dari pengendara mobil yang menabrak Shen Fengyin.


Shen FengYue berusaha membantah tapi semua bukti telah terarah padanya. Li YongSheng mendekati nya.


"Shen FengYue, kau tidak pantas lagi menjadi istriku setelah semua pengkhiatanmu berselingkuh di belakangku dan membohongi keluarga Li dengan membawa anak pria lain"


"Juga, 6 tahun lalu kau mencelakai istri ku dan membuatku hampir kehilangan anakku. Shen FengYue mulai hari ini di depan semua orang , aku mengumumkan tidak ada hubungan lagi diantara kita"


"Kakak Sheng, aku tidak akan tanda tangan surat cerai"


"Tidak perlu tanda tangan karena tidak pernah ada pernikahan diantara kita dan juga kartu merah yang kau dapat itu palsu"


Shen FengYue terkejut.


"Kakak Sheng, kau berbohong bukan?"


"Tidak. Kau bisa cari tahu di kantor biro urusan sipil. Tidak ada daftar pernikahan kita. Kau terus mendesakku dengan menggunakan keluarga ku untuk menikahimu. Aku tidak punya pilihan lain selain melakukan hal ini. Polisi, anda bisa membawanya.


Shen FengYue memang ke arah ayah dan ibunya berharap mereka akan menolongnya tapi tuan dan ny. Shen memiliki harga diri tinggi , putrinya sudah membuat nya malu dan juga putrinya telah berurusan dengan keluarga Chen. Tuan Shen dan Nyonya Shen tidak ingin terlibat masalah dengan menentang keluarga Chen.


Mereka berpura-pura tidak melihat putri mereka dan menganggap seolah dia tidak ada.


Shen FengYue tertawa. Orang tuanya juga membuangnya,suaminya juga mencampakkannya. Shen FengYue mengambil pisau. Dia mengarah kan pada polisi yang ingin mendekat.


Shen FengYue mengarahkan pisau ke arah Shen Fengyin.


" Shen Fengyin. Ini salahmu . kau harus menebus dengan nyawamu"


Li YongSheng berusaha menyelamatkannya. Dia menarik tubuh Shen FengYue dan menahan tangannya . Shen FengYue kesal. Dia akhirnya berbalik dan menusuk Li YongSheng.


Semua orang terkejut. Shen FengYue juga. Tapi dia justru tertawa.


"Kakak Sheng, kau juga harus mati. Sheb Fengyue menusuk lebih dalam Tapi polisi segera menenbak kakinya


Polisi itu dengsn cepat menarik nya dan membawa nya. Li YongSheng mengeluarkan banyak darah. Chen Xixi mendekatinya dan menekan lukanya.


Chen Xixi meminta pengawalnya membawa Li YongSheng ke rumah sakit. Shen Fengyin masih syok.


" Fengyin. Ayo ikut kami"


Chen Xixi segera menariknya dan membawanya ke mobil.


Shen Fengyin duduk disamping Li YongSheng yang kehilangan banyak darah.


Tangan Shen Fengyin mengenggam tangan Li YongSheng.


"Li YongSheng, apa kau bodoh? Kenapa kau mengorbankan dirimu sendiri"


"Fengyin,aku...ingin menebus kesalahan ku atas semua perlakuan ku di masa lalu ...dan luka yang.. .dialami Rui karena ku."


"Fengyin, aku mencintaimu.."


Li YongSheng mempererat genggaman tangannya disisa tenaganya. Shen Fengyin tidak bisa menahan diri untuk menangis.



Li Yongfan langsung pergi ke rumah sakit setelah mendapatkan telpon dari Shen Fengyin.


Li YongSheng duduk disamping Shen Fengyin. Wanita itu hanya duduk diam. Pandangan nya kosong.


"Fengyin, tenang lah. Li YongSheng pasti akan baik-baik saja"


Shen Fengyin tidak merespon apapun. Li Yongfan menariknya ke dalam pelukan nya. Li Yongfan tahu ke khawatir Shen Fengyin karena dia juga mengkhawatirkan adiknya tapi dia yakin Li YongSheng pasti bisa melalui ini.


Sebelumnya Shen Fengyin ingin Li YongSheng membayar atas apa yang terjadi pada putranya dan merasakan luka yang dirasakan putranya. Namun ketika melihat pria itu terluka karena menyelamatkannya membuat hati Shen Fengyin sakit.


Kebencian Shen Fengyin kepada nya perlahan berkurang. Kebekuan didalam hatinya mulai mencair. Hanya ada ke khawatiran yang menyelimuti didalam hatinya.


Shen Fengyin tidak bisa menahan lagi perasaan sakit didalam hatinya hingga akhirnya air mata secara perlahan turun membasahi pipinya.


'Li YongSheng, kau akan baik-baik saja bukan? Kau bilang kau mencintaiku bukan? Jadi kau harus bertahan jangan membuat ku merasa bersalah seumur hidupku. Li YongSheng, aku mohon jangan tinggal kan aku jangan tinggalkan Rui'


Li Yongfan mempererat pelukannya mendengar isakan tangis Shen Fengyin. Wanita yang sebelumnya kuat tanpa ekspresi kini tidak bisa lagi mengendalikan emosinya.


"Semua akan baik-baik saja. Kau harus percaya pada A-Sheng"


Li Yongfan membelai rambut Shen Fengyin dengan lembut berusaha untuk menenangkannya. Li YongSheng didalam hatinya juga berdua dan berusaha meyakinkan dirinya bahwa adiknya akan bisa melalui hal ini.


'A-Sheng. Kau akan baik-baik saja bukan? A-Sheng, maafkan kakak mu ini yang tidak bisa menjaga mu. Aku salut dengan keberanianmu melindungi Shem Fengyin. Li YongSheng, kau menunjukka padaku bahwa kaulah yang lebih pantas mendapatkan Shen Fengyin

__ADS_1


__ADS_2