
"Presiden, itu...untuk merayakan kesuksesan produk ini. Bagaimana jika kita minum bersama untuk merayakan?"
Li Huan Rui merasa ragu.
"Maaf, aku tidak bisa. Kalian bersenang-senanglah"
"Presiden Li, tidak akan lengkap jika anda tidak pergi bersama dengan kami untuk perayaan ini"
Li Huan Rui menghela nafas, dia akhirnya setuju untuk ikut minum bersama yang lain. Setelah pulang kerja, bagian departemen teknologi, bagian pemasaran dan para petingi minum bersama. Namun gelas di depan Li Huan Rui masih kosong. Dia hanya diam mendengar para pegawainya saling bercanda.
Li Huan Rui memandang jam tangannya.
"Maaf, aku harus kembali"
Li Huan Rui berdiri. Seorang pegawai wanita berdiri dan mengejar Li Huan Rui. Dia meraih tangan Li Huan Rui. Namun Li Huan Rui segera menepisnya.
"Apa yang kau lakukan"
Li Huan Rui membenci saat orang lain menyentuhnya. Namun wanita itu bukannya takut dengan tatapan dingin Li Huan Rui. Dia justru dengan berani memeluk Li Huan Rui.
"Presiden Li, bolehkah aku pulang bersamamu?"
"Menyingkirlah"
Li Huan Rui tidak menyukai bau minyak wangi yang menyengat itu. Dia mendorong wanita itu dengan kasar.
"Siapa namamu?"
"Namaku Zhu Zhi Ro. Apa presiden tertarik padaku"
Wanita itu merangkul lengan Li Huan Rui. Li Huan Rui mendorong dengan kasar.
"Direktur Jiang, pecat nona Zhu. Seorang pegawai yang tidak bisa menghormati atasannya tidak cocok berada di perusahaan"
"Presiden Li"
Wanita itu masih mencoba mengejar Li Huan Rui tapi segera ditahan oleh Direktur Jiang. Para pegawai wanita mulai saling bergosip.
"Dia terlalu berani hanya karena Presiden Li terlihat ramah bukan tapi dia tetaplah kasar pada wanita"
"Itu benar, anak baru itu terlalu berani"
***
Li Huan Rui pulang ke rumah. Dia masuk ke kamar, lampu di kamar masih menyala. Bai Xiao yang duduk di sofa menoleh ke arah Li Huan Rui.
"Kau pulang terlambat"
"Ya, ada acara perayaan. Direktur Jiang mengajakku minum bersama pegawai lainnya"
"Kau minum alkohol?"
"Tidak, aku tidak minum"
Sejak Helena menjebaknya dengan mencampur afodisiak di dalam anggur, dia tidak ingin lagi minum alkohol.
"Kenapa wajahmu terlihat kesal? Apa pestanya tidak menyenangkan"
"Begitulah"
Li Huan Rui membuka kemejanya lalu menbuangnya ke tempat sampah. Bai Xiao tidak lagi merasa canggung melihat Li Huan Rui bertelanjang dada. Pria itu terlalu sering melakukannya.
"Kenapa kau membuang kemejamu?"
"Kemeja ini sudah ternoda oleh wanita itu. Parfume menyengat itu sudah mempel di kemeja itu"
Bai Xiao mengerutkan keningnya melihat kemarahan Li Huan Rui. Pria itu lalu masuk ke kamar mandi sebelum Bai Xiao sempat bertanya. Bai Xiao memang mencium aroma parfum wanita ketika Li Huan Rui melewatinya. Bai Xiao tidak terlalu mempermasalahkan jika Li Huan Rui bermain di belakangnya. Walaupun dia merasa sidikit kesal karena dia berusaha menahan kantuk untuk menunggunya pulang tapi dia justru bermain dengan wanita lain namun melihat sikap Li Huan Rui tadi yang langsung membuang kemeja mahalnya hanya karena disentuh wanita itu, Bai Xiao tidak tahu kenapa ada perasaan lega di dalam hatinya dan juga perasaan bahagia. Dia tahu bahwa Li Huan Rui tidak suka disentuh oleh sembarang orang namun Bai Xiao tidak menyangka bahwa sikapnya akan separah itu.
Li Huan Rui menghabiskan waktu 1 jam untuk mandi. Li Huan Rui menggunakan sabun berulang kali sampai dia benar-benar yakin tidak ada lagi noda karena sentuhan wanita itu. Li Huan Rui keluar dari kamar mandi. Dia memandang ke arah istrinya yang sudah tertidur. Li Huan Rui segera menggunakan piyama lalu tertidur di samping wanita disampingnya. Dia lebih menyukai aroma istrinya yang tidak menggunakan parfum yang menyengat ataupun berdandan berlebihan, tidak ada wanita lain yang sebaik istrinya. Senyum terukir di bibir Li Huan Rui ketika melihat kecantikan disampingnya, namun senyumnya perlahan hilang karena dia teringat tentang sesuatu. Li Huan Rui berusaha menepis pemikiran itu dan mulai tertidur.
***
Ketika Bai Xiao bangun, pandangannya terarah pada seorang pria yang sudah berpakaian rapi dengan jas formal bersandar di tempat tempat tidur. Pria itu memberikan ciuman di keningnya.
"Selamat pagi istriku"
"Pagi"
Bai Xiao langsung bangun.
"Kau bisa pergi duluan ke ruang makan. Aku akan bersiap"
"Istri, ada yang ingin aku bicarakan padamu sebentar"
"Ada apa?"
"Salah satu rumah sakit di A country menghubungiku untuk melakukan pemeriksaan. Mereka sadah menemukan pendonor, jika jantung itu cocok Yimin bisa menjalani operasi, dokter di rumah sakit itu juga dokter specialist jantung yang bagus"
Bai Xiao hanya mengangguk. Li Huan Rui lalu memberikan tiket dan surat-surat untuk pergi ke luar negri.
__ADS_1
"Pergilah bersama Yimin"
"Apa kau tidak akan ikut dengan kami?"
"Ya, aku tidak bisa ikut bersama kalian, karena hubungan kita dirahasiakan akan buruk jika orang curiga saat aku tiba-tiba mengambil cuti dan pergi ke luar negri"
"Aku mengerti"
"Aku akan meminta seseorang untuk menemani kalian"
"Ya"
Bai Xiao hanya menjawabnya dengan singkat lalu masuk ke kamar mandi. Dia tidak tahu kenapa dia merasa kecewa karena pria itu tidak pergi bersama mereka namun Li Huan Rui benar, hubungan mereka dirahasiakan dari publik.
***
Yimin awalnya menolak dan memaksa papanya untuk pergi bersama mereka. Yimin tidak ingin jauh dari papanya lagi dan dia takut bagaimana jika dia tidak bisa bertemu dengan papanya lagi. Namun dengan bujukan Bai Xiao, Yimin akhirnya setuju. Dia ingin sembuh dan bisa berlari seperti teman-temannya yang lain
Li Huan Rui tidak bisa mengantar Bai Xiao dan Yimih ke bandara. Dia memeluk putrinya sebelum putri kecilnya masuk dalam mobil
"Papa, apa papa yakin tidak ikut bersama kami?"
"Maaf"
Yimin merasa kecewa dia langsung masuk dalam mobil. Bai Xiao tidak mengatakan apapun dan langsung masuk. Li Huan Rui hanya bisa dia memansang mobil yang meninggalkan rumah dan semakin menjauh.
***
Perjalanan ke A Country membutuhkan waktu yang lama. Yimin yang biasanya ceria kini hanya diam saja.
"Sayang, apa kau masih marah dengan papa?"
Yimin masih diam.
"Yimin, papamu sudah mengatur rumah sakit untuk mu. Jangan marah padanya lagi"
"Yimin tidak marah hanya saja Yimin takut, Yimin takut jika operasi ini akan gagal dan..."
"Jangan berpikir seperti itu"
Bai Xiao memeluk putri kecilnya.
"Semua akan baik-baik saja. Jangan takut"
Yimin merasa lebih nyaman berada dalam pelukan mamanya yang hangat dan menenangkan, ke khawatir Yimin sedikit berkurang dan perlahan berubah menjadi kantuk. Semalaman gadis kecil itu tidak tidur karena memikirkan tentang operasinya.
***
"Mama, orang itu menulis nama kita"
Yimin segera menarik tangan mamanya yang tediam membeku. Dia tidak menyangka seseorang yang di minta Li Huan Rui untuk menjemputnya adalah seseorang yang dia kenal di masa lalu, Su Han.
"Hallo, paman Aku Li Yimin. Apa kau orang yang diminta papaku untuk menjenput kami?"
"Li Jiao"
Su Han tidak mendengar apa yang dikatakan gadis kecil. Dia terlalu terkejut ketika melihat wanita di depannya. Bukankah Li Jiao sudah meninggal dan membuat teman baiknya menjadi gila kenapa wanita ini tiba-tiba bisa hidup.
"Maaf tuan, nama saya Bai Xiao. Bukankah anda menulis nama Bai Xiao di papan anda"
" Maaf, Nyonya. Saya Su Han, saya teman Li Huan Rui yang akan menjaga anda dan putri anda"
Su Han menyadari sesuatu, mungkin wanita ini hanya mirip dengan Li Jiao, jika wanita itu memang Li Jiao bagaimana mungkin dia memiliki anak yang sebesar ini. Su Han awalnya terkejut saat Li Huan Rui memintanya untuk menjaga istri dan putrinya selama mereka berada di A Country. Su Han awalnya terkejut dia tidak tahu bahwa Li Huan Rui sudah menikah dan dia bahkan sudah memiliki seorang anak namun Su Han tidak menyangka anak sahabatnya sudah sebesar ini.
"Gadis kecil berapa umurmu ?"
"8 tahun"
Su Han semakin merasa aneh. Anak itu berumur 8 tahun, dan Li Huan Rui saat ini baru berusia 26 tahun tapi dia sudah memiliki seorang anak berusia 8 tahun. Mungkinkah anak ini dari wanita bernama Bai Xiao yang memiliki wajah yang mirip Li Jiao. Dia tidak mengerti apa yang dipikirkan teman baiknya ini yang justru memilih seorang wanita yang sudah memiliki anak hanya karena wajahnya mirip dengan Li Jiao untuk dinikahinya.
Su Han mengantar Bai Xiao dan Yimin ke sebuah hotel.
"Kalian bisa istirahat dulu. Aku akan mengatur pemeriksaan anda besok"
"Terima kasih paman Su Han"
Yimin tersenyum pada Su Han. Pria itu juga membalas senyumannya sebelum pergi. Di dalam mobil, Su Han menghubungi Li Huan Rui.
'Hallo'
"Li Huanrui, apa kau menikahi istrimu hanya karena dia mirip dengan Li Jiao?"
"Kenapa bertanya seperti itu?"
"Aku hanya penasaran , kau tiba-tiba menikah dan wanita yang pilih adalah wanita yang sudah memiliki anak "
"Apa yang salah dengan itu lagipula aku mencintainya"
"Apa? Apa aku tidak salah dengar? Seorang Li Huan Rui bisa juga mencintai seseorang"
__ADS_1
Su Han menggoda sahabatnya itu.
"Apa kau benar-benar mencintai wanita itu atau karena wajahnya"
"Sudahlah , apa kau sudah membawa mereka ke hotel?"
"Ya"
"Kalau begitu kau cepat mengatur pemeriksaa"
"Iya, aku sedang perjalanan ke rumah sakit"
"Baguslah"
Li Huan Rui lalu mematikan telponnya. Su Han merasa kesal karena Li Huan Rui mematikan telpon begitu saja.
***
Keesokan harinya, Bai Xiao dan Yimin pergi ke rumah sakit. Yimin mengenggam erat tangan mamanya.
"Jangan takut, semua akan baik-baik saja "
Seorang perawat meminta Yimin untuk mengikutinya. Gadis kecil itu dengan ragu melepas tangan mamanya lalu mengikuti perawat itu.
***
Setelah melakukan pemeriksaan dan memastikan bahwa tubuh Yimin siap untuk menerima organ dan organ yang di donorkan meminta persetujuan Bai Xiao untuk melakukan operasi besok . Bai Xiao menandatangani surat perjanjian itu.
Bai Xiao mendekati putrinya yang berbaring dengan diam di tempat tidur. Ketika dia melihat ibunya Yimin memberikan senyuman pada mamanya.
"Kau akan melakukan operasi besok "
"Ya, mama"
"Mama, bisakah kau menelpon papa? Yimin ingin bicara dengan papa?"
Bai Xiao tidak yakin, bukankah saat ini seharusnya pria itu istirahat tapi Bai Xiao tidak tega menolak putrinya. Bai Xiao membuka aku wixia dan menghubungi Li Huan Rui
"Hallo, papa"
"Yimin"
"Papa, aku akan melakukan operasi besok"
"Baguslah, apa Yimin takut?"
"Yimin sedikit takut"
"Papa, sayang sekali papa tidak ada disini. Yimin ingin memeluk papa"
"Kau bisa melakukannya..."
"Yimin"
Yimin menoleh dan melihat papanya yang masih memegang telpon berdiri di depan pintu. Gadis kecil itu segera turun dari tempat tidur dan memeluk papanya.
"Papa, bukankah papa bilang tidak bisa pergi? Kenapa papa tiba-tiba berubah pikiran?"
"Karena papa merindukan Yimin. Apa sekarang Yimin masih merasa takut?"
Yimin mengeleng.
"Sekarang lebih baik"
Li Huan Rui tersenyum dan mengusap lembut rambut putrinya.
***
Keesokan harinya Yimin harus menjalani operasi. Bai Xiao merasa gugup dan juga takut apalagi operasi itu berjalan cukup lama. Li Huan Rui tahu bahwa Bai Xiao akan merasaka hal ini karena itulah dia langsung datang ke A Country menggunakan pesawat pribadi walau dia tahu hal ini akan menimbulkan kecurigaan tapi dia tidak peduli lagi. Putrinya harus menjalani opasi besar dia tidak mungkin bisa berkonsentrasi bekerja dan dia juga tidak bisa berhenti memikirkan putrinya. Dia mengenggam tangan istrinya.
"Semua akan baik-baik saja"
Merasakan kehangatan saat tangan besar Li Huan Rui mengenggam tangannya membuat Bai Xiao manjadi sedikit lebih tenang.
"Ya"
Mereka berdua menunggu dengan saling berpegangan tangan. Su Han hanya memandang kedua pasangan itu dari jauh. Dia merasa aneh karena menyadari kekhawatiran diwajah Li Huan Rui.
'Kenapa Li Huan Rui begitu khawatir pada anak yang bukan darah dan dagingnya. Apa dia begitu menyayangi anak itu'
***
"Apa? Li Huan Rui menggunakan pesawat pribadi?"
"Ya, nyonya Shen. Pesawat itu menuju ke A Country"
"A Country? "
Shen Fengyin merasa heran untuk apa Li Huan Rui pergi ke A Country bahkan sampai menggunakan pesawat pribadi. Biasanya dia selalu menggunakan pesawat komersil saat melakukan perjalanan dinas.
__ADS_1
Shen Fengyin curiga bahwa Li Huan Rui menemui Helena. Namun Ketika mengingat kembali bahwa Helena akan melaksanakan pernikahannya di B city kecerigaannya melemah pada Helena.
Shen Fengyin menghubungi perusahaan cabang di H city. Dia memastikan bahwa Li Huan Rui melakukan perjalanan bisnis tapi sekertarisnya mengatakan bahwa Li Huan Rui mengambil cuti untuk beberapa hari. Shen Fengyin manjadi merasa aneh Li Huan Rui tidak pernah mengambil cuti sebelumnya. Apa yang menbuat putranya melakukan hal ini. Mungkub