
Keluarga Shen sarapan bersama. Suasana di meja makan terasa canggung.Nyonya Shen yang sebelumnya perhatian pada Shen Fengyin ,sekarang justru mengabaikannya. Disaat semua keluarga sedang fokus dengan makanan mereka Shen Fengyue tiba-tiba merasa mual.
“Xiao Yue, ada apa? Apa kau sakit?”
“Tidak apa-apa ibu. Aku...”
Shen Fengyue belum sempat menjawab karena rasa mualnya tidak tertahankan lagi. Shen Fengyue pergi ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya. Tuan dan Nyonya Shen merasa khawatir.
“Ibu mertua, aku akan menghubungi dokter “
Li Yongsheng juga merasa khawatir, dia segera menghubungi dokter yang dikenalnya. Dia juga memberi tahunya alamat keluarga Shen. Ketika Shen Fengyue keluar dari kamar mandi, nyonya Shen membantunya ke ranjang untuk beristirahat. Shen Fengyin menyadari ada sesuatu yang salah dengan Shen Fengyue.
Beberapa menit kemudian dokter datang memeriksa keadaan Shen fengyue. Semua anggota Shen dan Li Yongsheng berada di kamar Shen Fengyue. Shen Fengyin awalnya merasa malas untuk ikut berada di kamar saudara tirinya ini namun Li Yongsheng justru menariknya untuk ikut.
“Dokter, bagaimana keadaan xiao Yue?”
“Anda tidak perlu khawatir, Nyonya Shen. Hal yang dialami nona kedua adalah hal yang biasa pada saat kehamilan”
“Apa? hamil?”
Nyonya Shen merasa terkejut mengetahui kenyataan yang tidak terduga sebelumnya. Tuan Shen pergi mengantar dokter keluar, dia tidak ingin orang luar tahu tentang masalah keluarganya. Tuan Shen juga meminta dokter merahasiakan keadaan Shen Fengyue.
Nyonya Shen merasa marah.
“Xiao Yue, katakan pada ibu. Siapa ayah dari bayimu itu ?”
Shen Fengyue merasa gugup, dia melirik ke arah Li Yongsheng. Shen Fengyin menyadari tatapan Shen Fengyue pada Li Yongsheng.
“Maaf ibu, aku tidak bisa memberi tahumu”
“Kalau begitu, gugurkan kandunganmu itu “
“Ibu, tidak. Aku tidak bisa mengugurkan kandunganku. Ibu aku akan tetap mempertahankan bayi ini”
“XIAO YUE, kalau kau tidak ingin mengugurkan kandunganmu. Katakan pada ibu siapa ayah dari bayi ini, biarkan dia bertanggung jawab”
Shen Fengyue kembali memandang ke arah Li Yongsheng namun pria itu tidak bereaksi apapun.
“Ibu, ayah dari bayi ini adalah kakak sheng”
“Apa?”
Nyonya Shen terkejut begitu juga Li Yongsheng , berbeda dengan Shen Fengyin yang hanya menunjukkan wajah datar.
“Bagaimana mungkin. Shen Fengyue kita bahkan tidak saling bertemu lagi. Bagaimana mungkin itu anakku”
“Kakak Sheng, apa kau lupa dengan apa yang pernah terjadi pada kita malam itu”
Li Yongsheng terdiam, dia memandang ke arah Shen Fengyin dengan ragu.
“Suamiku, bukankah ini kabar baik. Kau menginginkan seorang anak bukan, sekarang kekasihmu sedang mengandung anakmu. Bukankah kau merasa bahagia?”
Shen Fengyin mengucapkannya dengan nada menyindir lalu dia pergi meninggalkan kamar Shen Fengyue. Nyonya Shen hanya diam, dia merasa ragu untuk mengambil keputusan. Li Yongsheng mengejar Shen Fengyin.
“Fengyin, dengarkan aku”
“Lepaskan. Aku tidak butuh penjelasanmu. Lebih baik kau tinggalkan aku dan temanilah kekasihmu itu”
Shen Fengyin menepis tangan Li Yongsheng. Walaupun ekspresinya datar, dalam hatinya dia berteriak penuh kemarahan dan kekecewaan. Dia tidak menyangka bahwa pria ini akan mengkhianatinya seperti ini.
“Shen Fengyin”
Li Yongsheng hendak mengejar Shen Fengyin namun Nyonya Shen menahannya.
“Li Yongsheng, kita akan menyelesaikan masalah ini sacara kekeluargaan. Ibu harap kau menjadi pria yang adil dan bertanggung jawab “
“Baiklah, ibu”
Keluarga Shen dan keluarga Li berkumpul di kediaman keluarga Li. Nyonya Li merasa marah saat tahu bahwa Shen Fengyin gagal menjaga calon cucunya, namun kemarahannya sedikit mereda saat tahu bahwa Shen Fengyue saat ini sedang hamil.
“Shen Fengyin, kau gagal untuk melakukan kewajibanmu sebagai menantu dari keluarga Shen. Jadi, lebih baik kau dan Li Yongsheng berpisah”
“Ibu,..”
“Aku tidak akan berpisah dengan Li Yongsheng “
“Shen Fengyin, apa kau tidak merasa kasihan dengan adikmu ini?”
“Kenapa aku harus kasihan? Dialah yang tidak bisa menjaga dirinya. Li Yongsheng adalah kakak iparnya tapi dia masih berani untuk menghabiskan malam bersamanya”
“Fengyin”
“Kenapa? Apa kau juga menuntutku untuk menceraikanmu?”
Shen Fengyin mengambil tasnya.Dia berdiri dan hendak pergi meninggalkan kediaman keluarga Li.
“Bagaimanapun juga aku tidak akan mengubah keputusanku “
Shen Fengyin lalu pergi.
“Wanita itu begitu sombong, aku tidak tahu dosa apa yang telah aku perbuat hingga mendapatkan menantu yang angkuh dan tidak memiliki perasaan seperti itu”
“Li Yongsheng, kau harus menikahi xiao Yue. Bagaimanapun juga dia mengandung anakmu”
__ADS_1
“Ibu, aku tidak bisa menikahi xiao Yue dan meninggalkan Fengyin”
“A-Sheng, apa kau ingin lepas tanggung jawab”
“Ibu, aku akan menerima anak xiao yue tapi aku tidak bisa meninggalkan Fengyin”
Li Yongsheng lalu melangkah pergi dan menyusul Shen Fengyin. Li Yongsheng menahan Shen Fengyin yang akan masuk ke dalam mobil.
“Li Yongsheng, apa yang kau lakukan?”
“Aku akan mengantarmu pulang”
“Tidak perlu”
Shen Fengyin menepis tangan Li Yongsheng dengan kasar. Namun genggaman tangan Li Yongsheng begitu kuat hingga membuat Shen Fengyin sulit lepas darinya.
“Baiklah, aku akan pulang bersamamu”
Li Yongsheng menunjukkan senyum kecil . Shen Fengyin menuju ke kursi penumpang sedangkan Li Yongsheng yang mengemudi. Sepanjang perjalana, kedua orang itu hanya diam seolah fokus dengan pikiran masing-masing. Li Yongsheng berdehem untuk melepaskan kecanggungan.
“Fengyin, aku tahu kau percaya padaku bukan? Karena itulah kau tidak ingin berpisah dariku?”
“Li Yongsheng, kau terlalu percaya diri. Aku tidak ingin berpisah darimu hanya karena hal ini bagian dari balas dendamku pada Shen Fengyue, aku tidak akan membiarkannya mendapatkanmu dengan mudah”
Li Yongsheng mengepalkan tangannya, dia tahu wanita itu hanya memanfaatkannya untuk balas dendam.
“Fengyin,apa hubungan kita bagimu hanya sebatas cara untuk balas dendam?”
“Tentu saja, bukankah sejak awal hubungan kita memang berdasarkan hal itu”
“Benar, jadi kau tidak akan keberatan bukan jika aku membawa xiao Yue ke mension”
“Apa? Li Yongsheng, apa kau lupa tentang isi perjanjian kita ? Kau tidak boleh membawa wanita lain ke mension khususnya Shen Fengyue”
“Shen Fengyin, xiao yue sedang mengandung anakku. Bukankah tidak masalah jika dia tinggal bersama kita. Bagaimanapun juga anak itu adalah bagian dari keluarga Li. Aku harap kau bisa menerimanya”
“Tidak mungkin, jika kau membawa Shen Fengyue ke mension maka aku akan membuatnya menderita”
“Shen Fengyin, dia sedang hamil bagaimana kau bisa menyakitinya. Jika kau menyakitinya sama saja kau menyakiti anakku. Aku mohon padamu, sebagai istriku kau harus bisa menerima keputusanku ini”
“Terserah kau”
Shen Fengyin menjawab dengan nada dingin.
Sejak Li Yongsheng membawa Shen Fengyue ke mension dan memperlakukannya dengan penuh perhatian. Shen Fengyin justru bersikap semakin dingin pada Li Yongsheng. Dia juga sering pulang larut malam atau bahkan kadang tidak pulang.
Li Yongsheng merasa kesal karena jarak diantara dirinya dan Shen Fengyin semakin jauh. Dia juga sedikit khawatir karena takut wanita itu terlalu keras bekerja sehingga melupakan untuk istirahat. Li Yongsheng pergi ke kantor Shen Fengyin.
“Mau pergi kemana wanita itu?”
Mobil bartley itu memasuki sebuah kawasan elit. Li Yongsheng merasa familiar dengan tempat ini.
“Bukankah kakak Fan tinggal di daerah sini?”
“Jadi, wanita itu sering bersama dengan kakak Fan”
Li Yongsheng mengepalkan tangannya. Wanita itu berani-beraninya berselingkuh di belakangnya. Li Yongsheng memutar balik dan meninggalkan kawasan itu.
Li Yongsheng pulang ke rumah dengan perasaan kesal.
“Kakak Sheng,kau sudah pulang”
Shen Fengyue menyambut Li Yongsheng dengan senyum cerah. Li Yongsheng menarik tubuh Shen Fengyue dan menciumnya. Tangan Li Yongsheng mulai bergerak dibalik piyama Shen Fengyue.
“Tuan muda kedua “
Nanny Ma yang melihat apa yang dilakukan tuan mudanya segera menghentikannya. Dia memanggil tuan mudanya dengan suara yang cukup keras hingga membuat Li Yongsheng tersadar. Dia segera menjauhkan diri dari Shen Fengyue.
“Shen Fengyue, maafkan aku”
“Tidak apa-apa, kakak sheng”
Li Yongsheng meninggalkan Shen Fengyue dan menuju ke kamarnya. Shen Fengyue menatap Nanny Ma dengan kesal tapi wanita paruh baya itu mengabaikannya. Shen Fengyue naik ke lantai dua dan menuju ke kamar Li Yongsheng, dia tahu saat ini kakak Shengnya pasti membutuhkan sesorang sebagai pelampiasan.
Tok Tok Tok
“Kakak Sheng”
“...”
Shen Fengyue merasa heran karena kakak Shengnya tidak segera membuka pintu. Wanita itu membuka pintu yang tidak di kunci. Ketika Shen Fengyue masuk, saat itu Li Yonsheng keluar dari kamar mandi.
“Xiao Yue, apa yang kau lakukan disini?”
“Kakak Sheng, aku hanya khawatir denganmu”
Shen Fengyue berjalan menuju Li Yongsheng. Shen Fengyue memeluk tubuh pria yang bertelanjang dada itu. Dia menghirup aroma lemon dari tubuh pria itu.
“Kakak Sheng, kau bisa melampiaskannya padaku”
Li Yongsheng menjauhkan tubuh Shen Fengyue.
“Xiao Yue, kau sedang hamil. Aku tidak ingin menyakitimu. Lebih baik kau kembali ke kamarmu “
__ADS_1
“Kau harus jaga baik-baik kandunganmu”
Shen Fengyue tidak punya pilihan lain selain pergi. Dia merasa kesal dengan keadaannya yang sedang hamil. Shen Fengyue juga tidak bisa bersikap lebih agresif yang akan membuat imej polosnya didepan Li Yongsheng akan tercoreng.
Li Yongsheng menghela nafas lega, dia tidak ingin melakukan kesalahan yang sama. Li Yongsheng melihat ke arah jam. Dia merasa kesal karena Shen Fengyin belum pulang.Pikiran yang buruk mulai memenuhi pikirannya ketika mengingat saat ini Shen Fengyin bersama dengan kakaknya.
Li Yongsheng merembahkan tubuhnya dan memejamkan matanya berusaha untuk tidak memikirkan tentang wanita itu. Namun dia tetap saja tidak bisa tidur. Li Yongsheng mengambil berkas-berkas yang harus dia periksa, mungkin dengan bekerja dapat mengalihkan pikirannya. Li Yongsheng bekerja hingga jam menunjukkan jam setengah 12.
Krek
Li Yongsheng memandang ke arah pintu ketika mendengar suara pintu terbuka.
“Ternyata kau masih ingat untuk pulang?”
Shen Fengyin tidak peduli dengan sindiran Li Yongsheng. Dia mengambil sepasang piyama lalu pergi ke kamar mandi. Li Yongsheng merasa kesal karena Shen Fengyin mengabaikannya.
“Wanita itu, beraninya dia mengabaikanku”
Li Yongsheng menunggu Shen Fengyin keluar dari kamar mandi. Setelah 20 menit menunggu,Shen Fengyin keluar dari kamar mandi. Shen Fengyin melewati Li Yongsheng yang berdiri di samping pintu tanpa memandangnya.
Li Yongsheng meraih tangannya.
“Lepaskan tangan kotormu itu dariku “
Shen Fengyin menepisnya dengan kasar.
“Kotor? Kau tidak ingin aku menyentuhmu karena kau menganggapku kotor tapi kau membiarkan Li Yongfan untuk menyentuhmu?”
“Apa hubungannya hal ini dengan kakak Fan?”
“Shen Fengyin, apa kau pikir aku tidak tahu bahwa setiap malam kau pergi ke mension Li Yongfan? Sungguh memalukan, kau bahkan berani berselingkuh dengan kakak iparmu”
“Memalukan kau bilang?”
Shen Fengyin tersenyum sinis.
“Bukankah kau melakukan hal yang lebih memalukan? Kau juga menghabiskan malam bersamanya bukan ? Kau bahkan juga meninggalkan bukti dari perselingkuhan kalian. Kau bilang tidak akan lagi berhubungan dengannya tapi, semua itu hanyalah omong kosong”
“Fengyin, bukan seperti itu. Shen Fengyue dan aku...”
“Cukup, aku tidak butuh untuk mendengar alasanmu”
Shen Fengyin berbalik dan melangkahkan kaki menuju ke pintu.
“Mau kemana kau? Apa kau mau pergi menemui kakak fan kesayanganmu itu?”
“Aku akan pindah ke kamar lain dan mulai besok aku akan memberskan barang-barangku juga”
Shen Fengyin menutup pintu dengan keras. Li Yongsheng merasa kesal dengan keputusan yang diambil wanita itu. Li Yongsheng mengejar Shen Fengyin. Dia menahan pintu ketika Shen Fengyin hendak menutupnya.
“Li Yongsheng, singkirkan tanganmu”
“Tidak akan”
“Li Yongsheng, baiklah jika kau memaksa”
Shen Fengyin menendang kaki Li Yongsheng dengan cukup keras hingga membuat pria itu mengerang kesakitan dan memegang kakinya. Shen Fengyin memanfaatkan kesempatan itu untuk menutup pintu.
“Shen Fengyin,buka pintunya”
Li Yongsheng mengetuk pintu dengan keras.
“Shen Fengyin”
Li Yongsheng berteriak dengan penuh kemarahan tapi pintu juga tidak kunjung dibuka.
“Kakak Sheng”
Li Yongsheng menoleh ketika mendengar suara lembut milik Shen Fengyue.
“Xiao Yue, maaf. Aku aku membuatmu terbangun?”
“Tidak apa-apa. Kakak Sheng, maafkan aku. Seharusnya aku tidak mempertahankan anak ini dengan begitu kau tidak akan bertengkar dengan kakak Yin. Mungkin aku dan bayi ini tidak seharusnya ada untuk menganggu kalian. Lebih baik aku pergi saja dan aku akan merawat bayi ini sendiri”
Shen Fengyue perlahan mulai megeluarkan air mata dan menujukkan wajah bersalah.
“Xiao Yue, jangan berpikir seperti itu. Ini bukan salahmu tapi akulah yang salah. Aku tidak akan membiarkanmu menderita sendirian dan aku sudah berjanji akan menjagamu dan bayi kita. Sekarang, lebih baik kau kembali ke kamarmu dan berisirahat”
“Kakak Sheng, bisakah kau menemaniku tidur malam ini. Aku tidak bisa tidur”
“Tapi,...”
“Aku mohon”
Li Yongsheng tidak tega untuk menolak keinginan Shen Fengyue. Dia mengatar Shen Fengyue ke kamarnya. Shen Fengyue merembahkan tubuhnya sedangkan Li Yongsheng duduk di pinggir tempat tidur.
“Kakak Sheng, bisakah kau memelukku. Aku ingin tidur dipelukanmu “
Li Yongsheng diam.
“Apa kakak Sheng, tidak mau melakukannya. Baiklah, aku tidak akan memaksa”
Li Yongsheng tidak tega melihat wajah kekecewaan Shen Fengyue namun dia tidak ingin terlalu banyak melakukan hal intim dengan Shen Fengyue karena dia merasa mengkhianati Shen Fengyin tapi ketika mengingat bahwa wanita itu mungkin saja berada di pelukan kakaknya membuatnya merasa kesal.
“Baiklah”
Li Yongsheng merembahkan tubuhnya lalu memeluk Shen Fengyue. Wanita berwajah imut tersenyum.
‘Shen Fengyin,aku akan merebut kakak Shengku kembali. Aku akan membuat kakak Sheng tidak akan berpihak padamu lagi’
A/N terima kasih untuk semua yang udah vote, komentar dan menyempatkan waktu untuk membaca.Semoga tidak bosan dengan novel ini
__ADS_1