
Chen Xixi tidak bisa menahan amarahnya ketika asistennya mengatakan bahwa Shen Fengyin masih hidup dan bahkan kembali ke perusahaan Shen.
‘Bagaimana bisa?’
Dia yakin kecelakaan itu seharusnya sudah menewaskan wanita itu. Bagaimana bisa dia kembali lagi setelah dia berusaha keras menyingkirkannya.
“Apa kau yakin? Apa dia benar-benar kembali?”
“Itu benar, Presiden Chen. Seseorang yang saya kenal di perusahaan Shen mengatakan hal itu”
“Tapi, Presiden Chen. Sepertinya kecelakaan itu memberikan luka yang parah pada CEO Shen karena dia sekarang menggunakan kursi roda”
“Jadi maksudmu Shen Fengyin cacat?”
“Mungkin”
Kemarahan Chen Xixi sedikit berkurang, wanita itu cacat bagaimana Li Yongsheng akan bereaksi dengan hal itu dan tidakkah dia tidak akan menerimanya lagi setelah mengetahui hal itu.
“CEO Shen juga menghindari pertemuan ataupun pesta”
‘Begitukah? Sepertinya dia malu dengan keadaannya tapi bagaimana jika kita tetap memaksanya’
Chen Xixi memiliki ide, sebuah ide yang akan menghancurkan Shen Fengyin.
“Asisten, Lusa adalah peringatan ulang tahun CS bukan?”
“Itu benar”
“Udang pimpinan Shen “
“Presiden Chen, apa anda yakin?”
“Tentu, dan juga aku ingin mengirimkan surat secara pribadi. Aku akan memaksa wanita itu untuk keluar”
Asistennya hanya mengangguk.
“Kirim undangannya hari ini juga”
“Baiklah, Presiden Chen”
Mobil mewah Li Yongfan berhenti di depan biro urusan sipil.
“An, ayo”
Mo An an tidak bergerak. Dia masih diam di mobil.
“An”
“Aku tidak bisa. Li Yongfan, bisakah kau memikirkan hal ini lagi? Aku takut kau akan menyesalinya”
Li Yongfan meraih tangan mo An an.
“Aku tidak akan menyesalinya”
“Tapi, bagaimana jika kau bosan denganku nanti? Bisakah hubungan kita tetap seperti ini? Setidaknya jika kau akhirnya menemukan cintamu dan bosan denganku kau bisa lebih mudah untuk meninggalkanku”
“An, kaulah yang aku cintai. Aku tidak akan bosan denganmu bahkan meninggalkanmu”
“Tapi, aku...”
“Li Yongfan, aku tidak bisa menikahimu”
Li Yongfan menghela nafas.
“An, apa kau lupa? Saat kau masih kecil kau mengatakan padaku ‘kakak Fan, kau sangat tampan, aku ingin menikah dengan kakak Fan saat aku dewasa’ jadi kenapa kau tidak mewujudkan keinginanmu itu”
“Itu dulu”
Mo An an selalu memimpikan untuk menjadi pendamping Li Yongfan. Namun setelah semakin dewasa dia menyadari perasaan Li Yongfan pada Shen Fengyin. Dia menyadari perasaannya tidak akan terbalas. Namun sekarang dia mendapatkan kesempatan untuk bersamanya tapi dia merasa tidak pantas untuk bersanding dengannya, setelah kejatuhan keluarga Mo, apa yang dapat dia banggakan untuk menjadi istrinya dan juga masa lalunya akan selalu mengikutinya. Bagaimana mungkin wanita kotor dan rendahan sepertinya bersanding dengan pria yang begitu baik seperti Li Yongfan.
“An, Apa kau tidak mencintaiku lagi?”
Li Yongfan masih ingat dengan jelas. Sebelum dia pergi ke militer Mo An an menyatakan perasaan padanya namun saat itu dia hanya menganggap Mo An an sebagai saudara perempuan yang menggemaskan. Dia menyesal sekarang, jika saja dia menerimanya saat itu mungkinkah keadaan akan berubah. Mungkin mo An an tidak akan melakukan kesalahan di masa lalu.
Mo An an tidak menjawab.
“Kenapa diam? Kau mencintaiku bukan? An, aku juga mencintaimu dan kau juga bukan? Jadi kenapa kau masih menolak untuk menikah denganku”
“Li Yongfan, kau mungkin tidak benar-benar mencintaiku. Mungkin saja karena kau membutuhkan pelampiasan tentang perasaanmu pada Yinyin sehingga kau berpikir bahwa kau mencintaiku atau mungkin karena aku memuaskan untuk menjadi penghangat ranjangmu sehingga kau berpikir untuk memilikimu tapi bagaimana jika perasaanmu telah berubah dan kau bosan denganku. Jika kita menikah akan sulit bagimu untuk berpisah dariku. Bukankah lebih baik hubungan kita tetap seperti ini dan ketika kau menemukan cintamu yang sebenarnya kau bisa meninggalkaku”
Mo An an mungkin akan terluka ketika pria itu meninggalkannya tapi dia hanya ingin yang terbaik untuk pria yang dicintainya.
“An, aku tidak...”
“Li Yongfan, ayo kita kembali. Lebih baik bagi kita untuk memiliki hubungan seperti ini”
Tangan Li Yongfan mengepal, tidak dia tidak ingin hubungannya dan mo An an seperti sekarang ini. Dia tidak ingin kehilangannya jika dia tidak mengikatnya untuk dirinya sendiri. Li Yongfan turun dari mobil dan membuka pintu mobil di sebelah mo An an lalu menggendong wanita itu.
__ADS_1
“ Li Yongfan, turunkan aku”
“Tidak. An, kau tahu seperti apa aku bukan? Aku bisa melakukan apapun untuk mendapatkan yang aku inginkan, bahkan walaupun kau menolak aku tidak akan mengubah keinginanku”
“Li Yongfan, kau akan menyesali ini. Menikahiku bukan keputusan yang baik...”
Li Yongfan mencium Mo An an untuk menghentika protesnya. Dia tidak peduli dengan orang yang mungkin memperhatikan mereka.
“Aku tidak akan menyesalinya dan juga...jika kau ingin membantahku lagi aku tidak akan segan menciummu lagi. Kau mengerti?”
Li Yongfan menatap tajam ke arah mo An an dan membuat Mo An an tidak bisa melakukan apapun dan menyerah dengan apa yang akan dilakukan pria itu. Dia tahu dia tidak akan bisa menentang pria seperti Li Yongfan.
Li Yongshen dan Li Huan Rui pindah ke apartemen baru mereka. Apartemen ini berada di kawasan elit. Ruangan mereka bahkan lebih besar dari apartemen lama mereka, tidak hanya itu apartemen ini juga memiliki fasilitas yang lengkap. Li Huan Rui pergi ke kamarnya.Pintu di kamar Li Huan Rui ada tulisan namanya, Li Huan Rui tahu bahwa mamanya mungkin sudah menyiapkan kamar ini untuknya. Kamar Li Huan Rui juga dilengkai meja belajar dan beberapa rak untuk menyimpan buku. Li Huan Rui membuka almari untuk menata pakaiannya. Li Huan Rui terkejut melihat pakaian musim dingin yang ada di almarinya. Li Huan Rui mengambil pakaian itu dan berlari ke kamar papanya.
Li Yongsheng sedang mengemas pakaiannya saat Li Huan Rui tiba-tiba masuk ke kamarnya.
“Papa, lihat ini. Mama menyiapkan ini untuk Rui. Apa ini cocok?”
Li Yongsheng melihat sweter yang dikenakan putranya. Dia memuji putranya.
“papa, apa mama juga menyiapkan sesuatu untuk papa?”
Li Yongsheng menggeleng pelan. Dia merasa iri dengan putranya tapi Shen Fengyin adalah ibunya dan wajar bagi Shen Fengyin untuk memberikan perhatian pada Li Huan Rui dan bahkan apartemen ini disiapkan Shen Fengyin untuk Li Huan Rui. Pria kecil menyadari ekspresi kekecewaan papanya.
“Papa, Rui akan minta mama untuk membelikan papa juga. Papa jangan sedih”
Li Yongsheng tersenyum pada putranya.
“Tidak perlu, papa masih memiliki pakaian. Rui, apa kau lapar? “
Li Huan Rui mengangguk.
“Baiklah, papa akan menyiapkan makan siang untukmu”
Li Yongsheng lalu meninggalkan kamarnya. Li Huan Rui kembali ke kamar untuk berkemas.
Di dapur
Li Yongsheng sedikit terkejut ketika dia melihat dikulkas memiliki banyak bahan makanan, bahkan ada ice cream kesukaan Li Huan Rui. Sepertinya Shen Fengyin memang sudah menyiapkan ini untuk mereka atau mungkin lebih tepatnya untuk kenyamanan putranya. Li Yongsheng mengambil beberapa bahan dan mulai mencari resep di internet. Li Yongsheng dengan mudah mengikuti intruksi dalam resep itu.
Setelah selesai berkemas, Li Huan Rui segera pergi ke dapur untuk membantu papanya memasak. Namun Li Yongsheng justru memintanya menunggu, dapur bukanlah tempat yang aman untuk anak-anak tapi Li Huan Rui adalah anak yang keras kepala, tentu saja sulit untuk memperingatkan anak laki-lakinya.
Memasak jadi lebih cepat dengan bantuan putranya. Mereka menyajikan makanan dan menikmati makan siangnya bersama. Ponsel Li Yongsheng berdering, ketika dia melihat nama di layarnya, Li YongSheng mengabaikannya.
“Papa, siapa yang menelpon”
Li Yongsheng tidak ingin lagi terhubung dengan Chen Xixi setelah apa yang dilakukannya pada Shen Fengyin. Namun Li Yongsheng akhirnya menjawab telponnya karena ponselnya tidak berhenti berdering.
“Hallo”
‘ A-sheng, apa kau sibuk'
“Ya”
'Baiklah, aku hanya ingin mengundangmu untuk datang ke peringatan hari berdirinya perusahaan CS'
Li Yongsheng ingin menolak.
‘ Kau tahu, aku juga mengundang pimpinan Shen. Bukankah kau ingin bertemu dengan Shen Fengyin’
Li Yongsheng mengerutkan keningnya mungkinkah Chen Xixi sudah mengetahui keberadaan Shen Fengyin dan juga mungkinkah wanita itu merencanakan sesuatu karena itulah dia mengundang Shen Fengyin. Li Yongsheng tidak akan membiarkan Chen Xixi menyakiti Shen Fengyin lagi.
“Baiklah, aku akan datang”
“Oh, itu bagus. Haruskah aku menjemputmu?”
“Tidak perlu. Aku sibuk. Bisakah kita mengakhiri percakapan ini”
“Baiklah. Sampai jumpa besok”
Li Yongsheng mematikan sambungan telpon.
“Papa, ada apa?”
“Tidak, bukan apa-apa”
Li Yongsheng tidak mungkin memberi tahu putranya tentang hal ini. Dia mengalihkan pembicaraan dengan meminta putranya makan lebih banyak.
Hari jadi perusahaan CS.
Shen Fengyin masuk ke sebuah gedung yang menjadi tempat perayaan. Shen Fengyin tidak menyangka bahwa ada beberapa wartawan yang meliput acara ini. Biasanya acara perusahaan CS selalu tertutup bagaimana mungkin tiba-tiba ada wartawan, mungkinkah ini bagian dari rencana Chen Xixi.
“Oh, CEO Shen sudah datang”
Li Yongsheng melihat Shen Fengyin dan menyadari semua perhatian terarah padanya. Beberapa diantara mereka saling berbisik. Sedangkan Chen Xixi tersenyum rencananya untuk mempernalukan Shen Fengyin berhasil. Dia menolh ke arah Li Yongsheng tapi tidak ada keterkejutan sama sekali.
__ADS_1
Shen Fengyin menolak untuk menjawab pertanyaan para wartawan dan meminta mereka tidak menghalanginya tapi seorang wartawan menyindirnya.
“Dia sudah cacat, bagaimana mungkin dia masih bersikap sombong”
Shen Fengyin merasa kesal, dia melirik wartawan itu.
“Apa yang kau katakan tadi? Siapa kau berani memandang rendahku”
“Kenapa nona Shen? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya”
Wartawan itu maju dan mendekati Shen Fengyin , dia memandang rendah Shen Fengyin. Dia tiba-tiba menggulingkan kursi roda Shen Fengyin, Li Yongsheng ingin menolongnya tapi dia kalah cepat ketika seseorang menahan kursi roda Shen Fengyin dan menatap tajam ke arah wartawan itu.
“Siapa kau berani menggertak adikku”
Semua perhatian terarah pada pria itu.
“Presiden James”
Tidak ada yang tidak mengenali James Nian. Walaupun pusat perusahaannya berada di A Country tapi dia memiliki beberapa cabang di B City bahkan dia bisa disebuh sebagai pengusaha muda berpengaruh. Wartawan itu gemetar ketakutan.
“Dari media mana kau?”
“Aku...”
“Katakan”
Wanita itu gemetar dan akhirnya mengatakan tempat kerjanya.
“Mulai besok, aku pastikan kau tidak akan bekerja disana lagi. Aku pastikan jika ada yang berani menganggu saudara perempuanku. Dia akan berhadapan dengan aku,James Nian”
James mendorong kursi roda Shen Fengyin dengan percaya diri. Chen Xixi terkejut.
‘Bagaimana mungkin Shen Fengyin mendapatkan dukungan dari James Nian’
Li Yongsheng memandang Shen Fengyin yang bersama dengan James Nian. Dia mengepalkan tangannya. Sekarang wanita itu memiliki pria yang bisa melindunginya bahkan lebih baik daripada dia.
Chen Xixi mendekati James Nian berusaha untuk menutupi rencananya. Dia juga berakting untuk bersikap baik pada Shen Fengyin tapi James Nian mengabaikannya. Dia memilih menjauh dan membawa Shen Fengyin bersamanya. Chen Xixi merasa kesal, dia adalah tuan rumah tapi James Nian berani mengabaikannya.
Shen Fengyin bahagia melihat kekesalan Chen Xixi.
“Kakak, terima kasih telah menolongku”
“Tidak perlu mengucapkan terima kasih. Kau adalah saudariku, sudah semestinya aku menolongmu”
Beberapa orang mendekati Shen Fengyin dan James Nian. Mereka berusaha membuat koneksi khususnya dengan James Nian. Shen Fengyin bosan dengan orang-orang yang berusaha menjilatnya. Dia memandang ke sekitar, sepertinya tidak ada pengusaha yang berpengaruh, sepertinya perusahaan CS tidak terlalu penting untuk mereka bahkan lebih banyak yang mengirim perwakilannya. Pandangan Shen Fengyin terarah pada Li Yongsheng yang hanya berdiri diam. Dia tidak terkejut melihat Li Yongsheng, dia yakin Chen Xixi pasti mengundang pria itu. Tidak ada para tamu yang mendekati Li Yongsheng , bagi mereka keberadaan Li Yongsheng tidak terlalu penting apalagi karena dia tidak memiliki jabatan tinggi ataupun status yang menguntungkan. Chen Xixi mendekati pria itu. Mereka mengobrolkan sesuatu tapi Li Yongsheng terlihat enggan menanggapi Chen Xixi. Li Yongsheng pergi meninggalkannya dan berjalan keluar.
“Merindukannya?”
James Nian melihat tatapan saudarinya yang hanya terfokus pada Li Yongsheng. Shen Fengyin menggeleng.
“Tidak mungkin. Pria itu tidak berarti apapun untukku”
Dia tidak ingin terjatuh lagi pada pria itu. Dia tidak ingin terluka lagi untuk kesekian kalinya dan bahkan dia meragukan apa yang diucapkan pria itu padanya. Pria itu masih berada di pihak Chen Xixi , dia tidak ingin lagi terhubung dengannya.
Li Huan Rui menyadari kegundahan hati papanya. Berita tentang pamannya yang menyelamatkan mamanya sudah menyebar di internet dan juga kejadian itu ada di waktu yang sama dengan papanya yang tiba-tiba murung.
“Papa, apa kau cemburu dengan paman?”
“Papa, paman itu adalah kakak mama. Papa masih bisa mengejar mama”
Li Huan Rui memberikan dukungan untuk papanya. Dia ingin orang tuanya kembali bersama seperti sebelumnya.
“Papa, bagaimana jika papa membuatkan makanan untuk mama?”
“Makanan ?”
“Benar. Papa Fan terlihat senang ketika bibi An memasak untuknya. Mungkin papa juga bisa memasakkan makanan untuk membuat mama bahagia dan mama bisa kembali pada papa lagi”
Li Yongsheng terdiam. Mungkinkah makanan yang dia buat bisa meluluhkan hati Shen Fengyin. Dia tidak yakin dengan itu. Wanita seperti Shen Fengyin mungkinkah bisa luluh dengan mudah hanya dengan makanan. Namun Li Yongsheng tidak ingin membuat putranya kecewa jadi dia akan mencobanya. Sepertinya tidak seharusnya dia menyerah dengan mudah.
Chen Xixi merasa kesal melihat artikel yang tersebar, tidak ada komentar yang merendahkan Shen Fengyin bahkan perhatian lebih terfokus pada James Nian.
“Dasar, wartawan tidak berguna”
Dia sudah menghabiskan banyak uang untuk membawar para wartawan itu agar menggertak Shen Fengyin dan menulis artikelnya dengan buruk tapi semua artikel yang keluar tidak ada yang merendahkan Shen Fengyin justru artikel itu dibuat dengan menyanjung Shen Fengyin.
Di kantor Perusahaan Shen
Shen Fengyin tersenyum penuh kemenangan melihat artikel-artikel tentangnya. Bahkan tidak ada yang berkomentar buruk tentangnya. Dia harus berterima kasih dengan kakaknya. Chen Fengyin mengambil ponselnya yang bergetar.
‘ Saudari, aku akan membalas perbuatan Chen Xixi padamu’
'Kakak, apa yang kau lakukan'
__ADS_1
'Kau akan tahu sebentar lagi’
Shen Fengyin tidak mengerti apa maksud dari kakaknya. Shen Fengyin mengabaikannya dan kembali bekerja.