
Shen Fengyin meminta asisten Han untuk mengosongkan semua jadwalnya di sore hari. Dia pergi untuk berbelaja. Dia tidak banyak tahu tentang kesukaan keluarga Li namun Nyonya Li adalah seorang sosialita. Dia memutuskan membeli tas model terbaru dengan edisi terbatas. Sedangkan untuk kakek Li, dia tahu bahwa kakek Li menyukai teh jadi dia membeli beberapa jenis teh terbaik dan juga untuk ayah mertuanya, dia membelikan sebuah jam tangan.
Shen Fengyin juga membelikan sesuatu untuk kakak iparnya. Dia ingat bahwa kakak Fan sedang memulai bisnis baru jadi dia membelikan kemeja dan dasi untuknya.Ketika di toko pakaian pria dia juga melihat-lihat jas. Shen Fengyin pulang ke rumah dengan banyak barang.
“Selamat datang Nyonya muda kedua. Sepertinya anda membeli banyak barang, biar saya bantu bawakan”
Nanny Ma menyambuntnya.
“Tidak perlu, aku bisa membawanya sendiri. Oh ya, Nanny Ma hari ini aku dan tuan muda kedua akan makan di rumah besar keluarga Li, jadi tidak perlu menyiapkan makan malam untuk kami”
“ Baiklah, Nyonya muda kedua”
Shen Fengyin lalu pergi ke kamarnya. Nanny Ma memandang Shen Fengyin yang telah menghilang. Dia berharap nyonya muda keduanya dapat mendapatkan hati keluarga Li lagi seperti sebelumnya. Dia juga sedikit khawatir tentang apa yang akan dilakukan Nyonya Li pada Shen Fengyin karena Nyonya Li tidak suka dengan pernikahan tuan muda kedua dan Nyonya muda kedua. Dia tahu Nyonya besarnya menginginkan nona muda kedua Shen menjadi istri tuan muda kedua.
Shen Fengying sudah bersiap, saat ini dia menggunakan gaun berwarna ungu yang berlengan panjang. Dia memoleskan make up tipis di wajahnya yang memberinya kesan elegan.
“Apa kau sudah siap?”
“Bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ?”
Shen Fengyin mengucapkan dengan nada menyindir.
“ Cepatlah keluar, aku akan menunggumu dimobil “
“Tunggu, bantu aku membawa beberapa barang “
Shen Fengyin mengambil beberapa bag paper yang berisi barang yand dibelinya.
“Kau membeli banyak sekali barang. Apa saja yang kau beli? “
“Apa kau perlu tahu hal itu? Cepatlah bawa ke mobil dan tunggu aku disana. Sebentar lagi aku akan menyusulmu”
“Wanita, kau berani memerintahku. Sampai kapan kau akan menjadi istri yang semena-mena pada suaminya “
“Li Yongsheng, aku tidak ingin berdebat denganmu atau kita akan terlambat. Jika kau tidak mau bawa yasudah aku akan membawanya sendiri”
Li Yongsheng tidak mengatakan apapun, dia mengambil bag paper itu dan membawanya ke mobil.
Perjalanan menuju rumah besar keluarga Li membutuhkan waktu cukup lama karena jaraknya yang cukup jauh. Butuh 45 menit hingga akhirnya sampai ke kediaman Li. Li YongSheng membawa bag paper itu.
“Biar aku saja yang bawa “
“Tidak perlu. Aku akan membawakannya. Kakek akan marah padaku jika membiarkanmu membawa ini sendirian”
Li Yongsheng dan Shen Fengyin berjalan bersama. Shen Fengyin menekan bel, tidak lama seorang wanita paruh baya membuka pintu, dia mengabaikan Shen Fengyin dan menyambut putranya.
“Astaga putraku, banyak sekali barang yang kau bawa”
“Tidak apa-apa ibu”
“Shen Fengyin, kau sudah datang masuklah “
Kakek Li menyambut Shen Fengyin dengan ramah. Shen Fengyin menyapa anggota keluarga Li dengan hormat, namun Nyonya besar Li mengabaikannya.
“Hallo, semuanya. Maaf saya terlambat”
Seorang wanita datang, Nyonya besar Li tersenyum senang melihat wanita itu sedangkan keluarga Li yang lain menunjukkan ekspresi canggung.
“Shen Fengyue, kenapa kau ada disini ?”
“Aku yang mengundang Xiao Yue kemari “
Nyonya Li mendekati Shen Fengyue dan membawanya masuk. Shen Fengying berusaha untuk mengabaikan
kedekatan Nyonya Li dan Shen Fengyue.
“Shen Fengyue, apa yang kau bawa?”
“Aku membawa kue yang aku buat sendiri . Ini untuk mama”
“Terima kasih Xiao Yue”
“Ibu, aku juga punya sesuatu untukmu”
“Benarkah?”
Nyonya Li menanggapinya dengan acuh. Shen Fengying mengambil salah satu bag paper dan memberikannya pada Nyonya Li. Nyonya Li awalnya tidak ingin menerimanya tapi suami dan Kakek Li menatap tajam padanya. Nyonya Li dengan enggan mengambilnya dan mengambil sesuatu dari bag paper itu. Dia membuka kotak yang berada di bag paper itu. Betapa terkejutnya dia melihat satu set perhiasan berlapis permata.
"Perhiasan dari Lic production sedang jadi tren dan aku membeli perhiasan yang di desain khusus "
“Kakak Yin memberi hadiah yang bagus untuk mama”
__ADS_1
“Xiao Yue, aku lebih suka kue buatanmu daripada tas ini. Bukankah lebih baik hadiah hasil karya sendiri “
Shen Fengyin tidak terpengaruh dengan sindiran Nyonya Li. Dia mulai membagikan hadiahnya pada kakek dan juga ayah mertuanya.
“Shen Fengyin, kau datang “
Seorang pria berpostur tinggi yang memiliki wajah yang tampan dan senyuman yang hangat mendekati mereka.
“Hallo, kakak YongFan”
Li Yongfan mengabaikan Shen Fengyue dan mendekati Shen Fengyin.
“Kakak Fan, aku juga membawakan sesuatu untukmu “
“Terima kasih”
Li Yongfan menerima bag paper itu dan tersenyum. Li Yongfan mengusap lembut rambut Shen Fengyin. Li Yongsheng merasa tidak senang melihat keakraban kakaknya dan Shen Fengyin. Dia berdehem. Li Yongfan menyadari tatapan adiknya.
“Ayo, lebih baik kita segera pergi ke ruang makan”
Kakek Li mencoba untuk mencairkan suasana.
Li Yongsheng duduk di samping Shen Fengyue sesuai dengan keinginan Nyonya Li. Sedangkan Shen Fengyue duduk di sebelah kirinya dan disampingnya adalah Li Yongfan. Nyonya Li sengaja meminta Li Yongsheng mengambilkan makanan untuk Shen Fengyue, sedangkan Shen Fengyin hanya fokus dengan makanannya. Li Yongfan mengambil daging dan meletakkannya di mangkuk Shen Fengyin.
“Kau harus makan lebih banyak.Lihatlah, kau begitu kurus”
“Terima kasih, kakak fan”
Li Yongsheng melirik ke arah mereka berdua dengan ekspresi kesal. Kakek Li hanya memperhatikan kedua cucunya itu.
“Fengyin, kau memiliki hubungan baik dengan Huan Internasional, bagaimana jika kau membantu membujuknya untuk setuju bekerja sama dengan perusahaan Li”
“Maaf, ayah. Aku tidak bisa membantu. Perusahaan Huan cukup ketat dan juga aku tidak ingin menanggung resiko jika project kalian gagal hal itu akan menghancurkan hubungan perusahaan Shen dan Huan”
“Fengyin, bagaimana mungkin kau berpikir begitu ? Ayah yakin kali ini project perusahaan Li akan sukses. Apalagi Li Yongsheng yang bertanggung jawab,kau setidaknya harus membantu suamimu”
Shen Fengyin menoleh ke arah Li Yongsheng.
“Karena suamiku yang bertanggung jawab jadi bukankah lebih baik jika aku tidak ikut campur. Setidaknya dia harus tunjukkan bahwa dia cocok menjadi suami dari pemimipin Shen Group”
“Fengyin, kau terlalu sombong. Istri macam apa yang tidak mau membantu suaminya. Kau benar-benar tidak berguna sebagai istri “
“Sudahlah, ibu. Aku tidak perlu koneksi. Aku bisa menangani project ini dan mendapatkan persetujuan kerja sama dari Huan Internasional tanpa bantuan Shen Fengyin, jangan meremehkan kemampuanku “
“Sudah, tidak perlu berbicara bisnis saat makan. Shen Fengyin, malam ini menginaplah disini “
“Tapi, kakek aku...”
“Xiao Yin, apa kau ingin menolak permintaan kakek “
“Baiklah, kakek Li”
“Xiao yue, kau juga bisa menginap disini. Mama sudah menyiapkan kamar untukmu atau kau ingin tinggal di kamar A-Sheng?”
“Ibu, A-sheng sudah menikah bagaimana mungkin Fengyue berada di kamar A-Sheng”
“Kakak Fan benar, aku seharusnya tidak menganggu kakak Yin dan Kakak Sheng “
Shen Fengyue menunjukkan senyum tapi suaranya dibuat agar terlihat bahwa dia merasa sedih.
“Andai saja wanita licik tidak menjebak A-sheng mungkin kau saat ini sudah menjadi menantuku. Aku lebih suka A- sheng bersamamu jadi jangan sedih Xiao Yue”
Shen Fengyin berada di kamar Li Yongsheng, dia teringat saat kecil sering diam-diam pergi ke kamar Li Yongsheng dan tidur di ranjangnya.Walaupun pada akhirnya dia diusir oleh Li Yongsheng. Shen Fengyin hanya memandangi ruangan kamar itu yang tidak banyak berubah.
Tok Tok Tok
“Xiao Yin, apa kau sudah tidur?”
“Belum, kakek bisa masuk “
Kakek Li masuk diikuti dengan seorang pelayan yang membawa dua cangkir teh dan cemilan. Kakek Li duduk disofa dan pelayan itu menyajikan teh di atas meja.
“Xiao Yin, temani kakek untuk minum teh dan mengobrol”
“Baiklah kakek “
Shen Fengyin yang tadi duduk di ranjang kini berpindah ke sofa.
“Maaf,seharusnya kakek menghentikan Xia Wei yang meminta A-Sheng mengantar Shen Fengyue. Kau pasti merasa tidak nyaman bukan?”
“Tidak apa-apa kakek. Kakek tidak perlu merasa bersalah. Aku baik-baik saja”
__ADS_1
“Xiao Yin,apa kau pernah marah pada kakek karena tidak bisa mewujudkan keinginan kakekmu untuk membuatmu dan A-Sheng menjadi tunangan?”
Shen Fengyin terdiam.
“Kau pasti marah bukan, tapi kakek tidak bisa melakukan apapun karena saat itu semua keluarga Li memilih Xiao Yue “
“Aku mengerti, Shen Fengyue lebih menyenangkan daripada diriku. Bukankah kakek juga menyukai Shen Fengyue”
“Xiao Yue memang selalu bersikap manis namun kakek merasa kau yang lebih cocok bersama A-sheng dan sekarang kalian akhirnya menjadi pasangan suami istri. Kakekmu yang ada disurga pasti merasa senang dan aku juga bahagia karena kau bersama A-Sheng”
“Xiao Yue, kemarilah. Apa kau ingin tidur di pangkuan kakek seperti dulu “
“Tidak kakek, lagipula aku sudah besar dan berat”
“Tidak apa-apa kemarilah “
Shen Fengyue degan ragu duduk di samping kakek Li lalu perlahan menyandarkan kepalanya di pangkuan kakek Li. Kakek Li mengusap lembut rambut Shen Fengyin. Wanita itu mulai memejamkan mata, dia mulai merasakan kelembutan dan kehangatan seperti yang kakeknya berikan padanya. Shen Fengyin perlahan mulai tertidur.
Kakek Li memandang wajah tertidur Shen Fengyin yang terlihat polos. Dia tahu wanita muda ini harus menanggung banyak beban yang membuatnya kini menjadi tanpa ekspresi dan angkuh.
“Shen Fengyin, walaupun kau kuat tapi jika kau tahu kebenaran tentang rahasia identitasmu, apa kau masih bisa menyembunyikan perasaanmu”
Kakek Li memandang iba ke arah Shen Fengyin. Keluarga Shen adalah keluarga yang memiliki persaingan yang ketat. Mungkin jika sahabatnya tidak memilih Shen Fengyin, walau dia memiliki garis pewaris tapi seorang anak tidak sah dan dilahirkan dari wanita tanpa latar belakang akan selalu diserang.
Li Yongsheng kembali ke rumah , dia menuju ke kamarnya. Namun ketika dia membuka pintu, dia melihat Shen Fengyin tertidur di pangkuan kakek Li. Li Yongsheng tiba-tiba teringat tentang masa kecilnya dan Shen Fengyin.
“Xiao Yin, minggir. Kakek adalah kakekku, hanya aku yang boleh tidur dipangkuan kakek”
“Tidak, kakek Li juga kakek Yinyin”
“Bagaimana mungkin, kau bukan bagian dari keluarga Li. Kakek Li adalah kakekku jadi hanya aku yang boleh tidur dipangkuan kakek”
Li Yongsheng kecil mendorong Shen Fengyin kecil. Namun Shen Fengyin kecil justru mencengkam pakaian kakek. Li Yongsheng kecil merasa kesal, dia mulai mencari ide lain dengan mengelitik Shen Fengyin kecil. Gadis kecil itu tertawa.
“Ha ha ha...A-Sheng hentikan...ha ha”
“Kau harus menjauh dari kakek baru aku akan menghentikannya”
Shen Fengyin akhirnya bangun dan dia membalas mengelitik Li Yongsheng. Mereka berdua akhirnya saling tertawa.
“A-Sheng”
Li Yongsheng tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara kakek memanggilnya.
“A-Sheng, tolong pindahkan Shen Fengyin ke kasur “
“Baik kakek”
Li Yongsheng mendekat dan menggendong Shen Fengyin. Dia meletakkan wanita itu diranjang secara perlahan.
“A-Sheng, kau harus memperlakukan Xiao Yin dengan baik, bagaimanapun dia istrimu sekarang. Sudah malam, kakek akan kembali ke kamar “
Kakek Li meninggalkan kamar Li Yongsheng. Li Yongsheng memandang ke arah Shen Fengyin yang tertidur. Dia mengamati setiap detil wajah wanita itu. Shen Fengyin memiliki wajah yang cantik, kulit putih yang halus,
bulu mata yang panjang dan juga bibir merah ceri. Shen Fengyin memang memiliki kecantikan yang memikat namun sayangnya wanita itu selalu menujukkan ekspresi dingin.
Li Yongsheng tidak mengerti bagaimana wanita yang pemalu dan pendiam namun sering tersenyum ini kini
berubah menjadi seorang gadis yang dingin dan seolah tidak memiliki ekspresi. Wanita ini juga berubah menjadi wanita yang kasar, dia sebelumnya adalah gadis yang ramah dan baik tapi wanita itu selalu membully Shen Fengyue.
Li Yongsheng tidak suka sikap kasar wanita ini. Hal itu pula yang membuatnya lebih memilih bersama dengan Shen Fengyue daripada bersamanya. Ketika bersama Shen Fengyue juga dia merasa bahwa dia dibutuhkan dan selalu ingin melindunginya , hal itu berbeda dengan Shen Fengyin. Wanita ini adalah wanita yang kuat dan mendominasi.
Li Yongsheng menghela nafas.Dia berpikir jika Shen Fengyin memiliki sikap manis padanya seperti Shen Fengyue. Namun gadis itu justru bersikap manis pada kakaknya. Mungkinkah dia juga menunjukkan sikap manis dan manjanya pada pria lain. Kemarahan mulai muncul dihatinya.
Li Yongsheng berbaring d isebelah Shen Fengyin lalu memeluknya. Wanita itu seolah merasakan kenyamanan dalam pelukannya, dia menenggelamkan kepalanya di dadanya. Li Yongsheng tanpa sadar tersenyum,tapi ketika pikiran tentang wanita itu juga melakukan hal yang sama dengan pria lain membuat ekspresi cerah Li Yongsheng kembali menjadi gelap.
“Wanita licik, apa kau juga merayu pria lain dengan cara seperti ini”
Shen Fengyin tentu saja tidak menjawabnya, wanita itu sudah tertidur pulas.
Tok Tok Tok
Li Yongsheng merasa kesal ketika mendengar ketukan pintu. Awalnya Li Yongsheng hendak mengabaikan suara ketukan pintu itu tapi ketika melihat tidur Shen Fengyin terusik,dia dengan enggan bangun dari tempat tidur dan membukakan pintu.
Li Yongsheng mengerutkan keningnya melihat kakaknya berdiri di depan pintu.
“Kakak, apa yang kau lakukan disini? Jika kau ingin menemui istriku, maka kau bisa menemuinya besok. Saat ini, istriku sedang tidur”
“Li Yongsheng, aku ingin bicara berdua denganmu “
Li Yongsheng mengikuti kakak laki-lakinya ke ruang kerjanya.
“A-Sheng, berpisahlah dengan Shen Fengyin”
__ADS_1
Kedua pria yang memiliki tatapan tajam dan dingin itu saling berhadapan.