
Helena kembali ke mension milik Wang Yufeng bersama dengan mama mertua. Mobil itu berhenti di depan mension.
"Aku harus bertemu tuan muda kedua"
"Tuan tidak ada di dalam"
"Kalau begitu biarkan aku masuk"
"Tidak"
Petugas keamanan itu mendorong tubuh wanita itu.
"Kalian berani kasar pada nyonya masa depan kalian? Apa kalian tidak tahu bahwa aku telah mengandung calon pewaris tuan muda kedua"
Helena yang telah turun dari mobil mendengar hal itu. Dia membeku, apa yang baru saja dikatakan wanita itu tadi. Ny. Wang juga terkejut, dia memandangi wanita yang berpakaian seperti wanita murahan. Dia masih bisa menerima Helena namun menerima wanita lain yang seperti seorang wanita murahan dan seorang cucu dari wanita rendahan, dia tidak bisa menerima hal itu. Garis keturunan dari keluarga Wang haruslah dari garis keturunan keluarga kolongmerat, dia tidak percaya bahwa putranya bisa seceroboh itu.
"Jika kalian tidak membiarkanku tinggal maka aku akan beritahu semua orang tentang kehamilanku"
"BIARKAN DIA MASUK"
Ny. Wang melangkah dan mendekati gerbang.
"Nyonya besar, nyonya muda kedua"
Kedua penjaga itu memberikan hormat pada nyonya mereka. Wanita itu memandang Ny. Wang dan Helena. Perut helena mulai sedikit membesar.
Ny. Wang mendekatinya.
"Kau ingin masuk bukan? Masuklah"
Ny. Wang berjalan masuk diikuti oleh Helena dan wanita itu. Mereka masuk ke dalam mension.
"Berapa banyak yang kau inginkan? Aku akan memberikan berapa yuan yang kau inginkan asalkan kau gugurkan kandungmu itu"
"Aku tidak butuh uang"
"Lalu apa yang kau inginkan? Apa kau ingin menjadi nyonya rumah ini? Sayang sekali tapi Wang Yufeng sudah menikah dan wanita inilah nyonya rumah ini?"
"Walaupun aku tidak bisa menjadi nyonya tapi aku ingin anak yang aku kandung menjadi pewaris"
"Apa kau sudah kehilangan akal? Ambil saja cek ini dan tulis berapapun yang kau inginkan. Kami tidak akan mengakui anak itu yang belum tentu juga hal itu adalah keturunan Wang Yufeng"
"Nyonya besar, kenapa kau begitu kejam pada cucumu sendiri?"
Wanita itu mengucapkannya dengan nada sombong.
"Seorang cucu dari wanita rendahan tidak cocok untuk menjadi cucu keluarga Wang"
"Wanita rendahan? Tapi putra anda sudah menanam benih di dalam rahim wanita murahan ini dan anda mengakuinya atau tidak anak di janin ini tetaplah cucumu. Aku tidak akan pergi dari sini sebelum anakku mendapat pengakuan keluarga Wang"
"Kalau begitu jangan salahkan aku jika aku mengambil tindakan nekat"
Ny. Wang mengambil sesuatu dalam tasnya dan mengeluarkan pistol.
"Sekarang, tidak hanya janinmu itu yang tidak akan bertahan hidup tapi kau juga"
Ny. Wang bukanlah wanita bisa. Dia adalah keturunan dari keluarga kemiliteran dan juga dia sebelumnya adalah agen rahasia.
Wanita itu ketakutan walau dia berusaha menutupinya.
"Tunggu, mama mertua. Jangan melakukan ini"
"Helena, wanita ini berusaha untuk merebut statusmu dan hak waris anakmu. Kau ingin melindunginya"
"Mama mertua, bagaimanapun juga wanita ini juga mengandung anak Wang Yufeng. Cucunya masihlah memiliki darah keluarga Wang"
"Kita tidak bisa menbunuhnya"
"Helena"
"Mama, aku mohon. Biarkan bayinya hidup dan juga untuk sementara biarkan wanita ini tinggal disini sampai Wang Yufeng kembali"
"Baiklah, jika itu keputusanmu, karena kau adalah nyonya rumah ini, aku menghargaimu, menantuku"
"Pelayan Xin, tolong bawa wanita ini ke kamar"
"Baik nyonya"
Wanira itu mengikuti pelayan. Dia berhenti di sebelah Helena.
"Nyonya muda, kau sangat bermurah hati"
Wanita itu masih mengucapkan dengan nada sombong.
"Lebih baik kau istirahat. Jangan sampai hal ini mempengaruhi janinmu"
"Ya, mama"
Helena segera pergi ke kamar utama. Dia menutup pintu lalu merembahkan tubuhnya. Air mata mulai mengalir. Dia tidak ingin menangis dan dia tahu hal ini akan terjadi bagaimanapun dia sudah sepakat bahwa dia harus menerima wanita lain tapi dia tidak tahu kenapa hatinya merasa sakit kenapa dia merasa kecewa saat tahu bahwa wanita lain mengandung anak suaminya. Mungkinkah karena kehamilannya dia menjadi lebih sensitif atau mungkin tanpa dia sadari entah sejak kapan dia sudah jatuh cinta pada pria itu dan perasaannya semakin mendalam tanpa dia sadari.
"Tidak, pernikahan ini tidak boleh di pengaruhi oleh perasaan pribadi"
***
Saat malam hari, Li Huan Rui pulang ke mension. Dia disambut oleh pelayan.
"Selamat datang, tuan muda "
"Ya"
__ADS_1
Li Huan Rui langsung pergi ke kamarnya. Dia membuka pintu dan terkejut karena melihat istri dan putrinya.
"Yimin, istriku"
Yimin langsung berlari memeluk papanya. Gadis kecil itu memberikan ciuman di pipi papanya.
"Papa sekarang papa tidak sendirian lagi di rumah ini. Kami akan tinggal bersamamu"
"Kalian akan menetap? Lalu bagaimana dengan sekolahmu?"
"Yimin akan sekolah di B city"
"Bukankah kau tidak ingin berpisah dengan teman-temanmu?"
"Benar, tapi Yimin juga tidak ingin berpisah dari papa terlalu lama"
Li Huan Rui mengusap lembut rambut putri kesayangannya. Dia lalu melepas pelukannya.
***
Li Huan Rui berada di ruang kerjanya. Li Huan Rui memiliki banyak pekerjaan.
Tok tok tok
"Masuk"
Bai Xiao masuk ke dalam dan membawa nampan yang diatasnya terdapat segelas teh.
"Istri, kau belum tidur?"
"Bagaimana aku bisa tidur jika suamiku bahkan belum tidur. Jangan terlalu fokus bekerja kau harus beristirahat juga"
Bai Xiao meletakkan cangkir itu di atas meja.
"Terima kasih untuk perhatianmu"
Li Huan Rui meminum tehnya lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Bisakah aku membantu sesuatu?"
"Tidak, istriku lebih baik kau kembali ke kamar dan tidur"
"Bukankah aku sudah bilang aku tidak akan tidur jika kau belum tidur. Aku akan menunggumu "
Bai Xiao duduk di sofa. Li Huan Rui tidak bisa berkonsentrasi, bagaimana dia bisa berkonsentrasi jika istrinya yang cantik mengalihkan perhatiannya. Li Huan Rui biasa tidak akan kehilangan konsentrasi walaupun secantik apapun atau sesexy apapun wanita di depannya dia masih bisa berkonsentrasi tapi istrinya berbeda. Li Huan Rui menutup dokumemnya dan mendekati wanita yang bersandar dan memandanginya.
"Apa kau sudah selesai?"
"Aku akan menyelesaikan besok"
Li Huan Rui mengendong tubuh Bai Xiao.
"Suami, aku bisa berjalan sendiri"
Li Huan Rui tidak mendengarkan. Dia menbawa istrinya ke kamar mereka dan meletakkannya dengan perlahan. Dia memandang wajah cantik istrinya. Li Huan Rui menghela nafas lalu berbaring disampingnya dan memeluknya.
"Sudah lama aku tidak memelukmu seperti ini. Aku merasa kelelahanku hilang setelah memelukmu"
Bai Xiao menenggelamkan wajahnya di dada Li Huan Rui. Dia dapat merasakan detak jantung pria itu.
"Apa kau merindukanku?"
"Ya. Aku merindukanmu dan Yimin juga merindukanmu"
"Maaf, aku memiliki banyak pekerjaan. Aku tidak bisa mengunjungi kalian seperti sebelumnya"
"Aku mengerti"
Li Huan Rui memperat pelukannya. Li Huan Rui mulai memejamkan matanya. Dia biasanya tidak bisa tidur tapi tubuh Istrinya dan aromanya seperti aroma terapi yang membuatnya nyaman dan mengantuk.
***
"Dimana nyonya muda kedua? Apa dia tidak turun untuk makan"
"Nyonya sedang merasa tidak sehat, nyonya muda meminta makan di kamarnya"
"Nyonya muda kalian begitu lemah ya benar-benar tidak cocok menjadi nyonya muda. Kesehatanku bahkan lebih baik darinya walau saat ini aku sedang hamil, sungguh wanita lemah "
"Jaga bicaramu jika bukan karena menantuku yang membiarkanmu tinggal maka aku sudah mengusirmu dan juga wanita rendahan sepertimu tidak pantas untuk memandang rendah menantu dari keluarga Wang"
"Siapkan makanan untuk nyonya muda kedua, aku yang akan membawakan padanya"
"Baik, Nyonya"
***
Tok tok tok
"Helena"
Helena yang sedang berbaring segera bangun dan berdiri.
"Tidak perlu bangun. Bukankah tubuhmu lemas?"
"Mama, kenapa repot-repot membawakan makanan untukku"
"Apa yang salah jika seorang mama menbawakan makanan untuk putrinya"
"Apa kau menangis? Matamu bengkak?"
__ADS_1
"Tidak, aku..."
Ny. Wang meletakkan nampan di meja lalu memeluk memantunya.
"Bukankah mama sudah bilang untuk tidak terlalu memikirkan hal ini? Jangan khawatir, apapun yang terjadi kau akan tetap menjadi istri utama Wang Yufeng dan anakmulah yang akan menjadi penerusnya"
Helena hanya diam berada dipelukan Ny. Wang. Sejak mamanya pergi dia tidak pernah merasakan kehangatan seperti ini lagi. Air mata mulai mengalir lagi.
***
"Yimin, papa akan mengantarmu mendaftar sekolah"
"Tidak perlu, aku sudah mengurus pendaftarannya"
"Begitu ya. Papa harus berangkat"
Li Huan Rui memberikan kecupan di kening putrinya. Dia juga melakukan hal yang sama pada Istrinya.
***
Wanita bernama Hou Merlin bertindak seperti nyonya rumah. Dia memerintah pelayan sesuka hatinya. Para pelayan merasa kesal. Wanita itu berani memperlakukan mereka semena-mena berbeda dengan nyonya muda kedua. Walaupun masih ada batas antara nyonya dan pelayan tapi nyonya muda kedua mereka memperlakukan mereka dengan baik.
"Memang ada perbedaan antara Wanita terhormat dan seorang sampah"
Seorang pelayan memberi komentar.
"Aku lebih menyukai nyonya muda kedua kita daripada selingkuhan tuan muda. Aku harap tuan muda kedua tidak akan menyingkirkan nyonya muda kita untuk wanita penggoda itu"
"Tuan muda kedua tidak akan melakukannya. Aku bisa melihat bahwa tuan dan nyonya penuh kasih sayang"
"Sudah. Berhenti bergosip"
Nanny Yu memperingatkan pelayan yang lain untuk berhenti. Mereka akhirnya berhenti merutuk wanita itu.
***
Malam harinya, Wang Yufeng tiba di rumah. Mamanya sudah menceritakan semua padanya. Wang Yufeng langsung menuju ke kamar utama. Dia memandang istrinya yang bersandar di tempat tidur, tatapan matanya kosong, dia bahkan tidak menyadari Wang Yufeng yang mendekat ke arahnya. Pria itu naik ke tempat tidur dan memeluk tubuh istrinya.
"Wang Yufeng"
Helena terkejut dengan kehangatan yang tidak asing untuknya.
"Jangan terlalu memikirkan masalah ini. Aku akan mengatasinya dan mengirim wanita itu menjauh"
"Bagaimana kau bisa melakukan itu pada wanita yang mengandung anakmu?"
Wang Yufeng membelai lembut ranbut istrinya.
"Helena, aku yakin itu bukan anakku. Wanita itu pasti menggunakan anak pria lain untuk mengancamku dan mendapatkan hartaku"
"Bagaimana kau bisa yakin tentang itu? Bukankah kau sering bermalam dengan banyak wanita"
"Itu benar tapi aku, Wang Yufeng tidak pernah menabur benih secara sembarangan khususnya pada wanita uang yang tidak pantas untuk mengandung anakku"
"Selain dirimu aku selalu menggunakan pengaman dan juga aku selalu mengawasi mereka meminum obat kontrasepsi"
"Percayalah padaku. Hanya kau satu-satunya yang mengandung garis keturunanku. Aku sudah meminta orang untuk menyelidiki tentang wanita itu"
"Wang Yufeng"
"Ya"
"Setelah kasus ini selesai dan memang benar itu bukan anakmu bisakah kau menuruti keinginanku?"
"Baiklah, apa kainginanmu?"
"Bisakah kau tidak menyentuh wanita lain atau memeliki wanita lain? Aku tahu bahwa hal ini melanggar perjanjian kita tapi....tanpa aku sadari aku sudah jatuh cinta padamu. Aku bisa menunggumu untuk mencintaiku tapi aku tidak bisa menerima wanita lain bersamamu"
Helena menoleh ke arah Wang Yufeng yang terdiam. Helena tahu permintaannya tidak mudah untuk Wang Yufeng yang tidak bisa puas dengan satu wanita. Wang Yufeng menatap mata cokelat madu itu.
"Baiklah. Aku hanya akan memiliki istriku saja"
Helena tersenyum. Wanita itu mengulurkan tangan dan mengalungkan di leher Wang Yufeng. Dia lalu menciumnya. Helena awalnya yang memimpin tapi Wang Yufenglah yang mengendalikan ciuman penuh gairah mereka.
Tangan Wang Yufeng mulai bergerak dengan liar. Sejak terakhir dia berhubungan dengan Helena, dia tidak dapat menikmati bercinta dengan wanita lain.
Tangan Wang Yufeng mulai menelusuri kulitnya yang halus, tubuh Helena lebih sensitis karena kehamilannya. Helena tidak bisa menahan desahannya. Tangan pria itu mulai naik ke dadanya. Namun Wang Yufeng tiba-tiba menghentikan aktifitasnya. Dia melepaskan ciumannya dan memandang istrinya. Tubuh istrinya begitu sensitif dan membuatnya semakin menginginkannya tapi dia takut tidak bisa mengendalikan dirinya dan tubuh istrinya begitu lemah, dia tidak ingin menyakitinya.
"Kenapa?"
Helena merasa tidak puas karena pria itu berhenti tiba-tiba.
"Apa aku tidak memuaskanmu?"
Wang Yufeng memberi ciuman singkat dibibirnya.
"Bukan seperti itu. Aku takut tidak bisa mengendalikan diri dan menyakiti bayi di perutmu"
Wang Yufeng mengaitkan kancing piyama Helena yang berantakan.
"Tidurlah, aku harus pergi lagi untuk melakukan sesuatu"
"Kau pergi bukan untuk mencari wanita lain kan?"
"Tidak. Bukankah aku sudah berjanji padamu bahwa aku tidak akan menyentuh wanita lain selain Helena"
"Istirahatlah, Helena"
Wang Yufeng memberikan kecupan di dahinya lalu keluar kamar. Dia harus menemukan bukti bahwa anak itu bukan anak nya. Wang Yufeng sudah berpengalaman dalam hal ini bagaimanapun sudah banyak wanita yang datang ke mension dan mengaku memiliki anaknya walaupun Wang Yufeng sudah berhati-hati dan dia tahu bahwa anak yang mereka kandung adalah anak dari pria lain yang bermalam dengan mereka apalagi para gadis itu adalah wanita penggoda yang bisa menjadi penghangat ranjang siapapun karena itulah Wang Yufeng tidak mudah percaya ketika seorang wanita datang padanya dan mengaku memiliki anaknya. Hanya Helenalah yang dia percaya bahwa itu adalah anaknya karna Helena tidak banyak terhubung dengan pria lain. Li Huan Rui tidak pernah melakukan hubungan intim dengan Helena seperti yang dikatakan wanita itu saat mabuk dan juga dia melihat darah saat mereka berhubungan dan juga tuan muda Louist tidak memiliki kemampuan untuk membuatnya hamil karena itulah Wang Yufeng percaya dengan mudah bahwa anak itu adalah miliknya. Wanita lain yang berani mengaku memiliki anaknya dan menyakiti hati istrinya tidak akan dia lepas dengan mudah
__ADS_1