Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Chapter 37 (sincerity)


__ADS_3

Kedatangan Shen Fengyin membuat karyawan yang melihatnya terkejut , apalagi dengan keadaannya yang sekarang. Shen Fengyin mengabaikan setiap reaksi dari para karyawannya. Dia memutar roda di kursi roda dan masuk ke dalam lift. Ketika dia sampai di ruangannya, Asisten Han menghampirinya dengan tatapan khawatir.


“CEO Shen, apa yang terjadi?”


“Tidak apa-apa, ini hanya karena sebuah insiden”


Asiaten Han membukakan pintu untuk Shen Fengyin,


“CEO Shen, kemana anda pergi selama 1 bulan ini?”


Shen Fengyin tidak menjawab dan memilh mengalihkan pembicaraan


“Asisten Han, bagaimana keadaan perusahaan selama aku pergi? “


“Tidak banyak masalah, hanya saja ada bebapa jadwal yang seharusnya anda penuhi tapi wakil CEO Shen berhasil melakukannya”


Shen Fengyin tahu Sepupunya itu bisa diandalkan.


“Dimana Jenny Shen?”


“Wakil CEO kembali ke A country setelah menyelesaikan semua pertemuan”


“Jadi, apa aku memiliki jadwal”


“Tidak ada jadwal pertemuan apapun hari ini, tapi ada beberapa dokumen yang harus anda periksa”


“Ya, aku akan melakukannya. Asisten Han, bisakah aku meminta bantuanmu memulihkan nomer ponselku? Aku kehilangan ponselku”


“Tentu saja, CEO Shen”


“Kau bisa kembali”


“Baik, CEO Shen”



Mo Anan menjelajah weibo dengan bosan, dia tidak memiliki jadwal dan juga Li Yongfan sedang melakukan perjalanan bisnis. Mo An an tiba-tiba terpikirkan sesuatu, dia mungkin bisa menjemput Rui dan menemaninya. Mo An an mengambiol ponselnya dan meminta ijin pada Li Yongsheng untuk membawa Rui ke apartemennya.


Mo An an merasa senang ketika mendapat balasan persetujuan dari ayah anak laki-laki itu. Dia keluar dari apartemennya dan pergi berbelanja beberapa bahan makanan lalu membeli beberapa cemilan dan es cream yang disukai lelaki kecil itu.


Ketika dia masih menjadi nona muda keluarga Mo, Mo An an adalah anak manja, dia hanya tinggal duduk dan menunggu seseorang menyiapkan makanan untuknya tapi sekarang dia bukanlah nona muda lagi. Namun Mo An an mulai bisa memasak karena sesuatu yang terjadi di masa lalunya. Mi An an tidak pernah memasak lagi sejak saat itu karena sekarang dia tinggal sendiri tapi karena Li Yongsheng menitipkan Rui padanya dia mulai memasak lagi untuk anak laki-laki itu karena Li Yongfan sering memprotesnya karena memberikan Li Huan Rui makanan cepat saja jadi Mo An an mulai memasak makanan yang mungkin disukai anak-anak dan ketika pertama kali Li Huan Rui memujinya dia merasa senang .


Setelah selesai berbelanja dia pergi ke sekolah Li Huan Rui. Mo An an menghampiri Li Huan Rui yang mengobrol bersama seorang gadis kecil.


“Rui kecil”


“Bibi An, kenapa bibi disini?”


“Tentu saja menjemputmu”


Li Huan Rui merasa senang saat bibi An nya datang menjempunya. Bibi An selalu memasak makanan enak untuknya.


“Bibi, bisakah temanku ikut bersama kita”


“Oh tentu saja, Helena. Ayo ikut kami”


“Tidak bibi, aku naik bus saja. Hari ini aku juga akan pergi ke suatu tempat,sampai jumpa”


Helena segera berlari pergi.


“Ayo, Rui”


Li Huan Rui mengangguk dan mengikuti Mo An an.


Ketika tiba di apartemen, Mo An an meminta Li Huan Rui menunggu di ruang tamu dan menonton tv. Mo An An mengambilkan es cream untuk Li Huan Rui lalu dia fokus memasak di dapur. Mo An An terlalu sibuk hingga tidak menyadari bahwa bel pintu berbunyi. LI Huan Rui takut menganggu Mo An an jadi dia membukaka pintu setelah melihat siapa yang datang.


“Papa Fan “


“Rui, kau disini?”


Li Yongfan sedikit terkejut melihat Li Huan Rui berada di apartemen kekasihnya. Dia sengaja pulang cepat karena tidak sabar ingin memeluk kekasihnya.


“ Bibi An yang membawaku kesini”


“Lalu, dimana bibi An?”


“Di dapur”


Li Yongfan mengangguk.


“Papa akan membantu bibi An”


Li Huan Rui menghentikan papa Fannya, dia tahu papa fannya datang bukan untuk membantu tapi menganggu bibi An. Li Huan Rui sudah lamar, dia akan menunggu lebih lama jika paman Fannya menganggu bibi An nya.


“Papa Fan, lebih baik papa Fan menemani Rui menonton Tv. Jangan menganggu bibi An”


Li Huan Rui menarik Li Yongfan ke ruang tamu. Pria itu cemberut tapi dia hanya bisa menuruti keinginan pria kecil itu. Li Huan Rui menyadari raut wajah papa Fan nya yang tidak baik, dia bahkan menawarkan es cream pada papa Fan nya.


Mo An an selesai menyiapkan makanan, dia berjalan ke ruang tamu untuk memanggil Rui. Namun dia terkejut melihat Li Yongfan bersama Li Huan Rui. Li Yongfan memandang kekasihnya itu yang masih menggunakan clemek berwarna merah mudah. Dia tidak pernah menyangka istrinya akan terlihat begitu imut.


Li Huan Rui segera berlari menujuk ke meja makan saat bibi An nya memanggilnya. Li Yongfan juga mengikutinya. Dia melihat banyak hidangan yang disajikan.


“Ayo, Rui kecil. Makan yang banyak”


Mo An an mengambilkan makanan dipiring Rui. Li Yongfan sedikit cemberut melihat kekasihnya memperhatikan Rui kecil.


“An, bisakah kau mengambilkan untukku juga”


“Baiklah”


Mo An an mengambilkannya. Lalu dia kembali fokus pada Li Huan Rui dan menanyai Li Huan Rui bagaimana rasanya. Pria kecil itu mengacungkan jempolnya dan membuat Mo An an menjadi senang. Mereka mulai mengobrol, Li Huan Rui juga bercerita tentang ibunya datang menemuinya.


“yinyin telah kembali? Syukurlah”


“Apa mamamu tinggal bersama kalian?”


Li Huan Rui mengeleng sebagai jawaban dari pertanyaan Mo An An.


“Tidak, ibu menolak untuk tinggal”


Mo An An hanya menanggapi dengan anggukan. Dia tahu Shen Fengyin mungkin tidak akan nyaman tinggal di apartemen milik Li Yongsheng apalagi sepertinya hubungan Shen Fengyin dan Li Yongsheng sedang tidak terlalu baik.



Li Yongsheng dan Shen Fengyin merasa canggung ketika mereka bertemu. Shen Fengyin menghubungi Li Yongsheng untuk bertemu dengannya, dan Li Yongsheng merasa begitu senang hingga akhirnya saat jam istirahat dia segera pergi ke tempat yang dia janjikan untuk bertemu dengan Shen Fengyin.


“Shen Fengyin, kemana kau pergi selama 1 bulan ini? dan juga...apa yang terjadi padamu?”


“Untuk apa aku mengatakannya padamu? Li Yongsheng, tidak perlu berpura-pura peduli padaku”

__ADS_1


“Shen Fengyin, aku sungguh tulus padamu. Aku khawatir padamu”


“Jika aku memberitahumu kau pasti tidak akan percaya”


“Fengyin, aku bahkan belum mendengarnya aku tidak bisa memutuskan percaya atau tidak”


“Baiklah, sebulan yang lalu aku mengalami kecelakaan dan ini semua adalah rencana kekasihmu itu , Chen Xixi. Dia melakukannya untuk melenyapkanku”


Li Yongsheng terdiam, tapi ketika dia ingin menanggapi Shen Fengyin memotong ucapannya.


“Aku tahu kau pasti tidak akan percaya padaku bukan? Bukankah dipikiranmu Chen Xixi adalah wanita baik, tapi aku juga tidak peduli kau percaya atau tidak. Aku memintamu bertemu bukan untuk mengobrol banyak denganmu. Aku akan langsung pada maksudku”


Shen Fengyin mengeluarkan kartu golf dari tasnya.


“Ini untuk biaya hidup Li Huan Rui. Kau bisa memenuhi kebutuhan Li Huan Rui dengan kartu ini dan kata sandinya ada di belakang kartu itu. Jika uangnya kurang, kau bisa mengatakan padaku dan aku akan mentranfernya”


Shen Fengyin meletakkannya di depan Li Yongsheng. Namun digeser kembali oleh Li Yongsheng.


“Tidak perlu, aku masih bisa memenuhi kebutuhan putraku”


“Li Yongsheng, berapa pendapatanmu per bulan sebagai pegawai biasa di senuah perusahaan yang bahkan belum terkenal? Apa kau pikir pendapatanmu itu akan cukup untuk mencukupi kebutuhan Rui. Tidakkah kau tahu biaya sekolah Li Huan Rui perbulan? Dan juga kau setidaknya harus memberikan makanan yang baik untuk Li Huan Rui lalu bagaimana jika dia menginginkan sesuatu , bisakah kau memenuhi semua keinginannya dengan uang dari penghasilanmu”


“Aku akan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan Li Huan Rui tanpa mengandalkan bantuanmu”


Shen Fengyin menghela nafas.


“Baiklah, jika kau tidak ingin menerima uang dariku bagaimana jika aku memberimu penawaran lain”


“ Kau bisa bekerja diperusahaan Shen, aku akan memberikan jabatan yang lebih baik dan gaji yang lebih tinggi”


“Shen Fengyin, aku sudah terikat kontrak dan juga aku tidak ingin memanfaatkan koneksi mu”


Shen Fengyin mengepalkan tangan.


“Li Yongsheng, kenapa kau begitu egois. Aku melakukan ini bukan untuk membantumu tapi untuk putraku. Li Yongsheng, kau mungkin tidak akan mengerti bagaimana perasaan seorang ibu, aku ingin melihat Li Huan Rui mendapatkan kenyamanan, aku ingin dia mendapatkan fasilitas yang terbaik untuk menunjang masa depannya, aku ingin putraku tidak mengalami kesulitan dan bisa melindungi putraku”


“Aku bekerja keras agar bisa memenuhi semua kebutuhan putraku , bagaimana mungkin sekarang aku membiarkan putraku hidup dalam kekurangan, dia harus tinggal di apartemen kecil aku selalu memikirkan apa dia merasa nyaman, apakah disana ada pendingin udara atau apakah ada pemanas sehingga putraku tidak kedinginan dan juga aku selalu memikirkan apakah putraku makan dengan baik apakah nutrisinya terpenuhi “


“Shen Fengyin, kau tidak perlu khawatir. Li Huan Rui juga putraku, aku juga ingin dia memiliki masa depan yang baik dan mendapatkan kenyaman dan aku bisa melakukannya. Aku tidak akan membiarkan putraku kedinginan ataupun kepanasan, aku tidak akan membiarkan putraku merasa tidak nyaman dan juga aku juga berusaha memberikan semua yang diinginkan putraku. Walaupun pendapatanku tidak seberapa dibandingkan denganmu tapi aku bisa meyakinkanmu aku akan berusaha agar Li Huan Rui tidak mengalami kesulitan”


Shen Fengyin menghela nafas.


“Aku mengerti, tapi bisakah kau menerima ini. Anggap saja ini sebagai tunjangan dariku untuk putraku. Bagaimanapun aku adalah ibu Rui, aku memiliki hak untuk Rui?”


Li Yongsheng merasa ragu-ragu, dia tidak ingin Shen Fengyin terluka. Dia akhirnya menerima kartu itu.


“Baiklah”


"dan ini juga. Aku sudah menyiapkan apartemen yang lebih baik. kalian bisa tinggal disana"


Shen Fengyin memberikan sebuah kertas.


"Di belakang kertas alamat ,ada juga kata sandi nya"


“Shen Fengyin ini terlalu berlebihan. Aku...”


"Ini untuk putraku. Bagaimana mungkin ini berlebihan. Aku harap kalian akan secepat nya pindah di apartemen itu dan apartemen ini juga dekat dengan sekolah Huanrui"


Li Yongsheng tidak punya pilihan lain selain menerimanya.


"Terima kasih"


Shen Fengyin memutar kursi rodanya.


“Oh ya, aku sudah membayar biaya makan siang”


“Fengyin, biarkan aku membantumu mendorong”


“Tidak perlu. Aku bisa sendiri”


“Fengyin, biarkan aku melakukannya. Anggap saja ini balasan karena sudah mentraktirku makan siang”


“Baiklah”


Shen Fengyin menyerah, jika tidak dia akan terus berdebat dengan Li Yongsheng. Li Yongsheng membawa Shen Fengyin ke mobil. Supir itu membuka pintu, Li Yongsheng tiba-tiba mengendongnya dan membantunya duduk. Shen Fengyin sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan pria itu.


“Nona Shen, bolehkah aku menumpang mobilmu? Tempat kerjaku cukup jauh dan akan butuh waktu lama jika harus menunggu bus”


Shen Fengyin hanya mengangguk. Li Yongsheng tersenyum. Pria itu duduk disamping Shen Fengyin setelah memasukkan kursi roda. Mereka berdua merasa canggung. Shen Fengyin hanya diam memandang ke luar jendela. Li Yongsheng hanya memandanginya,


“Apa kakimu merasa tidak nyaman? Kau bisa meluruskan kakimu di pangkuanku?”


“Tidak perlu. Aku bahkan tidak merasakan apapun pada kakiku”


Shen Fengyin menanggapi dengan dingin.


“Fengyin, apa benar Chen Xixi yang menyebabkanmu seperti ini? Tapi bagaimana bisa?”


“Kau tidak akan percaya padaku bukan jadi aku tidak akan membuang-buang waktu untuk menjelaskannya”


Shen Fengyin menanggapinya dengan dingin.


“Fengyin, maafkan aku atas apa yang terjadi waktu itu. Aku bukannya ingin menyalahkanmu atau tidak percaya padamu. Hanya saja karena aku melihat Chen Xixi jatuh saat itu dan hanya ada kau jadi aku berpikir kau melakukannya. Namun aku mencoba memikirkannya lagi dan mempertimbangkan penjelasanmu saat itu tapi aku masih tidak yakin mungkinkah Chen Xixi melukai dirinya sendiri. Aku menanyakan pada Chen Xixi lagi tentang kejadian itu tapi dia tetap menegaskan hal yang sama”


“Dan kau percaya padanya bukan?”


“Aku tidak yakin, tapi aku tidak bermaksud menyalahkanmu lagipula ini kesalahanku karena menerima pekerjaan yang diberikan Chen Xixi tanpa mempertimbangkan perasaanmu. Aku juga mendiskusikan ini dengan kakakku dan aku tahu aku memang salah. Fengyin, kau tahu aku merasa khawatir padamu dan juga Rui selalu bertanya tentangmu yang membuatku semakin sulit. Aku menyesal karena membuatmu pergi ”


“Fengyin, kau mau memaafkanku bukan?”


Li Yongsheng mengenggam tangan Shen Fengyin. Wanita itu memikirkan apa yang dikatakan pria itu, dia tahu dia memang kekanakan saat itu. Dia tahu seharusnya dia bisa mengendalikan emosinya saat itu. Dia bahkan tidak mempertimbangkan putranya tapi Shen Fengyin memang tidak bermaksud untuk benar-benar melarikan diri namun lukanya yang parah membuatnya harus menghabiskan banyak waktu untuk pemulihan dan semua karena wanita itu.


“Ya”


“Fengyin, bisakah kau mengatakan apa yang terjadi padamu?”


“Apakah kau akan percaya padaku?”


“Tentu, kali ini aku akan percaya padamu”


Shen Fengyin akhirnya menceritakan apa yang telah terjadi dan juga tentang penyelidikan yang dilakukan kakaknya.


“Tapi, kenapa dia melakukan itu?”


“Apa kau tidak tahu alasannya? Dia mencintaimu tentu saja dia ingin melenyapkanku untuk mendapatkanmu”


Li Yongsheng tidak menyangka Chen Xixi melakukan cara licik itu.


“Sungguh melelahkan, wanita-wanitamu itu selalu menjadikanku target”

__ADS_1


Shen Fengyin mengucapkannya dengan nada menyindir. Li Yongsheng merasa bersalah karena dia membuat Shen Fengyin dalam bahaya.


“Maafkan aku. Aku janji tidak akan terlibat dengan wanita lain”


“Bahkan jikapun kau terlibat dengan wanita lain aku juga tidak peduli. Kau bisa menikmati kehidupan percintaanmu dengan wanita manapun. Aku tidak ingin terlibat lagi”


“Fengyin, aku hanya mencintaimu”


“Bahkan walaupun kau mengatakan hal itu aku tidak ingin percaya lagi. Li Yongsheng, kau selalu goyah ketika wanita lain datang. Aku lelah harus berurusan dengan wanita-wanitamu itu yang pada akhirnya akulah yang terluka”


“Maafkan aku”


Shen Fengyin mengabaikannya.


“Aku tahu aku bukanlah pria yang dapat kau andalkan, tapi aku tidak pernah mencintai wanita lain selain dirimu.Hanya kaulah satu-satunya cinta dalam hidupku”


“Tuan Li, lebih baik kau merayu wanita-wanita lain itu. Kata-kata manismu itu tidak cocok untukku”


“Fengyin, aku benar-benar serius. Apa yang aku katakan adalah perasaanku yang sebenarnya”


Shen Fengyin menatap lurus ke arahnya. Dia dapat melihat ketulusan dari tatapan mata Li Yongsheng namun dia akhirnya mengalihkan pandangannya. Dia merasa takut untuk terlarut dalam perasaannya. Dia tidak ingin terluka dan terluka lagi karena mencintai pria itu.


“Tuan, kami sudah sampai”


Li Yongsheng turun dari mobil.


“Terima kasih untuk tumpangannya”


Shen Fengyin melihat kantor tempat Li Yongsheng bekerja, dia tahu bahwa perusahaan itu bukanlah perusahaan terkenal tapi dia tidak menyangka bangunan perusahaan itu lebih kecil dari yang dia bayangkan.


“Kau bekerja di kantor ini?”


“Ya, kantornya memang kecil tapi kantor ini memiliki kualitas yang cukup bagus dan banyak pegawai berpengalaman juga”


“Oh”


“Fengyin, aku tahu kau tidak percaya dengan apa yang aku katakan tapi aku tidak akan menyerah padamu. Aku akan berusaha keras untuk menjadi pria yang pantas untukmu “


Li Yongsheng lalu berlari pergi setelah mengatakannya karena dia sudah terlambat.


“Nona Shen, sepertinya pria itu bersungguh-sungguh pada anda”


Supir Shen Fengyin ikut menanggapi Shen Fengyin mengabaikannya. Dia meminta supir itu untuk melajukan mobilnya.



Li Yongfan memeluk mo An an yang sedang mencuci piring.


“Li Yongfan, apa yang kau lakukan? Bagaimana jika Rui melihatnya”


“Rui sedang mengerjakan PR diatas. Dia tidak akan turun”


“Sayang, aku benar-benar merindukanmu”


Bibir Li Yongfan mulai menjelajahi leher Mo An an.


“Yongfan, jangan meninggalkan tanda”


Li Yongfan cemberut dan akhirnya menjauhkan wajahnya.


“ An, kau terlihat seperti seorang istri jika seperti ini. Sungguh menyenangkan memiliki seorang istri yang memasak untukku setelah pulang kerja”


Mo An an tidak menanggapi. Dia melepaskan pelukan Li Yongfan.


“Aku harus mengatar cemilan untuk Rui”


Mo An an mengambil beberapa makanan ringan.


“Kau sangat perhatian pada Rui bahkan mengabaikanku”


Li Yongfan sedikit kesal. Mo An an tertawa kecil.


“Apa kau cemburu dengan putramu?”


“An, Rui anak Shen Fengyin dan Li Yongsheng”


“Tapi, kau juga papanya. Rui selalu memanggilmu papa bukan? “


Mo An an pergi ke lantai atas dan memberikan cemilan pada LI Huan Rui. Pria kecil itu merasa senang dan mengucapkan terima kasih. Mo An an lalu pergi karena tidak ingin menganggu Rui. Mo An an turun ke bawah dan melihat Li Yongfan masih duduk di ruang makan. Dia terlihat melamun.


“Ada apa? Apa sesuatu menagnggumu?”


Mo An An duduk disebelah Li Yongfan.


“An, ayo kita menikah?”


“Li Yongfan, kita sudah membicarakan hal ini bukan? Aku tidak bisa menikah denganmu”


“An, aku tidak peduli dengan statusmu saat ini. Aku ingin kau berada disisiku menjadi istriku”


Li Yongfan mengenggam tangan Mo An an.


“ Li Yongfan, kau mungkin tidak peduli tapi bagaimana dengan keluarga Li? Bagaimanapun aku hanyalah wanita biasa. Aku tidak pantas menjadi menantu keluarga Li dan juga kau tahu bukan seperti apa masa laluku. Keluargamu pasti tidak akan setuju”


Mo An An melepaskan tangan Li Yongfan.


“An, pendapat keluargaku tidak penting. Aku akan melindungimu jika keluargaku menganggumu. An, aku sungguh ingin bersamamu”


“Li Yongfan, aku tidak bisa. Aku tidak pantas menjadi istrimu. Kau hanya akan menyesal menikah denganku”


“Tidak, aku tidak akan menyesal”


“Li Yongfan, aku tidak akan bisa memberimu pewaris”


Li Yongfan terdiam.


“Kau tahu seperti apa kehidupan masa laluku bukan? Aku sudah berulang kali melakukan aborsi”


“Hingga dokter menvonisku tidak bisa memiliki anak lagi”


Mo An an mengigit bibirnya agar dia tidak menangis.


“Li Yongfan, aku bukanlah wanita yang baik untukmu. Kau adalah pria yang baik, aku tidak pantas untukmu”


Li Yongfan masih tidak bereaksi.Namun ketika perlahan air mata mulai membasahi Mo An an. Li Yongfan menariknya dalam pelukannya.


“An, aku hanya membutuhkanmu tidak masalah jika kita tidak memiliki seorang anak. Keluarga Li tidak hanya punya aku tapi mereka juga punya A-Sheng. Li Huan Rui juga masih keturunan keluarga Li. Setidaknya Li masih memiliki seorang ahli waris dan juga jika kau ingin memiliki seorang anak kita bisa mengadopsi satu”


Li Yongfan memeluk mo An an dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2