
"A-Sheng, kembali lah ke keluarga Li"
"Perusahaan Li membutuhkanmu"
Li YongSheng tertawa pahit. Sekarang dia tahu kenapa papanya tiba-tiba menghubunginya dan memintanya datang ke perusahaan.Dia tahu papanya hanya datang padanya karena dia membutuhkannya, tapi Li YongSheng tidak berniat untuk kembali ke keluarga Li bahkan dia ragu apakah mereka pantas disebut keluarga.
"Tuan Li, saya tidak berniat kembali ke keluarga Li ataupun mengolah perusahaan"
"A-Sheng, aku tahu kau marah tapi perusahaanku membutuhkan penerus. Kakakmu memiliki perusahaan nya sendiri dan tidak ingin campur tangan, papa hanya memilikimu sebagai penerus"
"Saya tidak berniat lagi kembali ke perusahaan Li "
"A-Sheng, kalau begitu lakukan ini untuk keluarga Li. Walaupun kau marah padaku tapi setidaknya kau harus berkorban untuk keluarga Li"
"Saya bukan anggota keluarga Li lagi setelah anda mengusir saya"
"Saya tidak peduli dengan apapun yang terjadi dengan keluarga Li"
"Li YongSheng, apa kau lupa jasa keluarga Li padamu? Aku sudah mengangkat derajatmu, mengakui anak haram sepertimu menjadi bagian dari keluarga Li. Tidak bisakah kau berkorban sedikit untuk keluarga Li"
Li YongSheng mengepalkan tangannya. Pengorbanan apa yang tidak dia lakukan untuk keluarga Li. Dia harus menikahi Shen Fengyin untuk menyelamatkan keluarga Li (walaupun hal ini tidak dia sesali) , dia harus menikahi Shen Fengyue juga untuk menyelamatkan keluarga li dan mengangkat derajat keluarga Li. Dia hanyalah boneka yang digunakan untuk keluarga Li.
"Saya berterima kasih anda menerima anak haram ini, tapi saya tidak ingin menjadi alat lagi untuk perusahaan Li"
"Li YongSheng kau...."
Tuan Li ingin memukulnya tapi tangannya ditahan oleh Li YongSheng. Di masa lalu dia hanya diam menerima setiap perlakuan keluarga Li padanya tapi sekarang tidak lagi.
"Tuan Li. Jika tidak ada perlu. Silahlahkan pergi"
"Li YongSheng, kau akan menyesal memperlakukan keluarga mu seperti ini?"
"Keluarga?sejak kapan anda memperlakukan saya sebagai keluarga? Kalian memperlakukan saya dengan baik hanya karena saya berguna. Saya masih ingat dengan jelas, anda bahkan tidak memperhatikan saya saat saya kecil , tapi setelah kakak memutuskan pergi, anda bersikap perhatian untuk membujukku. Saya hanyalah alat untuk menunjang keluarga Li. Setelah anda tidak membutuhkan saya"
"Tuan Li, anda bisa cari anak-anak haram anda yang lain dan membesarkannya"
"Li YongSheng, kau...."
"Saya permisi"
Li YongSheng meninggalkan kantor keluarga Li. Dia ingin menjalani kehidupannya dengan pilihan sendiri. Dia lelah mengikuti keinginan orang lain padanya.
Li YongSheng berhenti ketika melihat mobil bartley berhenti di depannya. Seorang wanita membuka kaca mobil.
"Naiklah"
"Apa yang kau lakukan disini?"
"Menjemputmu . naiklah"
Li YongSheng masuk ke dalam mobil.
"Suatu kehormatan bagi saya di jemput oleh CEO Shen"
"Tidak perlu berlebihan"
Shen Fengyin melajukan mobilnya. Tidak ada banyak pembicaraan diantara mereka sepanjang perjalanan.
"Apa yang CEO li katakan padamu?"
"Dia memintaku kembali mengelola perusahaan Li dan kembali ke keluarga Li"
"Apa kau menerimanya?"
"Tidak"
"Oh"
"Apa kau kecewa?"
"Tidak"
"Aku tidak punya apapun sekarang. Apa Nona Shen masih menerima Li YongSheng yang miskin ini?"
"Tentu saja. Tuan Li, kau bukanlah pria miskin. Aku bisa memberikan apapun yang kau mau lebih dari keluarga Li. Aku akan membesarkanmu"
"Ya. Sepertinya aku harus bergantung dengan istriku yang kaya"
Li YongSheng tersenyum.
Hubungan Li Yongfan dan mo An an semakin dekat tapi tidak ada perkembangan dalam status mereka. Mo An an semakin terkenal dengan drama-drama populer yang dia mainkan. Tentu saja hal itu berkat Li Yongfan.
Li Yongfan duduk di pangkuan Mo An an yang sedang membaca skrip.
"An, apa bisakah kau berhenti menjadi aktris"
Li Yongfan tidak suka ketika harus melihat mo An an beradegan mesra dengan lawan mainnya.
"Jika aku tidak bekerja bagaimana aku memenuhi kebutuhan hidupku"
"Aku bisa memenuhinya. Aku akan memberikan apapun yang kau inginkan"
"Aku tidak ingin menjadi simpanan yang mengandalkan uangmu. Saat kau membuangku nanti aku akan sengsara karena tergantung denganmu"
"Aku tidak akan membuangmu"
"Tentu saja sekarang kau tidak tapi kita tidak tahu apa yang terjadi di masa depan"
Li Yongfan terbangun. Dia mengenggam tangan Mo An an.
"Tidak akan. Bahkan jikapun itu terjadi aku tidak akan membiarkanmu hidup dalam kesulitan"
Mo An an tidak menghiraukannya dan fokus dengan skripnya.Li Yongfan tiba-tiba melingkar kan tangan memeluk nya. Dia membenamkan wajahnya di leher mo An an. Dia menyadari sesuatu.
"Kau menggunakan pafrum seperti milik Shen Fengyin"
"Kau menyadari nya?"
Bagaimana tidak. Dia sudah tinggal bersama Shen Fengyin selama 6 tahun.
"Tidakkah kau suka?"
Li Yongfan memandang ke arah mo An an. Dia menyadari mo An an mulai meniru Shen Fengyin dengan menata rambut seperti dia, pakaian , dan parfum.
Mo An an menjadi gugup. Dia menghabiskan banyak uang untuk menjadi seperti Shen Fengyin. Bagaimanapun apapun yang digunakan Shen Fengyin adalah sesuatu yang berkualitas tinggi dan mahal.
"Tidak perlu meniru Shen Fengyin"
"Kenapa? Tidakkah kau awalnya tertarik untuk bersamaku karena aku mirip dengan Shen Fengyin dan juga..."
Li Yongfan menciumnya. Ciuman pria itu dalam dan bergairah. Li Yongfan melepaskan ciumannya.
"Kau, mo An an. Bukan Shen Fengyin. Untuk apa kau meniru Shen Fengyin. Kau berbeda darinya"
Ada nada kemarahan dalam ucapan Li Yongfan. Mo An an berpikir bahwa li Yongfan marah karena dia tidak pantas meniru Shen Fengyin. Mo An an tahu dia berbeda dari Shen Fengyin bahkan status Shen Fengyin begitu tinggi sedangkan dia hanyalah mantan nona muda yang menjadi seorang aktris dengan mengandalkan tubuhnya. Tentu saja Wanita rendahan sepertinya tidak bisa dibandingkan dengan Sheb Fengyin.
__ADS_1
"Aku mengerti"
"Bagus"
Li Yongfan berdiri.
"Aku pulang dulu"
"Tidak ingin bermain?"
"Aku sedang tidak ingin bermain"
Li Yongfan berbalik. Dia mencium kening Mo An an.
"Istirahat lah. Besok kau harus melakukan syuting yang panjang"
Li Yongfan lalu berbalik pergi. Dia tidak bisa menyentuh wanita itu. Dia tidak ingin wanita itu berpikir bahwa dia hanyalah pengganti Shen Fengyin dan dia tidak ingin melihat bayangan Shen Fengyin pada diri nya. Dia ingin melihat mo An an sebagai mo An an bukan Shen Fengyin.
Mo An an merasa kecewa. Sebegitu marahkan Li Yongfan. Mungkin kah dia tidak ingin bersama nya lagi karena hal ini.
Mo An memeluk li Yongfan dari belakang.
" Aku melakukan hal ini untuk menyenangkanmu tapi jika kau tidak suka aku tidak akan melakukannya lagi. Jangan marah"
Li Yongfan menghela nafas. Li Yongfan berbalik.
"Aku tidak marah. Tolong lepaskan"
"Tidak, Li Yongfan jangan tinggalkan aku"
Mo An an sudah tahu Li Yongfan akan meninggalkan. Tapi dia masih selalu takut, takut dia bosan padanya, takut dia tidak bosan padanya.
Li Yongfan berbalik. Dia memandang mo An an yang sudah berkaca kaca. Mo An an , dia mungkin terlihat dingin tapi hatinya begitu lembut. Dia dibesarkan dengan penuh kasih sayang sebagai putri kecil tapi dia sekarang kehidupannya mulai berubah.
Li Yongfan menciumnnya dengan lembut. Lalu melepaskannya.
"Aku tidak akan meninggalkan mu."
Dia membelai lembut pipinya.
"Aku hanya akan kembali ke rumah. Aku harus berdiskusi tentang sesuatu pada Shen Fengyin"
Mo An an merasa tenang. Li Yongfan memeluk nya.
Li YongSheng, Shen Fengyin dan Li Huan Rui makan malam bersama.
"Papa, Rui mau udang"
"Baiklah. Papa akan mengupas untuk mu"
Shen Fengyin sudah memberi tahu pada Li Huan Rui tentang ayahnya. Walaupun butuh waktu tapi Li Huan Rui akhirnya memanggil Li YongSheng dengan sebutan papa dan betapa bahagianya pria itu.
"Papa, hari ini Rui tidur dengan papa ya?"
"Rui. Kau sudah besar. Bagaimana mungkin kau tidur dengan papa mu"
Shen Fengyin melarang dengan tegas.
"Kenapa? Mama juga sering ke kamar papa saat malam. Mama bahkan sudah lebih tua dari Rui"
Shen Fengyin tersedak. Dia tidak tahu bahwa Rui mengetahuinya. Shen Fengyin menjadi malu.
"Papa, bolehkah?"
Li Huan Rui merasa senang.
Li Yongfan pergi ke ruang Shen Fengyin.
"Fengyin. Aku sudah mengurus perpisahan kita"
"Baguslah. Kakak Fan, kapan kau meresmikan hubungan mu dengan mo An an"
Shen Fengyin awalnya marah tapi ketika Li Yongfan menjelaskan bahwa dia tidak akan meninggalkan mo An an dan menjaga nya disisinya. Shen Fengyin akhirnya mendukung keputusannya. Lagipula sahabatnya itu begitu mencintai li Yongfan.
"Aku masih belum yakin"
"Kakak, kau bilang kau tidak main-main dengan nya"
"Benar tapi hubungan ku dan mo An an masih rumit"
"Bagaimana dengan mu? Kapan kau akan menikah lagi dengan A-Sheng? "
"Kami belum menentukan"
Shen Fengyin melihat dokumen perceraian nya dengan li Yongfan.
"Fengyin, aku harap kau bahagia"
"Aku juga. Aku berharap kakak Fan juga bahagia"
"Oh ya. Kalian bisa tinggal di mension. Aku akan pindah"
"Tidak perlu. Aku sudah mencari rumah baru dan tidak jauh dari sekolah Rui"
"Begitu"
"Kakak, kau bisa membawa Mo An An tinggal disini"
"Aku akan bicara dengannya"
Li Yongfan meninggalkan ruang Shen Fengyin. Shen Fengyin memikirkan dia akan segera kembali dengan Li YongSheng. Dia tersenyum membayangkan kehidupan pernikahan yang dia impikan . namun kebahagiaan nya harus tertunda
"Aku sudah memilih rumah. Mungkin kita bisa pindah lusa "
"Aku akan mengambil cuti untuk kita bisa berlibur bersama dengan rui setelah kita mendaftarkan pernikahan"
"Fengyin, bisakah pernikahan kita ditunda?"
"Oh. Kenapa?"
"Aku...lusa aku harus pergi ke S city. Aku mendapat kan pekerjaan di cabang CS"
"CS? Chen Xixi yang memberikan pekerjaan ini ?"
"Iya tapi"
"Bagaimana jika aku tidak setuju ? Apa kau akan pergi?"
"Shen Fengyin. Aku tidak akan mengubah keputusanku"
"Li YongSheng, aku bisa memberimu jabatan di Perusahaan Shen. Jabatan apa yang kau ingin kan? Direktur? Manager? Atau kau ingin membangun perusahaan? Shen bisa menjadi pendukungmu"
__ADS_1
"Fengyin, aku tidak ingin bergantung denganmu"
"Tidak ingin bergantung denganku? Tapi kau mengandalkan Chen Xixi?"
"Fengyin, bukan seperti itu..."
"Baiklah, pergilah. Lakukan apapun yang kau mau"
Shen Fengyin pergi meninggalkan Li YongSheng yang terduduk diam.
"Fengyin, aku hanya ingin menjadi Pria yang pantas disismu"
Shen Fengyin melajukan mobilnya ke perusahaan CS. Shen Fengyin mendekati resepsonis. Resepsonis itu mengenali Shen Fengyin.
"CEO Shen, presiden Chen sudah menunggu anda"
Shen Fengyin merasa heran. Dia belum membuat janji dengannya. Mungkinkah ini rencana Chen Xixi.
Shen Fengyin hanya menunjukkan wajah datar. Walaupun dia marah tapi dia tidak akan membiarkan orang lain membaca ekspresi nya.
Shen Fengyin pernah berada di kantor Chen Xixi. Shen Fengyin masih menunjukkan ekspresi tenang ketika sekertaris Chen Xixi mengantar nya ke ruangan Chen Xixi.
"CEO Shen, duduklah. Aku tahu kau pasti akan datang"
Shen Fengyin duduk dengan tenang. Chen Xixi tersenyum.
"Apa rencana mu sebenarnya?"
"Apa? Aku hanya ingin membantu A-Sheng"
"A-Sheng, datang padaku. Dia bilang ingin mencari pekerjaan jadi sebagai sahabatnya aku membantu nya. Tidak ada maksud lain. Kenapa CEO Shen begitu marah?"
"Oh aku tahu, karena A-Sheng lebih memili bekerja disisiku daripada perusahaan shen mu itu? "
Shen Fengyin masih bersikap tenang.
"Tapi itu tidak mengherankan bukan? Selama ini A-Sheng selalu bergantung padaku. Dia selalu mencari ku saat dalam kesulitan. Dia lebih mengandalkanku daripada dirimu. Sungguh, aku kasihan padamu"
"Chen Xixi. Aku justru yang kasihan padamu. Kau melakukan semua hal untuk Li YongSheng untuk mendukungnya tapi apa kau pikir kau bisa mendapatkan (cinta) nya? Pada akhirnya dia akan berada disisiku"
Shen Fengyin berdiri.
"Aku tidak akan menganggumu. Aku pergi"
" Shen Fengyin"
Chen Xixi berdiri didepan Shen Fengyin.
"Kau bilang Li YongSheng akan berada disisimu bukan? Bagaimana kalau kita lihat, disisi yang akan di pilih nya"
"Apa yang kau lakukan?"
Chen Xixi menampar wajah nya sendiri lalu terjatuh dan memegang pipinya. Saat itu pintu terbuka.
"Shen Fengyin. Kenapa kau harus kasar pada ku. Aku hanya membantu Li YongSheng. Kenapa kau menyalahkanku"
"Shen Fengyin. Apa yang kau lakukan?"
Li YongSheng segera menghampiri Chen Xixi dan memandang ke arah Shen Fengyin.
Shen Fengyin menghela nafas.
'Trik ini lagi'
"A-Sheng, Shen Fengyin tiba-tiba marah padaku karena aku membantumu. Dia menuduhku punya maksud lain pada mu"
"Shen Fengyin, kenapa kau bersikap kasar hanya karena masalah kecil seperti ini?"
"Fengyin, ini bukan salah Chen Xixi, akulah yang meminta membantunya. Jika kau ingin marah maka lampiaskan saja padaku"
"Baiklah"
Plak
Shen Fengyin menampar Li YongSheng dengan keras. Chen Xixi terkejut bahkan Li YongSheng sendiri juga terkejut.
"Kenapa? Kau ingin marah padaku? Bukankah kau bilang aku bisa melampiaskan amarahku padamu? Kau melakukan ini untuk terlibat seperti seorang pahlawan didepan wanita mu"
"Shen Fengyin"
"Aku permisi"
Shen FengYue berheti sejanak.
"Oh ya, nona Chen Xixi. Terima kasih anda sudah menunjukkan dengan siapa yang dipilih disisinya"
Shen Fengyin melangkah pergi. Li YongSheng mengejar Shen Fengyin. Dia meraih tangan Shen Fengyin tapi Shen Fengyin berusaha menepis nya.
"Fengyin , kau marah padaku?"
"Lepaskan. Kembalilah kesisi Chen Xixi mu itu. Bukankah kau lebih memilih berada di pihaknya"
"Fengyin. Bukan seperti itu. Aku hanya...."
"Apa? Kau lebih membelanya bukan ? Hanya karena kau melihat ku berdiri didepannya dan mengeluh tentang ku kau langsung percaya? Li YongSheng, ada kalanya apa yang kau lihat dan kau dengar tidak selalu adalah kebenarannya "
Shen Fengyin segera masuk ke dalam lift dan memutup lift dengan cepat
Li YongSheng segera menekan lift yang lain untuk mengejarnya.
Shen Fengyin keluar dari life. Dia mempercepat langkahnya keluar dari perusahaan itu. Li YongSheng menahan tangan Shen Fengyin.
"Fengyin. Tolong dengarkan aku"
Tangan Li YongSheng lagi-lagi di tepis tapi kali ini cengkramannya cukup kuat.
Shen Fengyin tidak ingin berdebat dan menghancurkan citranya yang tenang.
"Li YongSheng, lepaskan aku. Jika tidak, aku tidak akan berbicara denganmu sampai kapanpun"
Li YongSheng mengendurkan cengkramannya. Shen Fengyin segera menjauh dan masuk ke mobilnya. Dia segera melajukan mobilnya meninggalkan pria yang berdiri diam memandang nya.
Di kantor nya, Chen Xixi melepas earphone di telinganya. Asisten nya masuk ke dalam.
"Kau sudah melakukan tugasmu dengan baik"
Dia meminta Asisten nya menelpon Li YongSheng dan melaporkan yang terjadi dan dia juga memberi tahu saat dia datang.
"Aku akan memberi bonusmu"
"Terima kasih, presiden Chen. Saya permisi"
"Shen Fengyin, aku akan membiarkan kejutan lebih dari ini"
__ADS_1