Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Spin off Arrogant Wife Forced Marriage Chapter 24 (S2)


__ADS_3

Helena merangkul lengan Wang Yufeng. Semua orang memandang ke arah mereka. Para wanita memandang Helena dengan tatapan kesal dan juga merendahkan, Helena tidak nyaman dengan tatapan itu walaupun dia berusaha untuk tidak menghiraukan mereka. Wang Yufeng membawa Helena menemui keluarganya. Wang Yufeng menyapa keluarganya begitu pula Helena yang menyapa mereka dengan canggung. Walaupun dia pernah bertemu keluarga Wang sebelumnya saat papanya mengajaknya menghadiri pesta keluarga Wang.


"Wang Yufeng, kenapa kau menbawa nona Helena?"


Ny. Wang terlihat tidak suka padanya apalagi citra wanita ini dan keluarga Si dipandang buruk publik. Namun putra keduanya justru membawa wanita ini. Wang Yufeng biasanya tidak pernah membawa teman wanita di acara resmi keluarga.


"Apa yang salah untuk membawa calon istriku menghadiri pesta keluarga Wang"


"Calon istri?"


Ny. Wang terkejut.


"Yufeng, kau harus menjelaskan pada kami tentang apa yang terjadi setelah pesta"


"Ya, kakek"


Wang Yufeng dan Helena lalu berbaur dalam pesta. Para nona muda berusaha untuk mendekati Wang Yufeng walaupun ada Helena di sampingnya. Helena tidak ingin menganggu mereka jadi dia memilih untuk menyingkir tapi tangannya di tahan oleh Wang Yufeng.


"Tetaplah disampingku. Itu cara termudah untukku menjagamu dan calon anak kita"


Wang Yufeng mengucapkan dengan beebisik agar hanya mereka yang tahu. Helena mendampingi Wang Yufeng menyapa para tamu. Wanita itu mulai lelah.


"Apa kau lelah? Aku akan membawamu untuk beristirahat"


Helena mengangguk. Dia setuju karena tidak ingin pingsan di depan semua orang. Wang Yufeng membawa Helena naik ke tangga dan menuju ke kamarnya.


"Istirahatlah didalam untuk sementara waktu"


"Terima kasih"


Helena menutup pintu lalu merembahkan tubuhnya di kasus empuk dan nyaman itu. Kehamilannya membuat tubuhnya Lebih nudah lelah.


***


Setelah acara selesai, Wang Yufeng harus memberi penjelasan pada Keluarga besar utama Keluarga Wang"


"Wang Yufeng, apa kau yakin akan menikahi wanita itu. Saat ini dia bahkan sedang hamil anak pria lain"


"Mama, anak yanf dikandungnya bukan anak pria lain tapi darah dagingku"


"Bagaimana bisa? Apa kau dan Helena berhubungan sebelumnya"


"Benar. Helena adalah kekasihku"


"Wang Yufeng, apa kau sudah menjalin hubungan dengannya walau dia masih tunangan seseorang?"


"Ya. Itu benar"


"Apa kau juga menolak pertungan karena kau sudah memiliki kekasih?"


"Ya"


"Wang Yufeng, kenapa kau senekat ini?"


"Itu karena aku mencintainya"


Wang Yufeng berusaha meyakinkan Keluarganya. Walaupun dia tidak yakin apa dia mencintainya atau tidak yang terpenting sekarang adalah menbuat Helena di terima di keluarga Wang. Semua orang terkejut ketika mendengar apa yang dikatakan tuan muda kedua.


"Aku akan tetap menikahinya walaupun Keluarga Wang tidak setuju"


"Tidak. Kami tidak mentang keputusanmu itu"


Wang Yufeng yang selalu berganti pasangan kini akhirnya menetapkan pilihan. Mereka tentu saja merasa bersyukur. Walaupun citra Helena sedang buruk tapi dia masihlah bagian dari keluarga kelas atas.


"Papa, bisakah papa melakukan satu hal untukku"


"Tentu saja"


***


   Wang Yufeng datang ke kamarnya, Helena hanya diam merenung di tempat tidur, ramburnya sedikit berantakan.


"Apa yang kau pikirkan?"


"Tidak ada"


Wang Yufeng mendekatinya.


"Kita akan tinggal disini malam ini. Besok kita akan menemui papamu"


"Aku mengerti. Apa kau akan tidur di kamar ini juga?"


"Tentu. Ini kamarku dimana lagi aku tidur"


Wang Yufeng melepaskan jasnya. Dia tidak terlalu menyukai menggunakan jas. Dia memandang Helena yang terlihat gugup.


"Tenang saja, aku tidak akan memakanmu. Aku tahu kehamilan awal begitu masih rawan"


Helena tidak mengatakan apapun.  Wang Yufeng memberikan paper bag pada Helena.


"Terima kasih"


Wang Yufeng tidak mengatakan apapun. Dia menuju ke almari dan mengambil piyamanya lalu pergi ke kamar mandi.


Tok tok tok


Helena menbuka pintu.


"Ny. Wang"


"Tidak perlu memanggil dengan sebutan formal. Mulai sekarang panggil aku mama. Kau akan segera manjadi menantu kami"


"Oh iya, ini mama bawakan piyama. Kau mungkin tidak membawa piyama bukan?"


Helena memang dibelikan beberapa pakaian tapi hanya dreas tidak ada piyama. Helena mengucapkan terima kasih pada  Ny. Wang.


"Tidurlah yang nyenyak. Kau harus banyak istirahat "


Ny. Wang lalu pergi. Helena menutup pintu. Dia menunggu Wang Yufeng selesai mandi. Tidak butuh wantu lama Wang Yufeng keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Apa kau akan mandi?"


"Ya"


"Aku akan menyiapkan air hangat untukmu berendam"


"Tidak perlu, aku akan melakukannya sendiri"


"Baiklah"


Wang Yufeng menyingkir dan menbiarkan Helena masuk.


***


Wang Yufeng sudah bersandar di tempat tidur ketika Helena selesai mandi. Pria itu sedang membaca buku. Helena dengan ragu tidur di sampingnya. Pria itu meletakkan bukunya dan menoleh ke arah Helena.


"Apa kau mau tidur? "


"Aku masih belum mengantuk"


Wang Yufeng tidur disebelahnya dan menghadap ke arah Helena.


"Apa kau kecewa?"


"Kecewa?"


"Iya. Apa kau kecewa karena akhirnya kau harus menjadi istriku bukan Li Huan Rui bahkan kau sekarang juga mengandung darah dagingku"


Helena terdiam.


"Tidak. Aku tidak merasa kecewa. Sejak awal memikah dengan Henry hanyalah sebuah mimpi. Henry tidak akan menikahiku dan jika pun aku tidak terlibat denganmu aku mungkin hanya berakhir sebagai pion jadi aku bersyukur karena kau mau menerimaku"


"Jika aku tidak menerimamu dan anak itu, bagaimana? Apa yang akan kau lakukan?"


"Aku mungkin harus bergantung pada Henry"


"Jangan bergantung pada Li Huan Rui lagi mulai sekarang"


"Tapi, aku hanya memiliki Henry "


Sejak kecil hanya ada Li Huan Rui yang selalu disampingnya.


"Sekarang kau memiliki aku. Walaupun tidak ada cinta dalam pernikahan kita tapi aku akan memenuhi tangung jawab sebagai suamimu"


"...walaupun aku tidak bisa selalu berada disampingmu tapi aku akan melindungimu"


Helena memandang mata Wang Yufeng yang serius. Helena mengangguk.


"Aku akan mengandalkanmu"


Wang Yufeng tersenyum. Dia memeluk pingang Helena. Tubuhnya menegang dengan sentuhan intim itu.


"Rileks saja. Aku hanya ingin membuatmu lebih hangat. Piyama yang kau pakai terlalu tipis"


"Aku tidak kedinginan"


"Tidurlah. Wanita hamil tidak baik untuk begadang"


"Kenapa tubuhmu kaku seperti itu? Apa Li Huan Rui tidak pernah memelukmu seperti ini"


"Ya"


"Kalian sudah 8 tahun bertunangan tapi tidak ada yang terjadi?"


"Begitulah"


"Kau harus terbiasa dengan tindakanku. Sekarang rilekskan tubuhmu dan tidur"


Helena berusaha menghilangkan rasa gugupnya dan secara perlahan dia mulai nyaman dengan kehangatan yang diberikan Wang Yufeng. Dia ingin tahu sudah berapa banyak wanita yang merasakan kelembutan dan kehangatannya ini.


***


  Saat sarapan Ny. Wang meletakkan banyak makanan di piring Helena. Menentunya terlihat kurus, bagaimana bisa dia memenuhi nutrisi untuk janinnya jika dia terlalu kurus.


"Makan yang banyak"


"Terima kasih"


Helena mengucapkannya dengan sopan. Keluarga Wang memperlakukannya dengan baik. Walaupun Keluarga Wang adalah keluarga kemiliteran yang keras tapi mereka penuh kehangatan. Helena tidak pernah merasakan kebersamaan makan seperti ini setelah mamanya pergi. Helena juga tidak pernah makan bersama papanya karena dia malas berhadapan dengan mama tirinya.


"Jadi, kapan pernikahan kalian diadakan?"


"Hari ini kami akan mendaftarkan pernikahan kami sementara untuk resepsi pernikahan kami akan mengadakan setelah anak kami lahir"


"Begitu. Lalu apa kau akan membawa Helena ke asrama militer"


"Tidak, aku tidak mungkin membawa Helena ke perbatasan. Dia akan tinggal di mensionku"


"Yufeng, bagaimana mungkin kau meninggalkan wanita hamil sendiri. Apalagi ini kehamilan pertama. Biarkan Helena tinggal di rumah ini, mama akan merawat nya"


"Mama, Helena tidak ingin merepotkan mama"


"Merepotkan apa? Mama justru merasa senang merawatmu dan mama bisa memiliki teman. Kau tahu semua pria di keluarga Wang aktif di kemiliteran bahkan putra-putraku jarang pulang. Mama senang jika ada kau"


Helena menoleh ke arah Wang Yufeng.


"Ya. Jika Helena memang mau tinggal disini tidak masalah"


"Bagaimana Helena?"


"Maaf mama, Helena menghargai kebaikan mama tapi Helena tidak ingin merepotkan dan sebagai istri  Wang Yufeng aku juga memiliki tugas untuk mengurus rumah suamiku"


"Ya. Aku dapat memahami hal itu. Kalau begitu Yufeng kau harus menyiapkan seseorang untuk menjaga istrimu"


"Tenang saja, mama. Ada Nanny Xi yang bisa menjaga Helena "


Ny. Wang mengangguk. Walaupun dia merasa kecewa karena para menantunya tidak ada yang mau menemaninya. Bahkan putra-putranya tidak pernah tinggal lama di rumah sedangkan suaminya juga sibuk di bidang bisnis sedangkan kakek Wang sering pergi liburan menikmati masa tua. Helena merasa bersalah.


"Mama, aku akan sering-sering datang ke rumah menemani mama"

__ADS_1


"Begutukah. Mama senang mendengarnya.


***


Wang Yufeng dan Helena berada di mobil, mereka menuju ke rumah keluarga Si.


" Kenapa kau menolak tawaran mama? Kau tahu keamanan di rumah utama lebih baik dari pada di mension milikku"


"Jika aku tinggal di rumah utama mereka akan tahu jika kau pulang malam ataupun saat kau bermalam di luar dan mereka juga akan tahu jika kau mabuk dan mencari wanita lain"


"Jadi, kau memikirikan hal itu untuk melindungi perselingkuhan suamimu ini. Aku tidak tahu bahwa istriku begitu pengertian dan bermurah hati"


Wang Yufeng mengucapkan dengan nada mengejek. Helena tidak mengatakan apapun dan hanya melihat ke arah luar.


"Helena, jika aku membawa wanita lain ke mension kau tidak akan marah bukan?"


"Ya. Lagipula mension itu milikmu aku tidak berhak untuk mengatur siapa yang boleh masuk atau tidak"


  Wang Yufeng tidak tahu haruskah dia bersyukur mendapatkan wanita ini yang bahkan tidak keberatan suaminya terlibat dengan wanita lain, sungguh wanita yang pengertian.


***


   Mereka tiba di rumah Keluarga Si.  Helena berusaha bersikap tenang. Walaupun dia takut menghadapi kemarahan papanya. Wang Yufeng mengenggam tangannya menyakurkan kehangatan yang entah bagaimana membuat Helena sedikit tenang.


Helena menekan tombol, tidak lama seorang pelayan membuka pintu.


"Nona Helena"


"Apa papa ada?"


"Ya. Saya akan panggilkan tuan"


Helena mengajak Wang Yufeng masuk ke dalam dan mereka duduk bersebelahan.


"Helena"


Tuan Si berteriak marah saat melihat putrinya tapi dia berhenti ketika melihat pria disamping Helena.


"Tuan muda kedua Wang"


Wang Yufeng memberikan salah pada tuan Si.


"Tuan muda kedua Wang, kenapa anda datang dan bersama putriku?"


"Tuan Si, saya ingin menjadikan Helena sebagai istri saya"


"Istri? Tuan Wang apa anda yakin dengan hal ini? Kau tahu bukan seperti apa kondisi putriku saat ini"


"Ya. Saya tidak masalah dengan itu "


"Tuan Si, saya sudah mengatakan pada papa untuk melakukan investasi di perusahaan Si"


"Benarkah? Kau memang menantu yang baik. Aku merestui hubungan kalian"


"Helena, kau harus menjadi istri yang baik untuk tuan muda kedua Wang"


Helena hanya mengangguk. Setelah mengobrol beberapa hal, Helena mengemasi barang-barangnya. Dia juga mengambil surat yang di perlukan untuk mengurus pernikahan mereka.


***


Setelah dari rumah keluarga Si mereka langsung pergi ke kantor catatan sipik untuk mendaftarkan surat nikah. Tidak butuh waktu lama mereka keluar dan mendapat buku merah. Helena menyimpan buku merah miliknya dalam tas.


Wang Yufeng lalu melajukan mobilnya menuju ke sebuah toko perhiasan.


"Ayo turun"


"Kenapa kita kesini?"


"Membeli cincin bukankah pernikahan tidak akan lengkap tanpa cincin"


"Apa itu perlu?"


"Tentu saja. Cincin adalah tanda bahwa seseorang telah menikah"


"Tapi pernikahan kita dirahasikan bukan dan juga bukankah cincin adalah pengikat hubungan"


"Ya, kenapa ? apa kau tidak ingin terikat denganku? Bahkan tanpa cincin kau masih akan terikat denganku melalui anak ini "


"Lalu kenapa kita harus membeli cincin"


"Untuk formalitas. Kau tahu semua istri dari keluarga Wang menggunakan cincin pernikahan. Kau juga harus menggunakannya"


"...dan setelah kau memakainya kau harus terus memakainya khususnya saat kau keluar"


"Bukankah jika aku memakainya akan memperlihatkan dengan jelas bahwa aku sudah menikah"


"Bukankah kau memang wanita yang sudah menikah. Pernikahan kita terdaftar secara resmi jadi untuk apa kita menyembunyikannya"


"Tapi,bagaimana aku memiliki kekasih jika dia tahu aku sudah menikah"


"Bukankah kau tidak berniat mencari kekasih lain? Dan juga aku memperbolehkanmu memiliki kekasih tapi bukan berarti aku memperbolehkanmu menyembunyikan pernikahan kita"


"Apa kau juga akan menggunakan cincin juga?"


"Tentu saja. Cincin pernikahan bukankah digunakan dua orang. Ayo masuk.Kita akan memilih cincin pernikahan kita"


Wang Yufeng keluar dari mobil. Helena dengan ragu juga keluar. Mereka disambut oleh pelayan toko. Wang Yufeng meminta pelayan toko menunjukkan cincin pernikahan terbaik.


"Cincin apa yang kau inginkan?"


"Apa kau ingin cincin berlian?"


"Tidak, cimcin berlian terlalu berat dan aku sudah memiliki banyak"


"Cincin ini lebih baik, ini terlihat simpel tapi ada hiasan permata yang indah"


"Baiklah, kita ambil ini"


"Nyonya dan tuan, anda bisa mengukir nama kalian berdua di cincin ini"

__ADS_1


"Kalau begitu lakukan itu"


Pelayan toko itu meminta mereka menulis nama mereka. Wang Yufeng menulis namanya dan Helena lalu memberikannya pada pegawai toko itu. Mereka memintanya untuk menunggu


__ADS_2