
Li Yongsheng masih memperlakukan Li Yongfan dengan dingin walaupun pria itu berusaha bersikap ramah padanya. Li Yongfan bahkan membawa seorang pengacara untuknya.
"Aku tidak butuh kau pura-pura khawatir padaku"
Li Yongfan menghela nafas menghadapi sikap dingin adiknya.
"A-Sheng, kau adikku. Aku benar-benar tulus ingin membantumu"
Li YongSheng memandang ke arah Li Yongfan. Li YongSheng tahu kakaknya memang perhatian padanya. Hanya kakakknyalah yang dia miliki dan dapat dia andalkan sejak kecil.
"Aku berusaha melukai putramu. Apa kau tidak membenciku seperti wanita itu?"
"Tidakkah kau juga terluka melihat keadaan Rui saat ini, kau juga ayahnya. Aku yakin kau merasakannya"
Li YongSheng terdiam sejenak.
"Aku bukan ayahnya"
"A-Sheng, aku tahu kau meminta Asisten Zhou untuk membantumu melakukan tes DNA bukan? Aku tahu kau sudah tahu hasilnya"
Li YongSheng tahu itu. Li Huan Rui memang anak biologisnya tapi apa dia pantas menjadi ayah untuknya. Shen Fengyin menyembunyikan anak itu selama bertahun-tahun dan saat pertama kali dia bertemu dengannya dialah yang membuatnya terluka.
"Hasil tidak penting. Dia bukan anakku"
Dia tidak pantas mendapatkan ayah yang melukainya. Lagipula anak itu tidak akan menerima ayah yang menempatkannya ditengah hidup dan mati.
Hati Li YongSheng merasa sakit, rasa bersalahnya semakin dalam. Andai saja dia tidak datang ke A Country. Andai saja anak itu tidak bertemu dengannya, mungkin semua ini tidak terjadi.
Li Yongfan memandang Li YongSheng. Dia tahu adiknya pasti merasa sangat bersalah. Walaupun adiknya masih menunjukkan sikap tenang, namun dia bisa melihat tatapan tak berdaya dimatanya.
"A-Sheng, jangan menyalahkan dirimu. Hal ini sebuah kecelakaan. Aku yakin kau tidak bermaksud melukainya bukan?Aku mungkin tidak bisa membuat Shen Fengyin menarik tuntutannya tapi setidaknya aku akan membantumu untuk meringankan hukumanmu"
Sebenarnya, Li Yongfan bisa saja membebaskannya dengan memanfaatkan kekuatan militer yang dia miliki tapi Li YongSheng tidak akan mau menerima hal ini.
"Kakak, kenapa kau baik padaku? Bukankah bagus untukmu jika aku terkurung selamanya? Apa kau tidak takut aku mengambil Shen Fengyin darimu?"
Li Yongfan tersenyum.
"A-Sheng, kita memang saingan cinta tapi kau tetap adikku. Bagaimana mungkin aku membiarkanmu menderita"
Li YongSheng hanya menanggapi dengan dingin. Berpura-pura tidak terpengaruh dengan ucapan kakaknya walaupun dalam hatinya dia merasa tersentuh.
"Jadi tolong jangan tolak bantuanku, ok?"
Polisi sudah memberikan peringatan. Li Yongfan tidak punya pilihan lain selain mengakhiri obrolan dengan adilnya. Walaupun obrolan mereka dibatasi waktu tapi ini obrolan yang lebih lama daripada di masa lalu.
"Aku harus pergi. Oh ya, Li Huan Rui masih belum melalui masa kritisnya tapi dia anak yang kuat, aku yakin dia bisa melaluinya. Kau tidak perlu merasa khawatir.
Li Yongfan lalu meninggalkan ruangan.
" mama"
Li Huan Rui membuka matanya dan melihat mata sebab ibunya.
"Mama, menangis?"
"Huanrui"
Shen Fengyin tidak bisa menahan senyum diwajahnya ketika melihat putranya membuka mata.
"Ibu akan panggil dokter"
Tangan kecil Li Huan Rui meraih ujung pakaian Shen Fengyin.
"Rui tidak ingin mama pergi"
"Ibu hanya sebentar. Ibu hanya ingin memanggil dokter untukmu"
Tangan kecil Li Huan Rui perlahan melepaskan cengkramannya. Shen Fengyin meninggalkan ruangan dan memanggil dokter.
Dokter datang memeriksa keadaan Li Huan Rui. Li Huan Rui mengalami benturan dikakinya. Dia harus istirahat beberapa hari.
Dokter pergi setelah memeriksa keadaan Li Huan Rui.
"Mama"
"Ya, Huanrui, ada apa? Apa kau haus atau lapar?"
Li Huan Rui mengeleng.
"Mama, dimana paman yang menolong Rui?"
Shen Fengyin terdiam.
"Sayang, paman itu berusaha mencelakaimu. Dia sekarang menjalani hukumannya"
"Mama, itu bukan salah paman itu. Ini salah Rui karena tidak memperhatikan jalan"
"Tapi tetap saja, dia sudah membuat Rui terluka. Dia juga harus membayar hal ini"
__ADS_1
Li Huan Rui tidak tahu kenapa dia merasa khawatir dengan paman itu. Bagaimanapun paman itu telah menyelamatkannya.
"Jangan pikirankan tentang paman itu ok?"
Shen Fengyin tidak ingin putranya mengigat ayah biologisnya yang berusaha melukai anaknya sendiri.
Beberapa hari telah berlalu, Li Huan Rui tidak suka berada di rumah sakit. Walaupun dia sering menghabiskan waktu dengan ibunya tapi dia tidak ingin membebani ibunya. Li Huan Rui meminta untuk pulang.
Shen Fengyin awalnya tidak setuju tapi Li Huan Rui bersikeras untuk pulang dan masuk sekolah. Shen Fengyin tidak punya pilihan lain selain menuruti keinginan putranya yang keras kepala.
Shen Fengyin merasa enggan untuk membiarkan putranya ke sekolah. Dia takut ada yang menyakiti putranya lagi. Shen Fengyin bahkan menyarankan agar Li Huan Rui dikawal oleh seseorang , tentu saja Li Huan Rui tidak setuju. Li Huan Rui tidak mau terlihat mencolok.
Li Huan Rui mencium pipi ibunya dan mengatakam untuk tidak terlalu khawatir padanya.
"Baiklah, setelah pulang sekolah kau harus menunggu mama atau papamu menjemputmu"
Li Huan Rui mengangguk. Dia mengucapkam selamat tinggal. Li Huan Rui mengangkat tongkatnya untuk membantunya berjalan.
Walau hal itu hanya sementara tapi melihat putranya kesulitan berjalan dan harus dibantu tongkat. Hal itu membuatnya merasa sakit dan semakin membenci Li YongSheng karena apa yang terjadi pada putranya.
Shen Fengyin tidak memperhatikan jika seorang pria memperhatikan interaksinya dan Li Huan Rui.
***
"CEO Li , saya akan memesan tiket untuk kembali ke B city"
Asisten Zhou merasa bersemangat setelah bosnya dibebaskan dari penjara. Dia tidak sabar kembali ke B City.
Berkat bantuan Li Yongfan, Li YongSheng bisa kelur dari penjara. Li YongSheng duduk terdiam di mobil memandang kalung digenggaman tangannya.
"Tidak, kita akan berada disini beberapa hari lagi"
"Tapi, CEO Li. Perusahaan Shen mengalami kekacauan saat ini. Kita harus segera kembali"
"Tunggu 2 hari lagi"
Li YongSheng ingin melihat putranya lebih lama. Dia tahu setelah dia kembali ke B city dia tidak bisa mendekati putranya.
Li YongSheng menunggu hingga jam pulang sekolah. Li YongSheng turun dari mobil, dia ingin memberikan kalung itu pada Li Huan Rui.
Saat Li YongSheng berjalan, dia melihat Li Huan Rui yang hampir jatuh karena di dorong oleh seseorang dengan sengaja. Li YongSheng mengulurkan tangan membantu Li Huan Rui bangun.
Pria kecil itu ragu-ragu, dia biasanya tidak ingin dekat dengan orang asing. Li YongSheng membantu nya bangun.
"Terima kasih paman"
"Pria kecil, ini..."
Li YongSheng mengulurkan tangannya dan memberikan kalung pada Li Huan Rui.
"Kau bisa memberikannya sendiri pada ibumu"
Li Huan Rui mengambil kalung itu. Dia ragu-ragu memandang paman di depannya. Mungkinkah paman ini yang menolongnya.
"Terima kasih"
Li Huan Rui tersenyum. Dia akhirnya bisa memberikan hadiah pada ibunya.
"Paman, namaku Rui. Nama paman siapa? "
Li YongSheng ragu-ragu untuk menjawab.
"nama depan paman Li "
"Kita memiliki nama depan yang sama. Paman, apa paman orang tiongkok? Ah, apa paman mengenal papaku, paman sedikit mirip dengannya "
Mungkinkah, papa yang dimaksud adalah Li Yongfan. Ada rasa sakit dan kekecewaa di hatinya tapi kakaknyalah yang lebih tepat untuk melindungi putranya. Dia telah gagal menjadi seorang ayah.
Li YongSheng dan Li Yongfan memang mirip hanya saja mata mereka berbeda, Li YongSheng memiliki warna mata hitam pekat yang dingin sedangkan Li Yongfan memiliki warna mata cokelat gelap yang menenangkan selain itu rahang Li Yongsheng lebih tegas.
"Paman"
Li Huan Rui memanggilnya karena orang di depannya hanya diam saja.
"Huan Rui"
Seorang wanita datang. Dia berdiri disamping Li Huan Rui dan menatap tajam ke arah Li YongSheng. Tatapan matanya penuh kebencian.
"Huanrui, mama sudah bilang padamu bukan, untuk tidak berbicara dengan orang asing"
"Cepat masuk ke mobil"
"Tapi, mama. Paman ini.."
"Huanrui, jangan membantah"
Lu Huan Rui tidak punya pilihan lain selain memuruti keinginan ibunya.
"Li YongSheng, aku peringatkan padamu. Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti putraku lagi"
__ADS_1
Suara shen Fengyin datar dan dingin.
"Fengyin, percayalah. Aku tidak akan menyakiti putraku sendiri"
"Putramu? Pantaskah kau menjadi ayahnya?Di masa depan, aku tidak akan membiarkanmu mendekati ataupun memui Huanrui "
Shen Fengyin meninggalkan Li YongSheng dan melajukan mobi . Pria itu hanya terdiam memandang mobil yang semakin menjauh. Dia tersenyum pahit.
"Shen Fengyin , sebegitukah kau membenci ku?"
Li YongSheng kembali ke mobil. Dia meminya asisten Zhou untuk memesan tiket ke B city.
Terjadi kekacauan di perusahaan Shen. Tidak hanya nilai saham yang terus merosot, banyak project juga yang gagal.
Dalam sejarah perusahaan Shen yang telah berjalan 3 generasi ini mungkin krisis yang terparah. Apalagi berita buruk yang disebarkan di media online ataupun cetak tentang CEO mereka membuat saham semakin terpuruk.
Perusahaan Shen mengadakan pertemuan darurat. Mereka membahas tentang kinerja Li YongSheng dan mereka juga membandingkannya dengan kepemimpinan Shen Fengyin dimana perusahaan Shen mencapai kejayaannya.
Shen FengYue tidak terima ketika salah satu dewan direksi menuju Shen Fengyin. Shen FengYue berteriak marah dan menyindir hal buruk tentang Shen Fengyin. Dia juga meminta orang-orang yang mebela Shen Fengyin untuk meninggalkan perusahaan Shen.
Presiden Shen menasihati Shen Fengyue untuk menjaga sikap tapi Shen FengYue tidak mendengarnya. Salah satu dewan seleksi itu marah. Apalagi dewan direksi ini cukup berpengaruh di B city. Dewan direksi itu keluar dengan marah.
Semua dewan direksi keluar. Presiden Shen marah dengan Shen FengYue dengan sikapnya yang ceroboh. Dia menyesal telah membuang keponokannya yang cerdas untuk keponakannya yang hanya bisa menghancurkan perusahaan.
Shen FengYue menangis namun hal itu tidak berpengaruh untuk meredakan kemarahan presiden Li.
"Apa kau pikir menangis ada gunanya? Shen FengYue, aku memberimu tanggung jawab untuk perusahaan Shen karena kau adalah bagian dari Shen tapi kau menghancurkan perusahaan Shen dengan mudah. Aku mencoba membantu mu sebelumnya tapi sekarang mintalah suamimu untuk mengatasi hal ini"
Presiden Shen harus bersikap tegas sebagai pemegang saham terbedar. Dia pergi meninggalkan ruang rapat.
"Shen Fengyin, dasar kau pengacau"
Shen Fengyin mendapat kan laporan tentang yang terjadi di perusahaan Shen apalagi tindakan ceroboh Shen FengYue.
"Gadis bodoh"
Namum berkat Shen FengYue dia yakin para dewan direksi akan segera mengambil keputusannya. Dia akan membuat Shen FengYue dan Li YongSheng membayar semua yang telah mereka lakukan padanya dan putranya.
Li YongSheng juga mendapatkan laporan tentang apa yang terjadi di ruang rapat. Dia dibuat pusing karena harus berurusan dengan dewan direksi yang berpengaruh.
Li YongSheng menemui Shen FengYue dan memintanya untuk meminta maaf dengan sikapnya pada dewan direksi. Namun Shen FengYue tidak merasa bahwa dia bersalah.
"Dia begitu membela Shen Fengyin dan menuji wanita itu. Wanita itu bukanlah Shen dan hanyalah anak angkat keluarga Shen kenapa mereka membelanya dan merendahkanmu dan aku"
Shen FengYue menunjukkan air matanya. Berusaha menarik simpati Li YongSheng.
"Shen Fengyin memang membuat Perusahaan Shen mencapai kecayaannya jadi wajar dia mendapat kepercayaan"
"Kau juga membelanya? Jangan katakan padaku dia kembali merayumu. Tidakkah kau bertemu dengannya di A Country? Kakak Sheng aku berusaha membelamu di ruang rapat tapi kau justru membela wanita itu"
Shen FengYue merasa semakin kesal. Li YongSheng menghela nafas.
"Kau tidak perlu membelaku. Kau harus menjaga sikap saat rapat jangan membawa perasaan pribadi. Shen FengYue, pergilah minta maaf"
"Tidak mau. Biarkan saja dia. Kakak Sheng, kau hanya perlu membujuk pamanku dialah yang memegang saham terbesar"
"Shen FengYue, kita tidak bisa hanya mengandalkan paman Shen. Setiap dewan direksi begitu penting untuk perusahaan Shen saat ini. Shen FengYue kau hanya perlu minta maaf apa sesulit itu"
"Aku tidak salah. Aku Shen tidak ingin merendahkan diri"
Li YongSheng merasa sangat marah. Dia tahu dewan direksi pasti akan mendesaknya untuk mundur. Namun dia tidak mungkin mundur saat perusahaan sedang kacau. Dia akan berusaha menyelesaikan permasalah perusahaan Shen.
Li YongSheng meninggalkan Shen FengYue. Menghadapi Shen FengYue terlalu sulit untuknya. Li YongSheng mulai bertindak dengan meyakinkan dewan direksi dan meminta waktu.
Li YongSheng tidak memiliki waktu untuk istirahat. Dia berusaha untuk meyakinkan beberapa perusahaan untuk bekerja sama dengan perusahaan Shen.
Namun Shen Fengyin sudah menekan perusahaan-perusahaan berpengaruh di B city dan juga sebagaian besar pemimpin perusahaan di B city pernah menjalin kerja sama dengan Shen Fengyin.
Li YongSheng tahu bahwa ini adalah trik Shen Fengyin untuk menurunkan jabatannya. Hal yang sulit adalah meyakinkan ketua dewan direksi yang tersinggung dengan sikap Shen FengYue yang kasar.
Li YongSheng semakin sibuk. Hal itu membuat Shen FengYue kesepian. Wanita yang selalu ingin di perhatian itu datang ke kantor Li YongSheng dan mengeluh karena Li YongSheng mengabaikannya.
Li YongSheng marah dan membentak Shen FengYue.
"Shen FengYue, aku sangat sibuk sekarang. Tahukah kau , karenamu yang bersikap kasar dengan dewan direksi yang berpengaruh membuat ku kesulitan sekarang"
"Kakak Sheng, kau membentakku?"
Shen FengYue mulai mengeluarkan air matanya.
"Shen FengYue, apa kau hanya bisa menangis dan menangis? Jika kau tidak bisa membantu ku maka pergilah"
"Kakak Sheng, kau berubah"
Shen FengYue berlari keluar dengan penuh air mata. Li YongSheng mengabaikannya.
__ADS_1