Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Episode 18 (Missing Everything?)


__ADS_3

 


Shen Fengyin berhasil keluar dari penjara berkat bantuan Li Yongfan.Dia langsung pergi ke perusahaan dengan terburu-buru setelah mendapat telpon dari asisten Han.Setiap karyawan yang dilewatinya memandangnya. Shen Fengyin mengabaikan mereka dan segera pergi ke ruangannya. Dia disambut oleh asistennya dan juga wakil CEO.


 


“CEO Shen”


“Asisten Han, apa yang terjadi?”


“CEO Shen...itu, sepertinya para pemegang saham marah dan juga mereka mengadakan pertemuan untuk menganti CEO”


“Mengganti CEO? Setelah aku berusaha keras membesarkan perusahaan Shen? “


“CEO Shen, aku tahu kau berperan banyak untuk perusahaan Shen tapi pemegang saham terbesar sudah membuat keputusan dan diikuti oleh pemegang saham yang lain”


Wakil CEO yang dari tadi diam mulai memberikan pendapatnya. Shen Fengyin menghela nafas, dia tidak menyangka akan menghadapi masalah ini. Dia tidak menyangka pemegang saham terbesar-pamannya akan menurunkannya dari jabatan.


“Kapan pertemuan pemegang saham ?”


“Sekitar 20 menit lagi”


“Secepat itu. Aku akan menghadiri rapat itu juga. Aku ingin tahu rencana siapa dibalik semua ini”


Shen Fengyin meninggalkan ruangan. Asisten Han dengan cepat menyusul atasannya menuju ke aula rapat.


 


Shen Fengyin membuka pintu ruang rapat. Para pemegang saham yang sudah berkumpul memandang ke arahnya. Pandangan yang sebelumnya adalah pandangan penuh hormat dan kekaguman kini berubah menjadi pandangan kemarahan dan memandang rendah padanya. Shen Fengyin mengepalkan tangannya berusaha menguatkan dirinya. Shen Fengyin melangkah menuju ke kursi CEO


 


“Nona Shen, anda tidak pantas duduk di kursi CEO lagi “


“CEO Hou, aku masihlah CEO perusahaan Shen untuk saat ini. Kau tidak berhak untuk melarangku “


Shen Fengyin mengucapkannya dengan nada tegas dan dingin. CEO Hou yang ingin berbicara lagi menjadi sedikit gemetar dan mengalihkan pandangan. Shen Fengyin duduk dengan santai di kursi CEO.


“Kau masih berani bersikap sombong, Shen Fengyin?”


Seorang pria berumur sekitar 50 tahun yang baru saja masuk memandang Shen Fengyin dengan tatapan tajam.


“Paman Shen”


Pria yang dipanggil paman Shen-Shen Qi Yi berjalan dengan penuh wibawa diikuti oleh seorang wanita muda berwajah manis dan juga seorang pria muda. Shen Fengyin mengerutkan keningnya melihat Shen Fengyue dan Li Yongsheng.


“Paman kedua, kenapa kau membawa orang luar untuk rapat penting ini”


“Shen Fengyin, jaga bicaramu”


“Kakak Yin, kau sudah bebas?”


“Ya, seperti yang kau lihat. Apa kau kecewa karena tidak berhasil membuatku mendekam di penjara lebih lama”


“Kakak Yin, aku...”


“Shen Fengyin, kau jaga sikapmu pada Shen Fengyue, kau tidak berhak untuk berbicara. Kami, keluarga Shen sudah berbaik hati merawatmu sebagai bagian dari keluarga Shen tapi seperti inikah balasanmu pada nona Shen yang sebenaranya?”


Para pemegang saham yang lain mulai saling berbisik.


“Shen Fengyin, kau tidak pantas menduduki posisi CEO lagi dan mulai sekarang posisimu akan diambil alih oleh Shen Fengyue”


Shen Fengyin mengerutkan keningnya.


“Paman, apa kau bermaksud menghancurkan perusahaan Shen dengan memilih wanita yang hanya tahu menghabiskan uang untuk memimpin perusahaan Shen ? Bahkan wanita itu membawa orang luar untuk menghadiri rapat penting ini “


“Kakak Yin, ini bukan keinginanku tapi keinginan ayah dan paman kedua”


“Apa kau pikir aku akan percaya padamu”


“Kakak Yin, aku tahu aku tidak bisa memimpin perusahaan ini karena itulah aku meminta kakak Shen untuk menjadi CEO penggantiku”


“CEO pengganti? Li Yongsheng? Bagus sekali, jadi suamiku juga menginginkan posisiku?”


Shen Fengyin mengucapkannya dengan nada menyindir. Beberapa para pemegang saham merasa kasihan tapi beberapa juga ada yang diam-diam merasa senang melihat orang terdekat Shen Fengyin berusaha menjatuhkannya.


Shen Fengyin berdiri dari kursi CEO.


“Apa para pemegang saham sepakat untuk menurunkanku dan memilih Presiden Li sebagai CEO ?”


Beberapa para pemegang saham sebenarnya tidak setuju tapi mereka tidak memiliki kekuatan yang lebih besar dari para pemegang saham yang menolaknya. Hasil pengambilan kepurusan akhirnya terpilih bahwa Shen Fengyin digantikan oleh Li Yongsheng. Shen Fengyin masih menujukkan sikap tenang namun dalam hatinya, dia merasa sangat marah.

__ADS_1


“Baiklah”


Shen Fengyin berjalan ke arah Li Yongsheng.


“Selamat Presiden...ah maksudku CEO Li. Kau berhasil mengambil posisiku dengan bantuan kekasih kecilmu itu “


Shen Fengyin lalu pergi meninggalkan ruangan diikuti dengan asisten Han.


“CEO Shen “


“Asisten Han, kau tidak perlu memanggilku dengan sebutan itu lagi. Aku bukanlah seorang CEO. Terima kasih atas bantuanmu padaku untuk membesarkan perusahaan Shen ini. Aku pamit pergi “


“CEO Shen, bawa aku bersamamu”


“Tidak, aku tidak bisa bersamamu. Asisten Han, bertahanlah diperusahaan Shen”


“CEO Shen “


“Asiaten Han,perusahaan Shen menbutuhkan seseorang sepertimu. Kau tidak bisa pergi meninggalkan perusahaan ini, inilah permintaanku”


“CEO Shen, aku yakin kau akan mendapatkan perusahaan Shen kembali”


Shen Fengyin tersenyum. Senyuman tulus Shen Fengyin justru membuat Asisten Han menangis, Shen Fengyin memeluknya. Hubungannya dengan asisten Han tidak hanya hubungan atasan dan bawahan tapi seperti saudara. Dia dan asisten Han telah melewati banyak masa-masa sulit untuk memajukan perusahaan Shen. Asisten Han juga merasa berhutang budi pada Shen Fengyin yang telah membantu pengobatan ibunya bahkan ketika dia pertama bekerja dan saat itu perusahaan Shen memiliki masalah keuangan tapi Shen Fengyin justru memberikan gajinya diawal untuk biaya pengobatan ibunya.


Asisten Han mengantar Shen Fengyin ke mobil. Beberapa karyawan yang setia pada Shen Fengyin mengantar kepergian atasannya dengan kesedihan. Mereka juga merasa kecewa dengan keputusan pemegang saham yang menurunkan jabatan CEO mereka.


Shen Fengyin merasa terharu, dia dengan berat hati masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan Shen. Shen Fengyin telah menghabiskan masa mudanya untuk membuat perusaan Shen berjaya kembali, diusianya yang masih muda dia harus melewati kerasnya persaingan dan tumbuh dewasa lebih cepat untuk menjadi pemimpin yang bisa diandalkan.


“Shen Fengyue dan Li Yongsheng. Aku tidak akan pernah kalah. Suatu saat, aku akan membalas apa yang kalian telah lakukan padaku. Aku tidak akan menyerahkan perusahaan Shen begitu saja”


 


Li Yongsheng hanya menujukkan wajah tanpa ekspresi ketika para pemegang saham memberikan selamat padanya. Li Yongsheng tidak merasa bahagia sama sekali. Dia terus saja memikirkan sindiran Shen Fengyin


 


“Kakak Sheng, maaf membuatmu terlibat dan melawan kakak Yin. Aku melakukan ini untuk mencegah kakak Yin menghancurkan keluarga Shen. Namun jika menurut kakak Sheng hal ini berlebihan aku...”


“Tidak xiao Yue, kau sudah melakukan hal yang tepat. Kau berhak mendapatkan hal yang seharusnya kau dapatkan dan aku sudah setuju untuk membantumu bukan ?”


“A-Sheng”


“Paman Shen”


“Terima kasih atas kepercayaanmu, paman Shen”


 


Li Yongsheng memasuki ruang CEO bersama dengan Shen Fengyue. Li Yongsheng memandangi sekitar ruangan yang identik dengan warna gelap.


Li Yongsheng menuju ke kursi CEO. Di atas meja sudah tidak ada lagi barang apapun, mungkin Shen Fengyin telah mengemasi barang-barangnya.


“Kakak Sheng, apa kita perlu merenovasi ruangan?”


“Tidak perlu, ruangan ini baik-baik saja”


Shen Fengyue merasa kecewa. Bagaimanapun dekorasi ruangan ini dipilih oleh Shen Fengyin dan ruangan ini masih identik dengan Shen Fengyin. Shen Fengyue tidak ingin Li Yongsheng memikirkan Shen Fengyin ketika diruangan ini.


“tapi, kakak Sheng. Bukankah warna dan dekorasinya terlalu gelap. Lebih baik untuk diganti dengan warna terang. Aku lebih suka warna cerah karena lebih memberikan suasana yang nyaman”


“Terserah kau saja”


Li Yongsheng mengalah. Bagaimanapun juga perusahaan ini adalah milik Shen Fengyue, dia hanyalah pengganti dan juga ayah serta paman Shen Fengyue telah memberikan sebagian besar saham mereka pada Shen Fengyue.Dia adalah penguasa di perusahaan Shen sekarang.


 


Berita tentang terpilihnya Li Yongsheng menjadi CEO dari salah satu perusahaan raksasa-Perusahaan Shen menjadi berita utama. Beberapa client merasa keraguan mereka ketika CEO baru adalah presiden dari perusahaan Li apalagi ini adalah tuan muda kedua keluarga Li. Walaupun Li Yongsheng berhasil memperoleh keuntungan besar dan memajukan perusahaan Li namun jika dibandingkan dengan Li Yongfan yang memiliki banyak koneksi tentu saja Li Yongsheng tidak ada apa-apanya.


Berita ini juga menjadi pembicaraan di weibo, khususnya para wanita yang gemar bergosip. Gosip tentang hubungan Li Yongsheng dan Shen Fengyue kembali berhembus karena Shen Fengyue membantu Li Yongsheng untuk menjadi CEO perusahaan Shen. Banyak yang mengeritik Li Yongsheng yang mengkhianati istrinya bahkan membuat istrinya kehilangan pekerjaannya. Para haters Shen Fengyue yang cukup banyak juga mulai menghinanya.


Shen Fengyin berada di apartemennya. Dia sedang merembahkan tubuhnya di sofa dan melihat postingan di weibo. Hastag tentang Shen Fengyue dan Li Yongsheng menjadi tranding begitu pula dengan hastag yang menghina mereka. Shen Fengyin sesekali tertawa membaca postingan komentar di forum.


‘Dasar suami tidak tahu diri’


‘Aku merasa kasihan dengan CEO Shen. Dia sangat berbakat dan cantik, tapi dia harus dikhianati oleh suaminya’


‘Shen Fengyue memang wanita murahan, bagaimana dia bisa mengambil alih perusahaan Shen’


Shen Fengyin keluar dari weibo. Layar ponselnya menunjukkan tulisana ‘Broteh Fan Calling’. Shen Fengyin tahu bahwa Li Yongfan pasti mengkhawatirkannya. Dia menjawab telpon dari Li Yongfan.


“Hallo”

__ADS_1


“Yinyin, apa kau baik-baik saja?”


“Tentu saja”


“Maaf, aku seharusnya membantumu saat itu. Apa kau ingin aku melakukan sesuatu untuk merebut perusahaan Shen kembali “


“Tidak perlu. Kali ini, biarkan saja mereka menikmati kemenangan mereka sebelum mereka menerima kehancuran mereka”


“Yinyin, jika kau ingin kembali ke dunia bisnis. Aku bisa memberikan perusahaanku untukmu”


“Tidak perlu kakak Fan, aku sudah memiliki rencanaku sendiri”


“Baiklah, apapun yang kau lakukan aku akan mendukungmu”


“Terima kasih kakak Fan”


“Yinyin, aku harus menghadiri rapat. Aku akan menelponmu nanti “


Li Yongfan memantikan telpon. Shen Fengyin bangun dari kursi, dia akan memulai rencananya. Hal pertama yang harus dia lakukan adalah melepaskan diri dari kedua orang yang mengkhianatinya. Setelah itu dia akan menikmati kehidupannya dan juga menyusun rencana untuk merebut perusahaan Shen kembali.


Shen Fengyin mencari nomer seseorang di kontaknya. Dia menghubungi sebuah nomer.


“Bisakah kau membantuku mengurus sesuatu?”


“....”


“Baiklah, aku akan menyiapkan semua dokumennya”


“....”


Shen Fengyin menutup telponnya.


“Li Yongsheng, aku akan memberikan kemenangan untukmu”


 


 


Mo An an mengerutkan keningnya melihat sahabatnya-Shen Fengyin menari nari dengan beban walaupun dia baru saja kehilangan tahtanya. Mo An an menarik Shen Fengyin yang sedang menari dengan seorang pria.


 


“An an, apa yang kau lakukan?”


“Shen Fengyin, kau benar-benar aneh. Kau baru saja kehilangan jabatanmu sebagai CEO perusahaan Shen tapi kenapa kau justru telihat begitu senang”


“Apa aku tidak boleh merasa bahagia? Aku merasa bahwa bebanku sedikit terangkat karena aku tidak menjadi CEO , aku tidak perlu terbebani dengan konflik perusahaan , bukankah sudah sepantasnya aku merasa senang”


“An an, sudahlah. Kau tidak perlu terlalu stres memikirkan masalahku. Lebih baik kita bersenang-senang hari ini ,kau bisa pesan minuman mahal karena aku akan mentraktirmu”


“Yinyin, bukankah kau harus berhemat. Kau tidak lagi menjadi CEO Shen bagaimana mungkin kau begitu boros”


“An an, kau tenang saja. Aku mungkin kehilangan jabatan, kekuasaan tapi setidaknya aku masih punya simpanan uang. Aku tidak akan jatuh miskin begitu cepat. Jikapun aku tidak memiliki apapun bukankah kau akan menampungku”


Shen Fengyin menarik Mo An an dan mengajaknya turun ke lantai dansa dan menari bersama. Mo An an tahu dibalik keceriaan Shen Fengyin saat ini, wanita itu sedang berusaha keras menyembunyikan kekecewaannya. Perusahaan Shen adalah hal paling berharga untuk Shen Fengyin karena satu-satunya peninggalan kakeknya sebelum meninggal.


Mo An an tidak ingin sahabatnya berpura-pura bahagia. Mo An an tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. Dia menarik tangannya dari tangan Shen Fengyin.


“Yinyin, aku lelah. Bagaimana kalau kita duduk saja “


Shen Fengyin mengangguk.


“Mo An an, lihat. Ada pria tampan. Bagaimana jika kita menyewa gigolo tampan dan muda untuk hari ini”


“Yinyin, kau sudah menikah. Bagaimana jika....”


“Jangan dipikirkan, pria itu tidak akan keberatan”


Shen Fengyin menarik tangan Mo An an ke arah dua orang gigolo tampan dan muda. Shen Fengyin dengan manja mendekati gigolo itu. Mo An an menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya yang berubah 180 derajat, sepertinya Shen Fengyin sudah terlalu mabuk hingga bersikap aneh. Mo An an sedikit ngeri melihat sahabatnya yang biasanya dingin dan tegas bersikap seperti seorang wanita murahan.


Seorang gigolo mencoba merayu An an tapi An an menolaknya. Dia sedang tidak ingin bermain. Mo An an mengambil ponselnya dan hendak menghubungi Li Yongfan, dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Shen Fengyin jika dia membiarkannya seperti ini.


“SHEN FENGYIN”


Seorang pria berteriak marah. Pria berwajah tampan menatap tajam pada seorang pria yang merangkul Shen Fengyin. Wajah Mo An an menjadi pucat apalagi ketika melihat Shen Fengyin seolah tidak mendengarkan teriakan pria itu dan bergelayut manja di dada seorang gigolo, sementara wajah gigolo itu sudah pucat pasi.


Pria tampan itu- Li Yongsheng menarik tangan Shen Fengyin dan menjatuhkan tubuhnya didadanya.


“Lepaskan”


Shen Fengyin mendorong tubuh Li Yongsheng dan berusaha menjauh. Li Yongsheng menggendong Shen Fengyin, dia tidak peduli ketika gadis itu meronta. Li Yongsheng merasa sangat marah, dia merasa khawatir pada wanita itu setelah apa yang terjadi tapi ketika anak buahnya melapor padanya bahwa mereka melihat Shen Fengyin berada di klub malam dan bersenang-senang membuat Li Yongsheng merasa marah.

__ADS_1


“Shen Fengyin, apa yang sebenarnya yang kau pikirkan?”


__ADS_2