
"Ini adalah awal baru bagi kita...."
Li Jiao mengucapkan pidatonya sebagai perwakilan dari siswa yang mendapat nilai tertinggi dalam ujian masuk. Para siswa memandang ke arahnya dengan tatapan terpesona melihat wajah cantik Li Jiao. Namun diantara para pengagumnya, sepasang mata memandangnya dengan tatapan tajam. Seharusnya dia yang menjadi peringkat pertama dan menjadi pusat perhatian tapi nilai gadis itu lebih tinggi dibandingkan dengannya walau hanya beselisih 10 poin. Dia merasa kesal mendengar kata-kata bijak yang membuat nya terlihat hebat
"Omomg kosong"
Li Huan Rui mengumpat mendengar setiap kalimat yang dikatakan oleh Jiao.
"Kau masih membenci jiao, seseorang disampingnya memberikan komentar,dia adalah Su Han.
"Jiao cantik, aku tidak tahu apa yang kau pikirkan hingga membenci kecantikan"
"Kecantikan? Dia? Dengan wajah datar itu?"
Li Huan Rui tersenyum meremehkan.
"Itu namanya kecantikan es , bukankah gadis dingin lebih menggoda? Dia cantik, kulit putih dan lihat kaki jenjajagnya terlihat halus dan lembut"
Li Huan Rui melihat senyum nakal di bibir Su Han. Li Huan Rui memukul kepala Su Han.
"Hei, kenapa memukulku?"
"Jangan berpikir kotor tentang Li Jiao"
"Ah, kau cemburu. Kau membencinya tapi kau khawatir padanya"
"Hei, bagaimanapun juga dia adalah keluarga Li , Kau berani melecehkan nona keluarga Li, sama saja dengan melecehkan keluarga Li dan itu menyinggungku"
Su Han tertawa kecil.
"Baiklah, aku akan mengganti target dengan Helena. Tubuhnya indah dan...."
Li Huan Rui memukul kepala Su Han lagi.
"Fokus saja pada upacara"
"Hei, Rui. Apa kau dan Helena pernah...."
"Jika kau bicara terus dan berpikir kotor aku akan menghancurkan 'harta berhargamu' itu"
"Kau kejam"
Su Han akhirnya berhenti bicara dan fokus dengan upacara yang membosankan ini.
***
"Nona, aku jatuh cinta pada pandangan pertama denganmu. Terimalah bungaku"
Li Jiao baru saja keluar dari ruang upacara, dia terkejut karena mendapat pernyataan cinta pada hari pertama dia masuk bahkan ini baru awal. Su Han yang berada di samping Jiao berdiri di depan jiao menutupinya dari pria itu.
"Maaf, tapi Jiao kami tidak tertarik padamu dan jangan menganggunya"
Su Han melemparkan bunga mawar itu. Mereka lalu meninggalkan pria itu. Li Jiao tidak bereaksi apapun melihat pria yang patah hati itu.
"Jiao jiao, kau benar-benar populer. Kita baru saja masuk tapi kau sudah dapat pengakuan cinta"
Helena menggoda Jiao tapi seperti biasa dia hanya memunjukkan wajah datar tanpa ekspresi.
"My princess"
Wang Yufeng mendekati Li Jiao. Dia memandang tajam ke arah Su Han yang berada di samping Jiao. Dia memundurkan langkahnya.
"My princess, selamat datang di sekolah"
Wang Yufeng berlutut dan mencium punggung tangan Li Jiao. Gadis itu segera menjauhkan tangannya.
"Ayo, kita duluan"
"Benar, Jiao kami duluan ya"
Helena tahu situasi ini, dia akan membiarkan sahabatnya melepas rindu dengan kekasih hati. Dia menarik tangan Rui dan memaksa nya pergi. Namun Li Huan Rui masih berdiri diam.
"Li Jiao, kelas akan dimulai. Cepatlah masuk ke kelas"
"Henry, biarkan mereka berdua"
"Brother Yufeng, aku harus ke kelas. Sampai bertemu lagi"
Wang Yufeng hanya bisa mengutuk Li Huan Rui saat melihat mereka sudah menjauh. Pria itu selalu saja menganggu setiap dia ingin berdua dengan Jiao.
***
Di kelas baru, para siswa mengelilingi bangku Jiao. Mereka berebut memperkenalkan diri. Li Jiao tidak menanggapi mereka.
"Nona, rambut hitammu memang indah"
Pria itu mengulurkan tangan dan hendak menyentuh rambut Jiao. Gadis itu secara reflek menjauh dan sebuah tangan besar meraih tangannya. Li Huan Rui hanya memegang pria itu tidak keras tapi pria itu merasakan tulangnya seperti retak. Dia mengeluh kesakitan, para pria itu keherannan dan menganggap pria itu terlalu berlebihan karena kesakitan padahal Li Huan Rui tidak menekan tangannya terlalu keras. Li Jiao segera menyadarinya.
"Li Huan Rui lepaskan dia"
Li Jiao menarik tangan Li Huan Rui dengan paksa. Pria-pria itu merasakan hawa dingin yang menekan. Mereka bergidik ngeri lalu meninggalkan bangku Jiao.
"Li Huan Rui, kau bersikap berlebihan. Tidak seharusnya kau bereaksi berlebihan dan menggunakan ilmu mu itu pada orang yang tak bersalah"
"Orang yang tidak bersalah? Dia mencoba menyentuhmu dengan sembarahangan. Ah, atau kau suka disentuh setiap pria. Kau membiarkan Wang Yufeng menyentuh tanganmu dan kau membiarkan pria asing menyentuhmu, hal yang memalukan bagi keluarga Li memiliki nona muda murahan"
Li Jiao menampar Li Huan Rui.
"Jaga bicaramu"
"Bukankah aku benar, Li Jiao. Kau adalah nona muda keluarga Li, mulai sekarang jaga harga dirimu. Bahkan jikapun kau murahan kau tidak bisa menunjukkannya di depan umum. Jika aku masih melihat mu bersikap ceroboh maka lepas saja nama keluarga Li dari namamu"
Li Jiao merasa kesal, tapi ada sesuatu yang hangat di hatinya saat berpikir Rui peduli padanya.
"Sudah...sudah, kalian berdua bertengkar terus. Jiao, Henry benar kau tidak boleh bersikap ceroboh dengan sembarang pria"
Helena menghentikan pertengkaran mereka dan menasihati Li Jiao.
"Aku mengerti"
"Henry, jangan marah lagi pada Jiao"
__ADS_1
Li Huan Rui tidak mengatakan apapun dan kembali ke bangkunya.
***
"Li Huan Rui, menyingkirlah"
Li Jiao mendorong dada Li Huan Rui tapi pria itu tidak terlalu kuat untuknya walaupun fisiknya tidak lemah tapi kekuatan pria dan Wanita berada di tingkat yang berbeda.
"Tidak"
Li Huan Rui membelai rambut panjang Li Jiao yang indah.
"Jiao, haruskah aku merontokkan ramburmu ini agar tidak ada yang mengagumimu"
"Kau berlebihan, Li Huan Rui"
Li Huan Rui meraih tangan Li Jiao dan mencium punggung tangannya yang tadi dicium oleh Wang Yufeng. Dia merasa kesal saat Wang Yufeng melakukan itu tapi dia adalah tunangan Li Jiao. Tidak mungkin baginya untuk bereaksi berlebihan. Li Jiao merasakan sentuhan hangat di punggung tangannya.
"Rui, lebih baik kita menyusul yang lain ke kantin atau mereka akan curiga nanti"
"Ingin melarikan diri? Atau kau ingin segera berlari ke pelukan tunanganmu itu?"
Li Jiao memeluk tubuh Li Huan Rui.
"Tidak ada yang lebih hangat dibandingkan pelukan Rui"
Li Huan Rui melepaskan pelukannya dengan paksa. Dia masih marah padanya.
"Sungguh, kata-kata yang manis"
Li Huan Rui lalu pergi meninggalkan Li Jiao. Gadis itu hanya memandang nya yang menjauh. Jiao menghela nafas.
"Li Huan Rui, terlalu sulit bagiku memahamimu"
***
Li Jiao menuju ke kafetaria. Ketika dia datang hal yang dia lihat adalah Helena yang menyuapi Li Huan Rui.
"My princess, duduklah"
"Aku akan memesan makanan untukmu"
"Tidak perlu, brother Yufeng, aku akan mengambil makananku sendiri"
"Baiklah, ayo pergi bersama. Aku juga belum memesan makanan"
"Kau belum memesan makanan dari tadi"
"Ya, itu karena aku menunggumu. Ayo kita pergi sebelum banyak yang mengantri"
"Um"
Li Huan Rui hanya memandang Li Jiao dan Wang Yufeng dengan tatapan tajam.
***
Saat pulang sekolah, Li Jiao masuk ke dalam mension mewah. Dia disambut oleh seorang pelayan.
"Ya, apa tuan muda sudah pulang?"
"Belum, nona"
"Oh baiklah"
Li Jiao sempat khawatir kalau Li Huan Rui marah padanya karena pulang terlambat apalagi dia tidak memberi tahunya. Li Jiao naik ke lantai atas. Kamarnya dan Li Huan Rui bersebelahan.
Mereka berdua mulai tinggal bersama sejak ujian masuk. Mension ini sengaja disiapkan bibi Yin untuk Rui dan ketika papanya berbicara pada bibi Yin bahwa dia akan bersekolah di tempat yang sama dengan Li Huan Rui dan ayahnya memintanya agar tinggal bersama Li Huan Rui, agar Rui bisa menjaganya karena ayahnya berpikir dia dan Li Huan Rui adalah saudara dan saudari sehingga Rui dapat menjaganya di S city.
Li Jiao masuk ke kamar nya. Dia berganti pakaian santai lalu membuka bukunya untuk belajar. Li Jiao selalu lupa waktu saat belajar. Dia bahkan tidak menyadari jika sudah waktunya makan malam jika seorang pelayan tidak mengetuk pintu kamarnya dan mengingatkannya.
"Baiklah, aku akan segera turun"
Li Jiao keluar dari kamar. Dia menuju ke ruang makan yang sudah ada banyak hidangan.
"Apa tuan muda belum turun?"
"Tuan muda belum pulang, nona"
"Apa dia menghubungi?"
"Tidak nona, tidak ada telpon dari tuan muda"
"Begitu"
'Apa Li Huan Rui bersama dengan Helena sekarang? Mungkinkah mereka....'
'Sudahlah, bagaimanapun mereka adalah tunangan dan mereka juga akan menikah di masa depan'
Li Jiao merasa tidak nafsu makan, tapi dia butuh tenaga untuk berpikir dan dia tidak ingin mensia-siakan makanan enak di depannya ini. Li Jiao meletakkan sayur dan daging di piringnya lalu memakannya dengan lahap.
Setelah makan, gadis itu kembali berkutat dengan buku-buku. Namun Li Jiao tidak bisa berkonsentrasi. Dia memandang jam dan menghela nafas. Ini sudah larut malam tapi Li Huan Rui belum pulang. Sepertinya dia memang tidak pulang. Li Jiao menutup bukunya dan berbaring di tempat tidur. Namun dia hanya berganti-ganti posisi karena tidak bisa tidur.
Li Jiao keluar kamar dan berjalan ke kamar di sampingnya. Dia memegang knop, dia ragu-ragu apa Rui mengunci kamarnya. Namun pintu itu terbuka. Li Jiao masuk ke dalam kamar Li Huan Rui, kamar Rui rapi dan ada banyak buku di rak. Li Jiao melihat buku-buku yang dari judulnya adalah buku buku bisnis. Namun ada satu buku yang lebih kecil dari buku lain. Buku itu seperti Cover komik. Dia tidak tahu jika Li Huan Rui membaca komik. Dia menarik buku itu lalu pipinya memerah.
'Apa ini?'
Li Jiao segera mengembalikan buku itu. Dia lalu berjalan ke tempat tidur Rui. Dia merembahkan tubuhnya. Tempat tidur Rui lebih besar dan luas dari milikinya tapi itu memang keinginan Jiao. Dia mencium bantal tempat dimana Rui tidur. Dia dapat mencium aroma lemon yang menyegarkan. Li Jiao menutup matanya dan perlahan mulai tertidur.
***
Li Huan Rui baru saja pulang, dia lelah karena menemani Helena berbelanja dan mengelilingi mall hanya untuk menemukan pakaian yang dia inginkan lalu saat dia berpikir bisa pulang, Su Han menelponnya dan mengajaknya main game. Li Huan Rui menyukai game tentu saja dia menerima ajakannya. Namun mereka terus memutar di level yang sama berulang kali karena Su Han tidak suka kalah darinya mereka terus mengulanginya sampai pria itu menang. Li Huan Rui akhirnya terpaksa untuk kalah karena dia lelah main game.
"Tuan muda, selamat datang. Apa anda ingin makan malam?"
"Tidak, aku tidak lapar. Apa nona muda sudah makan malam?"
"Sudah tuan"
"Baguslah. Kau bisa kembali dan beristirahat"
"Baik, tuan muda"
__ADS_1
Li Huan Rui menuju ke kamarnya. Dia berhenti di depan kamar Li Jiao. Dia hendak masuk tapi mengurungkan niatnya. Dia lalu menuju ke kamarnya, dia heran melihat kamarnya terang. Pandangannya terarah pada seseorang yang tertidur di kamarnya.
"Apa yang dilakukan gadis ini disini? Apa dia tidur sambil berjalan"
Li Huan Rui memandang gadis itu yang menggunakan gaun tidur tipis yang tidak menutupi kaki jenjangnya.
Dia tiba-tiba teringat apa yang dikatakan Su Han. Tentang kaki jenjang Li Jiao yang putih dan terlihat halus. Dia ingin tahu apa kulitnya selembut kelihatannya. Dia menghela nafas saat merasa tubuhnya bereaksi.
"Sial, Li Jiao. Kau selalu membuatku kesulitan"
Dia mengambil selimut dan menutupi tubuhnya. Gadis ini terlalu ceroboh. Apa gadis ini ingin mengacaunya lagi. Hubungan mereka sudah rumit sejak gadis itu memulai.
Li Huan Rui pergi ke kamar mandi lalu mandi air dingin untuk menyelesaikan 'masalahnya'. Li Huan Rui keluar dari kamar mandi dengan hanya ditutupi handuk. Dia mengambil piyama dan memunggunakannya dia mengabaikan keberadaan gadis itu. Dia tidak menyadari jika Jiao sudah bangun dan berusaha mengendalikan debar jantungnya dan diam-diam melihat Rui.
"Aku tahu kau sudah bangun"
Li Jiao menutup matanya masih berpura-pura tidur.
'Gadis ini, benar-benar '
Li Huan Rui mendekati gadis itu. Dia naik ke tempat tidur.
"Domba kecil, kau yang mengirim dirimu sendiri ke sarang srigala jadi kau pasti tahu akibatnya"
Jantung Li Jiao berdebar kencang, dia merasa nafas Li Huan Rui semakin terasa. Tangan Jiao bergerak dan mencengkram erat sprei. Dia merasa sesuatu yang hangat di bibirnya, bibirnya terbuka ketika merasa gigitan di ujung bibirnya. Dia merasa lidah yang masuk ke mulutnya. Li Jiao semakin mencengkram erat sprei merasa gugup.
Namun kehangatan bibirnya perlahan menghilang. Li Huan Rui menghela nafas, apa gadis ini ingin membuatnya melakukan kesalahan lagi. Dia seorang pria tidak mungkin dia tidak akan tergoda dengan keindahan. Seorang pria bisa melakukannya dengan mudah tidak peduli siapa yang dia makan. Li Huan Rui menggendong Li Jiao dan meletakkannya di bathtub lalu menyiramnya dengan shower. Li Jiao segera membuka matanya.
"Kau sudah bangun sekarang"
"Rui"
"Aku tidak ingin mentolerin ini lain kali jika kau bertindak ceroboh lagi"
"Rui, aku..."
"Li Jiao, jangan membuat ini semakin sulit untukku. Waktu itu kau menciumku dan membuat ku sulit. Jangan membuat ku semakin sulit lagi. Aku tidak ingin mengkhianati Helena lebih jauh lagi"
"Aku mengerti"
Li Huan Rui menghela nafas. Li Huan Rui menghentikan aliran showe lalu dia membungkus tubuh basah gadis itu dengan handuk.
"Kembalilah ke kamarmu"
Li Huan Rui meninggalkan kamarnya dan pergi ke ruang belajar. Dia harap dia bisa mengalihkan pikirannya. Li Jiao disisi lain kembali ke kamarnya. Dia tahu bahwa dia Mungkin sudah kehilangan pikirannya karena merayu Rui tapi ketika mengingat bahwa pria itu pulang larut malam dan pergi dengan Helena, dia merasa marah dan kehilangan akal.
***
Li Jiao tidak bisa tidur, dia bertanya- tanya apa Li Huan Rui sudah tidur atau dia masih di ruang belajar.
Krek
"Kau belum tidur?"
Li Jiao memandang pria tampan yang berjalan mendekati nya.
"Ada apa?"
Li Jiao berusaha bersikap tenang. Huan Rui duduk di tempat tidur dan menarik tubuh Jiao lalu menempelkan bibir nya. Li Jiao terkejut namun dia membalas ciuman Li Huan Rui. Tangan Li Huan Rui mulai bergerak menelusuri kakinya. Li Jiao terkejut dan berusaha sekuat mungkin mendorong Rui.
"Jangan lakukan itu"
"Bukankah kau mengiginkannya. Jadi kenapa sekarang kau menolakku"
"Aku..."
"Li Jiao, kau benar-benar dapat mempengaruhi susana hatiku dan membuatku gila, kau tahu?Aku tahu seharusnya aku tidak menerima tantangan bodohmu itu"
Li Huan Rui menghela nafas. Di kembali mencium nya tapi Li Jiao menahannya tapi Li Huan Rui menahan tangannya.
"Kau harus mendalami tugasmu, Li Jiao. Sesuai perjanjian kita kau menyerahkan diri manjadi kekasih rahasiaku dan menyerahkan dirimu padaku"
"Li Huan Rui, hanya ciuman yang aku janji kan"
"Baiklah, aku hanya akan menciummu. Aku janji"
Li Jiao akhirnya menyerah. Li Huan tersenyum melihat gadis ini akhirnya patuh padanya. Dia mencium gadis itu. Seberapa sering mereka berciuman tapi Li Huan Rui masih merasa bahwa ini adalah ciuman pertama mereka. Bibir yang lembut selalu membuat Li Huan Rui menjadi gila. Ciuman inilah yang menjadi awal perjanjian bodoh itu. Walaupun dia menyesal setiap kali dia mengingat Helena tapi dia tidak bisa memolak untuk memiliki ciuman gadis itu. Dia masih mengingat kejadian itu karena hal ini terjadi saat akhir semester di SMP.
"Tidak mungkin, bagaimana mungkin aku kalah darimu. Kau pasti berbuat curang"
"Tidak. Li Huan Rui kau harus menurutiku"
"Baiklah, apa yang kau inginkan?'
"Kau...jadi pacarku"
"Kau gila"
Li Jiao tiba-tiba mencium Li Huan Rui. Pria itu terkejut merasakan sesuatu yang aneh dibibirnya. Li Huan Rui menyukai bagaimana ciuman itu. Bibir gadis itu begitu lembut.
"Baiklah, tidak apa-apa jika kau tidak mau menjadi pacarku,lagi pula aku sudah punya tunangan brother Yufeng pasti lebih baik dalam berciuman"
"Sial, kau meremehkanku"
Li Huan Rui menciumnya, ciuman yang sesungguhnya. Dia pernah menonton ini dalam anime karna Su Han memaksanya menonton. Dia menyadari bahwa realita lebih baik dari apa yang dia pikirkan.
Namun pertunangan Li Huan Rui dan Helena sudah diputuskan. Walaupun belum resmi, tapi Li Huan Rui juga tidak ingin menyakiti Helena. Dialah yang selalu berada disisinya selama ini dan jadi dia menerimanya. Dia ingin membatalkan hubungannya dengan Li Jiao. Saat dia bertemu gadis itu dan ingin mengatakan pembatalah tapi ada sesuatu di dalah hatinya yang menahannya. Pada akhirnya hubungan mereka menjadi hubungan rahasia.
***
Li Huan Rui melepaskan ciumannya. Li Jiao membuka matanya.
"Tidurlah"
"Rui"
"Hm"
Li Jiao ingin tahu kenapa Li Huan Rui pulang larut malam tapi dia mengurungkan niatnya. Siapa dia untuk tahu apa yang dilakukannya.
"Tidak ada. Aku akan tidur"
__ADS_1
Li Jiao menutup matanya. Li Huan Rui menghela nafas lalu meninggalkan kamar Li Jiao.