Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Chapter 23 (meet you)


__ADS_3

B City


 


Shen Fengyue merasa terkejut ketika melihat foto yang dikirim oleh mantan asistennya. Dia tidak menyangka ternyata wanita itu masih hidup dan memiliki seorang anak. Shen Fengyue tidak menyukai melihat Shen Fengyin yang bahagia dengan anaknya. Shen Fengyue mengamati anak itu, dia merasa anak itu terlihat akrab dari samping.


 


Shen fengyue tiba-tiba teringat sesuatu.


‘Tidak mugkin, bukankah dia sudah membunuh anak yang belum lahir itu. Tidak, itu tidak mungkin anak dari kakak Sheng’


Shen Fengyue menghubungi mantan asistennya.


“Dimana kau melihatnya?”


“A Country”


Shen Fengyue mengenggam gagang telpon dengan erat, tangannya gemetar.


“A Country? Apa kau yakin?”


“Ya, karena saat ini aku juga di A Country”


‘A Country? Kakak Sheng bilang akan pergi melakukan


perjalanan bisnis ke A country, mungkinkah dia sudah tahu keberadaan Shen Fengyin. Tidak, itu tidak mungkin. Dia tidak akan membiarkan mereka bersama laki’


“ Bisakah kau melakukan sesuatu untukku?”


“Apa imbalan yang aku dapat?”


“Kau bisa mendapatkan apapun yang kau mau sebagai imbalan”


“Baik, aku akan melakukannya”


Shen Fengyue menutup telpon lalu tersenyum licik. Dia tidak akan membiarkan Shen Fengyin merasa bahagia setelah apa yang dia alami saat ini. Shen Fengyue sudah menyiapkan rencana licik yang akan membuat Shen Fengyin dan Li Yongsheng tidak akan bersama.


 


 


Li Yongsheng merasa kesal dengan tingkah Shen Fengyue yang menganggunya. Wanita itu merengek dan memintanya agar tidak pergi ke A Country.


 


“Xiao Yue, tidak mungkin aku tidak pergi. Pertemuan ini penting untuk perusahaan Shen”


“Suami, kalau begitu aku akan ikut denganmu”


“Tidak, aku bekerja bukan berlibur”


“Apa kau benar-benar pergi karena bisnis? Atau ada hal lain?”


Li Yongsheng mengerutkan keningnya. Dia tidak mengerti apa yang wanita ini bicarakan, mungkinkah dia mencurigai sesuatu.


“Hal lain apa? Ini murni karena bisnis. Aku berusaha meyakinkan seorang investor besar untuk bekerja sama dengan perusahaan Shen”


Shen Fengyue menghela nafas menyerah, dia berharap bahwa suaminya memang tidak mengetahui keberadaan Shen Fengyin dan anak itu. Mungkin, Shen Fengyue harus melakukan rencananya secepat mungkin.


“Suami, jangan tinggalkan aku”


Shen Fengyue hendak mencium Li Yongsheng tapi pria itu memalingkan wajah.


“ Shen Fengyue,aku sangat sibuk. Bisakah kau tidak mengangguku?”


Shen Fengyue mengepalkan tangannya. Sejak wanita itu pergi, sikap Li Yongsheng berubah padanya dia menjadi pria yang dingin bahkan menolak sentuhan intim dengannya. Shen Fengyue berusaha menyembunyikan rasa marahnya, dia tersenyum manis menunjukkan senyum malaikat dan wajahnya yang polos.


“Baiklah, aku tidak akan menganggumu”


Li Yongsheng merasa bersalah ketika melihat wajah polos Shen Fengyue.


“Xiao Yue, pulanglah. Aku akan pulang saat makan malam”


Shen Fengyue tersenyum, dia tahu sikap Li Yongsheng akan melunak ketika dia menunjukkan wajah polosnya.


“Aku akan menunggumu”


Shen Fengyue meninggalkan kantor. Li Yongsheng menghela nafas setelah melihat pintu tertutup. Li Yongsheng merasa tidak nyaman ketika Shen Fengyue menunjukkan sikap intim padanya. Li Yongsheng tidak nyaman untuk menyentuh wanita lain karena ada seseorang di dalam hatinya dan dia hanya menginginkan wanita itu.


Mengingat tentang wanita itu membuat rasa sakit dan kemarahan didalam hatinya. Wanita itu telah mencampakkannya begitu saja dan memilih pria lain. Namun dia masih merindukan wanita itu, menginginkannya untuk kembali padanya.


“Shen Fengyin, cepat atau lambat aku akan menemukanmu dan membuatmu kembali padaku”


Tok Tok Tok


“CEO Li, ada yang ingin saya laporkan pada anda”


 


 


Shen Fengyin memeluk Li Huan Rui sebelum putranya masuk ke kelas. Shen Fengyin tidak tahu kenapa pagi ini perasaannya tidak enak, dia merasa dia tidak bisa memeluk putranya lagi tapi Shen Fengyin selalu bisa mengendalikan ekspresinya. Namun Li Huan Rui menyadari suasana hati ibunya yang gelisah.


 


“Ibu, ada apa?”

__ADS_1


“Tidak, tidak ada apa-apa. Huanrui, mama tidak bisa menjemputmu nanti. Mama akan meminta papa menjemputmu”


“Tidak apa-apa mama, jangan ganggu papa. Papa pasti lelah setelah perjalanan bisnis. Aku akan pulang dengan Helena”


“Sepertinya kau mulai dekat dengan wanita itu? mungkinkah dia akan menjadi menantu perempuan”


“Mama, itu tidak mungkin. Dia lebih seperti adik perempuan yang menyebalkan”


Li Huan Rui menanggapinya dengan santai.


“Mama, aku harus masuk. Sampai jumpa”


Li Huan Rui mencium pipi mamanya sebelum masuk. Shen Fengyin dapat melihat pipi Li Huan Rui yang memerah lalu berlari masuk. Shen Fengyin merasa putranya begitu mengemaskan. Walaupun setiap figur yang dimiliki Li Huan Rui sama dengan pria itu tapi sikap mereka berbeda. Li Yongsheng adalah anak yang penyendiri dan tertutup namun sikapnya perlahan mulai melunak sejak Shen Fengyue datang padanya. Memikirkan hal itu membuatnya merasa pahit.


Shen Fengyin menepis pikirannya. Dia tidak ingin terlarut dalam perasaannya. Pria itu telah mengkhuanatinya bahkan membuatnya kehilangan banyak hal . Dia hanya perlu fokus dengan balas dendam dan menghancurkan pria itu. Shen Fengyin meninggalkan sekolah, dia tidak menyadari jika dua orang pria sedang mengawasinya.


 


LI Huan Rui sibuk menulis sesuatu di bukunya. Dia sesekali melihat ke arah Helena ingin mengatakan sesuatu tapi dia menelan kembali apa yang ingin dia katakan.


“Ada apa Henry?”


Helena menyadari tatapan Rui kecil padanya.


“Tidak”


Helena mengintip apa yang ditulis Li Huan Rui. Anak laki-laki itu menulis dengan huruf mandarin. Walaupun dia belajar di luar negri tapi ayahnya juga menyewa seorang guru untuk mengajarinya bahasa mandarin.


Bagaimanapun dia tidak mungkin melupakan budaya negaranya. Li Huan Rui membiarkan Helena melihatnya, lagipula gadis kecil itu tidak akan tahu apa yang dia tulis.


“ Wow, apa itu puisi? “


Li Huan Rui mengerutkan keningnya.


“Kau bisa membacanya?”


“Tentu saja. Aku juga keturunan tiongkok dan melakukan kursus bahasa mandarin”


“Oh”


“Apa puisi ini untuk bibi? Puisi memang bagus tapi akan lebih baik jika dikirimkan dengan benda yang indah”


“Ya, aku tahu itu”


“Aku bisa merekomedasikanmu hadiah yang bagus”


“Begitukah?”


“Tapi, ada syaratnya”


Li Huan Rui merasa tidak senang. Helena hanya menunjukkan senyum manis.


“Yasudah jika tidak mau”


Helena mengalihkan pandangan dari Li Huan Rui. Pria kecil itu akhirnya mengalah.


“Apa syaratnya?”


“Henry juga harus membelikanku hadiah. Bagaimana?”


Li Huan Rui mengangguk.


“Baiklah”


Helena tersenyum senang. Dia mulai menyebutkan asesoris yang mungkin cocok untuk cocok untuk Shen Fengyin.


“Bagaimana jika aku mengantarmu ke toko? Kita bisa pergi kesana setelah pulang sekolah”


Li Huan Rui mengangguk. Dia tersenyum membayangkan ibunya akan menerima hadiahnya. Dia yakin ibunya akan terlihat sangat cantik. Helena juga tersenyum melihat senyuman di wajah pria kecil disampingnya.


 


 


Shen Fengyin menghadiri pertemuan dengan seorang client. Dia berusaha meyakinkan presiden dari JN. Presiden James awalnya ingin menolak karena SY adalah perusahaan yang baru berkembang, walaupun dia merasa kagum karena SY bisa menggait para investor besar. Namun melihat keahlian wanita muda yang cerdas seperti Shen Fengyin membuat keraguaannya hilang. Apalagi dia tahu latar belakang wanita itu.


JN sebelumnya telah mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan perusahaan Shen karena perusahaan itu menjadi penguasa di B city. Sudah sejak lama dia ingin menjalin kerja sama dengan perusahaan Shen tapi melihat wanita ini yang mendatanginya untuk SY membuat presiden JN memilih untuk menerima kerja sama dengan SY. Presiden James mengagumi bagaimana kerja Shen Fengyin saat dia masih berada di perusahaan Shen. Bahkan sekarang dia bisa membesarkan perusahaan SY yang sebelumnya hampir bangkrut.


 


“Senang bekerja sama dengan anda presiden James”


“Saya juga merasa terhormat bisa bekerja sama dengan anda”


Presiden James berpamitan pergi bersama asistennya. Shen Fengyin merasa senang, selangkah demi selangkah dia bisa membuat perusahaan Shen terpuruk dibawah pimpinanan pria itu. Shen Fengyin hendak pergi tapi seorang pria berdiri di depannya. Shen Fengyin merasa terkejut melihat pria di depannya walaupun Shen Fengyin masih bisa menyembunyikan ekspresinya.


“CEO Shen, saya tidak tahu anda begitu licik?”


Ekspresinya dingin begitu pula tatapannya dingin dan tajam tapi juga mengungkap kerinduan yang berusaha dia sembunyikan. Li Yongsheng tidak menyangka wanita ini mengincar para investor yang seharusnya menjadi rekan perusahaan Shen. Dia awalnya meragukan pikirannya bahwa wanita itu balas dendam padanya.


“ Presiden...ah tidak, CEO Li tidakkah di masa lalu anda juga sama. Anda bahkan bekerja sama untuk menjatuhkan saya”


Shen Fengyin menggunakan suara datar dan dingin.


“Maaf saya sibuk, saya tidak memiliki waktu untuk mengobrol dengan anda”


Li Yongsheng merasa rasa sakit di dalam hatinya mendengar wanita itu berbicara seperti orang asing dan memperlakukannya dengan dingin. Shen Fengyin hendak pergi tapi Li Yongsheng menahan tangannya.

__ADS_1


“Kau bisa mengambil alih perusahaan Shen jika kau mau, asalkan kau kembali padaku”


Shen Fengyin menepis tangannya.


“CEO Li, apa anda memandang rendah saya? Saya tidak butuh cara murahan untuk mendapatkan perusahaan Shen karena saya bukan anda”


Li Yongsheng tidak membiarkan Shen Fengyin pergi, dia menariknya dalam pelukannya.


“Fengyin, aku minta maaf”


Suaranya begitu lembut. Hati Shen Fengyin hampir goyah, tapi dia berusaha mempertahankan sikap tenangnya. Dia harus fokus dengan tujuannya.


“Lepaskan aku”


“Tidak, Fengyin. Aku tidak akan melepaskanmu lagi”


“ Lepaskan aku Li Yongsheng.


Aku tidak bisa kembali padamu. Aku sudah menikah dengan pria lain”


Li YongSheng menjadi kaku, pelukannya perlahan mengendur.


“Kau berbohong bukan?”


“Tidak, kenapa aku harus berbohong padamu?”


Li Yongsheng menatap lurus ke arah Shen Fengyin berusaha mencari tahu bahwa apa yang dia katakan adalah kebohongan tapi sikap Shen Fengyin yang tenang dan ekspresinya yang datar membuatnya sulit untuk membaca ekspresi yang dia sembunyikan.


Shen Fengyin mengangkat tangannya memperlihatkan cincin permata di jarinya.


“Ini adalah bukti , suamiku yang memberikannya. Tidakkah dia lebih baik daripada anda”


Tangan Li Yongsheng mengepal erat.


“Aku bahagia dengan suamiku, aku harap kau tidak akan mengangguku”


“Siapa pria itu? Apa kakakku?”


Li Yongsheng ingat bahwa beberapa tahun lalu kakaknya tiba-tiba meninggalkan B city begitu pula dengan wanita itu. Mungkinkah mereka akhirnya bersama. Kepalan tangan Li Yongsheng semakin erat. Shen Fengyin melihat tatapan putus asa di mata pria itu.


Shen Fengyin merasa sakit, dia sudah menyiapkan mental untuk melihat pria itu menderita tapi kenapa hatinya begitu sakit ketika melihat tatapannya yang putus asa, melihat pria itu begitu menyedihkan.


“Kenapa kau diam?”


“ Itu benar, kakak Fan adalah suamiku”


Shen Fengyin melangkah meninggalkan Li Yongsheng, Dia tidak ingin hatinya goyah jika dia semakin lama berada didekat pria itu.


“Aku tidak akan pernah menerimamu sebagai kakak iparku”


Li Yongsheng berteriak keras. Shen Fengyin mengabaikannya dan berjalan tanpa menoleh ke belakang. Li Yongsheng merasa sangat kesal.


 


Disisi lain, .Li Huan Rui sudah mendapatkan hadiah yang cocok untuk ibunya.


“Terima kasih sudah membantuku”


Li Huan Rui tersenyum tulus pada Helena.


“Apa ini? Henry tersenyum padaku betapa beruntungnya aku”


“Tidak perlu berlebihan”


Li Huan Rui kembali menunjukkan sikap dinginnya. Helena tersenyum.


“Aku juga berterima kasih sudah memberiku hadiah. Ah, aku akan memanerkannya besok. Para gadis pasti akan iri padaku”


Li Huan Rui tidak menanggapinya. Dia berjalan meninggalkan Helena. Gadis itu mengikuti Li Huan Rui. Mereka berdua berpisah saat Helena sudah sampai di halte. Li Huan Rui berbalik pergi tapi dua orang menghadangnya.


“Adik kecil, kenapa kau sendirian? Bagaimana jika kau bermain dengan om”


“Benar, om akan memberikan makanan dan mainan”


Pria itu mencoba mengendong Li Huan Rui tapi pria kecil itu mengigitnya dan juga menendangnya. Li Huan Rui berlari. Dia hampir tertangkap tapi Helena tiba-tiba saja datang dan membantunya. Dia memukul pria itu dengan buku tebal dan tepat di kepala penjahat itu.


Pria itu melepaskan Rui dan memegangi kepala. Li Huan Rui berlari kencang saat ternyata ada sat pria lagi yang berusaha menangkapnya. Li Huan Rui . Li Huan Rui menjatuhkan asesorisnya. Dia mengambilnya dan tidak menyadari jika ada sebuah mobil yang melaju kencang.


Li YongShen terkejut melihat anak yang tiba-tiba di depan mobilnya. Dia tidak bisa mengontrol kecepatan mobilnya dan menabrak anak itu. Li Yongsheng akhirnya bisa menghentikan mobilnya. Dia hendak berbalik.


“CEO Li, lebih baik kita pergi saja”


Asisten Zhou yang duduk di sampingnya menjadi takut. Dia menyesal karena membiarkan bossnya menyetir. Namun Li Yongsheng mengkhawatirkan anak itu. Dia tidak ingin lepas dari tanggung jawab. Li Yongsheng segera turun dari mobil. Dia memandang anak laki-laki yang berlumuran darah. Li Yongsheng tidak tahu mengapa ada rasa sakit didalam hatinya ketika melihat anak laki-laki itu. Seorang gadis duduk disampingnya dan menangis. Beberapa orang juga mendekatinya.


Gadis kecil itu menatap tajam ke arahnya ketika Li Yongsheng hendak mendekati anak laki-laki itu.


“Aku akan membawanya ke rumah sakit. Anak ini akan baik-baik saja”


Li Yongsheng menggendong anak laki-laki itu dan membawanya masuk ke mobil. Gadis kecil itu mengikutinya. Li Yongsheng meletakkannya di bangku belakang. Dia membiarkan kemeja putihnya dikotori oleh darah. Gadis kecil itu duduk di depan.


Li Yongsheng meminta asistennya untuk cepat pergi ke rumah sakit.


“Mama”


Anak laki-laki itu mengucapkannya dengan nada lemah.


Seseorang diantara kerumunan tadi mengikuti mobil Li Yongsheng. Ketika dia sampai di rumah sakit dia segera menghubungi seseorang

__ADS_1


__ADS_2