
Waktu dengan cepat berlalu, waktu ujian akan segera tiba, Li Jiao tentu saja harus berusaha keras untuk mendapatkan nilai baik agar tidak mempermalukan keluarga Li. Jiao sering tidur larut malam untuk mengulang pelajaran karena di siang hari setelah pulang sekolah dia akan berlatih karate dan kursus yang lain sehingga dia hanya punya waktu mereview di malam hari atau dia juga sering membaca buku saat istirahat.
Tok tok tok
"Sayang, bolehkah mama masuk?"
"Ya"
Mo An An masuk ke ruang belajar. Li Yongfan mengubah ruangan yang tidak digunakan menjadi ruang belajar untuk Jiao dan ada rak yang berisi berbagai buku. Ruangan ini memang cukup luas. Ada meja belajar, kursi. Sofa kecil dan meja kecil.
"Sayang, jangan terlalu keras belajar. Kau harus memperhatikan kesehatanmu juga"
"Iya mama"
"Mama membawa cemilan dan teh makanlah sambil beristirahat"
"Terima kasih mama"
"Ingat untuk tidur saat kau lelah"
"Iya mama"
Mo An an mencium kepala putrinya lalu meninggalkannya. Li Jiao fokus dengan bukunya, ada materi yang dia sulit mengerti jadi dia berusaha keras untuk mempelajari nya. Jiao merasa lelah, dia mengambil biskuit yang sudah disiapkan oleh ibunya untuk menahan rasa kantuknya. Namun dia sudah mengantuk. Akhirnya dia tertidur. Li Yongfan masuk ke dalam kamar putrinya dan sesuai tebakannya bahwa putrinya sudah tidur. Li Jiao selalu tidur tidak lebih dari jam 11 itulah kebiasaan yang di ketahui oleh Li Yongfan.
Dia menggendong putrinya dan membawanya ke kamar dengan hati-hati. Dia meletakkan putrinya di kasur dengan secara perlahan karena takut putrinya terbangun. Li Yongfan menyelimuti putrinya lalu memberikan kecupan di keningnya. Li Yongfan mematikan lampu lalu menutup pintu secara perlahan.
***
"Putri kita berusaha terlalu keras, kadang aku khawatir"
"Suami, mungkinkah ini ada hubungannya karena dia ingin masuk di kemiliteran untuk menjadi penerusmu"
"Mungkin, walaupun aku tidak pernah menuntutnya untuk menjadi yang terbaik untuk masuk ke kemiliteran ataupun menjadi penerusku"
"Aku khawatir dengan impian putri kita. Aku harap ini hanya impian anak kecil yang akan dengan mudah berubah"
"Tidak perlu khawatir, bahkan jikapun Jiao ingin masuk ke kemilitan dia pasti bisa melaluinya putri kita bukan orang yang lemah, walaupun aku imgin mengabaikannya tapi darah Bai Yuchen mengalir di tubuhnya. Dia mirip dengan ayahnya"
Li Yongfan tersenyum pahit.
"Suami, jika kau memiliki seorang anak yang berhubungan darah denganmu. Apa kau akan melupakan Jiao?"
"Kenapa tiba-tiba bertanya hal itu?"
"Aku hanya ingin tahu saja"
"Jiao adalah putriku, aku menyayanginya seperti putriku sendiri"
Mo An An tersenyum, dia memeluk suaminya.
"Suamiku, aku mencintaimu"
"Aku juga. Sudahlah, lebih baik kau tidur. Bukankah kau masih ada pekerjaan"
Mo An An memejamkan mata dan tertidur dipelukan Li Yongfan.
***
Ulangan harian mata pelajaran bahasa cina diumumkan. Guru Han mengumumkan bahwa Jiao mendalatkan nilai sempurna dan berada di peringkat teraras sementara kedua terbaik adalah Li Huan Rui.
Para anak laki-laki mengucapkan selamat padanya dan mengucapkan kalimat kekaguman sementara para gadis mencibir keberhasilannya dan lebih memuji Li Huan Rui.
"Waw, Li Jiao memang hebat, benarkan Henry?" Helena memuji Jiao.
Li Huan Rui mengepalkan tangannya, dia selalu mendapatkan nilai terbaik dalam semua hal khususnya dalam kaligrafi tapi kali ini gadis rendahan itu bisa mengalahkannya, bagaimana bisa dia di kalahkan oleh seorang gadis yang baru saja belajar.
'Li Jiao, ini hanya keberuntunganmu. Aku tidak akan membiarkanmu mengalahkanku'
"Sebentar lagi akan ada ujian kenaikan jadi kalian harus belajar rajin , mengerti?"
"Baik, bu"
"Khususnya kau, Helena. Nilaimu adalah yang terendah diantara semuanya"
"Baik bu"
Helena menunduk malu.
"Henry, kau akan mengajariku belajar bukan?"
Li Huan Rui tidak menjawab dan hanya mengabaikannya. Helena cemberut dengan respon yang diberikan oleh Li Huan Rui. Namun Jiao tidak berani menganggu Li Huan Rui lebih jauh.
***
Li Jiao membaca buku di perpustakaan. Perpustakaan memiliki suasana yang tenang walaupun memiliki cukup banyak pengunjung pada saat mendekati hari ujian.
"Hai, my princess. Apa yang kau lakukan?"
"Jangan menggangguku kakak kelas Wang Yufeng"
"Aku tidak berniat menganggumu. Aku hanya ingin menyapamu atau...kau terganggu dengan ketampananku hingga tidak bisa berkonsentrasi"
Li Jiao mengabaikan apa yang dia katakan.
"Kakak kelas Wang Yufeng lebih baik kau pergi, aku tidak memiliki waktu mengobrol denganmu dan juga aku tidak mau diusir dari perpustakaan lagi karenamu"
"Baiklah...baiklah"
Wang Yufeng mengambil kursi dan duduk di samping Li Jiao. Gadis itu mengabaikan keberadaannya, tangannya sibuk memulis sesuatu. Dahinya berkerut memandang buku tempat dia menulis.
"Butuh bantuan?"
"Tidak"
"Kau yakin? Aku cukup pintar. Aku bisa membantu mu menyelesaikan soal dengan mudah"
"Benarkah?"
"Mau bukti?"
Wang Yufeng menarik buku Jiao dan melihat soal matematika yang tertulis, dia mulai menulis deretan angka dengan cepat.
"Selesai"
Li Jiao terpukau, dia kesulitan mengerjakannya bahkan dia sudah mengulanginya berulang kali tapi Wang Yufeng begitu cepat menemukan hasilnya.
"Kau percaya sekarang? Jadi, apa kau mau aku mengajarimu cara yang cepat dan mudah?"
Jiao mengangguk.
"Berikan aku ciuman dipipi maka aku akan mengajarimu"
Cup
Wang Yufeng terkejut merasakan rasa hangat di pipinya. Dia menoleh dan seorang gadis berambut pirang tersenyum ke arahnya.
"Jadi kakak kelas Wang Yufeng, kau akan mengajariku kan?"
"Ini tawaran hanya untuk Li Jiao dan juga bukankah kau biasanya selalu bersama Li Huan Rui , kenapa kau menganggu kami?"
"Li Huan Rui menolak mengajariku , apa aku tidak boleh bergabung dengan kalian untuk belajar? Kakak kelas Wang Yufeng biarkan aku belajar bersama kalian ya?"
"Helena, duduklah. Kita belajar bersama"
__ADS_1
Helena tersenyum senang dan duduk disamping Wang Yufeng.
"Li Jiao, kenapa kau mengundangnya? Apa kau tidak tahu gadis rumor bahwa gadis ini lambat"
"Kakak kelas Wang Yufeng, Helena sudah memenuhi persyaratanmu bukan? Jadi kau harus menepati janji"
Wang Yufeng menghela nafas dan akhirnya menurut. Dia mengajari soal yang tidak membuat Jiao mengalami kesulitan. Li Jiao dengan mudah memahami penjelasanan Wang Yufeng tapi berbeda dengan Helena. Dia terlalu lambat untuk memahaminya.
"Kakak kelas Wang Yufeng, aku masih belum paham"
Wang Yufeng bukanlah orang yang sabar tapi dia tidak bisa menunjukkan kemarahannya karena dia tidak mau imejnya buruk di depan Jiao. Wang Yufeng berusaha menjelaskannya dengan perlahan agar Helena bisa memahaminya. Gadis itu mengangguk. Wang Yufeng menghela nafas lega karena gadis itu akhirnya mengerti. Mereka belajar sampai jam istirahat selesai.
"Terima kasih, kakak kelas Wang Yufeng"
"Jiao, jika kau ada kesulitan maka datanglah padaku. Aku akan mengajarimu dengan senang hati"
"Kakak kelas Wang Yufeng, bisakah aku juga menemuimu saat aku kesulitan ?"
"Tidak, itu hanya berlaku untuk Li Jiao"
Helena cemberut.
"Helena, ayo kembali ke kelas"
Li Jiao dan Helena meninggalkan Wang Yufeng.
"Helena, kenapa kau dengan mudah mencium kakak kelas Wang Yufeng"
"Apa tidak boleh?"
"Tentu saja, bagaimana jika Li Huan Rui melihat nya, dia mungkin akan marah?"
"Begitukah? Baiklah aku tidak akan membuat Henry marah"
"Baguslah"
***
Saat pulang sekolah
Helena mengajak Li Huan Rui untuk belajar bersama nya dan Li Jiao.
"Henry ,ayo kita belajar bersama dengan Jiao juga"
Li Huan Rui menatap tajam ke arah Li Jiao yang berdiri disamping Helena.
"Tidak mau, aku sibuk"
Li Huan Rui mengucapkannya dengan nada dingin. Dia tidak mungkin belajar bersama dengan gadis itu. Dia mungkin saja akan tahu kelemahannya dan dia pasti akan bersikap sok pintar dan mengajarinya. Li Huan Rui tidak mau hal itu terjadi. Dia meninggalkan Jiao dan Helena begitu saja. Li Jiao menyadari kemarahan Li Huan Rui padanya, dia tahu seharusnya dia tidak menerima ajakan Helena untuk belajar bersama. Helena merasa sedih karena Henry nya menolak ajakannya lagi.
"Mungkin , Henry tidak mau mengajariku lagi. Aku memang lambat, Henry pasti merasa kesal"
"Jangan berpikir seperti itu. Oh sudahlah, ayo kita pergi"
"Baiklah"
"Jiao jiao, apa tidak apa-apa bagimu untuk mengajariku"
"Tidak apa-apa"
"Haruskah kita mengajak kakak kelas Wang Yufeng untuk mengajari kita"
"Tidak perlu, dia hanya akan menjadi penganggu"
***
Helena memandang ruang belajar Li Jiao. Dia mendekati rak buku dan menyusuri buku-buku yang berada di rak.
"Wah, ada buku cerita bergambar juga"
"Benarkah? Tapi bukankah ini seharusnya berharga untukmu karena hanya ada sedikit buku bergambar"
"Ya, buku itu di berikan oleh guruku saat aku berlatih membaca tapi jika nona Helena menyukainya tidak apa-apa untuk membawanya. Aku sudah jarang membaca buku bergambar lagi"
"Begitu kah? Terima kasih. Jiao, kau begitu baik padaku"
Helena mendekati Jiao dan memeluknya.
"Helena, kau terlalu erat memelukku"
"Maafkan aku"
Helena segera melepaskan pelukannya.
"Maaf"
"Kalau begitu ayo mulai belajar"
Li Jiao dan Helena duduk di sofa. Sofa itu memang kecil tapi cukup untuk menampung dua orang. Mereka berdua mengeluarkan buku dan mereview pelajaran yang telah diberikan. Helena bertanya banyak hal pada Li Jiao dan dia memberikan jawaban. Memang tidak mudah untuk mengajari Helena tapi Jiao selalu menjelaskan dengan perlahan.
"Ah, aku tahu sekarang"
Helena tersenyum setelah dapat mamahami pelajaran dengan mudah.
"Kau tahu, cara mengajarmu sama seperti yang dilakukan Henry"
"Benarkah?"
"Ya, tapi Henry lebih tegas. Dia sering marah saat aku tidak serius. Ah, kenapa aku jadi membicarakan topik di luar pelajaran. Baiklah,ayo kita kembali belajar"
"Baiklah"
***
Hari saat unjian, Helena untuk pertama kalinya belajar keras. Bahkan sekarang di bawah matanya berwarna hitam. Li Huan Rui menyadari Helena yang terlihat lesu.
"Ada apa? Apa kau sakit? "
Helena mengeleng. Li Huan Rui menyadari lingkaran hitam di mata Helena.
"Kau begadang?"
Helena mengangguk.
"Aku belajar semalaman agar bisa memahami isi materi yang diujikan"
"Kenapa tiba-tiba kau jadi serius belajar?"
"Itu karena aku tidak ingin di pandang rendah dan agar aku pantas bersama Henry"
"Kau tidak perlu melakukan itu untukku"
"Sebenarnya ini bukan cuma karena Henry tapi ini juga karena Jiao. Jiao sudah mengajariku belakangan hari ini , aku menganggunya belajar jadi aku tidak ingin mensia-siakan apa yang dia lakukan untukku"
Mendengar nama Jiao, dia jadi merasa kesal apalagi mendengar Helena memuji bagaimana cara Jiao mengajarinya. Dia benci mendengar orang-orang dan meminta Helena untuk berhenti bicara tentang Helena.
"Kenapa?"
"Diamlah, ujian akan di mulai"
Helena akhirnya diam. Guru mulai membagikan soal. Para siswa mulai mengejakan dengan tenang. Helena menoleh ke arah Jiao. Dia takut bahwa karena dia menyita waktu Jiao untuk mengajarinya itu membuat Jiao kesulitan tapi Jiao hanya menunjukkan sikap tenang dan fokus pada kertas soal.
"Helena, apa yang kau lakukan?"
__ADS_1
"Tidak, guru"
Helena fokus pada soalnya dan mengerjakan dengan serius. Ini pertama kali Helena serius mengerjakan soal, sebelumnya Helena selalu meremehkan karena orang tuanya punya uang dan kekuasaan, dia pasti akan naik kelas dengan mudah tapi sekarang berbeda. Ketika melihat Jiao yang belajar serius walaupun dia ketinggalan tapi Jiao dapat mengejar. Dia tidak ingin kalah dengan Jiao dan juga dia tidak ingin tertinggal di belakang dari Henry nya dan Jiao. Helena memberi semangat pada dirinya sendiri.
***
Shen Fengyin masuk ke kamar Li Huan Rui. Lampu di kamar putranya masih menyala. Shen Fengyin memandang Li Huan Rui yanh tertidur dengan buku di tangannya. Shen Fengyin membereskan buku putranya. Dia tahu ujian tidak mudah untuk para siswa. Shen Fengyin memberikan kecupan di dahinya.
"Lakukan yang terbaik, Huanrui"
Shen Fengyin lalu meninggalkan kamarnya. Dia tidak bisa mengungkapkan dukungannya secara langsung. Namun dia yakin pada kemampuan putranya.
***
Beberapa hari selama ujian adalah hal yang sulit untuk para siswa, ketika hasil akhir keluar para siswa bersemangat untuk mengetahui hasil perjuangan mereka selama ini. Mereka melihat ke daftar peringkat. Li Huan Rui mengepalkan tangannya ketika melihat nama di peringkat 1 Li Jiao sedangkan peringkat ke 2 adalah Li Huan Rui. Perbedaan nilai mereka hanya terpaut 10 poin untuk pelajaran wajib.
"Wow, Jiao. Kau berada di peringkat 1. Selamat"
Helena mengucapkannya dengan penuh semangat. Dia bersyukur karena dia tidak menjadi hambatan untuk Li Jiao. Wang Yufeng mendekati Li Jiao.
"My princess, selamat. Aku tahu kau pasti akan mendapatkan peringkat pertama. Aku memiliki hadiah untukmu"
Wang Yufeng mengulurkan kotak kado.
"Kakak kelas Wang Yufeng, kau tidak harus berlebihan dengan memberikan hadiah"
"Tidak apa-apa, ini adalah sebuah prestasi bukan? Tolong terima ini, my princess"
Li Jiao akhirnya mengambilnya, dia tidak tega menolalnya saat melihat ketulusan dari mata Wang Yufeng.
"Terima kasih"
"Jiao, aku belum menyiapkan hadiah untukmu. Bagaimana jika kita berbelanja dan aku akan mentraktir mu apapun yang kau inginkan"
"Tidak perlu, tapi aku ingin membalas kebaikanmu juga karenamu nilaiku dan peringkatku meningkat"
"Jika kau ingin membalasku maka kau harus belajar dengan baik"
"Baiklah"
Para siswa mulai mengelilingi Jiao dan memberikan selamat padanya. Sedangkan para gadis mendekati Li Huan Rui.
"Pangeran, walau kau bukan juara pertama tapi bagi kami kaulah yang pantas di posisi pertama. Gadis itu pasti hanya beruntung"
Li Huan Rui mengabaikan apa yang dikatakan gadis itu. Dia terlalu marah untuk menanggapi pujian dari mereka. Li Huan Rui masih tidak percaya bahwa dia dikalahkan oleh gadis itu. Li Huan Rui ingin berteriak melampiaskan amarahnyan. Gadis itu telah merebut semuanya dia merebut perhatian mama dan papanya, lalu papa Fan dan sekarang dia merebut posisinya, kenapa? Kenapa gadis itu mendapat kan apa yang dia miliki.
Li Huan Rui kembali ke kelasnya setelah menenangkan diri. Ketika dia masuk ke kelas, gadis itu keluar dari kelas bersama Helena.
"Henry, ayo kita ke kantin untuk merayakan keberhasilan Jiao"
"Aku tidak mau"
Helena berusaha memaksanya tapi di hentikan oleh Li Jiao.
"Sudahlah, tidak perlu memaksanya. Ayo pergi"
Li Jiao melewatinya.
"Li Jiao,kau bisa bersikap sombong sekarang tapi aku akan merebut posisiku kembali"
Li Huan Rui mengucapkannya dengan pelan ketika Li Jiao melewati nya. Li Jiao menghentikan langkah dan menoleh ke arah Li Huan Rui yang masuk ke dalam kelas.
***
Saat makan malam, Mo An An memasak banyak makanan enak sebagai perayaan untuk keberhasilan Li Jiao.
"Kau sudah berusaha keras, papa bangga padamu"
"Terima kasih, papa"
"Jiao jiao kau memang luar biasa, mama bahkan belum pernah mendapat peringkat atas"
"Itu karna kau tidak fokus belajar, istriku. Saat aku mengajarimu kau hanya memandang wajahku bukan penjelasanku"
"Aku tidak akan mengelak tentang itu tapi kau tidak harus mengatakan hal yang memalukan itu pada putriku"
"Jiao,apa kau ingin mendengar seperti apa ibumu saat kecil"
"Sudah...sudah lebih baik kita makan sebelum masakannya dingin"
Mo An An berusaha menghalangi Li Yongfan untuk bercerita tentangnya. Dia tidak ingin putrinya tahu tentang tingkah konyol mamanya.
Disisi lain, Li Huan Rui mengurung diri di kamar, dia membaca buku untuk mengurangi kekecewaannya dan kemarahan nya.
Tok tok tok
"Tuan muda, saatnya makan malam"
"Aku tidak lapar"
"Tapi tuan muda, nyonya dan tuan sudah menunggu..."
"Aku bilang aku tidak lapar, jangan mengangguku. Pergilah"
Li Huan Rui berteriak.
Pintu terbuka Shen Fengyin masuk. Li Huan Rui yang menyadari pintu terbuka ingin berteriak marah karena masuk tanpa mengetuk pintu. Namun ketika melihat bahwa itu adalah ibunya Li Huan Rui mengabaikannya dan fokus dengan bukunya.
"Turunlah dan makan malam"
"Aku tidak lapar"
"Papamu sudah memasak makanan kesukaanmu,apa kau tidak memikirkan perasaannya jika kau menolak untuk makan "
Li Huan Rui diam. Shen Fengyin mendekatinya .
"Gurumu sudah mengatakan pada mama tentang hasil ujian"
"Mama sudah tahu bahwa gadis yang mama banggakan berhasil mendapat peringkat pertama. Sungguh, gadis yang pantas dibanggakan "
Li Huan Rui tersenyum pahit. Shen Fengyin menghela nafas lalu memeluk putranya. Li Huan Rui terkejut merasakan pelukan hangat ibunya. Namun pelukannya hanya sebentar lalu Shen Fengyin menatap lurus ke arah putranya dengan tatapan tegas.
"Hanya selisih 10 poin bukan? Kau adalah Li Huan Rui, kau akan menjadi pewaris perusahaan Shen bagaimana mungkin anak mama dan papa menyerah begitu mudah dan frustasi seperti ini. Tunjukkan pada mama dan papa bahwa kau pantas menjadi penerus yang sesungguhnya"
Shen Fengyin lalu meninggalkan Li Huan Rui.
'Benar, aku tidak akan kalah dari siapapun'
***
"Papa, apa papa tahu aku berhasil naik peringkat. Aku ada di urutan 20. Bukankah itu bagus?"
Helena memberi tahu papanya dengan nada ceria.
"Ya, apa ada hal lain lagi yang ingin kau katakan"
"Tidak, tapi..."
"Jika tidak ada bisakah kau keluar dari ruang kerja papa. Papa masih memiliki banyak pekerjaan"
"Baik papa"
Helena lalu keluar dari ruang kerja papanya dengan perasaan kecewa tapi dia berusaha menyemangati dirinya sendiri, dia akan mendapat peringkat lebih baik lagi
__ADS_1
***A/N: Shen Fengyin memang mendidik Li Huan Rui dengan keras. Bagaimana pun dunia bisnis adalah dunian yang keras walau ada kalanya Shen Fengyin menjadi lunak
Bagaimana pendapat kalian tentang cerita ini. part anak-anak memang sulit untukku aku harap ini tidak mengecewakan. Terima kasih***