
PERINGATAN : BERISI KONTEN ADEGAN DEWASA
Setiap kali Helena memikirkan tentang pernikahannya yang akan datang. Helena meminta pada pelayan kepercayaannya untuk membantunya pergi. Pelayan itu ragu-ragu tapi Helena memohon padanya, mungkin hanya kali ini saja dia bisa mengalami kebebasan karena saat ini papanya sedang berada di A Country. Pelayan itu kasihan pada Helena. Akhirnya dia membantu Helena. Pelayan itu mencampurkan obat tidur dalam minuman lalu mengantarkannya pada penjaga keamanan. Para panjaga keamanan itu perlahan mulai mengantuk dan perlahan tertidur. Helena yang menggunakan dress pendek segera mengambil kunci gerbang dan membukanya. Dia sebelumnya. Dia segera keluar dari kawasan mewah lalu naik ke taksi yang sudah dia pesan sebelumnya. Taksi itu menuju ke sebuah pub.
Helena membayar taksi itu lalu segera masuk. Dia memesan dua botol wine. Dia ingin mabuk dan melupakan semua masalahnya.
Helena hanya fokus minum tanpa mempedulikan apapun. Dia bahkan sudah menghabiskan satu botol dalam waktu singkat.
"Helena"
Helena memandang ke arah pria yang memanggilnya. Dia masih bisa mempertahankan kesadarannya karena dia belum melebihi jumlah toleransi.
"Brother Yufeng"
"Kenapa kau minum sendiri, bukankah kau seharusnya mentraktirku?"
"Pesanlah apa yang kau mau, aku akan membayarnya"
Wang Yufeng mengangkat tangannya dan hendak memesan tapi di dahului oleh Helena yang memesan anggur yang sama seperti apa yang di minumnya lalu meminta pelayan cepat pergi.
"Hei, kau memintaku untuk memesan tapi justru kau yang memesan"
"Aku tidak menbawa banyak uang. Aku tahu kau pasti akan memesan yang paling mahalkan"
"Kau bisa menebaknya ya"
Minuman yang dipesan tidak lama datang. Wang Yufeng langsung menuangkan dalam gelas dan meminumnya, rasa anggur ini terlalu ringan untuknya.
"Apa kau suka jenis anggur seperti ini?"
"Ya. Tidakkah kau merasa bahwa rasanya manis"
"Tuan Wang, sudah lama tidak melihatmu"
Seorang wanita tiba-tiba datang. Dia melingkarkan tangannya di leher Wang Yufeng. Helena mengabaikan dua orang yang bermesraan itu dan fokus dengan minumannya.
Wang Yufeng melepaskan tangan wanita Itu dengan kasar. Lalu mendorongnya.
"Jangan mengangguku lagi, aku tidak ingin bermain dengan wanita yang sama lagi"
"Tuan Wang, kau menbuangku karena sudah memiliki wanita ini? Aku bahkan memiliki tubuh yang lebih bagus darinya"
"Diamlah dan pergi"
Wanita itu merasa kesal dan melangkah pergi.
"Tidakkah kau terlalu kasar pada mereka?"
"Jika aku tidak kasar mereka akan terus mengangguku"
Wang Yufeng mengucapkannya dengan santai. Helena tidak mengatakan apapun dia hanya fokus untuk minum dan tanpa sadar dia sudah menghabiskan satu botol wine.
"Sepertinya kau sudah mabuk, berhentilah minum"
"Tidak, aku masih memiliki sedikit kesadaraan. Sepertinya kemampuan minumku meningkat tanpa aku sadari"
__ADS_1
Helena tanpa malu menganbil botol wine milik Wang Yufeng.
"Hei"
Helena tidak peduli dan justru menuangkan minumannya lagi dan lagi.
"Aku benar-benar ingin mabuk dan melupakan semuanya"
Wang Yufeng menahan tangan Helena ketika wanita itu hendak menuangkan wine lagi. Wajah wanita itu sekarang sudah merah dan Wang Yufeng menyadari hal itu.
"Kau mentraktirku minum tapi kau justru yang menghabiskan minumanku"
"Aku akan mentraktir lain kali"
Helena menepis tangan Wang Yufeng. Lalu minum lagi.
"Aku merasa hidupku benar-benar buruk. Ketika aku mencintai tunanganku, dia justru memiliki wanita lain di dalam hatinya dan lebih buruk lagi pertunanganku terpaksa gagal dan aku harus menikah untuk menjadi umpan dalam bisnis keluarga"
Helena mulai menceritakan masalahnya. Wang Yufeng hanya mendengarnya.
"Namun hal yang lebih parah aku menikah dengan seorang tuan muda yang memiliki tubuh lemah dan juga seorang kasim"
"Sungguh hidupku begitu buruk"
Wang Yufeng masih diam mendengarnya. Dia memandang wanita cantik di depannya yang memiliki wajah yang penuh keputus asaan. Sungguh disayangkan wanita cantik di depannya tersia-siakan.
"Aku ingin banyak minum dan melupakan semuanya. Aku belum pernah minum sampai mabuk sebelumnya. Aku ingin menenggelamkan diriku dalam kesenangan ini sebelum aku menjadi nyonya yang menyedihkan"
Wang Yufeng yang sebelumnya duduk di sofa di depannya kini beralih duduk di samping wanita yang sudah putus asa itu. Tangan kekarnya yang kasar menyentuh pipinya yang halus.
"Apa itu?"
Wang Yufeng mencium bibirnya. Helena terkejut, dia ingin mendorongnya tapi tangan pria itu mengenggam tangannya. Pria itu mengigit bibirnya dan memaksa masuk. Lidahnya menelusuri giginya yang rapi. Lidah pria itu menggoda lidahnya hingga dapat merasakan rasa anggur yang masih tertinggal. Ini bukan pertama kali bagi Helena berciuman, dia pernah melakukannya dengan Li Huan Rui walaupun dialah yang menciumnya secara paksa. Helena tanpa sadar terlarut dalam ciuman itu dan mulai membalas ciumannya, tangannya tanpa sadar sudah melingkari leher pria itu. Wang Yufeng sudah pernah berciuman hampir puluhan wanita tapi tidak ada yang menandingi bibir Lembut Helena dan juga bibirnya terasa begitu manis mungkinkah karena anggur yang dia minum.
Tangan Wang Yufeng perlahan menelusuri kakinya yang jejang. Betapa halus kulit wanita cantik ini. Dia tidak bisa menahannya. Dia ingin menyentuh setiap detil tubuhnya. Tangannya mulai liar dan naik untuk mengoda dadanya dan memberikan sentuhan lembut. Walau dia hanya menyentuhnya dengan terhalang kain yang membungkus tubuhnya tapi dia masih bisa merasa kelembutannya. Helena tanpa sadar mendesah yang membuat pikiran Wang Yufeng menjadi kacau tapi setidaknya masih ada sedikit kesadaraan yang tersisa. Wanita ini adalah Helena, nona muda dari keluarga kelas atas-keluarga Si. Dia tidak bisa lebih jauh untuk menyentuhnya, berhubungan dengan para nona muda terlalu merepotkan. Wang Yufeng melepaskan ciumannya dan menjauhkan tangannya. Helena yang sebelumnya memejamkan matanya kini memandang pria itu dengan tatapan kehilangan.
"Kenapa?"
Helena mengucapkan dengan nada kecewa, dia baru saja merasakan kesenangan yang belum pernah dia rasakan namun kesenangan itu menghilang begitu saja.
"Apa aku...wanita yang buruk? Ah, sudah ku duga. Aku memang tidak menarik bukan? "
Helena tersenyum pahit.
"Kenapa kau begitu tidak percaya diri. Helena, kau lebih menarik dan menggoda daripada wanita manapun"
"Lalu...kenapa kau tidak tertarik padaku? Kenapa kau berhenti tiba-tiba"
"Helena, kau tahu bukan ada aturan untuk para nona keluarga kelas atas?"
"Lalu apa masalahnya? Tidak penting bagiku untuk melindungi kesucianku lagi. Bahkan bagus jika akhirnya aku terbuang dari keluarga Si yang memuakkan"
Helena memandang ke arah Wang Yufeng. Dia menghela nafas.
"Tidak apa-apa jika kau tidak ingin memberikanku kesenangan itu. Aku akan mencari pria lain"
__ADS_1
Helena berdiri. Walaupun dia tidak yakin apa ada pria yang memilki ciuman sebaik Wang Yufeng. Dia tahu dari teman-temannya yang pernah menghabiskan malam dengan Wang Yufeng, pria itu akan membuatmu merasa terbang dan tenggelam dalam kesenangan. Mereka hanya berciuman dan dia sudah tengelam dalam fantasi yang diberikan pria itu. Helena hendak melangkah pergi tapi Wang Yufeng menarik tangannya.
"Yufeng"
Dia memberikan ciuman dibibirnya. Ciuman ini lebih singakat dari yang sebelumnya.
"Tidak ada pria yang lebih baik dariku"
Dia berbisik di telinganya yang membuatnya merasa geli.
"Benarkah? Seberapa baik kau bisa memberikan kesenangan padaku?"
Helena mengucapkannya dengan nada merendahkan.
"Kau meremehkanku? Aku akan buktikan seberapa baiknya aku"
***
Mereka berdua kini sudah berada di sebuah hotel. Wang Yufeng mencium Helena dengan penuh nafsu, lalu bibirnya perlahan turun menjelajahi lehernya.
"Henry"
Wang Yufeng menghentikan ciumannya dan memandang wanita yang berada di bawahnya. Dia tersenyum pahit.
"Kau tahu, ini pertama kali ada wanita yang memanggil nama pria lain saat bercinta denganku"
"Aku..."
Helena berlum sempat melanjutkan ucapannya karena Wang Yufeng sudah menutup bibirnya dengan ciumannya. Ciuman kasar dan lebih liar dari sebelumnya. Setelah puas menyiksa bibirnya hingga bengkak dia meninggalkan bibir itu dan memandang Helena.
"Aku tidak suka dianggap sebagai pengganti pria lain. Jangan coba membayangkan pria lain saat bercinta denganku, kau mengerti"
Helena mengagguk. Wang Yufeng tersenyum melihat wanita yang menurut padanya. Dia kembali menciumnya, dia sangat menyukai betapa lembutnya bibirnya. Tangannya mulai liar menjelajahi setiap tubuhnya. Helena merasa hal aneh setiap kali tubuhnya disentuh oleh tangannya yang besar itu. Dia tidak tahu sejak kapan pakaiannya sudah terlepas.
Pria itu menyentuh setiap bagian sensitifnya dan membuatnya tenggelam dalam kesenangan, mungkinkah ini yang dirasakan para wanita yang dikencani Wang Yufeng. Helena tanpa sadar mengeluarkan desahan kesenangan.
Ini bukan pertama kali bagi Wang Yufeng menyentuh wanita tapi ini pertama kalinya dia merasa kesenangan yang membuatnya hampir gila, setiap bagian yang dia sentuh begitu lembut dan sensitif , suara desahan itu menbuatnya tidak bisa menahan diri untuk menenggelamkan diri bersamanya.
"Ini akan sakit tapi akan segera berganti menjadi kesenangan"
Helena mencengkram erat sprei saat merasakan sesuatu yang menusuk, rasa sakit mulai terasa tapi perlahan berubah menjadi perasaan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
"Helena, kau begitu memikat"
Wang Yufeng tidak pernah tergila-gila seperti ini. Nanun tubuh ini begitu menggoda, dis merasa heran bagaimana Li Huan Rui tidak terpengaruh ataupun tergoda dengan wanita cantik ini. Namun entah kenapa dia merasa bersyukur dia tidak tergoda oleh Helena. Dia tahu ini pertama kalinya bagi wanita ini tapi Wang Yufeng tidak bisa menahan diri untuk bersikap lebih liar dan kasar. Dia awalnya ingin menggunakan pengaman tapi dia mengurungkan niatnya. Dia ingin merasakannya tanpa penghalang apapun. Sudah berapa kali dia mencapai puncaknya tapi dia tidak bisa berhenti dia justru semakin menginginkannya. Namun wanita ini sepertinya sudah tidak sanggup lagi. Wang Yufeng akhirnya berhenti.
"Lelah?"
Helena hanya menjawab dengan anggukan. Sebelum akhirnya kehilangan tenaga dan pingsan. Wang Yufeng mengendong wanita itu dengan pelan lalu membawanya ke kamar mamdi untuk membersihkan tubuhnya.
***
Helena perlahan membuka matanya. Tubuhnya terasa sakit, dia tiba-tiba menyadari sesuatu dan menoleh ke sampingnya. Namun tidak ada siapapun selain dirinya. Helena dengan hati-hati mengambil pakaiannya dengan susah payah, dia tidak menyangka kesenangan yang dia dapat semalam berimbas menjadi rasa sakit ketika dia bangun. Helena memandang cermin, dia melihat tanda kemerah di lehernya yang menujukkan bukti malam gairah yang dia lakukan bersama Wang Yufeng bukanlah sebuah mimpi. Helena menghela nafas lalu pergi meninggalkan hotel dan kembali ke rumahnya.
Dia tahu hal yang terjadi malam ini akan menberi pengaruh buruk dan juga dia mungkin akan segera di ceraikan tapi dia tidak peduli. Dia marah pada papanya dan dia juga tidak peduli jika perusahaan Lee akan menghancurkan perusahaan keluarga nya akibat perbutannya ini. Dia tidak ingin lagi peduli dengan hal itu. Dia sudah lelah untuk menjadi umpan demi keuntungan keluarga Si
__ADS_1