Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Episode 19 (I Want Divorce)


__ADS_3

Li YongSheng merebahkan tubuhnya di ranjang. Dia melepaskan sepatu Shen Fengyin. Li YongSheng memeluk tubuh Shen Fengyin yang tertidur lelap. Sudah sejak lama dia memeluk istrinya seperti ini. Sejak Shen Fengyin kehilangan anak mereka, dia selalu melarang Li YongSheng menyentuhnya.


"Fengyin, kau pasti marah padaku bukan? Namun aku harus melakukan ini untuk Shen FengYue berhak mendapatkan hak nya. Ini juga pembalasan untukmu atas semua yang kau lakukan pada xiao Yue. Sekarang, masih bisakah kau bersikap sombong? Kau harus mulai bergantung dengan kekuasaan suamimu ini"


Hanya suara dengkuran lembut sebagai jawaban dari apa yang dikatakan Li YongSheng.


Li YongSheng hendak mencium bibir Shen Fengyin. Namun tangan Shen Fengyin tiba-tiba memukulnya. Li YongSheng merasa kesal.


"Sial, wanita ini"


Li YongSheng ingin marah tapi melihat wajah polos Shen Fengyin saat tertidur, kemarahannya perlahan lenyap. Li YongSheng menghela nafas lalu dia berbaring disampingnya. Li YongSheng tertidur lelap dengan memeluk Shen Fengyin.


Li YongSheng mengerutkan kening dalam tidurnya. Tidurnya terusik ketika merasakan tangan yang begitu lembut menyentuh pipinya.


Li YongSheng membuka matanya. Pandangannya langsung terarah pada Shen Fengyin yang memandangnya.


"Fengyin"


"Selamat pagi, suamiku"


Shen Fengyin mengucapkannya dengan nada lembut. Li YongSheng mengerutkan keningnya, dia merasa heran dengan Shen Fengyin yang tidak seperti biasanya.


"Ada apa denganmu? Kenapa kau tiba-tiba menjadi lembut?"


"Kenapa? Apa suamiku tidak menyukainya?"


"Bukan begitu, hanya saja terlihat aneh. Mungkinkah kau bersikap lembut untuk menutupi kesalahanmu yang bermesraan dengan pria muda kemarin"


"Apa? Apa aku melakukan hal itu. Suamiku, saat itu aku terlalu banyak minum. Aku tidak menyadarinya"


"Begitukah"


Li YongSheng mengucapkannya dengan nada datar. Shen FengYin mengulurkan tangannya dan memeluk leher Li YongSheng.


"Lupakan itu. Suamiku, apa kau tidak menyukai aku bersikap lembut? Tidakkah kau menyukai wanita yang lembut seperti Shen FengYue jadi apa aku tidak cocok bersikap lembut seperti Shen FengYue?"


"Untuk apa kau bersikap seperti Shen FengYue?"


"Apa aku tidak boleh? Aku hanya ingin menjadi wanita yang disukai CEO Li. Aku sudah kehilangan jabatanku dan juga kehilangan kekuasaanku sekarang. Aku hanya bisa mengandalkan suamiku, jika kau menbuangku, aku tidak memiliki apapun"


Li YongSheng tersenyum. Akhirnya, Shen Fengyin membutuhkannya. Li YongSheng mencium bibir Shen Fengyin.


"Aku tidak akan membuangmu jika kau patuh padaku"


"Baiklah"


Shen Fengyin tersenyum.


'Tentu saja kau tidak akan membungku karena aku akan mencampakkanmu terlebih dahulu'


"Suamiku, bisakah kau menbantuku menanda tangani dokumen ini?"


"Dokumen apa ini?"


"Ini adalah dokumen untuk bisnis propertiku. Kau mau membantuku untuk memberi dukungan padaku bukan?"


"Baiklah, aku akan membacanya terlebih dahulu"


"Suamiku, apa kau tidak percaya padaku? Apa kau meragukan kontrakku?"


"Bukan begitu. Baiklah, aku akan tanda tangan"


Li YongSheng menandatangani dokumen itu.Shen Fengyin tersenyum.


"Terima kasih suamiku. Kau sudah memberikan dukungan padaku. Suamiku, sudah lama kita tidak pergi berdua. Bagaimana jika kau ikut denganku ke suatu tempat"


"Aku ada pertemuan, pagi ini.Bagaimana dengan siang hari. Aku akan membatalkan semua jadwalku untuk menemanimu"


"Terima kasih,suamiku"


 


Shen Fengyin menjemput Li YongSheng di kantor.


"Kemana kita akan pergi?"


"Kau akan tahu nanti"


Li YongSheng awalnya tidak curiga kemana Shen Fengyin akan membawanya pergi tapi ketika mereka tiba di sebuah gedung yang di penuhi para wartawan, Li YongSheng memjadi curiga.


"Ayo, suamiku. Kita keluar"


"Fengyin, apa yang kau rencanakan? Kenapa kita berada di biro catatan sipil"


Shen Fengyin tidak menjawab. Dia langsung keluar dari mobil. Para wartawan segera mendekatinya. Li YongSheng juga keluar dari mobil dan dia juga menjadi sasaran para wartawan.


"CEO Li, Nyonya Li apa anda akan berpisah?"


"CEO Li, apa anda berpisah dengan Nyonya Li karena hubungan anda dengan nona Shen"


"Nyonya Li, apa CEO Li mencampakkan anda karna sudah tidak memiliki apapun lagi?"


"Kakak Sheng"


Shen FengYue tiba-tiba datang dan mendekati Li YongSheng.


"Shen FengYue"


"Saudaraku, seperti nya kau sudah tahu tentang perceraian kami. Sepertinya Li YongSheng sudah memberi tahumu lebih dulu sebelum kau menceraikanku?"


"Fengyin, apa yang kau..."

__ADS_1


"Lihatlah, Li YongSheng memberikanku dokumen perceraian. Suamiku telah membuat pilihan yang bagus untuk meninggalkan wanita yang tidak memiliki apapun seperti ku dan memilih wanita yang dapat memberinya masa depan. Sebagai seorang istri, aku ingin yang terbaik untuknya dan juga selama ini adikku juga tidak bisa melupakan suamiku. Jadi, aku hanya bisa menjadi orang yang mengalah"


Air mata Shen Fengyin hampir menetes tapi dia menghapusnya dengan cepat. Shen Fengyin masih menunjukkan ekspresi dingin tapi apa yang dia katakan membuat para wartawan bersimpati. Walaupun mereka kagum Shen FengYin masih bisa menunjukkan sikap tenang.


"Shen Fengyin"


Li YongSheng merasa marah.


"Omong kosong apa yang kau..."


"Permisi, CEO Li. Ini akte perceraian yang anda inginkan"


Seorang pria yang merupakan pegawai biro catatan sipil memberikan sebuah buku pada Li YongSheng. Li YongSheng menoleh ke arah Shen Fengyin.


Shen Fengyin berjalan mendekati pegawai itu. Dia mengambil akte perceraian yang diberikan.


"CEO Li, seperti nya kau sudah mengurusnya dengan lebih cepat. Semoga kau bahagia. Selamat tinggal"


Shen Fengyin membungkukkan badan lalu dia mengendarai mobilnya meninggalkan tempat itu. Li YongSheng ingin mengejarnya tapi Shen FengYue menahannya.


Para wartawan mulai menanyakan banyak pertanyaan. Li YongSheng tidak bisa meninggalkan Shen FengYue begitu saja. Li YongSheng segera menghubungi asistennya.


 


Shen FengYin bersandar dengan santai di ruang tamu apartemennya. Pandangan Shen Fengyin terarah pada layar Tv. Dia merasa bahagia ketika menonton berita tentang perceraiannya dan Li YongSheng serta keterlibatan Shen FengYue.


Shen Fengyin lalu beralih ke akun weibo. Kabar tentang perpisahannya dan Li YongSheng menjadi pembicaraan panas. Para netizer memberikan kritikan mereka pada Li YongSheng dan Shen FengYue. Beberapa diantara mereka memberikan simpatinya pada Shen FengYue.


"Dua pasangan licik itu cocok bersama"


"Sungguh kasihan,CEO Shen. Tapi syukurlah dia bisa lepas dari pria sampah itu"


Shen Fengyin keluar dari akun weibo lalu dia menghubungi seseorang.


"Asisten Han, terima kasih ini semua berkatmu. Aku tahu aku bisa mengandalkanmu"


"CEO Shen, aku akan selalu membantumu"


 


Shen FengYue merasa kesal ketika menonton pemberitaan tentang dirinya. Dia seharusnya tidak mengikuti keinginannya dan mengikuti Li YongSheng dan Shen Fengyin saat itu. Dia tidak menyangka bahwa dia terperangkap dalam jebakan Shen Fengyin.


Shen FengYue tiba-tiba menyadari sesuatu.


"Tunggu. Kakak Sheng sudah bercerai dengan Shen Fengyin.Bukankah artinya aku memiliki kesempatan? Aku harus mendapat kan kakak Sheng kembali"


Shen FengYue lalu menghubungi Nyonya Li.


 


Li YongSheng kembali ke rumah. Li YongSheng memanggil Shen Fengyin dengan keras. Dia langsung menuju ke kamarnya dan tidak menpedulikan para pelayan ataupun Nanny Ma.


"Dimana wanita itu?"


"Mungkinkah dia pergi menemui Kakak Fan? Bagus sekali, setelah dia bercerai dariku dia langsung menemui selingkuhannya"


Li YongSheng keluar dan melajukan mobilnya menuju ke mension milik Li Yongfan.


 


Li YongSheng menekan tombol dengan tidak sabaran. Li Yongfan membuka pintu. Li YongSheng meraih kerah Li Yongfan


"Dimana Shen Fengyin?"


"Kenapa kau bertanya padaku? Bukankah kau suaminya"


Li Yongfan menepis tangan Li YongSheng.


"Kakak, kau tidak perlu berpura-pura bodoh. Kau yang memaksa Shen Fengyin untuk berpisah denganku dan kau pasti menyembunyikannya?"


"Kalian berpisah?"


Li Yongfan mengerutkan kening.


"Kakak, kau masih bersikap pura-pura tidak tahu atau kau sedang mengejekku? Berita perpisahan kami sudah menyebar, bagaimana mungkin kau tidak tahu"


Li Yongfan hanya mengerutkan keningnya. Dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga dia tidak memperhatikan berita yang menyebar.


Li YongSheng mendorong Li Yongfan dan masuk ke dalam mension milik Li Yongfan.


"Shen Fengyin, keluar"


Li YongSheng berteriak.


Li YongSheng membuka pintu setiap ruangan dan menyusuri mension.


"Li YongSheng, Shen Fengyin tidak ada disini"


"Apa kau pikir aku akan percaya?"


Li YongSheng kembali berteriak memanggil Shen Fengyin, dia bahkan tidak peduli dengan para pelayan Li Yongfan yang memandangnya dengan ekspresi ketakutan.


Li YongSheng berhenti berteriak ketika mendengar tangisan bayi. Li YongSheng mengerutkan keningnya.


Li YongSheng menoleh ke arah Li Yongfan dan menatapnya dengan tatapan curiga.


"Suara apa itu?"


Li Yongfan masih menunjukkan sikap tenang.


"Kakak, apa kau menyembunyikan seorang bayi?"

__ADS_1


"Apa kau berpikir begitu?"


Li Yongfan masih menunjukkan sikap tenang.


Seorang pelayan yang sedang membawa seorang bayi keluar dari kamar.


"Tuan Li, maaf jika tangisan anak saya menganggu"


"Kakak, kau memiliki anak dengan seorang pelayan"


"Tuan, bukan seperti itu. Tuan pertama hanya berbaik hati membiarkan saya dan anak saya tinggal disini"


Li YongSheng mendekati bayi itu. Tangisan bayi itu semakin kencang, tangan kecilnya berusaha meraih Li YongSheng ketika pria itu semakin mendekat bayi itu.


"Li YongSheng, Shen Fengyin tidak ada di mensionku. Jangan membuat kekacauan lagi. Lebih baik kau kembali"


Li Yongfan menarik Li YongSheng untuk membawanya pergi.


"Kakak, kenapa kau tiba-tiba menarikku keluar ketika aku ingin mendekati bayi itu? Apakah ada sesuatu?"


"Tidak. Aku hanya tidak ingin bayi itu semakin menangis ketakutan karenamu dan juga para pelayan ku juga tertekan dengan keberadaanmu"


"Baiklah, aku akan pergi. Namun katakan dimana Shen Fengyin"


"Aku tidak tahu"


Li Yongfan menutup pintunya dengan keras. Li YongSheng merasa kesal.


"Dimana wanita itu sebenarnya?"


Li YongSheng tiba-tiba teringat dengan orang-orang yang dia minta untuk mengawasi Shen Fengyin.


Li YongSheng mengambil ponselnya. Dia segera menghubungi orang suruhannya


"Apa kalian masih mengikuti wanita itu?"


"...."


"Dimana wanita itu?"


"..."


"Baiklah, kirimkan alamatnya padaku"


Li YongSheng lalu mematikan sambungan. Tidak lama, sebuah pesan di terimanya. Li YongSheng menuju ke mobilnya. Dia hendak melajukan mobilnya ketika ponselnya bergetar.


Li YongSheng mengambil ponselnya dan melihat pesan dari ibunya yang memintanya pulang karna ada hal yang ingin dia bicarakan.


Li YongSheng tahu ibunya pasti mengetahui tentang perceraiannya dan Shen Fengyin. Li YongSheng tidak tahu apa yang dipikirkan ibunya sekarang.


Li YongSheng melajukan mobilnya menuju ke rumah. Dia harus menunda untuk menemui Shen Fengyin.


 


Ny Li menyambut putranya dengan wajah berseri-seri. Li YongSheng masuk ke dalam rumah, dia terkejut melihat keberadaan Shen FengYue, serta tuan dan ny. Shen.


"Ada apa ini?"


"A-Sheng. Kau sudah resmi berpisah dengan Shen Fengyin,jadi tidakkah lebih baik untuk meresmikan hubungan mu dengan Shen FengYue. Kita akan membicarakan hubungan mu dan Shen FengYue dengan lebih serius"


"Ibu, kami baru hari ini kami mendapat akte cerai. Bukankah terlalu cepat untuk membicarakan hubungan ku dengan Shen FengYue"


"Apa salahnya. Bukankah yang terpenting kau sudah berpisah darinya? Lebih baik jika kau segera bersama dengan Shen FengYue,apa kau tidak kasihan pada xiao Yue yang mendapat pandangan buruk"


"Ibu, aku tidak ingin membicarakan masalah ini. Maaf, aku harus pergi"


Ny. Li merasa tidak enak hati ketika melihat ekspresi kekecewaan keluarga Shen.


"A-Sheng, jangan katakan bahwa kau sebenarnya tidak rela berpisah dengan wanita itu"


"Li YongSheng, kau tidak bisa meninggalkan Shen Fengyue. A-Sheng, hanya keluarga Shen yang dapat membantu mengembangkan perusaan kita. Kau adalah harapan kami setelah kakakmu lepas tangan untuk mengurus perusahaan"


"Ibumu benar"


Tn. Li tiba-tiba masuk ke ruang belajar. Dia berjalan mendekati putranya lalu menepuk bahunya.


"A-Sheng, ayah ini adalah kesempatan bagus untukmu. Tunjukkan pada ayah bahwa ayah tidak salah memilihmu. A-Sheng, lupakan ego mu itu. Jika kau berani menyinggung keluarga Shen hal ini akan berimbas pada keluarga Li kita. Tolong pikirkan itu"


Li YongSheng tahu tentang berapa besar pengaruh keluarga Shen. Walaupun sebelumnya Shen Fengyin adalah penguasa dari keluarga Shen tapi sekarang perusahaan Shen menjadi miliki Shen Fengyin dan juga kepala keluarga Shen-Tuan Shen memiliki pengaruh besar dalam bidang politik. Dia tidak mungkin menyinggung keluarga Shen tapi Li YongSheng tidak yakin untuk meresmikan hubungannya dan Shen FengYue.


"A-Sheng, jangan lupa bahwa kau mendapat kan perusahaan Shen berkat Shen FengYue juga. Kau adalah CEO perusahaan Shen sekarang, kau tidak mungkin melepaskan kesempatan ini dan meninggalkan xiao Yue yang sudah membantumu bukan?"


Ny. Li masih berusaha membujuk putranya. Dia tidak ingin kehilangan menantu yang berharga. Hanya mengikat hubungan dengan keluarga Shen maka keluarga Li bisa kembali bangkit.


"Aku akan memikirkannya nanti"


Li YongSheng segera keluar dari ruangan. Dia merasa tidak nyaman dengan tekanan kedua orang tuanya. Ketika Li YongSheng keluar, tuan tua Li memanggilnya.


"Kakek"


"A-Sheng, jangan mengambil keputusan karena paksaan orang lain. Kaulah yang akan menjalani kehidupanmu yang kau pilih"


Tuan tua Li menepuk pundak Li YongSheng menunjukkan dukungannya. Walaupun tuan tua Li merasa kecewa ketika mengetahui cucunya berpisah dengan Shen Fengyin dan juga menantu serta putranya bahkan memaksakan ego mereka pada Li YongSheng untuk k


mendapatkan keuntungan.


"Kakek, apa kakek akan memdukung apapun keputusanku?"


"Tentu saja. Kakek akan mendukung keputusan setiap cucu kakek. A-sheng, kau tidak perlu mengorbankan dirimu untuk keluarga Li. Lakukan apa yang diinginkan hatimu"


Tuan tua Li tersenyum. Tuan tua Li memberikan nasihatnya dengan harapan mungkin saja cucunya menolak keinginan menantu dan putranya. Dia masih mengharapkan cucunya kembali bersama Shen Fengyin. Walaupun Shen Fengyin bukanlah cucu kandung sahabatnya tapi baginya dan juga sahabatnya, Shen Fengyin adalah cucu kesayangan mereka.

__ADS_1


__ADS_2