
Helena duduk termenung di tempat tidur. Tubuhnya terasa lemas.
"Makan"
Tuan Si tiba-tiba masuk ke kamar Helena. Helena hanya memandang kosong ke arah papanya.
"Tidak ada gunanya kau kelaparan. Besok, kau tetap akan menikah dengan Louist Lee"
Tuan Si meletakkan nampan di meja samping tempat tidur. Tuan Si lalu pergi dan menutup pintu dengan keras. Helena hanya diam dan menghela nafas. Dia lalu mengambil makanan yang dibawakan papanya. Percuma saja dia mogok makan tapi tidak mengubah apapun. Helena mulai makan. Dia cuma hanya bisa mengandalkan suaminya yang akan menceraikannya di malam pengantin mereka setelah dia tahu bahwa Helena kehilangan harta berharganya. Dia mungkin juga akan kehilangan statusnya sebagai seorang nona dari keluarga terhormat.
***
Pernikahan nona muda keluarga Si dan tuan muda keluarga Lee diadakan di sebuah gereja. Para tamu yang datang adalah rekan bisnis mereka namun Li Huan Rui juga datang ke pesta pernikahan Helena. Li Huan Rui memandang Helena yang berjalan menyusuri altar bersama tuan Si. Wanita itu terlihat lebih kurus dari sebelumnya. Li Huan Rui tahu Helena pasti tidak bahagia dengan pernikahan ini. Li Huan Rui ingin memolongnya tapi melawan keluarga Lee sama dengan menghancurkan keluarganya. Li Huan Rui hanya berharap bahwa Louist dapat menyayangi sahabat baiknya itu dan memperlakukannya dengan baik.
Kini tuan Si mengulurkan tangan Helena pada Louist dan mereka berdua menuju ke altar bersama.
"Nona Helena, anda begitu cantik. Sebuah keberuntungan bagi saya untuk menjadi suami anda"
Helena tidak bereaksi apapun. Helena merasa tubuhnya semakin lemas, Helena memang kehilangan nafsu makamnnya dan juga rasa mualnya tadi membuatnya enggan untuk makan banyak. Mereka berdua sampai di depan pendeta dan mulai mengucapkan janji.
"Louist Lee, apa kau bersedia menerima Helena Si sebagai pendampingmu dalam suka atau duka, dalam susah atau senang"
"Saya...."
Helena tiba-tiba pingsan membuat Louist menghentikan ucapannya dan menangkap tubuhnya. Semua orang terkejut dengan hal itu.
"Nona Helena"
Louist Lee menepuk pipi Helena dengan khawatir. Tuan Si tidak terlalu peduli dengan putri yang lahir dari mantan istrinya itu tapi dia tidak ingin dipandang sebagai ayah yang buruk di depan publik. Tuan Si juga mendekat lalu menggendong putrinya.
***
"Dokter, bagaimana keadaan putri saya? Kenapa dia tiba-tiba pingsan"
"Dia pingsan karena efek dari kekurangan gizi"
"Kekurangan gizi?" tuan Lee memandang ke arah tuan Si.
"Tuan Si, bagaimana mungkin kau membiarkan calon menantuku kekurangan gizi"
"Tuan Lee..."
"Tolong berhenti bertengkar. Saya belum selesai menjelaskan"
"Dia pingsan juga diakibatkan kondisi tubuhnya yang lemah karena kehamilannya"
"Apa? Putriku hamil"
"Ya. Itu benar. Sebaiknya anda perhatikan kesehatan putri anda. saya permisi"
Dokter itu pergi. Tuan Lee marah ketika mendengar hal itu.
"Tuan Si, beraninya kau mengirim seorang wanita yang mengandung anak laki-laki lain pada keluarga Lee Apa kau memandang rendah keluarga kami"
"Tidak, tuan Lee. Saya bahkan tidak tahu bahwa Helena hamil"
"Ayah macam apa yang tidak tahu tentang hal penting itu"
"Pernikahan dibatalkan"
"Papa, bagaimana jika kita tetap menerimanya? Lagipula tidak ada yang tahu bukan bahwa Helena sedang hamil. Papa tahu bahwa aku tidak akan memiliki keturunan. Kita bisa menjadikan anak itu sebagai anakku"
"Tidak, putraku lebih baik untuk tidak mendapatkan keturunan daripada mendapatkan menantu seorang wanita yang tidak bisa nenjaga kemurniannya. Papa akan mengatur wanita lain untukmu. Tuan Si, aku menarik kembali investasiku sebagai kosekuensi karena kau telah membohongiku"
Tuan Lee marah lalu pergi meninggalkan kamar Helena. Tuan Si mengejarnya dan mencoba membujuknya.
"Aku akan meminta putriku mengungurkan bayinya"
"Apa dengan hal itu saja bisa menghanpus tindakan murahan putrimu? Dia masihlah wanita kotor tidak pantas untuk masuk di keluarga Lee. Aku tidak akan mengubah keputusanku apapun yang terjadi"
Tuan Si berteriak frustasi setelah tuan Lee pergi. Dia merasa kesal. Putrinya benar-benar tidak bisa diandalkan. Dia sudah memanjakannya menghamburkan uang untuk memberinya kemewahan tapi apa balasan dari putrinya, sebuah penghinaan.
***
Bai Xiao mengerutkan keningnya menonton berita di layar Tv tentang pembatalan pernikahan Louist Lee dan Helena Si. Bai Xiao tentu saja merasa terkejut karena beberapa jam lalu seharusnya jika sesuai tanggal pengumuman pernikahan, mereka sudah menjadi suami dan istri tapi Bagaimana mungkin pernikahan yang baru terjadi beberapa jam lalu tiba-tiba dibatalkan?.
"Mungkinkah, Li Huan Rui yang menggagalkan pernikahan mereka"
Walaupun Li Huan Rui bersikap baik padanya dan mengungkapkan perasaannya tapi dia masih tidak yakin bahwa hati Li Huan Rui menang untuknya. Helena memiliki arti penting bagi pria itu.
***
Helena perlahan menbuka matanya. Pandangannya tertuju pada tuan Si yang menatapnya dengan penuh kemarahan.
"Kau bangun juga akhirnya. Sekarang kau puas telah berbuat masalah dan mempermalukan keluarga kita dengan kehamilanmu itu"
"Hamil?"
"Helena, aku sudah memberikan apapun untukmu. Aku sudah memberikan banyak uang untukmu berbelanja, aku sudah memberikan pesta mewah yang kau inginkan tapi kenapa kau justru menghancurkan keluarga kita? Tidak bisakah kau menbalas kebaikanku selama ini"
"Papa. Apa kau pikir memberikan fasilitas mewah padaku itu cukup? Aku tidak perlu fasilitas mewah. Ketika pesta yang aku inginkan bukan kemewahan tapi kehadiran papa, aku juga tidak butuh baju baru tapi aku hanya butuh perhatian papa"
"...dan aku tidak ingin menjadi pion untuk keuntungan keluarga"
"Helena, seorang nona sudah sepantasnya menjadi pion. Kau punya kewajiban untuk menunjang kerjasama untuk keluarga kita. Aku akan mengatur dokter untuk mengugurkan kandungmu. Setelah itu kau akan menenui tuan tua Ji "
"Papa, bukankah tuan tua Ji sudah beristri?"
"Itu benar, tapi dia mau menjadikanmu wanita simpanannya dan dia juga berjanji memberi investasi pada perusahaan kita"
__ADS_1
"Papa, kau ingin menjualku?"
"Kasar sekali ucapanmu. Sebelumnya aku sudah mengatur agar kau menjadi istri utama Louist Lee tapi kau justru bertindak ceroboh dengan tindakan kotormu itu sekarang tidak akan ada Seorang pria dari keluarga kelas atas yang akan menerimamu jadi lebih baik kau terima nasipmu untuk menjadi wanita simpanan dan juga kau tenang saja, tuan terua Ji akan memenuhi semua yang kau inginkan dan hal ini juga berguna untuk perusahaan kita"
Helena hendak protes tapi tuan Si menghentikannya. Dia berbalik dan menutup pintu dengan keras.
'Tidak, aku tidak ingin menjadi wanita kedua apalagi menikah dengan pria tua dan kasar Seperti tuan Ji"
"Aku harus melakukan sesuatu"
"Ah, benar. Aku mungkin bisa menggunakan anak yang aku kandung ini. Ini anak Wang Yufeng, aku bisa mungkin bisa menggunakan kekuasaan dan status Wang Yufeng untuk membuatku lepas dari keluarga Si"
Helena menghubungi Wang Yufeng. Namun telponnya tidak tersambung.
"Apa dia tidak pulang? Bukankah besok adalah adalah ulang tahun tuan tertua keluarga Wang"
"Aku harus memikirkan cara agar aku bisa bertemu dengannya"
***
Pagi-pagi Helena berhasil keluar dari rumah dengan bantuan seorang pelayan. Dia menggunakan pakaian pelayan dan pergi bersama seorang pelayan. Awalnya penjaga keamanan curiga tapi karena Helena kali ini tidak memoleskan make up mereka tidak mengenalinya dengan baik.
"Nona, jaga dirimu ya "
"Ya"
Helena lalu masuk ke dalam taksi. Dia sudah memesan taksi lebih dulu. Helena mencoba menghubungi nomer Wang Yufeng lagi tapi untuk kesekian kalinya, operatorlah yang menjawab.
Mension keluarga Wang cukup jauh. Taksi itu lalu berhenti di sebuah kawasan mension mewah.
"Nona, apa anda mau melamar pekerjaan di rumah ini?"
"Eh? "
Helena tiba-tiba sadar bahwa dia masih berpakaian seperti seorang pelayan.
"Iya"
"Berapa pak?"
Supir taksi itu ragu-ragu menyebutkan uang yang harus di bayar.
"Ini mungkin cukup mahal jadi saya akan menerima berapapun yang nona berikan"
Helena tidak menyangka ada yang bersimpati padanya. Saat ini dia memang masih Seorang nona tapi dia tidak memiliki banyak uang. Helena memberikan semua uang yang dia punya pada supir taksi itu walau dia yakin bahwa uangnya pasti kurang tapi supir taksi itu tidak protes apapun.
Helena turun dari taksi dan menuju ke sebuah rumah. Namun dia ditahan oleh petugas keamanan.
"Ada perlu apa?"
"Aku ingin bertemu tuan muda kedua wang"
"Tapi, aku harus bertemu dengannya. Ada hal penting yang harus aku bicarakan padanya"
"Hal penting apa yang ingin disampaikan Seorang pelayan sepertimu?"
"Pergi"
"Tidak, tolong biarkan aku bertemu dengannya. Aku...aku harus membicarakan anaknya yang aku kandung"
"Huft, apa kau pikir aku akan percaya? Bahkan jikapun itu anak tuan muda bagaimana kau bisa berhubungan dengannya dan juga sudah banyak para wanita yang mengaku memiliki anaknya"
"Tapi, sungguh aku tidak berbohong, tolong panggilkan Wang Yufeng"
"Kau bahkan berani memanggil namanya. Aku katakan padamu nona tuan muda tidak berada di kediamannya. Hari ini dia akan mengumumkan pertunangannya di rumah utama keluarga Wang"
"Apa?"
"Tidak ada kesempatan bagimu nona. Tuan muda kami sudah mendapatkan putri dari pengusaha kaya dari A Country, dia adalah putri dari Robert Lu"
Helena akhirnya berbalik dan pergi. Sekarang, apa yang harus dia lakukan? Apakah dia harus memberi tahu Wang Yufeng walaupun dia tidak akan memilihnya. Helena berjalan dengan linglung memikirkan masa depannya. Dia hanya berniat untuk mempermalukan papanya tapi kini semua jadi rumit karena dia hamil. Dia terlalu ceroboh karena tidak minum obat kontasepsi.
Helena tidak tahu kemana dia harus pergi, dia tidak ingin kembali ke rumah dan dijadikan simpanan oleh orang yang kasar. Namun dia tidak memiliki tujuan. Andai saja Li Jiao masih ada mungkin dia bisa datang padanya dan memolongnya. Sebuah ide melintas di otaknya.
"Henry, dia pasti bisa membantuku"
Helena menghubungi nomer Li Huan Rui.
"Hallo"
"Henry"
"Helena, bagaimana keadaanmu? Apa yang terjadi? Kenapa kau pingsan"
"Aku akan jelaskan nanti tapi sekarang tolong jemput aku di kawasan villa x "
"Kenapa kau disana? "
"Sudah, cepatlah"
"Baiklah"
***
Helena menunggu cukup lama hingga sebuah mobil marcedes berhenti di depannya. Li Huan Rui membuka kaca mobil dan meminta Helena masuk.
"Ada apa? Apa yang terjadi?"
"Henry, aku hamil"
__ADS_1
"Apa?"
Beruntung bahwa Li Huan Rui memiliki ketenangan.
"Papaku ingin aku menggugurkan kandunganku dan menjadi simpanan tuan tua Ji"
"Henry, bantu aku untuk meninggalkan kota ini"
"Aku.."
"Aku mohon"
"Baiklah"
"Helena, kenapa kau tidak minta ayah dari bayi itu untuk bertanggung jawab"
Helena tidak menjawab. Dia memejamkan mata dan lebih memilih untuk tidur. Helena merasa tidurnya cukup lama. Ketika dia membuka mata mobil itu berhenti.
"Dimana ini?"
"Ini di mension milik mamaku di H city. Ayo, turun"
Helena turun. Mension ini memang mension yang pernah ditinggalinya bersama dengan Li Huan Rui dulu. Li Huan Rui menekan tombol. Pintu terbuka dan menampilkan seorang wanita cantik dengan ekspresi datar.
"Nona Bai, kenapa kau disini?"
"Dia..."
"Tuan Li, kenapa kau membawa nona Helena kemari?"
"Helena akan tinggal bersama kita..."
"Huwek"
Helena tiba-tiba mual. Dia segera masuk ke dalam rumah itu dan menuju toilet bawah. Helena masih ingat tata letak rumah ini.
Li Huan Rui segera ikut masuk dan menyusulnya.
"Helena, apa kau baik-baik saja?"
Tidak ada jawaban. Li Huan Rui segera membuka pintu. Dia terkejut melihat Helena pingsan. Li Huan Rui segera menggendong Helena. Bai Xiao saat itu juga mengikuti Li Huan Rui.
"Bai Xiao, cepat siapkan kamar untuk Helena"
"Baiklah"
Bai Xiao menuju ke sebuah kamar. Dia lalu merapikan tempat tidur. Li Huan Rui lalu meletakkan Helena perlahan.
Li Huan Rui mengambil ponselnya dan menghubungi dokter. Bai Xiao dapat melihat kekhawatiran pria itu.
***
Ketika dokter datang Li Huan Rui segera meminta dokter memeriksanya. Dokter itu mengecek kondsinya.
"Sepertinya nyonya terlalu tres dan kondisinya memang lemah karena masa-masa awal kehamilannya"
"Anda harus menjaganya dengan baik"
"Ya, doker"
Li Huan Rui mengantar dokter itu. Dia meminta Bai Xiao untuk menjaga Helena sebentar. Bai Xiao memandang Helena.
'Helena hamil? Mungkinkah karena itu pernikahannya di batalkan? Apa dia mengandung anak Li Huan Rui '
Bai Xiao tahu alasan kenapa Li Huan Rui begitu khawatir ketika Helena pingsan. Bai Xiao tidak tahu kenapa ada rasa nyeri di dalam hatinya. Bukankah dia tidak lagi mencintai pria itu tapi kenapa dia merasakan rasa sakit ini.
"Nona Bai"
Helena perlahan membuka matanya.
"Kenapa aku bisa di kamar?"
"Anda pingsan "
"Apa Henry yang membawaku?"
"Ya"
"Nona Helena, bolehkah aku bertanya sesuatu?"
Helena mengangguk.
"Apa anda hamil?"
"Benar"
"Apa itu anak tuan muda tertua Li"
Helena terdiam sejenak. Namun Bai Xiao menyadari keragu-raguan dari wanita itu.
"Ya"
Bai Xiao mengigit bibir bawahnya menahan kekecewaan dalam hatinya. Dia seharusnya tahu bahwa dia tidak boleh berharap. Dia tidak ingin menjadi penghalang bagi hubungan mereka lagi dan dia juga tidak ingin Helena merasakan apa yang dia rasakan di masa lalu.
"Nona Bai, apa kau merasa kecewa?"
"Tidak, lagipula saya tahu hubungan anda dengan tuan Li"
"Saya akan pergi, anda bisa beristirahat lebih dulu"
__ADS_1
Helena mengangguk. Bai Xiao lalu pergi meninggalkan kamar dan berusaha menenangkan perasaan kekecewaaan yang dia rasakan