
7 tahun kemudian
A Country
Tepuk tangan meriah terdengar, setelah beberapa siswa paduan suara selesai tampil. Seorang anak laki-laki diantara mereka memandang ke arah kursi penonton. Seorang pria melambaikan tangan ke arahnya. Anak laki-laki itu- Li Huan Rui menoleh ke kursi disamping pria itu dengan tatapan kecewa.
Setelah pertunjukkan selesai, Li Huan Rui dikelilingi oleh para guru dan juga para gadis kecil. Mereka menuji bagaimana Li Huan Rui dapat memimpin panduan suara dengan baik dan suaranya yang begitu indah. Li Huan Rui hanya menunjukkan senyumannya, Li Huan Rui sudah berusaha keras berlatih agar bisa tampil dengan baik demi seseorang yang berharga untuknya namun sayang seseorang yang ditunggunya tidak datang.
"Rui kecil"
Seorang pria tampan yang menggunakan stelan jas hitam mendekati Li Huan Rui. Para guru wanita terpesona melihat ketampanan pria itu. Mereka mulai mendekati pria itu dan memuji betapa baiknya Li Huan Rui. Pria itu- Li Yongfan tersenyum bangga mendengar pujian untuk putranya. Li Huan Rui meraih tangan pria itu.
"Papa, ayo kita pulang "
Li Huan Rui tidak ingin guru-guru itu berperilaku genit pada papanya. Li Yongfan mengangguk. Dia berpamitan pada para guru sebelum memggendong Li Huan Rui dan membawanya ke mobil . Rui kecil itu hanya menunjukkan ekspresi cemberut sepanjang perjalanan.
"Apa mama masih sibuk berkerja? "
Li Huan Rui merasa sedih karena ibunya tidak datang.
'Rui, mamamu sangat sibuk. Kau harus mengerti itu dan juga, bukankah papa sudah datang untukmu"
"Tapi, Rui juga ingin mama melihat Rui. Rui ingin mendengar mama memuji Rui seperti yang lainnya "
Li Huan Rui menundukkan kelapanya dengan sedih. Li Yongfan menyadari kesedihan putranya, dia mengerti kekecewaan yang dirasakan putranya. Li Yongfan sebelumnya sudah berbicara pada Shen Fengyin tentang hal ini tapi Shen Fengyin memiliki pekerjaan penting yang tidak bisa dia tinggalkan.
"Rui, lain kali jika Rui tampil lagi, papa akan berusaha membujuk mamamu
Benarkah papa? "
Li Yong Fan mengangguk. Rui kecil tersenyum cerah. Li Yongfan juga ikut tersenyum melihat putranya.
"Papa, bisakah kita pergi ke suatu tempat sebelum kita pulang? "
"Tentu, kemana Rui ingin pergi? "
Shen Fengyin menghela nafas lelah, ada banyak hal yang harus dikerjakannya. Wanita itu mengambil ponselnya dan melihat pemberitahuan chat masuk. Shen Fengyin membuka akun wechat nya, Shen Fengyin mengerutkan kening melihat video yang dikirim Li Yongfan. Shen Fengyin menekan tombol play.
Video itu menampilkan seorang anak laki-laki berada di barisan depan. Anak laki-laki itu memimin paduan suara dengan suaranya yang indah. Shen Fengyin memfokuskan pandangan pada Li Huan Rui, dia tidak menyangka putranya memiliki bakat dalam bernyanyi dan sekarang putranya telah tumbuh semakin tampan dan...semakin mirip dengannya.
Shen Fengyin mematikan video itu, sudah satu tahun ini Shen Fengyin menghindari kontak dengan putranya. Setiap kali Shen Fengyin melihat Li Huan Rui, dia selalu teringat dengan pria itu. Rui kecil memiliki wajah begitu mirip dengan Li Yongsheng. Setiap kali Shen Fengyin mengingat pria itu, hanya rasa sakit yang dia rasakan.
"Tuan muda, anda tidak bisa masuk. CEO Shen sedang sibuk "
“ Aku hanya ingin bertemu mama. Aku tidak akan menganggunya "
"Tapi, Tuan muda... "
Li Huan Rui menerobos masuk ke ruang Shen Fengyin. Tatapannya langsung terarah pada wanita cantik yang memiliki ekspresi dingin.
"Mama "
Li Huan Rui tersenyum cerah melihat Shen Fengyin, sudah lama dia tidak melihat ibunya.
"Huan Rui, apa yang kau lakukan disini? "
"Tentu saja Rui kesini untuk bertemu mama "
"Mama masih memiliki banyak pekerjaan, lebih baik Huan Rui pulang"
"Rui tidak akan menganggu mama. Rui hanya akan diam dan menunggu sampai mama selesai bekerja lalu kita bisa pulang bersama "
Li Huan Rui berjalan menuju ke sofa. Tangan kecilnya berusaha meraih sofa dan berusaha untuk duduk. Shen Fengyin menghela nafas melihat kelakuan putranya.
"Huan Rui, lebih baik kau pulang. Kantor tidak cocok untuk anak kecil "
"Rui tidak akan pulang jika mama tidak ikut pulang bersama Rui "
"Huan Rui, apa kau berani membantah mama sekarang? "
Alis Shen Fengyin berkerut menandakan kemarahan. wajah Li Huan Rui menjadi pucat melihat kemarahan ibunya, namun anak laki-laki itu tidak bergerak sedikitpun dari sofa.
"Rui akan tetap disini "
Anak laki-laki itu menyilangkan tangannya di dada. Shen Fengyin menghela nafas melihat putranya yang keras kepala.
"Huan Rui, bukankah papa menunggumu di luar? Apa kau tidak kasihan dengan papa? "
Rui sudah minta papa meninggalkan Rui
Shen Fengyin tidak memiliki alasan lagi untuk menolak putranya. Dia membiarkan Li Huan Rui melakukan apa yang dia mau.
6 jam kemudian
Li Huan Rui menguap beberapa kali. Namun pria kecil itu berusaha untuk menahan rasa kantuknya.
Jika kau mengantuk maka pulanglah. Mama akan menghubungi papa untuk menjembutmu
"Tidak...tidak, Rui tidak mengantuk "
Li Huan Rui berusaha membuka matanya, namun dia sudah sangat mengantuk hingga akhirnya dia tidak sanggup lagi dan menutup matanya. Tubuh kecilnya terbaring di sofa. Shen Fengyin mengalihkan pandangan dari dokumnnya dan memandang putranya.
Dia berdiri dan mendekati pria kecil, tangannya secara perlahan terulur hendak menyentuh si kecil tapi dia menghentikannya, tangannya hanya menggantung di udara. Shen Fengyin menarik kembali tangannya dan mengepalkan tangannya. Dia hanya memandang pria kecil cukup lama sebelum akhirnya mengambil ponselnya dan menghubungi Li Yongfan.
"Hallo, kakak Fan. Tolong jemput Li Huan Rui "
"Kenapa tidak kau yang mengantarnya kerumah? Apa kau tidak pulang lagi? "
__ADS_1
"Um, aku masih memiliki banyak pekerjaan. Aku akan menginap dikantor malam ini. Jadi, tolong bawa si kecil pulang "
"Yinyin, jangan memaksakan dirimu dan akan lebih baik kau menyempatkan waktu bersama Rui. Bagaimanapun juga dia adalah putramu.... "
"Aku tahu. Kakak, aku sangat sibuk. Aku tidak punya waktu mendengar omelanmu. Kakak hanya perlu menjemput Li Huan Rui "
"Baiklah, aku akan membawanya pulang "
Shen Fengyin lalu mematikan panggilan, dia memandang putranya sekali lagi yang terlihat tidak nyaman dengan posisinya. Tangannya kembali terulur tapi lagi-lagi dia merasa ragu untuk menunjukkan kelembutannya pada putranya. Shen Fengyin menghela nafas lalu kembali ke meja kerjanya dan fokus dengan dokumennya.
30 menit kemudian, Li Yongfan datang ke kantor Shen Fengyin. Kantor itu sudah sepi, mungkin karena sudah jam pulang. Li Yongsheng langsung menuju ke ruang Shen Fengyin, dia mengetuk pintu pelan sebelum mendorongnya. Pandangannya terarah pada Shen Fengyin yang sibuk membaca sebuah dokumen.
"Yin Yin "
Kakak Fan, kau bisa membawanya
Shen Fengyin menunjuk ke arah Li Huan Rui yang tertidur di sofa.
"Yinyin, apa kau serius tidak pulang hari ini? Besok adalah ulang tahun Rui kecil. Dia pasti akan kecewa jika kau tidak datang "
"Aku akan mengirim hadiah untuknya
Yinyin, Rui pasti lebih menginginkan kehadiranmu dibandingkan dengan hadiah. Yinyin, kau tidak bisa bersikap dingin padanya. Dia putramu, kau tidak bisa memperlakukan Rui seperti Li Yongsheng"
"Kakak, bisakah kau tidak menyebut nama itu? "
Hatinya terasa sakit setiap mendengar nama pria itu membuatnya teringat dengan masa lalu.
"Yinyin, aku.... "
Kakak, pria kecil tidak akan merasa nyaman jika semakin lama tidur di sofa. Bisakah kita menghentikan perdebatan ini dan kau bisa cepat membawa si kecil pulang
Li Yongfan menghela nafas. Dia segera berjalan menuju ke Li Huan Rui lalu menggendongnya.
"Yinyin, aku tahu kau membenci pria itu tapi kau tidak bisa membenci putramu. Bukankah kau sendiri yang ingin mempertahankannya saat itu, lalu kenapa sekarang kau mengabaikannya? "
Shen Fengyin tidak mengatakan apapun.
"Mama"
Li Huan Rui mengatakannya di saat matanya masih tertutup.
"Lihatlah, bahkan disaat dia tidur dia memanggilmu. Yinyin, Rui sangat menyanyangimu walaupun kau selalu mengabaikannya. Dia selalu mengharapkan dirimu, setidaknya kau bisa meluangkan sedikit waktu untuknya "
Li Yongfan lalu keluar setelah mengantakan itu. Shen Fengyin terdiam memikirkan apa yang dikatakan Li Yongfan sebelum akhirnya kembali fokus dengan pekerjaannya.
"Mama"
Li Huan Rui terbangun dari tudurnya, dia melihat ke sekeliling kamarnya. Li Huan Rui segera berlari keluar dan berteriak memanggil ibunya.
"Mama"
"Tuan muda, Nyonya masih belum pulang "
Nanny Su menahan pria kecil yang terus berlari.
Li Huan Rui merasa kecewa, dia gagal membujuk ibunya untuk pulang.
"Tuan muda, tuan sudah menunggu anda untuk sarapan "
"Aku tidak mau sarapan. Aku tidak akan makan sebelum mama pulang "
Li Huan Rui berlari kembali ke kamarnya dan menutup pintu dengan keras. Nanny Su merasa khawatir, dia segera mengikuti tuan mudanya.
"Tuan muda, anda harus makan setidaknya sedikit "
"Tidak "
"Tuan muda, saya sudah menyiapkan cake untuk ulang tahun anda? Tidakkah anda menyukai cake rasa cokelat? "
Tidak ada jawaban dari Li Huan Rui. Nanny Su menghela nafas, dia turun ke bawah dan melapor pada tuannya.
"Tuan, tuan muda tidak ingin keluar untuk makan sebelum nyonya pulang "
Li Yongfan menghela nafas.
"Aku akan mencoba membujuknya "
Li Yongfan menuju ke kamar Li Huan Rui.
"Rui kecil, buka pintunya. Ayo keluar untuk sarapan, setelah itu kita akan memotong kue ulang tahunmu"
"Tidak, Rui tidak akan keluar sebelum mama pulang"
"Rui kecil, mamamu mengirimkan hadiah untukmu. Apa kau tidak ingin membukanya? "
"Tidak, Rui tidak ingin hadiah. Rui hanya ingin mama "
Li Yongfan menghela nafas, Dia tidak tahu sejak kapan Rui kecilnya menjadi keras kepala seperti ini. Li Yongfan mengambil ponselnya dan menghubungi Shen Fengyin namun justru operator yang menjawab.
Shen Fengyin masih berkutat dengan laptopnya, ini hari libur seharusnya dia bisa pulang ke rumah tapi dia tidak ingin meninggalkan pekerjaannya. Apalagi dia harus menangani berkas yang harus dia serahkan pada client. Shen Fengyin tidak bisa menyerahkan tugas penting pada sekertaris ataupun asistennya.
"Ah, CEO Shen masih bekerja di akhir pekan? "
Seorang wanita berambut pirang masuk ke dalam ruangan Shen Fengyin.
"Jenny Shen, apa yang kau lakukan disini? "
"Aku hanya mengambil berkas yang tertinggal. Aku tidak menyangka bahwa ada orang selain aku di kantor "
Jenny Shen duduk di sofa dan menyilangkan kaki panjangnya.
"Apa kau tidak pulang? Bukankah hari ini ulang tahun keponakan kecil? "
__ADS_1
"Ya, tapi aku sangat sibuk. Aku tidak bisa merayakan ulang tahun bersamanya, lagipula ada kakak Fan yang akan menemaninya "
"Rui kecil pasti kecewa "
"Jenny, bagaimana perkembangan proposal kita? Apa perusahaan CS setuju untuk bekerja sama dengan perusahaan kita? "
"Ya,aku baru mendapatkan email persetujuannya semalam "
"Baguslah "
Shen Fengyin merasa senang.
"Apa kau sudah sarapan? Bagaimana jika aku mentraktirmu sarapan sebagai perayaan "
"Bolehkan aku memilih restoran mahal? "
'Tentu saja "
Jenny Shen tersenyum, jarang-jarang sepupunya ini akan bermurah hati.
"Baiklah, ayo "
Jenny Shen berdiri dan hendak berjalan menuju pintu.
"Kau mau kemana? "
"Tentu saja keluar, bukankah kita akan makan di restoran "
"Kita akan makan disini. Kau bisa memesan makanan? "
"Apa? Yinyin, bagaimana mungkin kita makan di kantor? Suasananya akan berbeda, kenapa kita tidak pergi ke restoran langsung?"
"Aku masih memiliki banyak pekerjaan
Bisakah kau meninggalkan pekerjaaanmu sebentar? Kau adalah bos nya kenapa tidak menyerahkannya pada sekertaris ataupun asistenmu "
"Benar juga ya, baiklah. Aku akan pergi denganmu tapi kau harus selesalikan pekerjaanku. Nanti sore harus selesai "
"Apa kenapa aku? "
"Bukankah kau memintaku untuk menyerahkan tugasku pada orang lain."
" Kau adalah wakil CEO bukan? Jadi, apa salahnya jika aku menyerahkannya padamu "
"Baiklah...baiklah, kau tidak perlu tinggalkan pekerjaanmu. Kita bisa makan di kantor "
Jenny Shen tidak ingin waktu weekendnya harus dia habiskan dengan dokumen-dokumen itu apalagi sepupunya ini sangat perfect dia pasti akan memintanya melakukan banyak revisi jika tidak sesuai. Jenny Shen mengambil ponselnya dan memesan makanan.
Li Yongfan berada di ruang kerjanya mengerjakan pekerjaannya tapi dia merasa tidak tenang. Li Yongsheng melihat ke arah jam di tangannya. Li Yongfan keluar dari ruang kerjanya dan menuju ke kamar Li Huan Rui.Disana Nanny Su masih berusaha membujuk Rui kecil.
"Tuan muda, saatnya makan siang
Tidak mau "
"Rui kecil masih tidak mau keluar? "
"Iya tuan muda"
Li Yongfan menghela nafas, sepertinya dia harus membawa Shen Fengyin pulang. Li Yongsheng pergi ke kamarnya mengambil kunci mobil.
Jenny Shen merasa kesal karena Shen Fengyin masih sibuk berkutat dengan laptopnya sementara dia makan sendirian.
"Sepupu, bolehkah aku membawa makanan ini ke rumah "
"Ya, terserah kau saja "
Jenny Shen cemberut, makan bersama sepupunya tidak ada bedanya dengan makan sendirian. Setidaknya jika dia makan di rumah, dia bisa menonton drama korea sehingga tidak sesunyi makan di kantor. Jenny Shen mengemasi makanannya.
"Terima kasih sudah mentraktirku, sampai jumpa sepupu "
Jenny Shen hendak membuka pintu, tapi seseorang terlebih dahulu membuka pintu.
"Saudara Fan "
Li Yongfan tidak memperhatikan Jenny Shen dan melewati Jenny Shen begitu saja.
"Yinyin, kau harus pulang "
Shen Fengyin terkejut dengan kedatangan Li Yongfan yang tiba-tiba.
"Kakak Fan, aku tidak bisa. Aku masih memiliki banyak pekerjaan. Aku akan pulang nanti "
"Tidak bisa. Yinyin, kau harus pulang. Kau tidak ingin sesuatu terjadi pada Rui kecil bukan? "
"Saudara Fan, apa yang terjadi pada keponakanku yang imut "
Li Yongfan baru menyadari keberadaan Jenny Shen.
"Jen, kau disini? "
"Ya, apa kau tidak melihatnya. Aku ada di depanmu. Saudara, apa yang terjadi pada Rui kecil "
Dia tidak menolak keluar sejak pagi dan menolak untuk makan
“Apa? Sepupu, kau harus segera pulang
Aku tidak... "
Li Yongfan tiba-tiba menggendong Shen Fengyin ala bridal.
"Kakak Fan "
"Tidaka ada penolakan "
__ADS_1
Mereka berdua meninggalkan Jenny Shen yang masih berdiri di pintu.
A/N: sudah lama ya. Terima kasih untuk yang masih menunggu cerita ini. Chapter revisi akan berbeda dengan chapter yang aku posting sebelumnya. Ada banyak perubahan. Aku harap tidak mengecewakan para pembaca. Terima kasih untuk dukungan kalian