Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Spin off- Arrogant Wife Forced Marriage chapter 9 (2)


__ADS_3

  Bai Xiao mengantar Yimin ke sekolah. Walaupun dia masih khawatir pada putrinya tapi Yimin bersikeras untuk sekolah karena dia sekolah.


"Yimin, ingat jangan terlalu kelelahan, mengerti?"


"Ya,mama"


Bai Xiao memberikan kecupan lalu memberikan ciuman di kening lalu masuk ke dalam mobil. Setelah mobil itu pergi Yimin hendak masuk ke gerbang tapi pandangannya terarah pada sebuah mobil mewah berwarna hitam. Seorang pria dengan penampilan berantakan membuka pintu , lalu  seorang anak laki-laki turun. Dia langsung melangkah menuju ke gerbang. Dia berhenti ketika mata biru dingin itu bertemu mata hitam yang cerah. Gadis itu segera mengalihkan pandangan dan langsung pergi. Pria itu, Liu Yaoshan merasa kecewa karena Yimin mengabaikannya, mengapa gadis itu tiba-tiba berubah. Liu Yaoshan berusaha untuk mengabaikan perasaannya.


***


Yimin masuk ke dalam kelas dan menyapa teman-teman.


"Selamat pagi"


"Selamat pagi ketua kelas"


Para siswi menjawab sapaan ketua kelas mereka. Yimin duduk di tempat duduknya sebelumnya. Liu Yaoshan masuk ke dalam kelas, dia berjalan melewati Yimin begitu saja.


"Ketua kelas, apa kau bertengkar dengan anak nakal itu? " teman sebangku Yimin merasa heran karena ketua kelasnya tidak memperhatikan anak laki-laki itu.


"Tidak"


"Lalu kenapa kau bersikap dingin padanya?"


"Tidak, aku tidak bersikap dingin. Aku bersikap seperti biasa"


Bel masuk berbunyi. Seorang guru masuk. Guru itu adalah guru musik mereka -Guru Chen. Yimin memimpin untuk memberi salam pada guru Chen. Semua siswa melakukannya.


"Hari ini aku akan membagi kelompok untuk ujian musik minggu depan. Penilaian ini adalah penilaian kelompok jadi kalian harus bekerja sama"


"Ibu akan mulai menyebutkan dan kalian langsung menemui teman duet atau trio kalian"


"Kelompok 1 yaitu Lin Yi dan Ma Fei,kelompok kedua bla bla bla"


Semua yang dipanggil sudah mempersiapkan diri bersama teman mereka. Kini hanya tinggal Yimin dan Liu Yaoshan.


"...dan kelompok terakhir adalah Yimin dan Liu Yaoshan"


Yimin berpindah ke tempat duduk disamping Liu Yaoshan. Guru Chen membagikan kertas yang berisi lirik lagu.


"Sepertinya kau terlihat enggan untuk berpasangan denganku?"


Liu Yaoshan mengucapkannya dengan nada datar.


"Eh? Tidak, aku justru berpikir bahwa kaulah yang tidak suka berpasangan denganku. Bukankah Lui Yaoshan membenciku bukan?"


"Apa aku perna mengatakan bahwa aku membencimu?"


"Kau pernah bilang bahwa kau tidak suka bersamaku"


"Aku memang tidak suka ada seseorang yang menempel padaku tapi aku tidak membencimu, sepertinya satu kelompok denganmu bukan hal yang buruk "


Yimin tersenyum.


"Kalau begitu, ayo kita bekerja bersama sebagai rekan"


"Ya"


Guru Chen memberikan kertas lirik kepada Yimin. Lagu yang akan mereka tampilkan adalah lagu pengyou (friend) dari Zhou Hua Jian. Mereka berdua membaca lirik di kertas itu dan membicarakan konsep mereka.


"Bagaimana jika diiringi piano? Aku bisa bermain piano"


"Itu bagus"


"Bagaimana jika nanti kita berlatih di ruang musik setelah pulang sekolah"


Liu Yaoshan mengangguk.


***


Tuan Si berteriak kesal, saham perusahaan semakin menurun tapi perusahaan Shen tidak ingin membantu perusahaan mereka. Dia memanfaatkan putrinya agar dekat dari pewaris perusahaan Shen agar bisa menunjang perusahaan tapi anaknnya itu tidak juga berhasil menikah dengan Li Huan Rui dan perusahaan Shen justru tidak ingin berurusan dengan perusahaan mereka. Tuan Si tidak puas dengan rencananya yang berjalan tidak sesuai dengan apa yang dia pikirkan.


"Maaf, Presiden Si. Jika saya boleh memberi saran bagaimana jika anda menutuskan pertunangan nona Helena dan Presiden Li?"


"Saya dengar CEO dari Lee Internasional mencari istri untuk putra bungsunya"


"Putra bungsunya? Louist yang sakit-sakitan itu yang digosipkan importen itu?"


"Ya, Tuan ketiga memang buruk tapi presiden Jay pasti akan membantu perusahaan kita. Bagaimanapun juga hubungan perusahaan kita dan lee internasional juga baik"


"Ya, sepertinya kau benar. Buat janji dengan CEO Jay"


"Baik, Presiden"


Asistennya lalu undur diri dan meninggalkan ruangan.


***


  Saat jam makan siang, Helena membawakan makanan untuk Li Huan Rui.


"Kau tidak harus melakukan ini"


"Tidak apa-apa, bukankah seorang tunangan harus perhatian pada tunangannya"


Helena memberikan kotak makanan pada Li Huan Rui dan pria itu dengan enggan menerimanya.

__ADS_1


"Henry, lusa adalah pesta ulangtahun perusahaan keluargaku. Apa kau bisa datang bersamaku"


"Baiklah"


Li Huan Rui tentu saja harus datang bersama Helena, bagaimanpun dia harus memberi muka padanya sebagai tunangan walaupun dia tidak terlalu menyukai untuk berpura-pura bersikap intim sebagai tunangan tapi dia harus melakukannya. Helena tersenyum senang, dia awalnya takut jika Li Huan Rui tidak mau datang bersamanya dan membuatnya kehilangan muka. Setidaknya dia masih memiliki kesempatan ini untuk dekat dengan Li Huan Rui.


Li Huan Rui makan makanannya dengan cepat.


"Henry, makan pelan-pelan, kau nanti tersedak"


Li Huan Rui tidak peduli. Dia lalu berdiri.


"Henry, kau mau kemana?"


"Aku ada urusan"


"Kau pasti ingin menemui wanita itu bukan?"


Li Huan Rui tidak mengatakan apapun dan langsung pergi.


***


Saat jam pulang, Liu Yaoshan dan Yimin pergi ke ruang musik. Mereka mulai berlatih untuk lagu duet mereka. Jari-jari kecil Yimin menari nari di tuts piano dan Liu Yaoshan mulai bernyanyi.


"Zhè xiē nián yī gè rén


Fēng yě guò yǔ yě zǒu


Yǒu guò lèi yǒu guò cuò


(all these years, me alone


been through wind and walk through rain had tears, had mistakes


When had i insist something?)


Jari-jari tangan Yimin berhenti.


"Kenapa?"


Liu Yaoshan memandang dengan tatapan keheranan.


"Liu Yaoshan, kau harus memberikan perasaan di lagu itu"


"Haruskah?"


"Tentu saja. Jika kau bernyanyi dengan ekspresi datar seperti itu bagaimana lagu bisa tersampaikan. Aku akan memberikanmu contoh"


Yimin kembali memainkan pianonya.


"Zhè xiē nián yī gè rén


Fēng yě guò yǔ yě zǒu


Yǒu guò lèi yǒu guò cuò


Yimin menyanyinkan dengan penuh perasaan.


"Seperti itu"


Yimin memandang ke arah Liu Yaoshan yang menatapnya tanpa berkedip.


"Hei, Liu Yaoshan , ada apa?"


Liu Yaoshan tersadar dari lamunannya.


"Tidak. Aku tidak bisa bernyanyi"


"Apa kau bisa main alat musik? Piano? Gitar? Biola?"


Liu Yaoshan mengeleng. Dia lahir di keluarga yang kejam, bagaimana mungkin dia berlatih alat musik yang lembut. Hal yang dapat dia lakukan adalah menggunakam pistol dan pisau dan juga membuat orang babak belur.


"Kalau begitu kau hanya bisa bernyanyi"


" ...resapi isi lagunya dan masukkan jiwamu dalam lagu itu"


Liu Yaoshan menghela nafas, dia mulai membaca lagi lirik yang ditulis di kertas yang diberikan guru Chen.


"Dengarkan alunan piano dengan baik dan fokus dengan lagunya"


Yimin mulai memainkan piano lagi. Liu Yaoshan memandang ke arahnya dan dia mulai menyanyikan lirik pertama lagi, kali ini dia bisa dengan mudah masuk ke dalam lagu yang dia nyanyikan. Dia merasa bahwa lagu ini seperti apa yang dia rasakan.


"Zhè xiē nián yī gè rén


Fēng yě guò yǔ yě zǒu


Yǒu guò lèi yǒu guò cuò


(all these years, me alone


been through wind and walk through rain


had tears, had mistakes


When had i insist something?)

__ADS_1


Yimin mulai menyanyikan bagiannya dengan suara lembut.


"Zhēn' àiguò cái huì dǒng


Huì jìmò huì huíshǒu


Zhōng yǒu mèng zhōng yǒu nǐ zài xīn zhōng"


(only the one who had loved will understand (sometimes) will be lonely, will regret


still have dream and you in my heart)


Mereka menyanyikan lagu dengan baik. Mereka bahkan tidak perlu menggunakan teks lagi saat bernyanyi. Siapa sangka bahwa pertama kali mereka berlatih , mereka sudah mendapatkan chemistry untuk menyanyikan lagu itu.


"Liu Yaoshan, kau bernyanyi dengan baik. Aku senang karena berparner denganmu"


Liu Yaoshan masih menunjukkan ekspresi datar walaupun dalam hati dia berteriak kegirangan, entah bagaimana dia merasa senang mendapat pujian dari gadis ini.


"Kau juga bukan patner yang buruk"


"Ayo kita pulang, kau tidak boleh terlalu lelah bukan?"


"Bagaimana kau tahu?"


"Bukankah kau kesakitan saat kelelahan berlari? Bukankah artinya kau tidak boleh terlalu lelah bukan?"


"Apa Liu Yaoshan khawatir padaku?"


"Ti..tidak, aku hanya tidak mau disalahkan jika sesuatu terjadi padamu"


"Sudahlah, ayo kita pulang"


***


  Li Huan Rui memandang seorang wanita yang berdiri di depan gerbang, sekolah sudah sepi tapi sepertinya putrinya belum keluar. Li Huan Rui awalnya ingin menemui Yimin karena Bai Xiao melarangnya mememui Yimin bahkan rumah keluarga Li tertutup rapat untuknya, karena dia tidak ingin putrinya sakit lagi jika terjadi keributan jadi dia tidak bisa melawan. Jadi dia meminta seseorang mencari tahu tempat Yimin sekolah.


Li Huan Rui mengepalkan tangannya ketika melihat seorang pria mendekati Bai Xiao dan mengajaknya mengobrol. Pria itu berpakaian rapi dan terlihat berumur 30 tahun. Dia tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan tapi Bai Xiao terlihat nyaman saat berbicara dengan pria itu. Li Huan Rui tidak bisa menahan kemarahannya saat dia mengusap rambut Yimin yang baru saja keluar. Li Huan Rui keluar dari mobil.


"Yimin"


Li Huan Rui berjalan mendekat dan memanggil nama putrinya. Yimin memandang ke arah orang yang memanggilnya. Dia terkejut melihat pria yang selalu di tunggunya, dia ingin memeluk papanya tapi melihat tatapan kemarahan di mata mamanya saat melihat papanya, dia tidak berani bergerak.


"Yimin, maaf, papa baru datang menemuimu"


"Oh, apa anda papa Li Yimin, hallo saya guru bahasa cina Li Yimin, namaku guru Zhou"


Li Huan Rui menyapanya dengan ramah walau dia merasa kesal pada pria yang mengaku sebagai guru dari putrinya itu.


"Putri anda sangat pintar, dia mendapat nilai sempurna dalam kaligrafi"


"Ya. Dia memang pintar"


"Baiklah,saya duluan"


Guru itu memberikan senyuman pada Bai Xiao.


"Yimin, ayo pergi..."


"Tuan Li, Yimin lelah. Dia butuh istirahat"


"Kalau begitu aku akan mengantar kalian"


"Tidak perlu, ada supir yang telah menunggu kami"


Bai Xiao mengendong Yimin dan berjalan menuju ke mobil. Gadis kecil itu hanya memandang papanya. Dia ingat kata-kata mamanya dan juga papanya bahkan tidak memenuhi janjinya. Mungkin memang benar bahwa bibi itu lebih penting bagi papanya dibandingkan dia dan mama.


Li Huan Rui mengejarnya dan menghentikan tangan Bai Xiao yang hendak membuka mobil.


"Jiao,biarkan aku memenuhi janjiku untuk mengajak Yimin jalan-jalan"


"Tuan Li, Yimin baru saja selesai belajar. Dia lelah dan butuh istirahat. Lain kali saja"


"Lain kali? aku tahu kau tidak akan memberi waktu lain kali bukan? Yimin,papa minta maaf karena membatalkan perjalanan kita. Jadi, papa akan menebusnya"


"Tidak perlu. Yimin tidak ingin lagi jalan-jalan bersama paman. Paman lebih baik bersama bibi itu saja"


"Yimin, kenapa kau..."


"Kau dengar bukan? Jadi tolong minggir"


"Yimin, apa kau marah dengan papa? Yimin, papa minta maaf"


Yimin tidak mengatakan apapun dan dia mengalihkan pandangan dari Li Huan Rui.


"Tuan Li, minggirkan tanganmu. Kami harus segera pulang"


Li Huan Rui menjauhkan tangannya dari pintu mobil dengan ragu-ragu. Bai Xiao membuka pintu dan masuk. Dia meminta supir untuk melajukan mobil. Yimin memandang ke belakang dan melihat papanya hingga dia tidak dapat melihatnya lagi. Bai Xiao menyadari kesedihan dimata putrinya tapi dia tidak ingin putrinya terlalu terikat dengan Li Huan Rui. Walaupun dia merasa bersalah harus memisahkan hubungan ayah dan anak. Namun, dia tidak ingin putrinya kecewa jika akhirnya Li Huan Rui tidak kembali pada mereka. Pria itu akan memiliki kehidupan pernikahan dengan Helena dan memiliki anak sendiri. Dia tidak ingin putrinya merasa kecewa karena hal itu. Mungkin memisahkan mereka lebih awal adalah hal yang terbaik sebelum hubungan mereka semakin dalam.


Li Huan Rui masih berdiri diam memandang mobil yang sudah menjauh. Li Huan Rui tidak menyangka bahwa dia juga akan ditolak oleh putrinya sendiri dan putrinya sekarang membencinya.


Liu Yaoshan berada tidak jauh dari Li Huan Rui. Dia tidak tahu jika hubungan keluarga gadis itu begitu rumit tapi Liu Yaoshan tidak ingin ikut campur. Dia hanya berjalan dengan santai melewati Li Huan Rui dan menuju ke mobilnya. Pria berpakaian hitam itu membuka pintu untuknya.


Cukup lama Li Huan Rui berdiri, Li Huan Rui menghela nafas lalu dia kembali ke mobilnya. Dia berusaha menelan kekecewaannya.


A/N: lagu yang dinyanyikan Liu Yaoshan dan Li Yimin , liriknya aku ambil dari sini

__ADS_1


https://googleweblight.com/i?u\=https://lyricstranslate.com/en/peng\-you\-%25E6%259C%258B%25E5%258F%258B\-friend\-%25E6%259C%258B%25E5%258F%258B.html&hl\=id\-ID


ada videonya juga


__ADS_2