
"My princess, kau makan dengan berantakan ya. Lihat, ada nasi di bibirmu"
"Benarkah?"
Li Jiao mengulurkan tangan ke arah bibirnya namun tangan Wang Yufeng menghentikannya.
"Biar aku saja"
Wang Yufeng mendekati Li Jiao dan mengambil butir nasi dengan mulutnya. Li Huan Rui menatap tajam ke arah mereka walaupun wajah Li Huan Rui masih tanpa ekspresi tapi dalam hatinya ada api berkobar.
"Henry"
Helena mengenggam tangan Li Huan Rui. Berusaha menarik perhatian Li Huan Rui.
"Henry, sebentar lagi ulang tahunmu bukan? Apa kau akan mengadakan pesta?"
"Tidak"
Li Huan Rui tidak ingin repot membuat pesta apalagi sekarang dia berada di S city.
"Bagaimana jika kita merayakan berdua. Aku akan membuat makanan special untukmu"
"Apa kau bisa memasak? "
"Aku sedang belajar. Aku tidak yakin nanti dengan rasanya tapi aku akan melakukan yang terbaik"
"Baiklah. Seperti apapun rasanya aku akan tetap makan apapun yang kau buat"
"Kalau begitu aku akan buat makanan yang enak"
Helena tersenyum. Dia menyandarkan kepalanya di bahu Li Huan Rui.
"Henry, aku bahagia karena memiliki tunangan yang baik seperti mu"
"Aku juga"
Li Jiao memandang nya. Dia dapat merasakan kelembutan Li Huan Rui pada Helena. Dia tahu seberapa penting Helena untuk Li Huan Rui. Dia tidak berhak merasa iri karena dia hanyalah roda ketiga yang keberadaan nya harus disembunyikan.
"Jiao, kau tahu hari ini ulangtahunku"
"Eh?aku belum menyiapkan hadiah"
"Aku tidak butuh hadiah lain. My princess ada disamping ku ini sudah seperti hadiah"
"Jiao, bisakah kita pergi bersama? Aku Mungkin tidak bisa lagi merayakan bersamamu tahun depan karena aku akan masuk akademi kemiliteran"
"Baiklah"
Wang Yufeng tersenyum.
"Pulang sekolah aku akan menjemputmu di kelas"
Li Jiao mengangguk.
***
Li Jiao kini berada di mobil milik Wang Yufeng. Dia mengeluarkan ponsel, dia hendak memberi tahu Rui tapi dia mengurungkan niatnya. Pria itu mungkin juga akan pulang terlambat seperti sebelumnya.
"Ada apa?apa yang kau pikirkan?"
"Tidak, tidak ada"
"Jiao, film apa kau suka film action?"
"Apa? "
"Aku mendapat 2 tiket film action. Apa kau mau menonton bersama? Aku tahu ini tidak mamis setiap pasangan akan memonton film romatis bukan? "
"Tidak masalah untuk menonton film action. Aku suka itu"
"Baguslah"
***
Helena memaksanya untuk pergi ke tempat tinggal Li Huan Rui. Li Huan Rui menyetujiinya.
"Sepi ya"
"Begitulah"
"Apa hanya kau dan Jiao yang tinggal disini?"
"Tidak, ada pelayan dan kepala koki tapi memang tidak banyak"
Helene hanya mengangguk.
"Duduklah disisi. Aku akan memgambil minuman untukmu"
"Tidak perlu memperlakukanku seperti tamu. Aku akan membuat nya sendiri nanti"
"Kalau Begitu, ayo ke ruang belajar"
"Henry, sebelum belajar bisakah aku pergi berkeliling. Aku ingin tahu seperti apa tempat Henry tinggal"
"Tidak ada yang special tentang mension ini. Tapi taman di belakang cukup bagus"
"Mau pergi kesana?"
"Bolehkah?"
"Tentu saja"
Li Huan Rui dan Helena berjalan berdampingan. Helena meraih tangan Li Huan Rui dan mengenggamnya. Li Huan Rui hanya diam, walau dia sedikit terkejut.
"Taman ini sejuk dan indah"
Li Huan Rui mengangguk.
"Apa kau sering datang ke sini?"
"Tidak. Aku jarang berada di rumah. Bukankah setiap hari aku lebih banyak bersama mu"
"Ya, aku tahu. Maaf Henry , aku sudah menyusahkanmu untuk menemamiku"
"Tidak masalah, oh ayo kita kembali dan mulai belajar"
"Bisakah disini sedikit lebih lama ?"
"Tidak, aku tahu Helena kau sedang menunda waktu agar tidak belajar kan?"
Helena tertawa kecil.
"Henry dapat menebak apa yang aku pikirkan ya. Aku memang sedang malas belajar. Aku sudah belajar keras saat ujian masuk bisakah bersantai sedikit"
"Helena, kau harus tetap belajar. Kau tidak ingin tertinggal bukan?"
"Ya...ya, aku tahu. Aku akan belajar giat agar pantas berada di samping Henry"
"Baiklah, ayo kembali"
Tangan Helena dan Li Huan Rui sedari tadi masih bergenggaman tangan.
"Kau tahu, Henry. Tanganmu terasa hangat. Aku suka itu"
Li Huan Rui tidak mengatakan apapun dan hanya menarik tangan Helena menuju ke ruang belajar.
Mereka duduk di sofa.
"Apa Jiao juga memiliki ruang sendiri untuk belajar?"
"Li Jiao biasanya belajar di kamar"
"Dimana kamar Jiao?"
"Di lantai dua. Kenapa?"
"Apa kamarmu juga di lantai 2? "
Helena bertanya dengan ragu
"Ya, semua kamar ada di lantai dua"
"Apa kamar kalian dekat?"
"Huh? Kenapa bertanya seperti itu?"
"Hanya ingin tahu. Atau...kalian berada di kamar yang sama?"
"Helena, apa maksud pertanyaanmu? Ada banyak kamar di mension ini kenapa aku harus berbagi kamar dengan orang lain"
"Bukan itu , ah sudahlah"
__ADS_1
"Sekarang fokus belajar. Katakan padaku apa yang tidak mengerti"
"Baiklah"
***
"Filmnya sangat bagus bukan?"
"Ya dan itu mengegangkan "
"Oh ya, apa kau mau pergi tempatku latihan"
"Latihan"
"Ya, sekalian kau belajar"
"Baiklah"
Li Jiao dan Wang Yufeng berada di tempat latihan menembak. Wang Yufeng menyapa beberapa orang yang ada disana.
"Apa kau mau latihan menembak?"
Jiao mengangguk. Dia selalu ingin mencobanya. Wang Yufeng meminjamkan peralatan. Dia membantu Li Jiao menggunakannya.
"Posismu harus lurus, ya...konsentrasi pada target dan tarik"
Bank
"Aish, meleset"
"Tidak apa-apa, aku juga sering meleset. Kau bisa terus berlatih"
"Kau tahu, setiap aku merasa kesal aku selalu datang kesini dan perasaan ku lebih baik walau sering meleset"
"Kau mungkin bisa juga mencoba nya untuk melampiaskan perasaan mu"
Li Jiao hanya diam dan fokus pada sasaran dan ketika berhasik dia merasa semang. Memang suasana hatinya yang buruk saat memikirkan Li Huan Rui dan Helena manjadi lebih baik sekarang.
"Setelah ini apa ada tampat yang ingin kau kunjungi ?"
"Aku tidak tahu banyak tempat di S city. Kalau begitu aku akan menunjukkan padamu beberapa tempat yang bagus"
"Kita akan memulai kencan yang sesungguhnya"
"Eh? Bukankah ini termasuk kencan"
"Ini baru pemanasan"
Wang Yufeng dan Li Jiao pergi ke aquarium besar yang ada di S city. Li Jiao memandang ikan-ikan yang ada di kanan dan kiri. Tangan Wang Yufeng terulur dan mengenggam tangan Jiao.
Jiao sedikit terkejut, dia dengan reflek melepaskan nya.
"Maaf"
Li Jiao melihat kekecewaan di wajah Wang Yufeng. Dia meraih tangan Wang Yufeng dan mengenggamnya. Wang Yufeng adalah tunangannya dan Li Jiao harus memenuhi tugasnya sebagai tunangan. Wang Yufeng tersenyum.
"Brother Yufeng , bagaimana kau menemukan tempat ini?"
"Aku pernah pergi kesini dengan seseorang"
"Jadi ini tempat kencanmu dengan orang lain"
"Kau marah?"
"Tidak. Aku adalah tunangan yang pengertian, kau tahu?"
"Setidaknya kau tidak pergi dengan orang itu lagikan?"
"Ya, tentu. Tunanganku ada disini sekarang. Bagaimana mungkin aku pergi dengan orang lain"
***
"Tuan muda, makan malam sudah siap"
"Baiklah"
Helena terlihat senang ketika pelayan memanggil untuk makan. Setidaknya dia bisa mengalihkan sejenak dari buku-buku yang membosankan dan soal-soal sulit yang diberikan Li Huan Rui.
"Ayo kita makan dulu"
"Baiklah"
Helena segera keluar dari ruang belajar menuju ke ruang makan. Dia segera duduk dan mengambil makanan. Dia butuh asupan karena energinya sudah terkuras karena belajar.
"Nona muda belum pulang, tuan muda"
"Apa? "
"Henry, tidak perlu khawatir. Li Jiao pasti sedang pergi dengan kakak kelas Wang Yufeng, tadi siang bukankah kakak kelas Wang Yufeng menjemputnya"
"Justru karena dia pergi dengan Wang Yufeng aku khawatir"
Li Huan Rui mengatakan dengan pelan.
"Henry , kakak kelas Wang Yufeng adalah tunangan Jiao. Dia akan menjaganya"
Li Huan Rui tidak mengatakan apapun. Dia mengambil makanan dan makan dengan tenang.
***
"Aku tidak tahu ada tempat yang indah di malam hari"
"Ya. Sungai dan gedung jadi terlihat indah bukan? "
"Ya. sangat indah"
"Ayo kita foto bersama"
Wang Yufeng mengambil ponselnya dan membuka aplikasi kamera. Meteka berfoto dengan latar belakang sungai dengan efek bahaya yang indah.
Wang Yufeng mempostingnya dalam aplikasi weibo. Keluarga Wang memiliki kepopuleran khususnya tuan muda kedua yang tampan.
'Wow, siapa wanita cantik yang bersama tuan muda kedua'
'Apa dia pacar tuan muda kedua'
'Sangat cantik, apa dia seorang dewi'
'Pasangan yang di takdirkan dari surga'
Helena diam-diam menjelajah aplikasi weibo saat Li Huan Rui sibuk membaca. Dia benar-benar bosan belajar. Dia melihat berita yang sedang trending. Dia tekejut melihat foto yang di postingan terbaru Wang Yufeng yang menjadi pembicaraan.
"Wow, Li Jiao dan kakak kelas Wang benar-benar romantis. Sungguh manis"
"Apa yang kau katakan?"
"Ini, diweibo. Mereka menjadi pembicaraan di weibo. Tempat foto mereka sungguh bagus"
Li Huan Rui mengepalkan tangannya.
"Helena, kau tidak serius belajar. Aku akan tambah soal yang harus kau kerjakan"
"Henry, kenapa kau kejam padaku. Soal sebelum nya saja belum selesai wu wu wu tidak bisakah kau berbaik hati, tunanganku wu wu"
Helena mulai mengeluh.
"Baiklah. Jauhkan ponsel dan fokus belajar"
Helena mengangguk.
Li Huan Rui keluar ruangan untuk menenangkan diri. Dia tidak mungkin menunjukkan kemarahan nya di depan Helena. Dia tidak tahu kenapa dia merasa marah. Mungkin kah karena seseorang berani menyentuh miliknya, tidak gadis itu bahkan bukan miliknya. Wang Yufeng adalah tunangannya dia bisa melakukan apapun padanya tapi gadis itu juga setuju untuk menjadi kekasihnya bukan? Apa karena dia adalah kekasihnya dia merasa marah tapi kenapa ada sesuatu yang menusuk hatinya ketika tahu dia bersenang-senang dengan pria lain. Li Huan Rui menghela nafas.
"Henry, aku sudah selesai. Bisakah aku pulang, aku lelah"
"Baiklah. Aku akan mengantarmu pulang"
"Henry, bisakah aku menginap disini?"
"Kau yakin? Apa kau tidak tahu seorang pria berbahaya"
"Tapi, aku tunanganmu"
Helena berjinjit dan memcium Li Huan Rui tapi pria itu secara reflek mengalihkan wajah. Helena mengepalkan tangannya.
"Aku tidak menarik bukan? "
"Helena"
"Henry tidak menyukai ku bukan? Aku tunangan yang buruk ya"
Helena tersenyum pahit. Li Huan Rui menarik nya dalam pelukannya. Dia memberikan ciuman lembut di dahinya.
__ADS_1
"Jangan memadang rendah dirimu sendiri. Helena, kau adalah tunanganku. Apa kau pikir aku akan memilih seseorang yang buruk sebagai tunananganku"
"Jangan berpikir buruk lagi ok?"
Helena mengangguk dan tersenyum. Li Huan Rui membelai lembut pipi Helena. Tatapan mata tajam Li Huan Rui bertemu dengan tatapan mata lembut Helena. Li Huan Rui menundukkan wajahnya, dia hendak mencium Helena.
"Nona muda, anda sudah pulang"
Li Jiao menghentikan apa pelayan yang menyapanya. Dia menghela nafas dan mengumpat kenapa posisi tangga harus berada dekat dapur dan dia harus melihat kemesraan sepasang kekasih.
Li Huan Rui segera menjauhkan wajahnya ketika mendengar suara sapaan pelayen pada Helena.
"Li Jiao"
Helena yang sebelumnya menutup mata kini membuka matanya. Dia mengeluh dalam hati karena hampir saja Li Huan Rui menciumnnya. Helena menoleh ke arah Li Jiao. Gadis itu masih menggunakan seragam.
"Jiao jiao"
"Hallo, Helena"
Helena berbalik dan berjalan mendekati Li Jiao.
"Jiao-jiao, aku melihat foto yang diposting kakak kelas Wang. Apa kalian pergi berkencan? Dimana saja kalian pergi? Pasti menyenangkan bukan? Oh ya dimana tempat kalian mengambil foto yang di posting itu? Pemandangannya sangat indah dan romantis"
"Helena, maafkan aku. Aku tidak bisa mengobrol banyak. Aku sangat lelah hari ini. Aku ingin segera istirahat"
"Baiklah, Jiao jiao istirahat saja"
Li Jiao naik ke tangga.
"Li Jiao,kau tidak bisa tidur dengan perut kosong"
"Aku sudah makan malam di luar"
Li Jiao dengan cepat menaiki tangga. Dia ingin segera sampai ke kamarnya. Li Jiao berada di kamarnya. Dia menyandarkan tubuhnya di pintu dan memegang dadanya, kenapa? Kenapa dia merasa terluka? Mereka adalah sepasang kekasih bukan? Apa salahnya untuk berciuman? Dia sudah tahu seperti apa situasinya, seharusnya dia tidak pantas untuk terluka. Li Huan Rui bukan miliki nya. Li Jiao menghela nafas, mungkin berendam akan membuatnya merasa lebih nyaman.
Li Jiao merembahkan tubuhnya di bethtube. Dia mandi lebih lama dari biasa. Dia mengambil jas mandi dan keluar dari kamar mandi. Dia merasa lebih nyaman.
"Jiao jiao, kenapa kau mandi sangat lama"
Li Jiao memandang seseorang yang merembahkan tubuhnya di tempat tidurnya.
"Helena, apa yang kau lakukan disini? Apa kau masuk di kamar yang salah?"
"Eh? Apa ini kamar Jiao jiao?"
"Ya, ini kamarku"
"Kalau begitu aku berada di kamar yang benar. Malam ini aku tidur disini bersama Jiao jiao"
"Eh? Tempat tidur ku tidak cukup besar. Tempat tidur di kamsr Li Huan Rui lebih luas"
"Bagaimana kau tahu tempat tidur Henry lebih luas? Kau pernah tidur di kamar Henry?"
Helena menatap Li Jiao dengan tatapan curiga tapi ekspresi Jiao hanya datar dan tenang.
"Kamar Li Huan Rui adalah kamar utama di mension ini tentu saja pasti lebih luas. Kamar orang tuaku juga adalah kamar luas dengan tempat tidur luas. Bukanlah itu memang ciri kamar utama"
"Ya, kau memang benar. Tapi aku ingin tidur disini saja. Kamar Jiao lebih aman"
"Aman?"
"Benar. Aku memohon pada Henry agar bisa menginap disini , Henry menolak karena seorang pria berhaya jadi aku tidak bisa tidur di kamar Henry ataupun tidur di kamar lain. Henry juga sudah mengijinkanku tidur di kamar Jiao jiao karena Henry menyetujuinya bukankah berarti kamar Jiao aman"
"Jadi, Jiao. Bolehkah aku tidur disini bersamamu?"
"Baiklah lagipula mension ini milik keluarga Li Huan Rui, aku tidak pantas untuk menolak menantu masa depan pewaris rumah ini"
"Jiao jiao, kalau begitu bolehkah aku menumpang mandi dan meminjam piyamamu?"
"Tentu saja"
Li Jiao mengambil piyama dan handuk bersih dari almarinya. Dia menyerahkannya pada Helena.
"Terima kasih, Jiao"
***
Li Jiao bersandar di tempat tidur dan membaca buku untuk mereview pelajaran. Helena sudah tertidur. Ponsel Li Jiao bergetar. Jiao segera mengambil ponselnya.
'Apa Helena sudah tidur?'
'Ya'
'Kalau begitu kau datanglah ke ruang belajar'
'Untuk apa aku kesana'
'Jangan pura-pura bodoh. Li Jiao, kau belum memberikan ciuman hari ini pada kekasihmu ini'
'Bukankah kau sudah mendapatkannya?'
'Kapan? Hari ini kau belum memberiku ciuman"
'Bukan aku tapi Helena'
'Jiao, apa yang kau lihat tidak seperti apa yang kau pikirkan'
'Tunggu, apa kau cemburu? Wanita tanpa emosi seperti mu bisa juga cemburu? Sayang, kemarilah aku akan membuat mu melupakan kecemburuan mu itu'
Li Jiao menghela nafas. Sepertinya Li Huan Rui tidak menganggap serius kecemburuan nya.
'Kenapa aku harus cemburu? Aku tidak memikirkan hal itu sama sekali. Kalian pasangan bukan? Tidak masalah untuk berbagi ciuman. Li Huan Rui haruskah aku membangunkan Helena untuk memberikan ciuman selamat tidur'
'Apa kau berbagi ciuman yang bergairah dengan tunanganmu itu saat kencan'
'Kenapa tiba-tiba menanyakannya?'
'Karena kau tidak menginginkanku lagi. Apa ciumanku buruk?'
Li Jiao berusaha menahan tawa saat membayangkan ekspresi Li Huan Rui saat menulis ini.
'Kau menyadarinya?'
' teknik apa yang digunakan Wang Yufeng itu hingga dia lebih baik dariku'
Li Jiao merasa pembicaraan mereka terarah pada hal aneh.
'Aku tidak tahu'
'Jiao, datanglah. Aku akan memberikan ciuman yang lebih baik'
'Aku tidak mau melakukannya, bibirmu sudah ternodai wanita lain'
'Hei, aku bahkan tidak mempermasalahkan hal itu. Jiao, kau ingin menyiksaku'
'Ada Helena disini. Apa kau mau aku pindah tempat dan menbiarkan kau mencium nya'
'Jiao, jangan bermain-main'
'Aku serius'
'Jiao, aku dan Helena tidak melakukan apa yang kau pikirkan. Kenapa kau mempersulitku. Jiao jangan membuatku semakin kesal'
'Baiklah (emoticon kiss) '
'Sudah bukan?'
'Jiao, jangan main-main'
'Bukankah itu juga disebut kiss? Pangeran, kau tidak membalas ciuman dari selirmu ini?'
'Aku ingin ciuman nyata, aku akan membalas mu jika kau datang kesini'
'Oh aku bukan pangeran ,kaisar lebih cocok untukku. Selirku, haruskah aku ke istanamu?'
'Kaisar, selirmu ini lelah. Aku ingin tidur. Selamat malam'
'Li Jiao, kau memyebalkan, hei. Bagaimana kau bisa tidur dengan nyenyak sebentara aku kesulitan tidur'
'Jiao'
'Li Jiao'
'Kau akan membayar besok'
Li Jiao menghapus semua pesan aneh mereka. Hubungan mereka adalah rahasia tentu semua bukti harus dihapus. Jiao meletakkan ponsel nya di meja. Dia mulai tertidur. Helena terbangun, dia mengambil ponsel Jiao dan mencari pesan baru. Namun yang dia lihat adalah nama Wang Yufeng dibagian atas.
"Mungkin aku yang terlalu curiga"
Helena lalu kembali tidur.
__ADS_1
'Maafkan aku, Helena'
Li Jiao tahu jika Helena curiga padanya.