
Wang Yufeng memperkenalkan Helena sebagai nyonya rumah pada semua pegawai di rumahnya. Para petugas keamanan yang pernah mengusir Helena merasa terkejut melihat nya dan mereka baru tahu ternyata orang yang dianggap mereka pelayan ternyata nona muda keluarga Si.
"Kalian harus mengenali wajah nyonya kalian. Khususnya kalian berdua"
Wang Yufeng memperingatkan pada kedua petugas keamanan itu.
"Baik, tuan muda kedua"
"Oh ya, Helena. Dia adalah Nanny Yu, dia telah merawatku sejak kecil. Jika kau perlu apapun katakan saja pada Nanny Yu"
"Baiklah"
Wang Yufeng lalu meminta pelayan untuk membawa barang Helena ke kamar. Wang Yufeng dan Helena berada di kamar utama.
"Ini kamar kita"
"Kau bisa meletakkan pakaianmu di almari ini"
"Baiklah, aku akan menata pakaianku"
"Aku akan membantumu"
"Tidak perlu. Aku bisa sendiri"
"Tidak apa-apa aku akan membantumu"
***
"Papa, apa ini yang papa maksud kue?"
Yimin mengomentari kue kering yang dibuat papanya. Warna kue itu sangat cokelat. Bahkan Ketika Yimin mengigitnya kue itu tidak memiliki tekstur renyah tapi keras. Apakah papanya ini membuat kue dari batu.
"Maafkan papa, papa akan menbuat yang lebih baik lain kali"
Yimin cemberut melihat kue yang dibuat papanya.
"Sudahlah, kalau begitu biarkan mama menbuat cemilan lain"
"Apa mama bisa membuat kue kering"
"Tidak, tapi mama akan membuat kue yang lain"
"Apa rasanya akan enak?"
"Mungkin lebih baik dari kue yang dibuat papamu"
"Benarkah? Istriku apa kau yakin bisa menbuat lebih baik dariku"
"Tentu saja"
"Kalau kau bisa membuat makanan yang lebih baik dariku. Aku akan memberikanmu hadiah"
"Hadiah apa yang ingin papa berikan pada mama"
"Rahasia"
Li Huan Rui menunjukkan senyum nakal. Bai Xiao memiliki firasat buruk tentang hadiah yang akan diberikan oleh suaminya itu.
Bai Xiao meminta suami dan anaknya untuk menonton tv untuk menunggu. Bai Xiao mulai menyiapkan bahan-bahan. Kepala koki mendekatinya.
"Nyonya, apa anda butuh bantuan"
"Tidak. Aku dapat melakukannya sendiri"
"Kepala koki Xiao, jangan menganggu istriku"
Li Huan Rui menatap tajam pada kepala koki.
"Maafkan saya, tuan muda"
Kepala koki itu pergi. Bai Xiao mengabaikan keberadaan Li Huan Rui dan fokus mencampurkan adonan. Li Huan Rui mendekat dan memeluknya dari belakang.
"Istri , bisakah aku membantumu?"
"Tidak. Kau hanya akan mengacaukan makanan buatanku"
"Istri, aku tidak akan melakukannya. Kau tahu, aku sering membantu papa memasak"
"Jika kau ingin membantu maka kau lebih baik untuk menemani Yimin"
"Yimin sedang menonton kartun kesukaannya, dia tidak ingin aku menemaninya"
Li Huan Rui menguburkan kepalanya di leher Bai Xiao.
"Suamiku, kau bisa mengerjakan pekerjaan mu"
"Aku sudah menyelesaikan pekerjaanku"
"Kalau begitu lakukan apapun yang penting jangan mengangguku"
"Tapi, aku ingin bersama istriku"
Bai Xiao mengambil pisau.
"Suamiku, jika kau tidak ingin terluka maka menjauhkan"
Li Huan Rui takut dengan ancaman Bai Xiao dia akhirnya menjauhkan tubuhnya dan pergi.
Setelah beberapa lama, Bai Xiao membawakan kue yang dibuatnya ke ruang Keluarga. Saat ini Yimin sedang menonton Tv sedangkan Li Huan Rui membaca koran.
"Kue buatan mama sudah siap"
Bai Xiao mendekati istri dan putrinya. Yimin antusias melihat kue yang dibuat mamanya.
"Istriku,kau membuat kue bulan? Tapi ini musim dingin bukan musim gugur"
"Apa ada aturan untuk tidak membuat kue bulan sekain pada pertengahan musim gugur? Cobalah"
Yimin dan Li Huan Rui mencoba kue yang dibuat mamanya.
"Mama, rasanya seperti saat aku membelinya di festival dan juga rasanya lebih baik dari kue kering yang dibuat papa"
"Baiklah, aku mengakui bahwa kue buatan istriku lebih enak"
Li Huan Rui berdiri dan mendekati Bai Xiao.
"Istri, bersiaplah untuk mendapat hadiah dariku malam ini"
Li Huan Rui berbisik di telinga Bai Xiao. Yimin hanya fokus menikmati kue bulan buatan ibunya. Neneknya pernah membuatnya juga tapi rasanya keras sama seperti kue kering buatan papanya.
***
"Wang Yufeng, bukannya kau membantuku menata pakaianku kenapa kau justru membuanya"
__ADS_1
Helena merasa kesal karena pakian yang sudah dia lipat kini tergeletak di lantai.
"Pakaian itu terlalu terbuka dan terlalu sexy. Kau tidak boleh memakai pakaian seperti itu"
"Kalau kau tidak suka aku memakainya ke luar maka aku bisa memakainya di dalam rumah"
"Helena, di rumah ini juga ada pelayan pria dan kepala koki. Bagaimana bisa aku menbiarkan mereka melihat penampilan sexymu"
Helena mengambil pakaiannya.
"Wang Yufeng, dress ini tidak terlalu sexy bahkan dress ini berlengan panjang"
"Tapi dress itu terlalu ketat dan juga bukankah dress itu terlalu rendah di bagian dada"
"Dress ini cukup pertutup"
"Tapi bukankah dress itu terlalu pendek"
"Wang Yufeng,pakaian yang aku gunakan masih wajar di A Country "
"Ini B city bukan A country"
"Helena, saat ini kau sedang hamil. Perutnya mungkin belum membesar sekarang tapi lama-lama juga akan membesar. Menggunakan pakaian ketat akan menekan perutmu. Apa kau akan nyaman dengan hal itu"
"Ya. Kau benar. Namun seperti inilah pakakanku. Aku tidak memiliki pakaian longgar"
"Kalau begitu, ayo kita berbelanja"
"Kita akan membeli pakaian baru untukmu sebanyak mungkin"
"Tidak perlu menbuang uang"
"Tidak apa-apa, membeli berapa puluh pakaian tidak akan membuat suamimu bangrut"
"Ayo pergi"
Helena dengan enggan pergi bersama Wang Yufeng. Mereka pergi ke sebuah mall dan Wang Yufeng memilihkan banyak pakaian untuknya khususnya pakai yang tertutup. Helena menghela nafas, sebentar lagi musim panas apa dia tetap harus memakai pakaian seperti itu bukankah terlalu panas tapi Helena tidak berani membantah Wang Yufeng. Helena kelelahan.
"Kau lelah?"
"Ya"
Wang Yufeng mengambil alih paper bag lalu berjongkok.
"Naiklah , aku akan mengendongmu" .
"Tidak perlu, kau sudah membawa banyak. Aku masih bisa berjalan"
"Kau yakin?"
"Iya. Lebih baik kita pulang saja"
Wang Yufeng mengangguk. Merekapun akhirnya pulang ke rumah.
Setelah tiba di rumah Helena langsung pergi ke kamarnya dan tidur.
***
"Helena"
Wang Yufeng mencoba membangunkan istrinya. Helena justru menepis tangannya dengan kasar.
"Aku masih mengantuk. Jangan ganggu aku"
"Aku tidak lapar"
"Ayolah bangun"
Helena akhirnya bangun.
"Bisakah aku makan di kamar saja"
"Ya. Aku sudah membawa makanan utukmu. Apa kau mau aku menyuapimu"
"Tidak"
Helena mengambil piring itu dan makan. Wang Yufeng masih duduk disebelahnya.
"Apa kau sudah makan malam?"
"Ya"
"Jangan memandangiku"
"Kenapa? Apa aku tidak boleh memandang wajah cantik istriku"
Helena tersadak mendengar apa yang dikatakan Wang Yufeng. Apa pria ini sedang merayunya. Wang Yufeng mengambilkan segelas air untuknya.
"Terima kasih"
"Aku akan menyiapkan air hangat untuk berendam. Kau pasti lelah bukan?"
"Wang Yufeng, kenpa kau begitu baik padaku"
"Kau adalah istriku bagaimana mungkin aku tidak bersikap baik padamu. Aku sidah bilang bukan bahwa aku akan melakukan tanggung jawabku sebagai seorang suami"
***
"Istri, apa kau ingin mengambil hadiahmu sekarang?"
"Tidak"
"Kau yakin? Apa kau tidak penasaran apa hadiah yang aku berikan untukmu?"
"Aku sudah tahu"
"Oh benarkah? Kalau begitu katakan padaku apa hadiahnya. Bai Xiao yang sebelumnya menunggungi Li Huan Rui kini berbalik ke arahnya. Mereka saat ini saling berhadapan. Bai Xiao mendekatkan wajahnya lalu mencium Li Huan Rui.
Bai Xiao menjauhkan wajahnya.
" itu kan hadiah darimu"
Li Huan Rui tersenyum.
"Tidak hanya itu yang akan aku berikan padamu"
"Lalu, apa lagi?"
Li Huan Rui bangun dan kini dia berada di atas Bai Xiao. Dia membelai pipinya yang lembut.
"Aku akan memberikan diriku seutuhnya padamu"
Dia kini mencium wanita dibawahnya. Ciuman yang awalnya lembut itu perlahan berubah menjadi ciuman penuh gairah. Bai Xiao mengalungkan tangannya di leher Li Huan Rui.
__ADS_1
Tok tok tok
"Papa, mama"
Bai Xiao segera melepaskan tangannya dan mendorong Li Huan Rui. Pria itu menghela nafas kecewa. Bai Xiao bangun dan membuka pintu.
"Ada apa?"
"Mama, Yimin takut tidur sendirian. Tadi Yimin membaca komik horor dan Yimin takut. Bolehkan Yinin tidur bersama kalian?"
"Tentu saja"
Yimin langsung naik ke tempat tidur dan memposisikan dirinya di tengah. Bai Xiao juga ikut tidur di sampingnya. Li Huan Rui juga ikut tidur walaupun dia harus kecewa tidak bisa memiliki istrinya.
***
"Wang Yufeng, kapan kau kembali ke ketentaraan?"
"Besok"
"Lalu kapan kau akan pulang?"
"Aku tidak tahu. Kenapa apa kau tidak rela aku pergi?"
Wang Yufeng memandang ke arah Helena.
"Ya, aku mungkin akan kesepian"
Wang Yufeng memeluk Helena.
"Helena, kita baru 2 hari bersama apa kau sudah jatuh cinta padaku?"
Helena terdiam, mungkinkah dia cinta pada Wang Yufeng. Dia memang merasa nyaman bersamanya namun dia tidak yakin apakah dia telah jatuh cinta padanya.
"Bukan seperti itu. Hanya saja tampat ini masih asing bagiku. Aku tidak memiliki seseorang yang bisa aku ajak bicara"
"Kau bisa menceritakan apapun pada Nanny Yu. Dia seperti ibu kedua bagiku. Dia akan memperlakukanmu dengan baik"
Helena mengangguk. Wang Yufeng memberikan kecupan di kepalanya.
"Tidurlah, selamat malam"
Helena memejamkan matanya. Dia merasa nyaman dalam pelukannya tapi sebentar lagi dia tidak akan merasakan kehangatannya lagi.
***
Helena merasa mual, dia tidak hanya mual tapi juga memuntahkan setiap makanan yang di makannya. Bahkan Helena juga menolak minum susu. Wang Yufeng merasa khawatir dengan keadaan Helena.
"Helena, ayo kita pergi ke dokter"
"Tidak perlu. Kau bisa telat ke kantor jika harus mengantarku. Lebih baik kau bersiap. Bukankah kau harus kenbali ke ketentaraan"
Helena kembali mual dan kembali masuk ke kamar mandi. Wang Yufeng memandangnya dengan cemas. Tubuh istrinya sangat kurus dan sekarang makanan yang dia makan selalu keluar.
"Tenang saja tuan muda. Keadaaan ini sudah biasa untuk wanita hamil. Anda tidak perlu khawatir"
"Nanny Yu, tolong buatkan ramuan herbal untuk mengatasi mual"
"Baik tuan muda"
Tubuh Helena terasa lemas. Dia hampir jatuh jika Wang Yufeng tidak menahannya"
Wang Yufeng mengendongnya dan meletakkannya di tempat tidur. Helena merasa malu karena dia terlihat seperti wanita lemah yang merepotkan semua orang. Dua hari kemarin dia tidak merasa mual tapi tidak tahu kenapa dia sekarang merasa mual.
Nanny Yu datang membawa segelas ramuan Herbal. Helena tidak suka dengan aromanya tapi Wang Yufeng memaksanya untuk minum. Helena akhirnya meminumnya.
"Apa kau merasa lebih baik sekarang? Atau perlukah aku memanggil dokter?"
"Tidak perlu. Aku sudah lebih baik"
"Aku harus pergi"
"Aku mengerti"
Helena menunjukkan senyumannya. Dia tidak bisa menahan pria ini apalagi dia memiliki tanggung jawab besar dalam pekerjaannya.
Wang Yufeng berdiri. Helena juga ikut bangun.
"Kenapa kau bangun?"
"Aku ingin mengantarmu"
"Tidak perlu. Kondisimu saat ini masih lemas. Lebih baik kau istirahat. Katakan pada Nanny Yu jika kau butuh sesuatu. Aku juga akan menelpon mama untuk..."
"Tidak perlu menghubungi mama. Aku tidak ingin merepotkan mama"
"Kalau begitu jika terjadi sesuatu katakan pada Nanny Yu, kau mengerti?"
"Ya"
"Baguslah"
Wang Yufeng mencium keningnya dengan lembut lalu pergi meninggalkan kamar. Walaupun Wang Yufeng khawatir pada Helena apalagi Li Huan Rui juga berkata padanya bahwa kondisi Helena lemah tapi dia tidak bisa lebih lama menemani wanita itu. Dia tidak bisa memperpanjang cuti untuk menemaninya. Dia tidak tahu betapa sulit bagi seorang ibu saat hamil.
"Nanny Yu, tolong jaga istriku"
"Tentu saja, tuan muda. Saya akan menjaga nona muda dengan baik"
***
Helena berbaring di tempat tidur, dia tidak menyangka kehamilan tidak mudah untuk dijalani, beruntung bahwa dia mendapat suami yang baik dan juga Keluarga yang baik. Helena tiba-tiba teringat pada Li Jiao. 8 tahun lalu mungkinkah ini yang dirasakan oleh Li Jiao. Dia pasti mengalami kesulitan saat itu. Apalagi dia teringat kemarahan dari paman Fan ketika mengetahui hubungan Li Jiao dan Li Huan Rui. Bagaimana Li Jiao bisa bertahan tanpa seorang suami yang bisa merawatnya. Helena merasa bersalah karena telah memisahkan mereka berdua. Helena lalu mulai tertidur.
***
"Lusa adalah ulangtahun mama, istriku bagaimana jika besok aku akan mengantarmu ke B city untuk membantu mama menyiapkan pesta lalu kita akan menghadiri pesta nya bersama"
"Li Huan Rui,aku tidak masalah untuk membantu bibi Yin tapi aku tidak ingin muncul di publik"
"Bai Xiao, aku mengerti ke khawatir yang kau rasakan tapi kita tidak bisa menyembunyikan hubungan kita selamanya dan juga putri kita perlu pengakuan publik sebagai bagian dari keluarga Li"
Bai Xiao masih ragu.
"Istriku, saat ini kita memiliki mama yang ada di belakang kita. Mama pasti bisa mengatasi jika ada yang menyerangmu atau Yimin"
"Apa kau yakin tidak akan tersebar scandal diantara kita"
"Ya. Jikapun terjadi aku akan mengatasinya dengan cepat"
Bai Xiao lalu mengangguk.
"Baiklah. Aku setuju "
"Baguslah. Aku pastikan informasi pribadimu dan Yimin yang telah kita sembunyikan tidak akan terungkap di publik"
__ADS_1