
Li YongSheng berada di mobilnya, dia memandang Li Huan Rui. Putranya telah melalui banyak hal bahkan dia hampir diculik. Li YongSheng bertekat untuk membalas Shen FengYue.
Li YongSheng turun dari mobil dan mendekati Li Huan Rui.
"Rui kecil"
"Paman "
Li YongSheng tersenyum.
"Ini, untuk mu"
"Sebuah game?"
"Ya"
"Terima kasih paman"
"Rui"
Li Yongfan mendekati Li Huan Rui. Li Huan Rui berlari dan memeluk Li Yongfan.
"Papa"
Li YongSheng merasakan rasa sakit didalam hatinya ketika Li Huan Rui memanggil kakaknya dengan sebutan papa sedangkan dia hanya bisa berperan sebagai seorang paman. Mungkin ini pantas sebagai hukuman untuknya karna tidak ada di saat putranya membutuhkan, sedangkan kakaknya dia telah menyelamatkannya Li Huan Rui bahkan sebelum dia lahir dan juga kakaknya telah merawat Li Huan Rui dengan baik.
Andai saja dimasa lalu dia tidak bertindak bodoh dan bisa melindungi istri dan putranya mungkinkah mereka masih menjadi keluarga. Shen Fengyin mungkin tidak akan pergi dan menyembunyikan putra mereka.
"Li Yongsheng"
"Papa kenal paman Li?"
"Kami bersaudara. Li YongSheng, apa yang kau lakukan disini?"
"Aku hanya ingin melihat Rui. Rui kecil, paman pergi dulu"
"Bye bye, paman"
Li YongSheng mengusap lembut rambut Li Huan Rui lalu melangkah pergi.
"Asisten Zhou, kita kembali ke B city"
"Baiklah, CEO Li"
Asisten Zhou segera melajukan mobilnya ke Bandara.
"Asisten Zhou, bisakah kau membantuku menyelidiki sesuatu?"
"Tentu saja, CEO Li. Saya akan melakukan apa yang anda inginkan"
Beberapa hari telah berlalu, produk terbaru hasil kerja sama antara perusahaan Shen dan perusahaan CS
Banyak ulasan positif dari produk terbaru perusahaan Shen. Produk itu juga ditampilkan dalam pameran.
Pemasaran produk memberikan keuntungan besar dan bahkan menarik beberapa investor besar. Saham perusahaan Shen juga perlahan meningkat.
Li YongSheng merasa bahagia dengan hal itu. Dia merasa bangga bisa menunjukkan kemampuannya.
Shen Fengyin juga mendapatkan laporan dari asisten han tentang keberhasilan Li YongSheng dalam mengembangkan produk.
Shen Fengyin tidak menyangka project kali ini akan berhasil. Shen Fengyin membuka informasi tentang pasar saham dan harga saham perusahaan Shen mulai meningkat. Namun masih belum mencapai 50% peningkatan.
Shen Fengyin melirik ke arah sebuah dokumen. Dokumen itu berisi saham yang diberikan Shen Fengyin pada Li YongSheng sebagai kompensasi. Walaupun saham yang dimiliki Shen Fengyin tidak sebanyak presiden Shen tapi dia punya 25% dari saham perusahaan Shen. Sekarang dia memiliki 50% saham setelah presiden Shen memberikan 25% sebagai permintaan maafnya. Dia menjadi pemegang saham terbesar sekarang.
Shen Fengyin awalnya berpikir Li YongSheng tidak akan berhasil karena dia memberikan sahamnya padanya. Tapi ternyata dugaannya salah.
'Fengyin, aku tidak menginginkan saham ini. Aku tidak berniat mengambil kompensasi perceraian. Aku tidak pernah mengharapkan perceraian jadi aku tidak perlu kompensasi ini'
Itulah yang dikatakan Li YongSheng kemarin.
Pertemuan rapat dewan direksi akan segera dimulai. Shen Fengyin saat ini duduk disamping Li YongSheng.
"Sangat disayangkan aku tidak bisa menjatuhkanmu. Aku harus akui bahwa kau memiliki kemampuan"
Shen Fengyin mengucapkannya dengan nada berisik. .
.
"Kau baru menyadarinya. Aku senang kau bisa melihat kempuanku"
Shen Fengyin tidak menanggapinya.
Satu per satu dewan direksi datang. Shen Fengyin hendak membuka rapat ketika tiba-tiba terdengar suara ketukan.
Asisten Zhou meminta maaf lalu pergi ke arah atasannya. Dia berbisik tentang sesuatu.
"Apa? Apa Chen Xixi baik-baik saja?"
Shen Fengyin dapat mendengarnya walaupun suara Li YongSheng cukup pelan tapi dia ada disebelahnya. Shen Fengyin menyadari tatapan kekhawatiran dari mata Li YongSheng.
Li YongSheng hendak pergi tapi dia menyadari bahwa rapat akan dimulai.
"Kau bisa pergi ke rumah sakit dulu. Beri tahu aku kondisinya"
Asisten Zhou mengangguk. Dia membungkukkan badan lalu berjalan keluar. Shen Fengyin mulai membuka rapat.
Terjadi perdebatan antara dewan direksi. Masih ada dewan direksi yang ingin mempertahankan Li YongSheng karena keberhasilan project terbaru tapi ada yang tidak puas dengan hasilnya bagaimanapun kenaikan saham masih belum mencapai 50% . Shen Fengyin melirik ke arah Li YongSheng, pria itu terlihat gelisah.
Shen Fengyin mulai menyadari Li YongSheng yang sombong dan dingin secara perlahan mulai menunjukkan ekspresinya mungkinkah karena Chen Xixi, sepertinya Chen Xixi begitu berarti untuknya.
Shen Fengyin tahu seharusnya dia tidak percaya padanya. Tidak mungkin Li YongSheng masih mencintainya. Mungkin tanpa sadar pria itu telah jatuh cinta pada Chen Xixi.
Shen Fengyin mengepalkan tangannya. Dia juga tidak pernah berharap untuk kembali padanya.
"Tolong berhenti berdebat"
Presiden Shen menengahi.
"Kita mulai voting untuk memilih CEO perusahaan Shen"
Hasil voting seimbang. Mereka mulai berdebat lagi. Li YongSheng berdiri.
"Saya mengundurkan diri dari posisi CEO"
"Tuan Li "
"Saya rass nona Shen jauh lebih pantas daripads saya"
__ADS_1
Li YongSheng menoleh ke arah Shen Fengyin yang justru menoleh ke arah lain.
"Maaf, saya harus pergi"
Li YongSheng berjalan keluar meninggalkan ruang rapat bagitu saja.
Para dewan direksi memutuskan Shen Fengyin sebagai CEO perusahaan Shen. Shen Fengyin seharusnya merasa bahagia tapi dia tidak merasakan hal itu. Mungkinkah karena Li YongSheng melepas jabatannya begitu mudah atau...karena Li YongSheng menyerah agar dia bisa cepat meninggalkan ruang rapat untuk berada disisi Chen Xixi. Shen Fengyin tidak tahu kenapa hatinya merasa hampa.
Shen Fengyin memasuki ruang CEO , masih ada barang-barang Li YongSheng di ruangan. Shen Fengyin melangkah dan melihat foto mereka bertiga saat kecil -Shen FengYue , Li YongSheng dan Shen Fengyin.
Pintu yang sebelumnya tertutup kini terbuka.
"CEO Shen"
Li YongSheng masuk ke dalam. Shen Fengyin sedikit terkejut, bukankah pria ini seharusnya berada di rumah sakit.
"Tuan Li, bukankah anda tadi pergi ke rumah sakit?"
"Aku tadi menelpon Asisten Zhou. Aku akan ke rumah sakit setelah mengemasi barangku"
"Anda tidak perlu terburu-buru. Aku masih mengurus perusahaan SY, aku masih belum ingin menggunakan ruang ini"
"Begitu kah"
Li YongSheng menganbil barang-barang di meja nya dan meletakkan dalam kardus. Shen Fengyin tiba-tiba menjadi canggung.
"Aku harus kembali ke A Country"
Shen Fengyin hendak pergi ketika Li YongSheng memanggilnya.
"Fengyin"
Shen Fengyin mengepalkan tangannya.
"Um"
"Apa kau bawa mobil?"
"Ya"
"Bisakah kau mengantarku ke rumah sakit? Asisten Zhou mungkin butuh waktu untuk kembali"
"Kau juga ingin tahu keadaan Chen Xixi bukan? "
"Baiklah"
Suasana dalam mobil menjadi canggung. Mereka berdua tenggelam dalam pikiran masih-masing.
Shen Fengyin sesekali melirik ke arah Li YongSheng yang cemas.
"Chen Xixi...seseorang mencoba membunuhnya"
Shen Fengyin sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan Li YongSheng.
"Siapa yang melakukannya?"
"Masih diselidiki"
Shen Fengyin tidak menyangka ada seseorang yang berani menyerang putri dari keluarga Chen. Bagaimanapun juga keluarga Chen memiliki kekuasaan disegala bidang di B city. Siapa yang berani berurusan dengannya.
"Aku akan membantumu menyelidikinya"
"Tidak perlu, keluarga Chen pasti sudah melakukannya"
"Jika kau tidak ingin minta bantuanku kenapa menceritakan hal ini padaku?"
"Aku hanya ingin mengatakannya saja"
"Oh"
Shen Fengyin hanya menanggapi singkat.
"Fengyin"
"Um"
"Chen Xixi hanyalah seorang teman"
'Teman special bukan?'
"Kau tidak perlu menegaskannya padaku. Kita sudah bercerai, kau ingin berhubungan dengan siapapun tidak harus mengatakannya padaku"
Shen Fengyin sedikit kesal. Apa pria ini sengaja membuat suasana hatinya menjadi semakin buruk.
"Fengyin, aku mencintaimu"
Shen Fengyin mengepalkan tangannya di stir.
"Aku bukan anak remaja yang akan tersipu malu dengan omong kosong seperti itu"
'Li YongSheng, aku tidak ingin berharap padamu lagi'
"Fengyin,ini bukan omong kosong. Aku ingin meyakinkanmu. Aku tahu kau marah bukan ? Fengyin, aku khawatir dengan Chen Xixi hanya sebatas ke khawatir seorang teman"
Mungkinkah pria ini menganggapnya bodoh. Shen Fengyin sudah mengenal Li YongSheng sejak lama. Li YongSheng tidak mungkin khawatir pada seseorang jika orang itu bukan orang yang special untuknya. Shen Fengyin tidak mungerti untuk apa pria disampingnya ini berusaha meyakinkannya walaupun hatinya telah berubah.
"Tuan Li, kau hanya melakukan hal sia-sia untuk membujukku. Seperti apapun perasaanmu padaku aku tidak peduli. Li YongSheng , aku tidak akan kembali pada orang yang melukai putraku"
"Fengyin, bagaimana aku harus menebus kesalahanku agar kau memaafkanku"
"Kita sudah sampai"
"Kau tidak turun?"
"Fengyin"
Li YongSheng meraih tangan Shen fengyin.
"Li YongSheng, hubungan kita dimasa lalu begitu rumit. Aku tidak bisa melupakan hal itu dan juga aku tidak ingin membahayakan Rui jadi jika kau ingin memulai hubungan baru dengan orang lain. Itu lebih baik untukku"
"Fengyin, aku tidak akan menyerah. Aku mencintaimu"
"Li YongSheng, lebih baik kau turun. Bukankah Chen Xixi menbutuhkanmu disampingnya"
"Fengyin"
Shen Fengyin tidak menanggapinya. Li YongSheng turun dengan perasaan kecewa. Shen Fengyin langsung melajukan mobilnya.
__ADS_1
Penembakan yang terjadi pada Chen Xixi menjadi berita utama di televisi, media cetak dan SNS
Seorang wanita tersenyum sinis menonton berita.
"Wanita Chen, itu akhirnya menerima akibatnya. Dia tidak akan lagi menganggu kakak Sheng lagi "
Wanita itu tertawa.
Shen Fengyin berada di kantor nya. Jenny Shen masuk ke ruang sepupunya.
"Sepupu, apa benar ada yang mencoba membunuh Presiden Chen?"
"Ya"
"Tidakkah ini aneh. Siapa yang berani menyerang putri dari keluarga Chen dan terlibat masalah dengan Chen?"
"Aku tidak tahu"
Suasana hati Shen Fengyin sedang buruk.
"Sepupu, mungkinkan Shen FengYue ada di balik semua ini"
Shen Fengyin yang sedang mengetik tiba-tiba menghentikan gerakannya.
"Wanita itu? Bagaimana mungkin?"
"Sepupu, siapa lagi yang akan nekat jika hal ini bukan persaingan cinta? Kau ingat beberapa tahun lalu, Sheb Fengyue berusaha membunuhmu"
"Masuk akal juga"
"Sepupu, bagaimana jika kau bekeja sama dengan keluarga Chen untuk menjatuhkan Shen FengYue? Jika kau menuntutnya dengan bantuan keluarga Chen tidakkah ini meringankanmu"
Shen Fengyin mulai berpikir. Kalau begitu sewa seseorang untuk membantuku menyelidiki hal ini dan juga setiap kejahatan yang dilakukan oleh Sheb Fengyue.
"Ya"
Jenny Shen lalu melangkah pergi. Shen Fengyin tidak menyangka jika itu memang Shen FengYue sepertinya dia memang sudah gila dan terbutakan oleh cinta hingga berani nekat.
Shen Fengyin heran dengan para wanita yang berada disisi Li YongSheng. Salah satunya begitu bertekat membantunya bahkan karena dekat dengannya nyawanya menjadi incaran dan wanita yang lain begitu terobsesi dengannya dan bersikap seperti seorang yandare .
Mungkin keputusan Shen Fengyin untuk tidak terlibat dengan Li YongSheng adalah keputusan yang tepat. Lagipula dia tidak ingin terlibat hal gila seperti di masa lalu.
Shen Fengyin pulang ke rumah. Shen Fengyin melihat putranya yang sedang bermain game. Dia merasa game itu tidak asing untuknya.
"Huanrui"
"Mama, sudah pulang?"
"Ya. Apa papamu memberikan game baru untukmu?"
"Tidak. Ini dari paman"
"Paman? Siapa?"
Li Huan Rui menyebutkan dengan ragu-ragu dia tahu mamanya pasti tidak akan senang tapi pamam itu adalah pamannya, saudara dari ayahnya. Tidak Mungkin jika ibunya akan marah bukan. Mungkin saat itu ibunya tidak mengenali pamannya"
"Ini dari saudara papa, paman yang waktu itu"
"Paman Li"
Seharusnya Shen Fengyin bisa menebak hal ini. Game itu adalah game yang dikembangkan oleh perusahaan Shen dan bahkan baru dipasarkan di B City. Jika bukan karena pria itu siapa lagi yang memberinya.
"Huanrui, jangan dekat dengan pria itu dimasa depan"
"Kenapa? Bukankah paman baik?"
Shen Fengyin tidak tahu kenapa putranya bagitu polos.
"Huanrui, turuti saja yang ibu katakan"
Li Huan Rui menganggu dangan ragu.
"Mama, kenapa mama tidak suka paman"
"Huanrui, bagaimana mungkin mama menyukai orang yang telah melukaimu"
"Mama, saat itu Rui yang salah. Rui tidak memperhatikan jalam saat itu"
"Huanrui, kau ingin berdebat dengan mama karena orang lain?"
Shen Fengyin merasa kesal putranya membela pria itu.
"Maafkan Rui , mama"
Shen Fengyin menghela nafas.
"Kemasi gamemu. Ayo kita makan malam"
"Baik mama"
"Yinyinn, apa kau akan kembali ke B city? "
"Haruskah kita tinggal disana? "
"Aku bisa bolak balik A Country B city"
"Kau akan kelelahan nanti. Aku masih memiliki mension di B ciy. Kita bisa tinggal disana"
"B city? Mama, Rui ingin kembali"
"B city tidak aman"
"Yinyin, aku bisa menjaga Rui"
"Mama, ayo kembali ke B city. Bukankah keluarga papa dan mama ada di B city ? "
Shen Fengyin ingin menanggapinya tapi dia kembali menelan kata-katanya karena tidak ingin Li Huan Rui tahu kerumitan keluarga nya.
"Itu benar. Yinyin, kondisi kesehatan kakek semakin menurun. Kakek pasti akan senang jika melihat Rui kecil"
"Mama, Rui ingin bertemu dengan kakek"
Shen Fengyin menghela nafas. Bertemu dengan kakek Li bukan hal buruk tapi mungkin kah keluarga Li akan menerimanya. Apalagi Li Yongfan saat ini bersama wanita seperti nya, bagaimanapun kakak Fan adalah harta untuk keluarga Li.
Li Yongfan meraih tangan Shen Fengyin.
"Yinyin, apa yang kau takutkan? Aku akan melindungi mu dan Li Huan Rui. Aku tidak akan membiarkanmu ada yang menggertak kalian"
__ADS_1
Shen Fengyin mulai memikirkan hal ini. Kakak Fan memiliki kekuasaan di B city. Mungkin tidak ada yang akan menganggu Rui tapi mungkinkah Li Huan Rui bisa aman dari Shen FengYue.