
Senyum licik terukir di bibir Shen Fengyue , wanita itu mengeluarkan pisau lipat dari dalam tasnya.
“Apa yang kau lakukan? Apa kau bermaksud melenyapkanku?”
Shen Fengyin tahu bahwa Shen Fengyue adalah wanita licik tapi dia tidak menyangka wanita ini berencana melenyapkannya.
“Kau benar. Shen Fengyin, sudah sejak lama aku ingin melenyapkanmu”
Shen Fengyue mengulurkan pisau dan semakin mendekat ke arah saudara tirinya yang hanya memandangnya dengan ekspresi datar.
“Kakak Yin, kau tahu. Kau adalah perebut segalanya. Kau telah merebut semua yang telah menjadi milikku bahkan posisi nona Shen yang seharusnya adalah milikku”
“Apa? Apa aku tidak salah dengar? Bukankah kau yang menjadi perebut? Akulah nona Shen yang sebenarnya”
“Ha ha ha”
Shen Fengyue semakin mendekat.
“Kakak Yin, aku akan memberi tahumu sebuah rahasia dari keluarga Shen. Kau...bukanlah bagian dari keluarga Shen”
“Shen Fengyin, kau hanyalah anak angkat dari keluarga Shen tapi kau bertingkah seperti putri dari keluarga Shen yang sebenarnya. Shen Fengyin, tahukan kau, karena keberadaanmu yang begitu disayangi oleh kakek Shen membuatku harus kehilangan segalannya. Akulah putri dari keluarga Shen yang sebenarnya tapi kenapa kaulah yang mendapatkan segalanya”
Shen Fengyue mengungkapkan semua keluhan di dalam hatinya. Shen Fengyin terdiam, dia tidak menyangka akan mendengar fakta ini.
“Shen Fengyin, kau harus lenyap agar aku bisa mengambil semua yang menjadi milikku termasuk kakak Sheng”
Shen Fengyue mengulurkan pisau di jantung Shen Fengyin tapi Shen Fengyin dengan sigap menghindar. Dia merebut pisau milik Shen Fengyue dan mendorongnya.
“Apa kau pikir aku akan mempercayaimu?”
Shen Fengyin segera mengambil pisau dan mengarahkannya ke arah Shen Fengyue.
“Shen Fengyue, aku bisa saja membunuhmu dan juga anak di dalam perutmu itu seperti apa yang kau lakukan padaku, tapi aku tidak akan mengotori tanganku untuk hal rendahan ini ”
Shen Fengyin hendak meninggalkan Shen Fengyue tapi wanita tiba-tiba menariknya dan membuatnya berbalik.
Shen Fengyue meraih tangan Shen Fengyin yang memegang pisau ke arah perutnya. Dia mendorong tangan Shen Fengyin agar seolah menusuknya.
“Shen Fengyue, apa yang kau lakukan?”
Shen Fengyin merasa terkejut dengan tindakan yang dilakukan Shen Fengyue.
“SHEN FENGYIN “
Seorang pria tampan berlari dengan panik ketika melihat darah mulai mengalir dari tubuh Shen Fengyue.
“Li Yongsheng”
Pria tampan itu menatap Shen Fengyin dengan tatapan tajam.
“Kakak Yin, kenapa kau harus ...melakukan hal ini padaku? Kenapa kau harus...melenyapkanku dan anakku”
“Shen Fengyin, aku tidak menyangka kau akan melakukan hal ini “
“Li Yongsheng, wanita inilah yang merencanakan untuk membunuhku dan dia jugalah yang menusuk dirinya sendiri “
“Fengyin, alasan macam apa itu? Bagaimana mungkin Xiao Yue melakukan itu?”
“Kakak Sheng”
Li Yongsheng memandang Shen Fengyue yang terlihat lemah.
“Aku akan membawamu ke rumah sakit “
“Kakak Sheng, bayi ini akan baik-baik saja bukan ?”
“Jangan khawatir, Xiao Yue. Semua akan baik-baik saja”
Li Yongsheng mengendong Shen Fengyue.
“Fengyin, kau ikut dengan kami. Kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu”
“Aku tidak melakukan apapun, untuk apa aku bertanggung jawab”
Shen Fengyin masuk ke dalam mobilnya.
“Kau mencoba melarikan diri ?”
“Tidak, baiklah aku akan ikut”
Li Yongsheng meletakkam Shen Fengyue di kursi penumpang lalu melajukan mobilnya sementara Shen Fengyin mengikuti mobilnya dari belakang.
Shen Fengyue mendapatkan perawatan di rumah sakit X yang merupakan rumah sakit swasta yang mahal. Li Yongsheng tidak bisa menahan kekhawatirannya menunggu pintu operasi terbuka. Li Yongsheng menyesal tidak datang lebih cepat saat Shen Fengyue mengirimkan pesan padanya.
“Shen Fengyin, kau harus bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada Xiao Yue”
“Li Yongsheng, sudah aku katakan padamu. Aku tidak melakukannya, dia memcoba memfitnahku. Aku tidak ingin bertanggung jawab dengan hal yang tidak aku lakukan”
“Shen Fengyin, kenapa kau begitu dingin dan keras kepala bahkan ketika kau bersalah”
“Terserah jika kau tidak percaya padaku tapi memang bukan aku yang menusuknya”
Shen Fengyin mengucapkannya dengan datar dan tenang.
“Shen Fengyin”
__ADS_1
Seorang wanita paruh baya berjalan ke arah Shen Fengyin dan menamparnya. Li Yongsheng yang melihatnya merasa terkejut tapi dia tidak melakukan apapun.
“Shen Fengyin, beraninya kau melakukan hal ini pada Xiao Yue”
Seorang wanita paruh baya yang lain juga mendekatinya dan berteriak padanya dengan marah.
“Shen Fengyin, kau menantu tidak tahu diri.Kau sudah melenyapkan satu keturunan A-Sheng dan kau ingin melenyapkan yang lain juga”
Nyonya Li hendak menampar Shen Fengyin namun sebuah tangan kekar menahan tangan wanita itu.
“Ibu, hentikan”
Li Yongfan tidak bisa menahan diri melihat Shen Fengyin diintimidasi .
“Li Yongfan, kau justru membela wanita ini daripada ibumu ?”
“Ibu, bukan begitu. Hanya saja, kau tidak boleh menuduh orang sembarangan, aku yakin Shen Fengyin tidak akan melakukan hal rendahan itu “
Shen Fengyin memandang Li Yongfan yang membelanya, walaupun dia menunjukkan ekspresi datar tapi dia terharu karena di saat tidak ada yang percaya padanya, ada Li Yongfan yang mempercayainya.
Dokter keluar dari ruang operasi, mereka semua berhenti berdebat dan mendengar penjelasan dokter.
“Dokter, bagaimana keadaannya?”
“Maaf, kami tidak bisa menyelamatkan janinnya dan juga karena luka tusukan yang menembus rahimnya membuatnya akan sulit untuk hamil di masa depan “
Nyonya Shen tidak bisa menahan rasa sedihnya ketika mendengar apa yang dikatakan dokter. Tuan Shen mencoba menenangkannya. Nyonya Shen menoleh ke arah Shen Fengyin yang masih menujukkan sikap tenang.
“Shen Fengyin, anak tidak tahu diri. Seharusnya aku tidak merawat anak orang lain yang tidak tahu diri sepertimu “
“Anak orang lain? Apa maksud ibu?”
“Istriku, sudahlah”
“Shen Fengyin, kau hanyalah anak seorang pelayan. Jika bukan karena Shen tua yang diselamatkan oleh ibumu dan Shen tua begitu menyanyangimu tidak mungkin bagiku untuk merawatmu. Aku pikir ada gunanya aku merawatmu tapi ternyata kau hanya membawa penghancuran bagi keluarga Shen”
Shen Fengyin terdiam.
Seorang polisi yang mengurus kasus tentang Shen Fengyue datang.
“Polisi, cepat tangkap wanita ini dan hukum dia seberat-beratnya”
Li Yongfan mencoba menahan polisi yang hendak memasang borgol di tangan Shen Fengyin.
“Tidak, kalian tidak bisa menangkapnya. Shen Fengyin tidak bersalah “
“Li Yongfan, kau masih coba membela wanita itu ? Apa kau begitu terbutakan olehnya?”
Li Yongsheng mengucapkannya dengan nada mensindir.
“Li Yongsheng, kau suaminya tapi kau justru tidak keberatan istrimu di tahan ?”
“Dia memang bersalah jadi apa yang bisa aku lakukan ?”
“Apa kau memiliki bukti ?”
“Aku melihatnya sendiri dan juga manager Shen Fengyue juga ada disana”
Manager Shen Fengyue yang sebelumnya diam kini mulai menceritakan kejadiaannya.
“Tidak, aku percaya pada Shen Fengyin”
“Kakak Sheng, terima kasih telah percaya padaku. Kau tidak perlu khawatir, aku akan menghadapi semua ini “
Shen Fengyin tidak keberatan ketika polisi menariknya dan membawanya keluar.
“Yinyin, tunggu aku. Aku tidak akan membiarkanmu menderita di pejara begitu lama”
Shen Fengyin tersenyum.
Li Yongsheng mengepalkan tangannya melihat wanita itu tersenyum tulus pada Li Yongfan.
Shen Fengyue sudah siuman. Ketika terbangun ,Shen FengYue langsung menanyakan keadaan janinnya. Dia menangis histeris ketika mengetahui bahwa dia telah kehilangan janinnya.
“Lalu, masih bisakah aku memiliki seorang anak lagi ?”
Semua orang terdiam.
“Apa aku...tidak bisa memilikinya lagi ?”
Shen Fengyue menangis, Nyonya Shen mendekatinya dan memeluknya. Dia semakin membenci Shen Fengyin yang telah menghancurkan masa depan putrinya
"Lalu dimana kakak Yin?"
"Wanita itu sekarang telah mendekam di penjara. Sekarang, kau tidak perlu takut,wanita itu tidak akan bisa menyakitimu lagi"
Shen FengYue merasa sedih, dia juga mengungkapkan kekecewaannya pada kakaknya dan berpura-pura meminta ibunya membebaskan Shen Fengyin walaupun sebenarnya dalam hatinya Shen FengYue merasa senang.
Shen FengYue telah merencanakan hal ini, dia tidak ingin membunuh Shen Fengyin dengan mudah, dia ingin membuat wanita itu dibenci semua orang termasuk kakak Shennya dan juga, Shen FengYue juga tidak menginginkan anak yang dikandungnya ini sehingga dia yang dibantu oleh managernya merencanakan hal ini.
"Sekarang, tidak akan ada yang mau menikahiku dengan bekas luka di tubuhku dan apa yang aku alami ini"
"Xiao Yue, kau tidak perlu khawatir. A-Sheng akan bertanggung jawab"
"Ibu, aku masihlah suami Shen Fengyin"
"Kalau begitu bercerailah dengannya.Kau tahu bukan rumor buruk tentang nya sudah menyebar, dia juga adalah pembunuh. Bagaimana mungkin wanita itu masih pantas menjadi menantu keluarga Li"
"A-Sheng, ibu tahu bahwa kau mencintai Xiao Yue. Sekarang, saatnya kalian berasama"
Li YongSheng terdiam.Hatinya merasa enggan untuk berpisah dengan Shen Fengyin walaupun dia merasa kecewa dengan tindakan kejam istrinya itu.
Shen FengYue merasa kesal ketika melihat Li YongSheng hanya diam saja. Dia tidak bisa membaca ekspresi Li YongSheng yang datar. Mungkinkah, pria itu masih ragu untuk berpisah dengan Shen Fengyin.
__ADS_1
"Tidak usah memaksa kakak Sheng, bibi. Lagipula aku bukan lagi Shen FengYue yang sempurna seperti dulu. Tidak mungkin bagi kakak Sheng untuk memilihku"
Li YongSheng merasa bersalah melihat ekspresi sedih Shen FengYue.
Nyonya Shen memeluk erat Shen FengYue.
"Aku akan memikirkan hal ini. Maaf, aku harus pergi mengurus beberapa pekerjaan"
Disisi lain, Li Yongfan sibuk menghubungi beberapa orang. Dia memanfaatkan koneksinya ketika dia pernah menjadi komandan pasukan militer.
"Kepala Yuan, aku butuh bantuanmu"
"Apa yang bisa aku lakukan untuk komandan Li"
Li Yongfan menceritakan tentang hal yang terjadi.
"Aku akan membantumu mengurus masalah ini"
"Terima kasih, kepala Yuan"
"Yinyin, tidak lama lagi aku akan segera membebaskanmu.Sekarang, aku harus menangani rumor yang menyebar"
Shen Fengyin harus melalui satu malam di penjara dan sudah dua hari berlalu sejak dia ditangkap. Shen Fengyin tidak merasa khawatir jika ada penghuni penjara yang mengganggunya karena dia berada di sel khusus yang hanya ada dirinya.Walaupun begitu dia tidak mendapatkan fasilitas lain. Namun dia bersyukur karena pengaruh Li Yongfan membuat para polisi tidak berani memperlakukannya dengan kasar.
Shen Fengyin duduk sendirian dan merenung. Dia mengepalkan tangannya ketika mengingat bahwa orang yang dianggapnya ibu justru yang memasukannya dalam penjara dan juga suaminya tidak melakukan apapun dan justru ikut menyalahkannya.
"Nona Shen, ada yang ingin bertemu dengan anda"
Shen Fengyin mengikuti polisi itu yang membawanya ke sebuah ruangan.
"Kakak Fan"
Pria yang sebelumnya memunggunginya kini dia berbalik. Shen Fengyin yang awalnya menujukkan senyumannya kini senyumannya mulai lenyap. Dia hanya menunjukkan ekspresi datar.
"Seperti nya kau kecewa karna bukan Li Yongfan yang datang bukan?"
"Kenapa kau datang?"
"Apa aku tidak boleh datang mengunjungi istriku?"
"Kau masih mengakuiku sebagai istrimu setelah kau menuduhku?"
"Fengyin, aku melakukan hal ini karena kau memang bersalah. Akuilah kesalahanmu"
" Aku tidak melakukan kesalahan"
"Kau masih keras kepala. Shen Fengyin apa kau tahu krn perbuatanmu itu Xiao Yue harus kehilangan bayinya dan juga karna luka di janinnya membuatnya mungkin sulit untuk memiliki anak"
"Itu akibat dari kesalahannya sendiri dan dia pantas mendapatkannya. Dia sudah melenyapkan bayiku,wanita seperti dia tidak pantas jadi ibu"
"Shen Fengyin, kau sendiri yang melenyapkan bayimu kenapa kau membalasnya pada Xiao Yue"
"Li YongSheng wanita itulah yang merencanakan untuk membuatku keguguran. Kenapa kau tidak mau percaya padaku?"
"Itu tidak mungkin, Xiao Yue tidak akan melakukan itu"
"Presiden Li, seperti nya waktu kunjungmu sudah habis. Lebih baik kau pergi"
"Shen Fengyin, kau berani memerintahku? Kau hanyalah tahanan bagaimana mungkin kau bertindak seperti seorang wanita yang berkuasa"
"Li YongSheng,kenapa kau disini?"
Seorang pria tampan mendekati mereka. Pria itu Li Yongfan menatap tajam ke arah adiknya.
"Ada apa dengan pertanyaan mu itu. Aku ingin menjenguk istriku apa salahnya. Seharusnya aku yang bertanya padamu alasan kau datang? Tidakkah sebagai kakak ipar kau terlalu berlebihan perhatian pada saudara iparmu atau...kalian memiliki hubungan lain dibelakangku"
"Terserah, apa yang kau pikirkan"
Li Yongfan mengabaikan keberadaan Li YongSheng. Li Yongfan melirik ke arah polisi yang berjaga.
"Maaf, Presiden Li. Waktu kunjung anda sudah habis"
"Baiklah...baiklah, aku juga tidak ingin lama-lama disini"
Li YongSheng hendak berbalik pergi tapi sebelum pergi dia berbalik dan memandang ke arah Shen Fengyin yang tersenyum ketika bertatap muka dengan Li Yongfan. Li YongSheng mengepalkan tangannya lalu pergi.
"Kakak Fan, sudah dua hari aku tidak mengunjunginya. Apa dia baik-baik saja"
"Kau tenang saja, aku memastikan bahwa dia mendapat kan perawatan yang terbaik"
"Syukurlah, aku tahu bahwa aku bisa mengandalkan kakak Fan"
"Yinyin, aku juga punya kabar baik untukmu. Besok, kau akan bebas"
"Benarkah? Apa kakak Fan sudah membuktikan bahwa Shen FengYue yang bersalah"
"aku sudah menyelidiki hal ini tapi tidak mudah untuk menahan Shen FengYue"
"Ya, aku tahu. Wanita itu terlalu licik"
"Walaupun begitu setidaknya kau bisa cepat keluar dari penjara ini"
"Yinyin, apa kau masih akan bertahan dengan A-Sheng? Pria itu bahkan tidak berusaha membebaskanmu dan juga, jika kau masih berada di sekitar A-Sheng, wanita licik itu akan melakukan hal lebih dari ini"
"Kakak Fan, tidak perlu khawatir. Aku tidak akan terjebak lagi. Aku mungkin terlalu lengah kali ini tapi aku tidak akan lagi terjatuh dalam jebakannya dan juga untuk hubunganku dan Li YongSheng , aku sudah memikirkannya.Kakak tidak perlu khawatir"
"Baiklah,aku percaya padamu"
"Aku harus kembali"
Shen Fengyin mengangguk.
"Kakak Fan, tolong jaga dia dengan baik"
"Tentu saja. Aku akan menjaganya dan aku sudah menyewa seseorang untuk memperlakukannya dengan baik"
__ADS_1
Li Yongfan mengucapkan selamat tinggal. Shen Fengyin ditarik kembali oleh polisi dan memasukkannya kembali dalam penjara. Shen Fengyin tidak sabar menunggu kebebasannya. Dia tahu ada banyak hal yang terjadi ketika dia berada dalam penjara. Shen Fengyin juga memiliki firasat bahwa ada sesuatu dengan perusahaan Shen ketika dia meninggalkannya.
Disisi lain, para pemegang saham dan juga para client mengetahui kabar tentang keterlibatan Shen Fengyin dalam percobaan pembunuhan saudaranya.Asisten Han dan juga wakil presiden berusaha menangani urusan perusahaan