Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)

Arrogant Wife Forcing Marriage (Indonesia)
Chapter 39 (Resentment)


__ADS_3

 


Keluarga Chen menjadi pembicaraan setelah sebuah artikel dirilis disertai foto seorang wanita. Artikel itu tentang ibu Chen Xixi yang mengalami gangguan jiwa, keluarga Chen berusaha menyembunyikan keberadaannya. Di artikel itu juga diungkap perselingkuhan dari CEO Chen dengan saudara kembar ibu Chen Xixi yang akhirnya membuat ibu Chen Xixi menjadi gila. Apalagi sikap tuan Chen yang dingin pada istrinya dan berusaha mengasingkannya.


Hal itu membuat kemarahan orang-orang yang berkomentar tentang Chen. Perusahaan Chen mendapatkan banyak telpon yang menyatakan kebenarannya, citra yang dibangun tuan Chen sebagai suami yang setia berubah dalam sekejab. CEO Chen tidak bisa menahan kemarahannya. Dia langsung pergi ke kantor putrinya .


Chen Xixi yang tidak tahu apapun tentang artikel yang memuat tentang ibunya tejut melihat kedatangan ayahnya. Chen Xixi berdiri dan mempersilahkan papanya duduk tapi CEO Chen tiba-tiba menamparnya. Chen Xixi terkejut dengan tamparan yang tiba-tiba.


 


“ Papa, kenapa papa menamparku?”


“Itu balasan yang pantas untukmu karena kau sudah menyebarkan aib keluarga”


“Apa yang papa katakan aku tidak mengerti”


“Apa kau tidak melihat pemberitaan di internet?”


Chen Xixi terlihat bingung.


“Berikan ponselmu padaku”


Chen Xixi dengan ragu memberikannya. CEO Chen lalu menunjukka n artikel yang menjadi pembicaraan. Chen Xixi terkejut. Bagaimana bisa berita tentang ibunya tersebar.


“Kau yang membocorkan informasi ini bukan?”


“Papa, aku tidak...”


Plak


CEO Chen kembali menamparnya.


“Jika bukan kau siapa? Kau yang menentangku karena aku menyingkirkan ibumu. Kau ingin mempermalukan keluarga Chen bukan?”


“Papa, aku tidak pernah”


“Sudahlah, aku tidak mau mendengar penjelasanmu. Sebagai hukumannya, aku menarik investasiku dari CS “


“Tidak, papa...”


CEO Chen menepis tangan wanita itu dan menutup telpon dengan kencang. Chen Xixi mengepalkan tangannya. Dia menghubungi kakaknya untuk meminta bantuan membujuk ayahnya namun kakaknya menolak. Chen Xixi tidak pernah disukai oleh keluarga Chen karena dia lahir saat ibunya dituduh berselingkuh. Papanya masih memperlakukan dingin karena berpikir dia bukan anaknya tapi untuk menutupi hal aib keluarga Chen, akhirnya ayahnya menerimanya dan hal itulah yang tertulis di artikel. Chen Xixi juga sering diperingatkan seperti itu oleh ibu tirinya dan hanya keluarga Chen yang tahu.


Chen Xixi mengepalkan tangannya, hanya Shen Fengyin yang tahu tentang ibunya. Mungkinkah wanita itu membalas dendam padanya dengan mempermalukannya dan membuatnya disalahkan oleh ayahnya. Chen Xixi tidak bisa menahan kemarahannya.


“Shen Fengyin, aku akan membalas perbuatanmu ini”


 


Chen Xixi datang ke perusahaan Shen dengan marah bahkan mengabaikan resepsonis. Chen Xixi langsung menekan tombol lift. Tidak ada yang bisa menghentikan ketika Chen Xixi berusaha masuk ke ruangan Shen Fengyin. Shen Fengyin terkejut ketika melihat Chen Xixi membuka pintu ruangannya dengan kasar.


“Presiden Chen, apa tidak ada yang mengajarimu sopan santun”


“Shen Fengyin, itu tidak penting”


Chen Xixi mendekati Shen Fengyin , Shen Fengyin masih berusaha tenang melihat wajah merah Chen Xixi. Chen Xixi menjauhkan kursi roda yang berada di dekat tempat duduk Shen Fengyin lalu menarik tangan Shen Fengyin dan menjatuhkannya dari kursi.


“Shen Fengyin, wanita cacat sepertimu berani menantangku?”


Chen Xixi membungkuk dan hendak memukul Shen Fengyin tapi wanita itu berhasil menahan tangannya.


“Kau...”


Chen Xixi yang dipenuhi kemarahan menjadi lebih kuat dan menepis Shen Fengyin dengan kasar.


“Shen Fengyin, aku tahu kau membenciku tapi kenapa kau harus memanfaatkan ibuku”


“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti”


“Jangan pura-pura bodoh”


Chen Xixi menarik tangan Shen Fengyin dengan kasar dan membuatnya berdiri .


“Kau membuat ayahku semakin membenciku? Inikah balas dendammu padaku? Kau tahu...papaku menamparku karenamu, semua bantuan perusahaan Chen ditarik dan aku tidak memiliki apapun karenamu”


Shen Fengyin masih tidak mengerti.


“Kenapa kau menyalahkanku? Aku tidak melakukan apapun”


Shen Fengyin berusaha menjauhkan Chen Xixi tapi wanita itu mendorongnya.


“Chen Xixi”


Li Yongsheng menahan tubuh Shen Fengyin yang hampir jatuh.


“Apa yang kau lakukan? “


“A-Sheng, aku hanya memberi peringatan pada wanita ini. Dia telah menyebarkan aib tentang ibuku”


“Kenapa kau bisa menuduh Shen Fengyin seperti itu”


“Itu karena dia tahu tentang ibuku. Aku menceritakan semua padanya”


“Lalu bagaimana denganku, aku juga berada disana saat kau menceritakannya pada Fengyin, kenapa kau tidak menuduhku”


“Itu karena aku percaya padamu. Kau tidak mungkin melakukan ini”


“Lalu, kenapa kau tidak mempercayai Fengyin juga? Dan juga apa keuntungan yang Shen Fengyin dapat setelah menyebarkannya"


“A-Sheng, dia dendam padaku. Aku telah mempermalukannya kemarin”


“Jadi, kau sengaja mengundang wartawan dan juga pelecehan yang dilakukan wartawan itu adalah idemu?”


Chen Xixi terdiam.


‘Sial, aku sudah mengatakan rencanaku’


“A-Sheng, aku...”


“kau mencoba mempermalukan seseorang jadi bukankah wajar kau mendapat balasannya”


“A-Sheng, kenapa kau membela wanita itu. Wanita itu sudah meninggalkanmu dan tidak peduli padamu. Kenapa kau masih melindunginya?”


“Karena dia adalah wanitaku”


Li Yongsheng mengucapkannya dengan penuh keyakinan. Shen Fengyin mengerutkan keningnya, jantungnya berdebar mendengar pengakuan Li Yongsheng namun dia berusaha menepis perasaannya.


‘Pria ini mungkin mempermainkannya lagi’


“dan juga...kaulah yang membuat Shen Fengyin pergi selama sebulan. Kau merencanakan kecelakaannya bukan?”


“A-Sheng, bagaimana kau menuduhku seperti itu? Apa kau percaya pada ucapan wanita itu saat dia berusaha memfitnahku?”


“Aku akan selalu mempercayai wanitaku”


“Li Yongsheng, apa yang kau lihat dari Shen Fengyin. Bahkan sekarang dia tidak bisa berjalan dengan normal”


“Aku tidak peduli seperti apa keadaannya sekarang. Bagiku Shen Fengyin tetaplah Shen Fengyin dan aku akan selalu mencintainya”


Li Yongsheng memandang Shen Fengyin tapi wanita itu mengalihkan pandangannya.


“Li Yongsheng , apa kau lupa yang dia lakukan padamu? Dia berusaha menekanmu saat kau masih menjadi CEO Shen dan dia hanya membuatmu dalam kesulitan sementara aku,aku yang membantumu bertahan dan aku sudah memberikan apapun untukmu”


“Chen Xixi, aku berterima kasih padamu karena kau memberikan kesempatan untuk perusahaan Shen bekerja sama dengan perusahaan CS tapi ini hanyalah hubungan kerja sama. Aku tidak pernah memaksamu untuk membantuku dan juga aku tidak memintamu memberikanku apapun serta tentang pekerjaan itu, kaulah yang menawarkannya padaku. Aku tidak pernah memaksamu untuk membantuku”


“Chen Xixi, aku harap kau tidak akan menganggu Shen Fengyin lagi”


Chen Xixi mengepalkan tangannya.


“Li Yongsheng, aku tidak percaya kau meninggalkanku seperti ini”


Chen Xixi lalu berbalik pergi dan menutup pintu dengan keras.


“Fengyin, apa kau terluka?”


“Tidak”


Shen Fengyin meraih meja dan berusaha kembali ke kursinya. Namun pegangannya tidak terlalu kuat hingga dia hampir terjatuh.


“Aku akan membantumu”


“Tidak perlu, aku...”


“Shen Fengyin, tidak perlu memaksakan diri lagipula tidak masalah bukan untuk mendapatkan bantuan “


Li Yongsheng menopang Shen Fengyin dan membantunya duduk.


“Apa kau tidak menyalahkanku tentang artikel yang dikatakan Chen Xixi”

__ADS_1


“Aku tidak peduli dengan itu. Apa yang dia dapatkan tidak sebanding yang dia lakukan padamu”


“Sungguh, aktingmu begitu baik. Aku tidak butuh kau berpura-pura berada di pihakku dan aku tidak butuh belas kasihanmu”


“Shen Fengyin, apa kata-kata yang aku ucapkan tadi tidak cukup untuk meyakinkanmu dan menyentuh hatimu?”


Li Yongsheng meraih tangan Shen Fengyin tapi wanita itu segera menepisnya.


“Baiklah, mungkin kata-kataku tidak cukup untuk memenangkan hatimu tapi aku membawakan ini untukmu”


Li Yongsheng mengeluarkan sebuah kotak makan dan memberikannya pada Shen Fengyin.


“Apa ini?”


“Makanan. Aku sengaja membuatkan makanan ini untukmu. Cobalah”


“Aku akan memakannya nanti”


“Baiklah”


Li Yongsheng duduk di kursi di depan Shen Fengyin.


“Hei, kenapa kau masih disini?”


“Menunggumu makan. Aku ingin tahu bagaimana pendapatmu tentang makanan itu”


“setelah aku menyicipinya, kau harus keluar”


Shen Fengyin dengan enggan membuka kotak makan itu, Dia mengambil sumpit dan menikmati telur gulung yang dibuat pria itu bahkan ada udang tepung kesukannya juga”


“Bagaimana rasanya”


“Tidak terlalu buruk”


Li Yongsheng tersenyum.


“Aku sudah mencobanya jadi kau bisa pergi”


“Eh? Apa makanan ini masih belum membuatmu hatimu tersentuh?”


“ ini hanya makanan , tidak berbeda dari makanan biasa”


“Tapi, aku yang membuatkan khusus untukmu dengan penuh cinta”


“Jangan mengatakan omong kosong”


Li Yongsheng menghela nafas, sepertinya saran putranya tidak berhasil.


“Shen Fengyin, aku tidak akan menyerah. Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan hatimu lagi”


Li Yongsheng meninggalkan ruangan Shen Fengyin. Wanita itu mengambil ponsel dan menghubungi kakaknya.


“Kakak, tidakkah perbuatanmu terlalu berlebihan dengan menggunakan ibu Chen Xixi sebagai umpan dan bagaimana kau bisa mengetahui cerita lengkap ?”


“Fengyin, tidak mudah untuk mengalahkan Chen Xixi jadi aku harus menekan Chen terlebih dahulu”


“Apa kau merah?”


“Tidak, hanya saja aku khawatir dengan ibu itu”


“Tenang saja, Aku tidak akan menganiaya dia . Aku harus kembali bekerja. Kita bisa menyambungnya lagi setelah pulang”


James mematikan sambungan telpon. Shen Fengyin menghela nafas, dia tidak suka dengan cara kakaknya untuk menghancurkan keluarga Chen bagaimanapun cara ini terlalu rendahan. Namun walaupun james adalah kakaknya tapi dia adalah tipe orang yang tidak suka ditentang. Shen Fengyin tidak begitu mengerti tentang kakaknya tapi dia memahaminya sebagai presiden James.


 


“Direktur Li “


Li Yongfan tidak menanggapi panggilan dari wanita cantik yang perlahan masuk ke ruangannya.


“Direktur Li, aku...”


“Nona Mo, saya tidak ingin membicarakan masalah pribadi di kantor”


Li Yongfan menanggapinya dengan dingin bahkan tanpa melihat ke arah mo An an. Dia seolah mengabaikan keberadaan mo An an dan fokus dengan laptopnya.


“Tapi, Li Yongfan. Kita perlu bicara. Aku...”


“Nona Mo, saya sedang sibuk sekarang. Jika tidak ada sesuatu yang penting, tolong pergi”


“Saya mengerti, maaf menganggu waktu anda “


“Um”


Mo An an berbalik dan menutup pintu dengan pelan. Li Yongfan mengalihkan pandangan dari laptopnya. Dia menyandarkan tubuhnya di kursi dan menghela nafas. Dia mengingat apa yang terjadi di biro urusan sipil yang akhirnya mengurungkan niatnya untuk menikahi wanita itu. Dia tidak percaya wanita itu berani menyembunyikan sesuatu darinya .


Flashback


“Nona An, maaf saya menanyakan ini. Apa anda pernah menikah sebelumnya?”


Mo An an menjadi gugup ketika mendengar pertanyaan yang diajukan salah satu staf biro urusan sipil.


“Kenapa kau bertanya hal ini pada kekasihku?”


“Ini karena nama nona An masih tercatat dalam hubungan pernikahan”


“An, apa itu benar? Apa kau pernah menikah sebelumnya dan kau masih belum bercerai dari suamimu?”


Mo An an terdiam, dia tahu hal ini mungkin saja akan terungkap.


“An, jawab pertanyaanku”


“Ya, aku pernah menikah sebelumnya”


Tangan Li Yongfan mengepal.


“Kau belum bercerai?”


Mo An an mengangguk pelan.


“Siapa itu, siapa pria itu?”


Li Yongfan berusaha untuk mengendalikan amarahnya tapi ekspresi wajah Li Yongfan saat ini begitu menakutkan. Hal ini membuat mo An an ragu untuk menjawab.


“An, jawab aku”


Mo An An memejamkan matanya.


“Bai Yuchen”


“Bai Yuchen?”


Li Yongfan mengulangi nama yang disebutkan mo An An dengan ragu. Mo An an mengangguk.


“An, kau menikahi pria itu? Pria yang sangat aku benci karena menjebakku?”


Bai Yuchen adalah musuh Li Yongfan yang bahkan membuat Li Yongfan mengalami banyak masalah di militer dan wanita yang selama ini berada disisinya adalah istri Bai Yuchen. Li Yongfan mengepalkan tangannya lebih erat.


“Li Yongfan jangan salah paham. Aku menikahinya bukan karena aku mencintainya dan juga aku sudah mengajukan surat cerai padanya tapi dia menolak untuk tanda tangan”


“tapi aku sudah pergi darinya selama 4 tahun dan dalam pengaturan hukum di b city bukankah bisa dipastikan bahwa hal ini sama seperti perceraian”


“Nona Mo, anda benar. Direktur Li, saya akan memproses surat pernikahan...”


“Tidak perlu, aku tidak jadi mendaftar pernikahan”


Li Yongfan meninggalkan kantor biro urusan sipil.


“Li Yongfan, tunggu. Tolong dengar penjelasanku”


“Semua sudah jelas untukku”


“Li Yongfan, bukankah kau akan menerima masa laluku. Bukankah kau tidak peduli dengan masa laluku? Kenapa kau sekarang berubah pikiran dan menolakku?”


“Mo An an, kau tidak pernah memberi tahuku tentang hal ini. Aku bisa menerima masa lalumu yang sering berganti pasangan tapi...tentang pernikahanmu dengan orang yang paling aku benci. Apa kau pikir aku bisa menerima hal ini? Jangan-jangan kau bekerja sama dengan Bai Yuchen untuk menghancurkanku”


“Li Yongfan, kenapa kau bisa berpikir seperti itu tentangku. Aku mencintaimu dan selalu mencintaimu bagaimana mungkin aku memiliki rencana untuk menghancurkanmu”


“Mencintaiku? Kau bilang kau mencintaiku? Lalu kenapa kau menikah dengannya?Kenapa kau menikah dengan orang lain khususnya kenapa kau harus menikahi Bai Yuchen”


Li Yongfan merasa frustasi dengan kenyataan ini.


“Aku...”


“Mo An an, hubungan kita berakhir. Kembalilah pada suamimu”


Li Yongfan masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan mo An an di biro urusan sipil.

__ADS_1


FLASHBACK OFF


“An, kenapa kau harus mengkhianatiku seperti ini? Kenapa pria yang pernah kau nikahi adalah Bai Yuchen”


Li Yongfan tahu bahwa Bai Yuchen terobsesi dengan mo An an. Pria itu juga membuat masalah padanya karena dia tahu mo An an menyukainya. Namun Li Yongfan tidak bisa melupakan saat pria itu menjebaknya dan hampir membuatnya kehilangan citra baiknya di ketentaraan bahkan dia hampir membuatnya terbunuh saat perang lalu kenapa mo An an memenerima pria itu bahkan menikahinya.


Li Yongfan merasa semakin marah dan frustasi ketika memikirkan tentang hal itu.


 


Chen Xixi mengendarai mobilnya dengan kecepatan kencang. Dia mengumpat kesal. Ayahnya menarik investasi dari kantornya dan meninggalkannya, kakakaknya tidak peduli padanya dan satu-satunya orang yang dia harapkan berada di sisinya justru meninggalkannya dan tidak mempercayainya lagi.


Kenapa? Kenapa semua orang meninggalkannya? Bahkan ibunya yang selalu dia sayangi juga menolaknya saat dia bertemu dengannya. Tidak ada yang menginginkannya lagi.


Chen Xixi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Kemarahan, putus asa memenuhi hatinya hingga dia tidak konsentrasi menyetir dan dia tidak bisa mengendalikan mobilnya ketika dia melewati jalur dan sebuah truk besar melintas. Chen Xixi tidak menghindar dan seolah menyerahkan dirinya pada kematian. Hidup atau matipun sama saja untuknya. Bahkan dia tahu mungkin tidak akan ada orang yang kehilangan dirinya walaupun dia tidak ada di dunia ini.


 


Chen Xixi berharap dia dapat istirahat dengan tenang dan meninggalkan dunia tapi sepertinya Tuhan tidak membiarkannya. Dia masih hidup namun hanya dirinya yang sendirian di rumah sakit. Keluarga Chen tidak lagi peduli padanya walaupun sebenarnya keluarga Chen tidak pernah peduli padanya. Perhatiaan mereka padanya hanya untuk meningkatkan citra mereka di depan publik. Bahkan walaupun dia hidup. Hal ini sama seperti mati baginya.


Chen Xixi mencabut infus ditangannya dengan kasar. Dia tidak peduli walaupun tangannya berdarah. Dia menyibakkan selimut dan berdiri tapi dia jatuh.


“Apa ini? Apa aku lumpuh?”


Mungkinkah ini balasan untuknya , balasan atas perbuatannya pada Shen Fengyin. Namun Shen Fengyin memiliki Li Yongsheng disisinya, dia juga memiliki presiden James, sedangkan dia? Dia tidak memiliki siapapun yang mendukungnya.


“Presiden Chen, apa yang terjadi”


Asistennya berlari mendekatinya.


“Presiden Chen, saya akan membantu anda kembali ke tempat tidur”


“Tidak perlu, pergilah. Kenapa kau masih berada disisiku. Kenapa kau tidak meninggalkanmu seperti yang lain?”


Chen Xixi mendorong asistennya.


“Seharusnya aku mati saja, kenapa tuhan menghukumku seperti ini untuk apa aku hidup jika aku hanya menderita seperti ini. Aku ingin ma...”


Ucapan Chen Xixi terhenti ketika bibirnya dibungkan dengan ciuman yang dilakukan asistennya. Pria itu melepaskan ciumannya.


“Jangan katakan itu lagi, kau harus tetap hidup. Chen Xixi, kau masih punya aku. Aku tidak akan meninggalkanmu dan aku akan menjagamu, kau tidak sendirian “


“Xue Huan ”


Asisten itu- Xue Han menarik Chen Xixi dalam pelukannya. Dia membiarkan wanita itu menangis di dadanya.


 


“Sepertinya surga membantu kita”


Senyum terukir di bibir James Nian ketika membaca berita di surat kabar.


“Kakak, apa kau yang merencanakan ini?”


“Aku sudah merencanakannya tapi sebelum aku bertindak dia justru mengalami kecelakaan ini. Jadi, aku tidak perlu membuang uang untuk membalasnya. Fengyin, haruskan kita menuntutnya juga”


“Tidak perlu, sepertinya dia sudah cukup menderita”


Shen Fengyin meminum tehnya dengan pelan. Dia terkejut saat melihat artikel tentang kecelakaan Chen Xixi dan menurut penyelidikan, hal ini karena kecerobohan Chen Xixi sendiri. Seharusnya wanita itu harus mempertanggung jawabkan perbuatannya karena pengendara truk itu juga memiliki luka parah.


Shen Fengyin ingin tahu, bagaimana reaksi Li Yongsheng tentang apa yang terjadi pada Chen Xixi. Mungkinkah pria itu akan menuduhnya.


“Aku akan mengantarmu ke kantor”


“Tidak perlu, kakak. Bukankah kau sibuk?”


“Tidak terlalu, ayo”


 


 


Sesuai dugaan Shen Fengyin, Li Yongsheng datang ke kantor Shen Fengyin. Shen Fengyin pikir dia akan datang dengan wajah merah tapi siapa sangka sikapnya masih tenang dan dia memberikannya kotak makan siang dengan senyum terukir di wajahnya.


 


“Kau masih bersikap baik padaku. Apa kau tidak curiga padaku bahwa mungkin saja aku yang membuat Chen Xixi mengalami kecelakaan. Apa kau tidak menyalahkanku”


“Kenapa setiap kita bertemu kau selalu membahas tentang Chen Xixi”


Li Yongsheng merasa kesal.


Shen Fengyin hanya mengerutkan keningnya.


“ Lalu apa yang harus aku bicarakan padamu? Chen Xixi adalah wanitamu bukankah hal itu yang lebih menarik untukmu”


“Wanitaku hanyalah Shen Fengyin,tidak ada wanita lain”


“Sudahlah, hentikan omong kosong ini. Li Yongsheng, kau pasti tahu tentang kecelakaan Chen Xixi bukan?”


Li Yongsheng mengangguk dengan enggan.


“Apa kau tidak curiga padaku. Mungkin saja ini rencanaku untuk membalas dendam”


“Itu tidak mungkin”


“Kenapa kau bisa mengatakan seperti itu”


“Karena aku mengerti dirimu. Walaupun kau adalah orang selalu balas dendam dengan orang-orang yang menyakitimu tapi aku yakin kau tidak akan melakukan balas dendam secara terbuka seperti ini dan juga kecelakaam ini terjadi karena kecerobohan Chen Xixi sendiri jadi kenapa aku harus menyalahkanmu. Bukankah ini balasan dari surga untuknya”


“Li Yongsheng, apa kau tidak khawatir padanya”


Li Yongsheng menghela nafas.


“Sebagai temannnya, aku mengkhawatirkannya tapi mengingat apa yang dia lakukan untuk membuat wanitaku terluka. Aku pikir tidak pantas untuk khawatir padanya”


Shen Fengyin hanya diam mendengarkan apa yang dikatakan Li Yongsheng.


“Shen Fengyin, tidak ada yang lebih penting bagiku daripada kau dan Rui kecil”


“Kau mulai mengatakan omong kosong lagi”


“Itu kebenaran. Istri, lebih baik kau makan”


Li Yongsheng membukakan kotak makan dan memberikan sumpit.


“Aku akan makan nanti. Kau sudah tidak ada keperluan bukan dan aku juga tidak memiliki hal yang ingin aku bicarakan denganmu jadi kau bisa pergi. Aku sangat sibuk”


“Tidak. Aku tidak akan pergi. Istri, bagaimana jika aku menyuapimu”


“Siapa yang kau panggil istri”


“Tentu saja Fengyinku. Fengyin, tidakkah kau tahu sepasang kekasih jaman sekarang sering memanggil pacar mereka dengan sebutan Wifey dan Hubby , jadi tidak salah bukan jika aku memanggil kekasihku dengan sebuatan istri”


“Siapa kekasihmu? Kapan kita menjadi sepasang kekasih”


“Mulai sekarang kau adalah kekasihku”


“Aku tidak...”


“Makan saja, istriku”


Li Yongsheng potongan telur dadar ke mulut Shen Fengyin. Setiap Shen Fengyin ingin membabtah pria itu akan memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Shen Fengyin akhirnya menyerah.


“Baiklah, terserah kau saja”


Li Yongsheng tersenyum.


“Istri, kita belum pernah pergi berkencan. Bagaimana kalau hari sabtu kita pergi nonton film?”


“Nonton film? Ide yang bagus. Aku dengar ada film animasi yang bagus. Kita bisa nonton bersama Huan Rui”


“Fengyin, kita berkencan. Bagaimana mungkin kau ingin menjak Rui kecil”


“Apa salahnya? Tuan Li, kau mengajak kencan wanita yang memiliki seorang anak bagaimana mungkin aku bersenang-senang tanpa putraku”


“Baiklah, kita ajak Li Huan Rui juga”


“Aku akan memesan tiket”


Shen Fengyin tersenyum lalu mengambil ponselnya untuk memesan tiket lewat online. Li Yongsheng hanya cemberut, dia bukannya tidak ingin pergi dengan putranya juga tapi dia ingin menikmati kencan hanya bersama Shen Fengyin tapi sepertinya mengajak Li Huan Rui juga bukan ide yang buruk setidaknya mereka bisa kembali seperti keuarga lagi.


*A/N: Seorang penjahat memiliki alasan kenapa dia menjadi jahat. Dalam cerita ini aku ingin menyampaikan selalu ada alasan kenapa sikap orang berubah.


btw, sepertinya para pembaca susah bisa menebak siapa pasangan Shen Fengyin yang sebenarnya. Adakah para pembaca yang sebelumnya mendukung Fengyin Yongfan? adakah yang masih membaca cerita ini walau udah jarang ada adegan Fengyin Yongfan. Semoga tidak ada yang keberatan dengan pengaturan pasangan ini. Terima kasih untuk para pembaca dan aku minta maaf karena ada Chapter yang double


itu krn kepencet 2 kali jadi double*

__ADS_1


__ADS_2