
“Jack, ada apa?”
Suara levi langsung terdengar begitu sambungan telepon mereka terhubung satu sama lain.
“Kabar buruk, Tuan muda! Sepertinya Vinno juga telah di culik oleh mereka, bahkan mereka juga memerintahkan beberapa orang untuk mengawasi keluarga Axlyn,” jelas Jack yang terdengar terburu-buru.
“APA?! La-lalu apa yang terjadi padamu? Apakah kau sedang di kejar oleh mereka? Tapi bagaimana mereka tahu bahwa kau adalah orangku?” cecar Levi yang terdengar khawatir.
“Iya, tapi aku berhasil mengelabui mereka! Mereka sepertinya tidak mengetahui siapa identitasku, tapi mereka hanya memperkirakan bahwa aku datang atas perintah anda maupun keluarga Xavier,” jelas Jack sembari memastikan tidak ada mobil yang mengikutinya.
“Lalu bagaimana dengan mata-mata yang aku tempatkan di sana?” tanya Levi, sebab sejak semalam tidak ada informasi lain yang datang padanya.
“Sepertinya mereka semua telah terbunuh, begitu juga dengan mata-mata yang Tuan Rayden dan Tuan Luca tempatkan,” jawab Jack mengingat betapa ketat pengawasan yang di lakukan musuh.
“Baiklah, untuk sekarang sebaiknya kau menyembunyikan diri! Aku akan membicarakan masalah ini dengan Papah mertuaku, sekaligus memintanya untuk mengirimkan bantuan untuk membantumu di sana,” ujar Levi yang tidak mau masalah itu semakin di luar kendali.
“Baik, Tuan muda!” sahut Jack yang sependapat bahwa itu memang keputusan yang terbaik.
Sambungan telepon itu seketika terputus, Levi yang tadinya sedang bekerja secara online di ruang kerja pribadinya. Tanpa buang waktu segera pergi untuk menemui papah mertuanya, tidak lupa dia harus pamit dengan istri tercinta dan calon putri kembarnya agar tidak curiga.
“Sayang, aku pergi menemui Papah sebentar di kantornya ‘yah! Ada kerjasama penting yang aku ingin bicarakan dengan Papah,” pamit Levi seraya memberikan kecupan lembut pada kening Lucia dan perut buncitnya.
“Baiklah, hati-hati di jalan, Bee!” Lucia pun mengijinkan tanpa merasa curiga sedikitpun.
“Tentu, Sayang! Aku pergi sekarang!” ujar Levi yang tidak lupa untuk mengecup bibir istri tercintanya.
Tak membutuhkan waktunya, akhirnya Levi tiba juga di perusahaan BLOUSHZE Group. Levi langsung saja menggunakan lift khusus yang akan mengantarnya ke ruangan Ceo, dimana papah mertuanya bekerja.
Karyawan di perusahaan sudah sangat mengenal Levi sebagai menantu kesayangan keluarga Xavier, sehingga mereka selalu menunduk memberi hormat begitu berpapasan.
“Will, Apa Papah berada di ruangannya?” tanya Levi yang secara tidak sengaja bertemu dengan Will yang juga akan memasuki ruangan Ceo.
__ADS_1
“Ouh, … Tentu saja! Sedang apa kau di sini?” tanya Will balik dengan tatapan penuh tanya mengapa Levi berada di perusahaan di jam segini.
“Ada yang harus aku bicarakan dengan Papah dan sepertinya denganmu juga! Ayo, masuk ke dalam,” ujar Levi yang tanpa mengetuk pintu langsung masuk begitu saja.
Rayden sedikit terkejut melihat pintu ruangannya yang terbuka sebelum ada ijin darinya.
Namun, melihat itu adalah kelakuan dari menantu kesayangannya, Rayden hanya bisa menghela napas panjang dan melontarkan tatapan tajamnya.
“Apakah Kakek Roman tidak pernah mengajarimu bagaimana caranya bersikap sopan santun ketika memasuki ruangan orang lain?” sindir Rayden secara langsung tepat di depan orangnya.
“Bukankah aku tumbuh besar di bawah didikan Papah? Sudah jelaskan siapa yang mengajariku caranya bersikap sopan santun,” balas Levi yang tidak mau kalah menyindir papahnya.
“Will, semua ini karena didikan sesat darimu!” Rayden malah melemparkan kesalahan pada Will.
“Kenapa aku yang jadi di salahkan?” Will tentunya tidak terima.
“Sudahlah, aku datang ke sini bukan untuk membahas tentang sopan santun atau apalah itu! tapi ini tentang menghilangnya Matt dan Max serta Vinno secara tiba-tiba, Pah!” Levi langsung mengungkapkan apa yang ingin dia bicarakan dengan Papahnya.
“Vinno juga menghilang!” seru Rayden tak percaya.
“Tuan, apakah sebaiknya saya datang ke sana untuk membantu Jack?” Will segera menawarkan dirinya.
“Tidak perlu! Sebenarnya aku sudah berencana untuk mengirim Felix dan Triple untuk mengatasi masalah yang ada di sana. Jika kau yang pergi, maka Luca akan menaruh curiga. Lagi pula bukankah saat ini Alea tengah mengandung anak kedua kalian?” ujar Rayden yang sebenarnya tidak mau melibatkan Will dalam bahaya lagi setelah mendengar kabar tentang kehamilan kedua Alea.
“Benar, sebaiknya kau jangan ikut campur untuk masalah kali ini! Soalnya wanita yang tengah hamil lebih sulit di hadapi di bandingkan para musuh yang ada.”
Siapa sangka Levi malah sependapat dengan keputusan Rayden, sekaligus sedikit curhat dengan pengalamannya semenjak Lucia hamil dirinya harus mendapatkan beberapa kesulitan.
Jika menghadapi musuh, dia akan dengan mudah menyelesaikannya. Akan tetapi, menghadapi istri yang sedang hamil Levi menjadi serba salah.
Di bentak salah, tidak di turuti kemauannya juga salah, dan ujung-ujungnya selalu harus suami yang mengalah dan hanya bisa pasrah.
__ADS_1
“Situasi di sana sepertinya sudah benar-benar di luar kendali, sebaiknya Papah segera mengirimkan Felix dan Triple R untuk melindungi Ashlyn dan keluarganya di sana sekaligus menyelamatkan Matt, Max dan Vinno yang telah di jadikan tawanan oleh mereka,” sambung Levi sedikit mendesak papah mertuanya untuk segera melakukan gerakan.
“Aku sudah memerintahkan mereka untuk berangkat ke sana secepatnya. Akan tetapi, Ryuga dan Rayga sedang mencari keberadaan Regis dulu yang entah sedang ada di mana keberadaannya. Kelakuan Regis memang paling sulit untuk di tebak,” jelas Rayden yang terus berpikir kelakuan putra bungsunya itu mirip siapa.
“Lalu bagaimana dengan Luca? Apakah dia mengetahui apa yang terjadi di sana?” tanya Will memastikan.
“Untuk saat ini belum, karena aku memberinya sebuah kebohongan bahwa aku masih berkomunikasi dengan Matt dan Max,” jawab Rayden yang sebenarnya tidak ingin membohongi putranya seperti itu.
Namun, demi kebaikan Luca agar tidak bertindak gegabah seorang Ayah harus rela berbohong demi keselamatan Luca sendiri.
“Aku tahu apa sebenarnya rencana mereka, tapi sepertinya target utama mereka saat ini adalah Luca! Jika untuk saat ini dia tidak mengetahuinya, maka hanya tinggal menghitung waktu sampai mereka yang mengatakan sendiri untuk memancing Luca datang dan bertindak gegabah,” jelas Levi mengutarakan perkiraan yang ada di benaknya saat itu.
“Benar, maka dari itu aku akan menempatkan dirimu untuk selalu berada di sampingnya! Levi, abaikan pekerjaanmu untuk sementara waktu dan jadilah sekertaris Luca,” pinta Rayden yang hanya bisa mempercayakan tugas berat itu kepada menantu kesayangannya.
“Baiklah, Pah!” sahut Levi yang menyanggupinya dari pada masalah akan semakin runyam jika Luca lepas pengawasan.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
__ADS_1
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...