Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Pria Idaman Para Gadis


__ADS_3

Luca hanya menghabiskan beberapa menit untuk mandi, tetapi dia hampir menghabiskan waktu satu jam hanya untuk memilih pakaian yang akan dia kenakan agar tidak di sadari orang-orang bahwa pakaian yang dia pakai adalah pakaian mahal bermerek.


“Aish, … Sial! Kenapa tidak ada baju satu pun yang tidak kelihatan mereknya ‘sih,” umpat Luca yang kesal sendiri karena tidak kunjung menemukan pakaian yang sesuai.


“Sudahlah, aku pakai kaos yang ini saja! Sepertinya tidak akan terlalu mencolok di mata semua orang.”


Hingga dia menemukan sebuah kaos hitam polos bermerek Henley. Umumnya, kaos polos Henley terbuat dari material khusus berupa katun bambu.


Material tersebut membuat kaos polos Henley lembut ketika tersentuh permukaan kulit. Dan tentu saja membuat harganya cukup mahal untuk ukuran sebuah kaos polos. Lalu di padukan sweater polos berwarna hitam.


Selesai bersiap, Luca pun langsung menuju restaurant yang ada di dekat hotel yang dia tempati. Ketika di rasa dia masih memiliki sedikit waktu untuk sarapan terlebih dahulu.


Sebab Luca bukan tipe orang yang dengan mudah mengabaikan jadwal makannya, kalau Zhia sampai mengetahui Luca melewatkan waktu makannya.


Maka sudah di pastikan sang Ibunda Ratu akan sangat murka selama berhari-hari. Oleh sebab itulah sudah menjadi kebiasaan Luca untuk tidak melewatkan setiap waktu makan tiba.


Ilustrasi Kejadian, .....


Awalnya Luca mencoba style ini!👇



Lalu ganti yang ini!👇



Dan akhirnya memutuskan mengenakan outfit ini!👇



...****************...


Disisi lain, Ashlyn mulai terbangun dari alam mimpinya ketika suara lembut seseorang di sertai tepukkan pelan di pipinya berusaha membangunkan dirinya. Namun, kedua mata Ashlyn masih terasa begitu berat untuk di buka.


“Nak, bangunlah! Ini sudah pagi, apa kau akan terus tidur seperti ini,” ujar sang Ibu.


“Enghh, …” Namun, Ashlyn hanya bergeliat manja dan mengubah posisi tidurnya saja.


“Bu, Alicia berangkat ke sekolah dulu ‘yah!” pamit Alicia pada sang Ibu.


“Hah? Berangkat sekolah!” seru Ashlyn yang seketika bangkit dari posisi tidurnya.


Penampilannya sangat acak-acakan, bahkan nyawanya belum ada sepenuhnya.


Sungguh dia ingin tetap berada di alam mimpinya lebih lama lagi, tetapi suara sang adik yang sedang berpamitan kepada sang ibu untuk pergi ke sekolah membuatnya langsung tersadar.

__ADS_1


Tersadar bahwa dia harus bekerja dan tersadar bahwa dia memiliki janji dengan Luca untuk menunggunya di taman.


“Iya, memangnya Kakak tidak akan pergi bekerja hari ini?”


Alicia membenarkan dan bertanya balik, karena biasanya sang Kakak sudah pergi bekerja sebelum dia berangkat ke sekolahnya.


“Memangnya jam berapa sekarang?”


Ashlyn tak menjawab pertanyaan adiknya, dia malah kembali menanyakan jam saat itu.


“Hampir jam 7 kurang 10 menit, Kak! Memangnya ada apa?” tanya Alicia dengan wajah polosnya.


“Astagaa, … Kenapa tidak ada yang membangunkan aku dari tadi!” seru Ashlyn yang langsung melompat pergi menuju ke kamar mandi sembari meraih pakaian yang dia lihat.


Tidak peduli pakaian itu milik siapa, dia langsung menggunakannya tanpa mandi terlebih dahulu.


“Yakh, … Ibu dan aku sudah mencoba membangunkan mu berulang kali, tapi Kakak saja yang tidak mau bangun!” teriak Alicia membela diri.


“Sudah! Sudah, bukankah kau harus berangkat sekarang jika tidak ingin terlambat masuk sekolah.”


Sang Ibu pun melerai dan menyarankan Alicia untuk segera berangkat sekolah saja. dan si bungsu itu pun menuruti perkataan ibunya, dia pergi ke sekolah setelah mendapat pelukan dan kecupan hangat dari sang ibu.


Tidak lama kemudian, Ashlyn pun keluar dari kamar mandi dengan terburu-buru. Dia bahkan tidak sempat menyantap sarapannya yang sudah di siapkan oleh sang adik.


Ashlyn segera mengambil barang-barangnya dan berpamitan pergi kepada sang ibu. Cuci muka, gosok gigi dan tidak sempat mandi, Ashlyn hanya mengganti pakaiannya saja dengan pakaian baru.


“Kau tidak sarapan dulu, Nak?” tanya sang Ibu dengan tatapan khawatir.


“Tidak sempat, Bu! Ashlyn sudah sangat terlambat soalnya!” jawab Ashlyn yang sudah berjalan pergi cukup jauh.


“Astaga, anak itu!”


Sang Ibu hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan putrinya sambil tersenyum.


...****************...


Ashlyn segera melajukan sepeda motor bututnya menuju ke taman. Dan benar saja, dia terlambat ketika melihat Luca yang duduk di salah satu menunggu dirinya. Karena sudah tidak ada waktu, Ashlyn pun hanya berseru menyuruh Luca untuk naik ke sepeda bututnya.


“Hay, Luca! Ayo, cepat naik! Kita sudah terlambat!” seru Ashlyn seraya melambaikan tangannya.


“Yaa Tuhan, gadis itu! Siapa yang terlambat, siapa yang harus menanggungnya,” gumam Luca yang tetap menuruti perkataan Ashlyn, meskipun di dalam hatinya merasa kesal.


...****************...


Setelah cukup lama berkendara, akhirnya mereka tiba di depan sebuah mini market yang lokasinya sangat dekat dengan area sekolah menengah atas.

__ADS_1


Seperti biasa Luca akan memperhatikan sekelilingnya terlebih dahulu, sebelum Ashlyn menarik tangannya untuk masuk ke dalam mini market tersebut.


Selesai melakukan wawancara singkat dengan sang pemilik mini market tersebut, akhirnya Luca di terima bekerja di sana.


Ashlyn secara perlahan mengajarkan Luca cara mengatur barang dan menyingkirkan barang yang sudah kadarluarsa serta mengajarkan cara kerja mesin kasir dan sebagainya.


“Bagaimana? Pekerjaan ini cukup mudah dari pada yang sebelumnya, bukan?” tanya Ashlyn yang menghampiri Luca yang sedang menjaga meja kasir.


“Emm, … Tidak terlalu melelahkan jika di bandingkan bekerja sebagai pelayan di restaurant itu,” jawab Luca membenarkan.


“Benar sekali! Bahkan kita bisa sambil cuci mata di sini,” ujar Ashlyn sembari mengedipkan sebelah matanya seolah mengisyaratkan sesuatu.


“Cuci mata? Maksudnya?” Luca dengan segala kepolosannya terhadap dunia luar tentu saja bingung dengan perkataan Ashlyn barusan.


“Nah, itu dia mereka datang! Selamat cuci mata Luca, siswa siswi di sekolah itu terkenal dengan ketampanan dan kecantikannya. Semoga kau bisa menangani kenakalan mereka.”


Ashlyn menunjuk keluar pintu, dimana seluruh siswa yang berada di sekolah dekat mini market itu sedang hamburan keluar untuk waktu istirahat makan siang.


Ashlyn pun segera menyingkir dari meja kasir dan kembali membereskan area gudang. Dan tentu saja sekalian menggosipkan Luca lagi dengan sang pemilik mini market yang mengawasi pekerjaan mereka.


Awalnya satu dua siswa siswi yang memasuki mini market untuk sekadar membeli snack atau camilan lainnya.


Namun, setelah mereka keluar tiba-tiba banyak siswi yang masuk hanya untuk memastikan perkataan teman mereka yang mengatakan bahwa kasir penjaga mini market itu memiliki wajah yang sangat tampan dan keren.


“Bagaimana Boss? Dia barang yang cukup bagus, bukan?” ujar Ashlyn dengan penuh rasa bangga.


Ketika memperhatikan Luca yang tengah kesulitan menghadapi para siswi yang terus mengerubungi Luca. Hanya dalam hitungan beberapa menit gossip tentang ketampanan Luca dalam hitungan menit sudah menyebar ke seluruh sekolahan.


Hari itu juga Luca resmi menjadi pria idaman para gadis yang masih sekolah menengah atas itu.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...

__ADS_1


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2