Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Tiba-tiba Menghilang


__ADS_3

“Aku sudah berulang kali mengingatkan Evan untuk tidak memperbesar masalah, tapi dia tidak memperdulikannya sama sekali. Aku juga akan mengingatkan hal yang sama padamu! Bukankah kalian sudah bahagia dengan kehidupan kalian yang sekarang, maka pertahankan saja,” imbuh Jaydon.


“Jangan pernah melihat masa lalu ataupun kembali pada masa itu, karena itu akan menghancurkan kebahagiaanmu di masa sekarang dan yang akan datang!” Felix menimpali.


“Kebahagiaan kami adalah melihat kematianmu! Maka tunggu saja sampai saat itu tiba, putra Evan sendiri yang akan membunuhmu!” ujar Simon yang tidak mau mendengarkan ataupun menerima saran dari Felix dan Jaydon.


Setelah mengatakan kalimat yang berisikan ancaman itu, Simon dan anak buahnya pun pergi begitu saja. Setidaknya mereka beruntung karena tidak ada perkelahian hebat yang terjadi, hanya perkelahian kecil antara Luca dan Leonard.


“Kita juga kembali!” ujar Luca yang berjalan pergi menuju mobilnya.


“Baiklah!” sahut Will dan yang lainnya yang mengikuti Luca seperti biasa.


Sepanjang perjalanan, Luca terus diam sembari menutup matanya. Will tahu bahwa sebenarnya Luca sedang tidak tidur sama sekali.


Namun, ketika dia ingin mengatakan sesuatu Luca langsung melarang dan menyuruhnya untuk bicara ketika mereka sudah tiba di villa saja.


...****************...


Setibanya di Villa, Luca langsung di giring oleh Felix dan Jaydon. Lalu mendudukannya di sofa yang berada di ruang tamu. Sedangkan Max bertugas mencari kotak obat, sementara Matt yang mengambilkan minuman. Tugas Will hanya mengawasi dan mengobati luka pukulan di wajah Luca.


“Biarkan saja, nanti juga sembuh sendiri!” ujar Luca ketika Will berniat mengompres luka lebam di wajah Luca.


“Felix, hubungi Nyonya Zhia sekarang juga!” perintah Will yang secara tidak langsung adalah sebuah bentuk ancaman untuk anak nakal seperti Luca.


“Paman, …”


“Jangan merengek seperti anak kecil! Salah siapa kau membiarkan dia memukulmu begitu saja.”


Will mulai mengomel, padahal selama dia menjadi seorang Ayah. Will tidak pernah sekali pun mengomeli putranya, karena putranya memang sangat penurut dan juga memiliki pemikiran yang layaknya orang dewasa,


“Tuan muda, ini minumannya!” Matt datang dengan membawa segelas air putih.


Luca pun segera menerima dan meminumnya dengan rakus, mengingat tenggorokannya yang sedikit kering.


Namun, siapa sangka suara Matt yang melengking membuat mereka semua terkejut. Hingga membuat Luca memuncratkan air yang sedang dia minum di wajah Will.


“Astaga, Tuan muda!” teriak Matt tanpa sadar.


Byurrr, ….

__ADS_1


Semua air yang sebelumnya berada di dalam mulut Luca, sekarang telah membasahi wajah Will. Terlihat Will langsung menggenggam tangannya dengan kuat sembari menahan kemarahannya agar tidak meledak detik itu juga.


“Ma-maafkan aku, Paman Will! Aku sungguh tidak sengaja melakukannya. Semua gara-gara Matt yang tiba-tiba berteriak dan membuatku terkejut,” jelas Luca yang segera meminta maaf dan segera melempar kesalahan pada Matt.


“Benar, aku juga terkejut! Kenapa dia tiba-tiba berteriak seperti orang gila!” Felix selalu menjadi kompor agar bisa melihat pertunjukan yang menarik.


“Aku juga!” Max yang tidak setia kawan menampakan dirinya.


“MATT!!” seru Will yang langsung bangkit dan mengejar Matt yang sudah berusaha melarikan diri terlebih dahulu.


Alhasil, terjadilah aksi kejar-kejaran yang terlihat sangat lucu antar Will yang ingin membunuh Matt saat itu juga. Setidaknya kelakuan absurd Will dan Matt berhasil sedikit mengalihkan kesedihan mereka tentang pertemuannya dengan Leonard, anak dari Evan.


“Yah, … Tuan muda, tolong saya! Saya hanya ingin menyampaikan bahwa malam ini ada harus menemui Vinno,” jelas Matt sembari terus berusaha menghindari Will.


“Luca! Jangan ikut campur, kita bahas masalah ini besok saja!” cegah Will sebelum Luca membantu bajingan yang bernama Matt itu.


Akhirnya Jaydon yang mengambil alih tugas Will untuk mengobati luka di wajah Luca. Bosan, meelihat drama kejar-kejaran Will dan Matt yang tak kunjung selesai, Luca akhirnya memutuskan untuk pergi ke kamarnya saja.


Sejenak Luca memang memikirkan rencana yang akan dia buat selanjutnya. Akan tetapi, tiba-tiba rasa kantuk menghampirinya hingga tanpa sadar Luca tertidur dengan lelapnya.


Siapa sangka setelah mengakui satu kesalahannya dan meminta maaf pada Leonard, Luca akhirnya bisa tidur dengan nyenyak bahkan sampai terbangun di waktu menjelang siang.


Alhasil, Luca pun melupakan tentang pekerjaannya sebagai penjaga kasir di mini market.


Luca bahkan tidak sadar bahwa dirinya tidak memberi kabar apapun kepada Ashlyn. Luca terlalu sibuk dengan urusan bisnis dan klan mafianya, bahkan dia juga jarang memeriksa ponselnya. Sudah beberapa hari berlalu, tetapi Luca masih saja tidak memberikan kabar apapun.


“Luca, apa yang terjadi denganmu?” gumam Ashlyn.


“Kenapa kau menghilang begitu saja tanpa kabar?” Lagi.


“Apakah kau menghindari aku, karena aku menciummu tanpa ijin?” Lagi.


“Kau bahkan tidak membalas pesanku! Tidak mengangkat teleponku!”


Dan lagi, Ashlyn terus bergumam sendirian. Apalagi mini market menjadi sepi seperti biasanya setelah Luca tidak datang lagi untuk bekerja.


Bahkan semua pesan dan panggilan Ashlyn tidak ada satu pun yang mendapat tanggapan. Hal itu tentu saja membuat Ashlyn merasa khawatir dan merasa bersalah.


Ashlyn mengira bahwa Luca menghilang tanpa kabar, karena dia telah mencium pria itu tanpa ijin.

__ADS_1


“Lyn, apakah temanmu hari ini juga masih belum sembuh?” tanya sang pemilik mini market yang merasa kehilangan jimat keberuntungannya.


“Emm, … Sepertinya begitu,” jawab Ashlyn singkat.


Padahal Ashlyn sendiri tidak mengetahui apa yang telah terjadi pada Luca selama beberapa hari ini. akan tetapi, dia membuat alasan sendiri dengan mengatakan bahwa Luca sedang sakit, sehingga tidak bisa bekerja sementara waktu.


“Apakah kau belum menjenguknya?” tanya sang pemilik mini market itu.


“Aku tidak tahu alamat rumahnya,” jawab Ashlyn lirih.


“Astaga, kalau kau bertanya padaku aku pasti akan memberitahumu! Kemari 'lah,” ujar sang pemilik mini market.


Ashlyn pun segera mendekat, dia ikut memperhatikan ssebuah berkas yang ssedang berusaha sang pemilik mini market cari. Hingga tak lama kemudian, sang pemilik menemukan berkas yang dia cari dan memberikannya kepada Ashlyn.


“Ini alamatnya rumahnya di negara ini! Pergilah dan lihat keadaannya, apakah Luca sudah membaik atau belum,” ujar sang pemilik mini market sembari menyerahkan informasi pegawai yang telah di isi oleh Luca.


“Terima kasih, Boss! Aku pasti akan pergi menjenguknya,” ucap Ashlyn yang akhirnya memiliki alasan untuk menemui Luca.


“Aaah, … Berikan buah-buah ini untuknya! Katakan aku tidak bisa ikut menjenguknya, karena kakiku sendiri juga sedang sakit,” ujar sang pemilik yang menitipkan hadiah kecil untuk Luca.


“Baik, Boss! Saya pasti akan menyampaikannya!” sahut Ashlyn.


“Baiklah, kau bisa kembali bekerja sekarang!” perintah sang pemilik mini market.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...

__ADS_1


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2