
Setelah pertemuan itu, Rayden mendesak Felix, Ryuga dan Rayga untuk secepatnya menemukan keberadaan Regis. Jika dalam waktu dua hari masih juga tidak di temukan, maka mereka boleh meninggalkannya.
Sementara, Levi pun mulai bekerja sebagai sekertaris Luca atas perintah Rayden untuk mengawasi pergerakannya.
Bukan Luca namanya kalau tidak merasa curiga dengan perintah Papahnya yang menempatkan Levi untuk selalu berada di sisinya.
Berkali-kali Luca mendesak Levi untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, tapi Levi memiliki seribu alasan untuk mengalihkan topik pembicaraan.
“Hay, Tuan Ceo CD Group! Kenapa kau menggangguku terus menerus di bandingkan mengurusi perusahaanmu sendiri?”
Luca kembali menginterogasi Levi yang tengah membantunya memeriksa beberapa dokumen di ruangan Luca.
Benar, bukan hanya menempatkan Levi sebagai sekertaris pribadinya ternyata Rayden juga menempatkan menantu kesayangannya itu sebagai pengawal pribadi putra sulungnya untuk sementara waktu.
“Ini titah langsung dari yang mulai kaisar Rayden Cano Xavier, Ayahandamu sendiri jika mau protes maka jangan padaku. Aku hanya menjalankan perintah saja,” ujar Levi tanpa mengalihkan tatapan matanya pada dokumen yang tengah dia pegang.
“Telah terjadi sesuatu, Bukan?” desak Luca yang tak mengalihkan tatapannya pada Levi.
“Apa sungguh ingin tahu?” tanya Levi yang kini membalas tatapan mata Luca.
“Tentu saja! Papah mengatakan untuk mempercayakan Matt dan Max padanya, bahkan sampai sekarang aku tidak mendapat informasi kedua pengawalku itu secara langsung dan hanya melalui Papah! Sebenarnya apa yang sedang kalian semua sembunyikan dariku?” cecar Luca.
Dia yang terlihat sangat kesal dan Levi hanya tersenyum melihat reaksi menggemaskan Luca ketika sedang cemberut yang mengingatkan dirinya pada Lucia.
“Tanyakan saja pada Papahmu,” ujar Levi di sertai kekehan gemasnya dengan reaksi Luca yang semakin merasa kesal dengan jawabannya.
“Sialan kau! Tidak bisakah kau memberitahu apa yang telah terjadi, aku bukan anak kecil lagi!” seru Luca yang tanpa sadar bersikap seperti anak kecil.
“Hahahahaa, … Ngambeknya saja sudah seperti anak kecil, tapi bilangnya bukan anak kecil lagi,” ledek Levi.
“Haish, … Diamlah!” bentak Luca yang lebih memilih kembali duduk di kursinya dan focus menyelesaikan pekerjaan saja.
Percuma saja dia mencoba minta bocoran dari Levi, ujung-ujungnya Levi menjadikan dirinya sebagai bahan candaan.
Meski begitu, Luca tidak tinggal diam saja dan menyerah untuk mencari tahu apa yang sebenarnya sedang Papahnya sembunyikan darinya.
Luca diam-diam memerintahkan anak buahnya untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan Matt dan Max, karena tidak ada sedikitpun kabar dari keduanya.
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain, Simon dan Joshua mulai tidak sabaran. Sebab masih saja belum ada pergerakan apapun, baik dari Luca maupun keluarga Xavier.
Padahal mereka sudah menculik dua pengawal pribadi Luca dan Vinno selama beberapa hari, tapi masih saja tidak ada yang bereaksi ataupun merasa kehilangan.
“Sial, bagaimana mereka semua tetap diam padahal kita sudah menculik dan menyiksa orang-orangnya!” berang Simon terlihat amarah sudah berada di puncak kepalanya.
“Sepertinya Rayden sengaja menutup informasi tentang hilangnya mereka dari Luca! Bagaimana kalau kita menggunakan saja gadis itu untuk langsung memancing mereka datang kemari, terutama Luca!” ujar Joshua memberikan sebuah ide berlian pada Simon yang hati dan pikirannya telah di penuhi dengan balas dendam.
“Ide yang bagus, karena dari yang aku dengar gadis itu dangat mirip dengan wanita yang di cintai Luca sebelumnya.” Simon langsung saja menyetujui saran tersebut.
“Tidak bisa! Bukankah sudah janji kepadaku bahwa tidak akan melukai Ashlyn,” tukas Leo yang tidak terima dengan saran itu.
Apalagi mengingat bagaimana Joshua menyiksa Matt, Max dan Vinno tanpa ampun. Meski mereka pernah mengatakan bahwa hanya akan menggunakan Ashlyn sebagai umpan untuk memancing Luca datang. Akan tetapi, Leo merasa tidak yakin mereka akan menepati janjinya.
“Kalau begitu kau saja yang menculiknya, sehingga kau bisa memastikan sendiri gadis itu akan terluka atau tidak,” ujar Joshua.
“Benar, jika kau masih tidak percaya pada kami! Maka kau saja yang melakukannya, kami hanya memerlukan dia untuk memancing Luca datang sendirian ke tempat ini.” Simon membujuk Leo untuk tetap memanfaatkan Ashlyn.
“Tidak! Aku tidak bisa melakukan itu padanya, aku tidak mau membuat kesalahan yang sama kepadanya.” Meski begitu tetap saja Leo tidak mau melakukannya.
“Kalau begitu biar Kakek saja yang melakukannya! Kau hanya tinggal mengawasi saja, apakah Kakek melukainya atau tidak!” Simon memberikan cara lain agar Leo mau memahami rencana mereka.
Simon yang sudah di penuhi akan dendam, langsung saja memerintahkan anak buahnya untuk menculik gadis yang bernama Ashlyn.
Meski Leo mengatakan tidak ingin ikut campur lagi, diam-diam dia dan Yuta terus mengawasi Ashlyn untuk melindunginya jika di perlukan.
...****************...
Pada malam harinya, anak buah Simon sudah mengintai Ashlyn pulang kerja dari restaurant mie.
Ada yang mengintai dari jarak dekat untuk mengarahkan Ashlyn berjalan melalui tempat yang sepi, sedangkan sisanya menunggu di tempat mereka akan dengan mudah menculik Ashlyn tanpa di sadari oleh orang sekitar.
“Tidak aku sangka Kakek benar-benar akan menggunakan Ashlyn untuk membalaskan dendamnya kepada Luca,” gumam Leo yang dapat melihat keberadaan anak buah Kakeknya dari dalam mobilnya.
“Tuan muda, perlukah saya melindungi Nona Ashlyn sekarang?” tanya Yuta menunggu perintah untuk bergerak.
“Tidak! Sebaiknya kita awasi saja untuk sekarang, tapi jika cara mereka malah melukai Ashlyn baru kita bertindak,” jawab Leo.
__ADS_1
Selesai bekerja, Ashlyn seperti biasa akan pulang melalui jalan yang biasanya. Namun, entah mengapa saat itu jalannya malah di tutup dengan alasan perbaikan. Alhasil, Ashlyn pun melalui jalan yang lainnya tanpa merasa curiga sedikitpun.
“Kenapa tiba-tiba ada perbaikan jalan di sini?” Ashlyn sedikit bertanya-tanya.
“Sudahlah, aku akan melalui jalan lain saja!” Ashlyn tak mau ambil pusing dan memilih jalan memutar.
Awalnya Ashlyn masih berjalan dengan nyaman dan santai sambil memainkan ponselnya. Namun, tiba-tiba saja ada seorang pria yang membekap mulutnya dari belakang. Menarik paksa tubuhnya untuk masuk ke dalam mobil yang sejak tadi sudah terparkir di sana.
“Emmphht, …”
Ashlyn berusaha berteriak dan melarikan diri, tetapi tubuh mungilnya kalah jauh di bandingkan tubuh kekar pria itu. Ashlyn tidak menyerah begitu saja, begitu ada kesempatan dia langsung menggigit tangan pria yang membekap mulutnya dengan sekuat tenaga.
Benar saja, usahanya kali ini berhasil. Pria itu langsung merintih kesakitan pada tangannya dan tanpa sadar melepaskan cengkraman tangannya pada tubuh Ashlyn.
Ashlyn pun segera memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri dan meminta pertolongan.
“Tolong ak, _....”
Bugh, ….
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
__ADS_1
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...