Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Semua Mulai Terbongkar


__ADS_3

“Sungguh? Kau tidak bercanda ‘kan, Licia?” seru Ashlyn yang tidak bisa menutupi perasaan bahagianya.


“Dokter sendiri yang mengatakan pada Ibu dan aku, bahwa kita tidak perlu memikirkan lagi masalah biaya pengobatan Ibu selama di rumah sakit!” Alicia menyakinkan Kakaknya.


“Benarkah, Bu? Dokter mengatakan itu?” Untuk lebih mendapatkan kepastian Ashlyn pun bertanya pada Ibunya.


“Iya, Lyn Lyn! Jadi, mulai sekarang kau tidak perlu bekerja terlalu keras seperti sebelumnya.”


Sang Ibu membenarkan seraya menasehati agar putrinya itu tidak perlu memaksakan diri bekerja keras lagi.


“Ya Tuhan, Ibu! Ternyata apa yang Ibu katakan selama ini memang benar. Tuhan tidak pernah tidur! Tuhan selalu mendengarkan doa kita, hanya saja Tuhan mengabulkan doa itu di saat yang tepat. Hiks, ….”


Ashlyn langsung memeluk Ibunya dan menangis bahagia dalam pelukannya.


“Benar, Lyn Lyn! Tuhan mendengar semua doa kita, dia mengirim malaikat melalui tangan manusia untuk membantu kita,” ujar Hanna yang membalas pelukan putrinya itu.


Melihat Ibu dan kakaknya saling berpulakan, Alicia pun segera ikut memeluk ke duanya. Tersisa Luca yang hanya tersenyum melihat kebahagiaan itu.


Dalam hatinya, Luca berkata, “Seharusnya aku datang lebih awal, sehingga kalian tidak akan hidup menderita selama ini.”


“Nak, kemarilah!”


Permintaan Hanna menyadarkan Luca dari lamunannya. Awalnya Luca merasa ragu untuk bergabung memeluk Ibu dan anak itu, tapi tangan Ashlyn dengan cepat menarik tangannya.


Hingga akhirnya Luca pun ikut memeluk dan merasakan kebahagiaan yang di rasakan oleh keluarga Ashlyn.


“Axlyn, … Maaf, seharusnya kau yang berada di posisi ini memeluk Ibu dan adikmu! Semoga pelukan ini akan sampai padamu,” batin Luca yang akan selalu mengingat tentang Axlyn.


Untuk merayakan kabar baik itu, Luca pun memesan beberapa makanan melalui aplikasi online, mereka pun makan malam bersama di dalam ruangan itu.


Meskipun sang Ibu tidak bisa ikut makan, karena waktu makan dan menu makanan dia sudah ada peraturannya sendiri oleh dokter yang menangani kondisinya.


Selesai makan, Ashlyn pun memberikan baju yang dia beli untuk Ibu dan adiknya. Tidak lupa dia memberitahu mereka bahwa Luca ‘lah yang membayar semuanya.


Selesai dengan semua itu, sebenarnya Ashlyn menawarkan diri untuk mengantar Luca pulang dengan sepeda motor bututnya.


Dan tentu saja Luca menolaknya dengan keras, dia pun menjadikan Matt dan Max sebagai alasan. Bahwa Matt dan Max sedang berada di sekitar rumah sakit, lalu Luca sudah menghubunginya untuk sekalian menumpang pulang.

__ADS_1


“Kau yakin mereka sedang berada di sekitar sini?” tanya Ashlyn yang merasa Luca sedang membohonginya.


“Iya, aku sangat yakin! Tadi aku sudah menghubunginya,” jawab Luca menyakinkan.


“Sebaiknya aku antar pulang saja ‘yah?” tawar Ashlyn sedikit memaksa Luca untuk menerima tawarannya.


“Tidak perlu! Ouh, … Lihatlah, mereka datang membawa mobil boss nya,” ujar Luca yang akhirnya bisa melihat mobilnya dari kejauhan.


Mobil itu pun semakin mendekat dan berhenti tidak jauh dari tempat Luca dan Ashlyn menunggu sejak tadi. Kemudian, Matt menurunkan kaca mobilnya dan melambaikannya tangan pada Luca dan Ashlyn.


“Kau sudah melihatnya ‘kan! Itu mereka sudah datang, maka aku harus pergi sekarang,” pamit Luca pada Ashlyn.


“Baiklah, Hati-hati di perjalanan! Dan terima kasih untuk hari ini,” ucap Ashlyn karena Luca sangat berjasa untuknya dalam segala hal.


“Kau juga kembali ‘lah! Ibu dan adikmu pasti sudah menunggu,” ujar Luca pada Ashlyn.


“Baiklah, kalau begitu aku masuk duluan!” sahut Ashlyn yang berjalan masuk ke dalam rumah sakit.


Setelah memastikan Ashlyn sudah benar-benar masuk, Luca pun segera menuju ke mobilnya dan mendudukkan dirinya di kursi belakang. Terlihat Luca sangat lelah melalui hari ini, baik fisik dan hatinya hampir sama-sama lelahnya.


“Sepertinya hari ini anda bekerja terlalu keras, Tuan!” ujar Max yang melihat Luca langsung menyenderkan kepalanya pada kursi mobil.


“Tuan muda bertarung dengannya?” seru Max dan Matt bersamaan.


“Tidak! Hanya aku yang menghajarnya,” jawab Luca dengan santainya.


“Tuan muda, sebaiknya anda memeriksa informasi ini! Tuan Will mengirimkannya padaku agar anda bisa melihatnya sendiri,” ujar Max sembari memberikan sebuah tab kecil yang sudah terdapat beberapa informasi di dalamnya.


Luca menerima tab itu dan mulai membacanya secara perlahan. Betapa terkejutnya dia ketika membaca semua informasi yang tertulis di dalam tab tersebut.


Seketika kenangan buruknya di masa lalu kembali terlintas. Dimana Luca bahkan sempat mengalami trauma berat saat itu.


Benar, kejadian ketika Luca kecil yang tidak sengaja membunuh Evan dengan menembaknya tepat di kepala. Luca yang kala itu hampir memasuki usia 7 tahun telah membunuh seseorang, dimana orang dia bunuh adalah Paman yang selama ini membesarkan dirinya saat di negara B. Semua itu Luca lakukan demi melindungi Mamah dan Papahnya.


“Apa lagi dengan semua informasi ini, Hah?” bentak Luca, air matanya kini terjatuh tanpa dia sadari.


“Saya juga tidak tahu, Tuan muda! Tuan Will hanya menyuruh saya menyampaikan informasi ini pada anda. Lalu di minta untuk menghubungi Tuan besar, jika sudah memeriksa informasinya,” jelas Max yang memang tidak tahu apapun.

__ADS_1


“Tidak, mungkin! Seingatku Paman Evan tidak pernah menikahi siapapun. Lalu kenapa bajingan itu menjadi anaknya. Sebenarnya apa yang terjadi?”


Sampai kapan pun Luca akan tetap ingat bahwa Paman Evan-nya tidak pernah menikahi wanita manapun. Dan sampai kapan pun juga Luca tidak bisa percaya bahwa Leonard adalah anak dari Evan.


Matt dan Max yang tidak mengetahui sama sekali tentang informasi itu langsung memilih diam dan focus pada jalanan yang ada di depannya.


Sedangkan Luca mencoba membaca informasi itu berulang-ulang, berharap bahwa informasi itu adalah informasi yang salah.


Namun, apa daya meskipun sudah dia baca berkali-kali isi informasi itu tetap sama. Dengan perasaan tak menentu dan amarahnya yang memuncak, Luca pun melempar tab itu di bawah kakinya. Dan ketika dia ingin menginjaknya sampai hancur, Matt segera menghentikannya.


“Haaaah, … Sialan!” umpat Luca yang melemparkan tab itu ke bawah kakinya.


“Tunggu, Tuan! Jangan di hancurkan tab nya!” seru Matt dengan cepat.


“Kenapa? Bukankah kau bisa membeli yang baru lagi,” ujar Luca yang seketika menatap tajam pada Matt.


“Memang bisa membelinya lagi, tapi data yang saya dapatkan tentang Axlyn sungguh sangat sulit untuk di cari,” jelas Matt.


“Aish, … Kenapa banyak sekali masalah yang harus aku hadapi di sini!” seru Luca yang belum menyadari maksud perkataan Maat bahwa di dalam tab itu adal informasi tentang kehidupan Axlyn selama menjadi pembunuh bayaran.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2