
“Astaga, Leo! Berikan dulu pada Kakekmu untuk melihatnya.”
Joana memperingatkan, tapi seperti biasa dia selalu di abaikan oleh putra semata wayangnya itu.
“Biarkan saja! Papah akan percayakan semuanya padamu. Lalu kapan kita di minta untuk berkunjung ke sana?”
Simon langsung menyadari bahwa keinginan keluarga Xavier yang menginginkan kedatangan mereka lebih awal. Joana pun tersenyum dan berjalan menghampiri Papahnya.
Tidak lupa dia bergelayut manja di lengan Papahnya dan sepertinya kebiasaan Leo memang berasal dari dirinya.
“Kapan Papah dan kedua anak itu bisa mengambil cuti dari perusahaan?” tanya Joana balik.
“Kapan pun tidak masalah, Nak!” jawab Simon dengan penuh percaya diri.
Dan pada akhirnya malam itu juga Joana langsung mengajak Simon dan kedua anaknya terbang ke Negara A. Mereka tiba di Negara A pada bagi harinya yang langsung di ****** oleh keluarga besar Xavier.
Musuh tidak akan selamanya menjadi lawan, bisa saja suatu hari musuhmu akan menjadi kawan terbaikmu.
Seperti yang terjadi pada keluarga Xavier, Zaender, Vinno dan Gustavo. Ketiga bersatu menjadi keluarganya yang begitu harmonis dan bahagia.
“Selamat datang di kediaman Xavier!”
Noland kembali menyambut hangat kedatangan keluarga Gustavo, padahal saat di bandara dia juga sudah mengatakan hal yang sama.
Hanya saja akhirnya yang sedikit berbeda, yang di bandara ‘Selamat datang di Negara A!’ sementara yang satu lagi ‘Selamat datang di kediaman Xavier’.
“Waah, … Ternyata kediaman Xavier juga tidak kalah indahnya dengan kediaman kami,” puji Joana yang takjub dengan arsitektur kediaman itu.
“Terima kasih atas pujiannya, Joana! Bagaimana kalau kami perlihatkan taman bunga yang saat itu kita bicarakan?” ujar Julia yang tidak sabar ingin memamerkan taman bunganya.
Tanpa meminta ijin pada yang lainnya, Julia langsung saja menarik Joana untuk mengikutinya. Tidak lupa, Julia juga menarik menantu kesayangannya. Sedangkan Zhia malah ikut menarik kursi roda Hanna untuk ikut dengan mereka.
Sedangkan, Noland dan Kakek Roman langsung membawa Simon untuk membicarakan tentang dunia bisnis atau hobi mereka setelah pension. Tidak lupa Rayden dan yang lainnya di haruskan untuk ikut.
Namun, tidak untuk Levi dan Luca yang berhasil menghindari pembicaraan itu dengan alasan harus mempersiapkan acara pernikahannya.
Sementara Ashlyn dan Alicia lebih memilih untuk selalu menemani Lucia yang tengah hamil besar. Tentunya Ashlyn dan Alicia memliki tujuan tersendiri dengan selalu mendekati Lucia.
__ADS_1
Dimana Ashlyn ingin mengetahui rasanya bagaimana saat wanita sedang hamil, karena sebentar lagi dia akan menikah dan tentunya akan memiliki anak dengan Luca. Sedangkan Alicia hanya tertarik dengan dunia kedokteran yang selama ini di tekuni oleh Lucia.
Merasa tidak ada yuang peduli dengan anak-anak seperti Triple R, Leo dan Yuta. Akhirnya terbesit sebuah ide di kepala Rayga untuk memperlihatkan koleksi kesayangannya pada Leo dan Yuta. Siapa tahu keduanya malah sekalian bisa di ajak balapan.
“Hay, kami memiliki koleksi motor dan mobil sport! Apa kalian mau melihatnya? Siapa tahu kalian berminat untuk uji coba balapan denganku,” ujar Rayga menghampiri dua itik yang terlihat sedang kehilangan induknya itu.
“Boleh! Siapa takut untuk balapan, kau tidak akan pernah bisa mengalahkan Kakakku, Yuta!” balas Leo yang membanggakan kemampuan Yuta sekaligus sebagai Kakaknya sekarang.
“Kalau nanti kalah, jangan menangis ‘yah?” goda Rayga yang memang terkenal dengan sikap jahilnya.
“Rayga, …”
Ryuga sebagai Kakak tertua di antara Rayga dan Regis mencoba mengingatkan sikap adiknya itu.
“Sudahlah, ayo kita pergi sekarang!” ajak Rayga pada Leo dan Yuta, sedangkan Regis dan Ryuga hanya menjadi pengikut setia.
...****************...
Waktu tanpa terasa begitu cepat berlalu. Kini tibalah hari pernikahan Luca dan Ashlyn yang super mewah, elegan dan meriah dengan dekorasi yang di dominasi dengan warna putih dan gold.
Semua tamu undangan semakin berkumpul di aula pesta yang luas dan megah. Pengucapan janji pernikahan pun akan segera di mulai.
Dengan tangan yang saling menyatu Luca dan Ashlyn pun mulai berjalan untuk menghadap sang pendeta yang sudah menunggu mereka sejak tadi.
Pendeta itu juga yang akan menjadi saksi pernikahan dan janji suci untuk cinta mereka berduanya selain Tuhan dan para tamu yang hadir.
Keduanya pun sepakat untuk mengucapkan janji pernikahannya sendiri, seperti pada pernikahan Levi dan Lucia.
Setiba di depan pendeta, Luca langsung mengucapkan janji pernikahannya yang berisi,
“Saya Luca Cano Xavier! Dengan ini mengambil Zhavera Keyvara Ashlyn menjadi seorang istri untuk diriku sendiri, saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya,”
“Pada waktu susah maupun senang. Pada waku berlimpah maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai sampai maut memisahkan kami berdua sesuai hukum Tuhan yang pasti,”
“Dan selamanya hanya dia yang menjadi istriku, tidak akan pernah ada penggantinya. Inilah janji setia yang tulus, setulus cintaku kepada Lucia Cano Xavier yang selamanya akan menjadi belahan jiwa dari Zaen Der Levi!”
“Kalian semua diam! Jangan sampai aku mendengar ada yang berteriak tidak jelas seperti waktu itu,” ujar Rayden kepada para Trio Somplak dan Triple R.
__ADS_1
Jujur, Rayden tidak mau kejadian di pernikahan Levi dan Lucia terulang kembali. Dimana Felix berseru begitu keras mengatakan Levi dan Lucia langsung memiliki lima anak kembar.
Sontak saja, semua orang pun langsung heboh dan hampir mengubah prosesi waktu itu menjadi penuh gelak tawa.
Sehingga sebelum pernikahan di mulai, Rayden sudah memperingatkan dengan tegas pada orang-orang yang selalu membuat masalah seperti Trio Somplak dan Triple R. Terlihat mereka semua langsung menutup bibirnya rapat-rapat takut lepas kendali.
“Dan saya Zhavera Keyvara Ashlyn. Dengan ini mengambil Luca Cano Xavier menjadi seorang suami untuk diri saya sendiri, saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya,”
Pada waktu susah maupun senang. Pada waku berlimpah maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai sampai maut memisahkan kami berdua sesuai hukum Tuhan yang pasti,”
“Dan selamanya hanya dia yang menjadi suamiku, tidak akan pernah ada penggantinya. Inilah janji setiaku, Lucia Cano Xavier kepada Zaen Der Levi sebagai belahan jiwa untuk sekarang dan selamanya.”
Kini Ashlyn yang mengucapkan janji pernikahannya. Semua orang seketika pun langsung bertepuk tangan meriah dan tersenyum bahagia.
Tangis haru keluarga Xavier dan keluarga Vinno pun pecah, terutama Vinno yang kali ini benar-benar harus melepas putri menjadi istri dari Luca.
Memang benar patah hati terbesar seorang Ayah ketika melihat putrinya menikah dengan pria yang di cintainya dan menjadi pilihan hidupnya.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...
__ADS_1