Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Tidak Mendapat Ijin


__ADS_3

Siapa sangka, lagi-lagi pembicaraan Luca di ketahui oleh Levi. Dimana Levi datang untuk menjemput Luca pulang atas desakan istri tercinta.


Sejak mendengar bahwa orang di hubungi Luca adalah Alicia, dia hanya diam di balik pintu sambil mendengarkan semua percakapan itu sampai selesai.


“Jadi ini yang kalian sembunyikan dariku selama ini?” berang Luca dengan kehadiran Levi di sana.


“Ya, karena kami semua tahu kau akan bersikap gegabah seperti ini!”


Levi tidak mungkin menutupinya lagi setelah mendengar semua percakapan Luca di telepon tadi. Akhirnya, dia pun membenarkannya dan menjelaskan alasan mengapa dia dan yang lainnya menyembunyikan masalah itu dari Luca.


“Kau pikir sikapku sekarang gegabah? Coba bandingkan dengan kalian yang hanya diam saja setelah mendengar mereka yang ada di negara H sedang dalam bahaya,” tukas Luca penuh penekanan.


“Luca, kami juga melakukan sesuatu untuk menyelamatkan mereka semua! Tapi tidak harus kita yang langsung pergi ke sana, bisa jadi mereka telah menyiapkan jebakan di sana,” ujar Levi memberikan pengertian untuk Kakak iparnya.


Namun, Luca yang sangat keras kepala tentunya tidak mau mendengarnya sama sekali. Sambil menahan kemarahannya Luca berkata, “Kau pikir aku peduli tentang itu!”


“Ya, aku tahu kau memang tidak peduli dengan dirimu sendiri! Lalu bagaimana dengan mereka yang peduli padamu!"


"Mamah, Papah, Lucia, aku dan yang lainnya sangat memperdulikan serta menyayangi dirimu. Apa kau tidak mau menghargai perasaan kami jika terjadi sesuatu yang buruk padamu di sana,” cecar Levi yang tidak bisa bersabar lagi menghadapi sikap semaunya sendiri Luca.


Luca hanya bisa terdiam, menimbang perkataan Levi yang memang ada benarnya. Apalagi nama Mamahnya dan adik perempuannya juga di sebutkan oleh Levi membuat pikiran Luca menjadi sedikit lebih terbuka.


Luca sendiri juga tidak mau kalau Mamahnya dan Lucia ikut terlibat lagi dalam masalah berbahaya seperti ini hanya karena terlalu mengkhawatirkannya.


“Jangan egois dan gegabah dalam mengambil keputusan! Ayo, kita pulang dulu dan pikirkan jalan keluarnya bersama-sama,” bujuk Levi, layaknya membujuk anak kecil yang sedang ngambek.


“Jika kau sekarang tidak mau pulang bersamaku, maka detik ini juga aku akan memberitahu Mamah dan Lucia semua yang aku dengar barusan!”


Seolah tidak mempan dengan bujukan, Levi pun menggunakan cara mengancam mengatasnamakan Mamah mertuanya dan istrinya untuk memaksa Luca menuruti perkataannya.


Luca tampak hanya diam saja, jika dia menolak maka Levi pasti akan langsung merealisasikan ancamannya. Tapi jika dia pulang, setidaknya Levi dan Papahnya akan membantu mencarikan solusi untuk menyelesaikan masalahnya.


“Sudah, Ayo kita pulang dulu dan bicarakan di rumah dengan Papah!”

__ADS_1


Tanpa ijin lebih dulu, Levi menarik tangan Luca untuk mengikutinya secara paksa. Menyadari dirinya seperti di perlakukan layaknya anak kecil, Luca pun segera menepis tangan Levi dan berjalan mendahuluinya.


“Aku bisa jalan sendiri, kenapa harus menuntunku seperti anak kecil!” gerutu Luca menatap tajam pada Levi.


“Dasar badan saja yang seperti pria dewasa, tapi kelakuannya seperti bocah!” gumam Levi yang akhirnya tersenyum tipis melihat kelakuan Luca.


Setibanya di kediaman Xavier, Luca dan Levi di sambut hangat oleh Zhia dan Lucia. Sedangkan Rayden hanya duduk dengan santainya sembari menikmati secangkir teh buatan putri tercintanya.


Luca yang ingin langsung bicara dengan ayahnya, malah di paksa untuk makan malam dulu oleh Zhia dan Lucia.


Karena tidak bisa menolak perhatian Mamah dan adiknya, Luca pun terpaksa harus menghabiskan makan malamnya dulu.


Sedangkan Levi yang mewakili Luca menjelaskan situasi yang dia dengar dari Alicia.


Kini Rayden dan Levi sudah berada di ruang kerja pribadi milik Rayden.


Tak lama kemudian, Felix dan Triple R ikut masuk ke dalam tanpa sepengetahuan dari Zhia dan Lucia. Sebab Rayden dan Levi memperingatkan kepada mereka agar kedua wanita itu tidak mengetahui apapun yang sedang mereka rencanakan.


Pasti ada yang merasa kehilangan Noland dan Julia, karena belakangan ini tidak pernah muncul. Noland dan Julia sedang berada di negara K untuk membantu Kakek Roman mengurus perusahaan Levi yang ada di sana, mengingat usia Kakek Roman yang sudah cukup berumur dan sering sakit-sakitan.


Namun, karena Luca sudah mengetahui semuanya Rayden pun memutuskan untuk menunggu Luca dalam rapat mereka kali ini.


Tak lama kemudian, terdengar suara bunyi ketukan pintu dari luar pada ruangan kerja itu.


Rayden pun langsung mempersilahkan orang itu masuk yang ternyata Luca, Will dan Jaydon yang datang. Terlihat jelas Luca pandangan mata Luca pada Papahnya sedikit berubah dan semua orang yang ada di sana menyadari akan hal itu.


“Berhentilah melihat Papah seperti itu! Papah akui bersalah, karena menyembunyikannya darimu. Dan Papah minta maaf akan hal itu, Luca,” ucap Rayden sebagai seorang pria sejati yang harus mengakui kesalahannya dan meminta maaf agar anak-anaknya bisa mencontoh sikapnya.


“Kenapa Papah melakukan itu pada Luca?” tanya Luca yang ingin mendengar alasannya secara langsung dari mulut papahnya.


“Memangnya apalagi alasannya kalau bukan karena dirimu! Papah dengar kau akan langsung terbang ke negara H, kalau saja Levi tidak datang menjemputmu!” jawab Rayden yang kini berbalik menatap Luca dengan tajam, sedangkan Luca langsung terdiam dan mengalihkan tatapannya ke arah lain.


“Jangan pernah membuat keputusan sendiri apapun yang terjadi! Karena Luca yang Papah dan semua orang kenal bukan seperti itu,” ujar Rayden mengingatkan putra sulungnya itu.

__ADS_1


“Benar, Kak! Ada kami semua yang bersedia membantumu,” imbuh Regis.


“Kau juga, Regis! Jangan ulangi lagi sikapmu yang menghilang tanpa kabar sama sekali, menyusahkan orang lain saja!”


Alhasil, Regis harus ikut terkena dampak kemarahan Papahnya atas kesalahannya sendiri.


“Maaf, Pah! Regis mengaku salah dan tidak akan mengulanginya lagi,” ucap Regis dengan wajah tertunduk penuh penyesalan.


Sebab sepanjang perjalanan dia sudah di marahi oleh Felix, Ryuga dan Rayga. Lalu sekarang di tambah oleh Papahnya, belum lagi omelan dari Zhia dan Lucia.


“Pah, kita harus kembali ke negara H sekarang! Saat ini Ashlyn telah di culik oleh mereka dan Alicia berkata bahwa dia juga terluka saat itu,” ujar Luca dengan tatapan penuh memohon agar Papahnya mau mengijinkan dia untuk kembali ke negara H dan menyelamatkan Ashlyn.


“Tidak! Papah tidak akan mengizinkanmu untuk kembali ke negara itu lagi. Namun, sebagai gantinya, _....”


“Kenapa Papah seperti ini!” seru Luca yang akhirnya melewati batas, karena putus asa membayangkan keadaan Ashlyn saat ini. Dan Papahnya malah melarang keras dirinya pergi.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2