Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Hanya Di Manfaat


__ADS_3

“Apa maksud dari ucapanmu barusan?”


Di tengah amarahnya, Vinno masih bisa mendengar dan mencerna perkataan yang Luca lontarkan kepadanya.


Mendengar perkataan Luca, Vinno pun langsung teringat dengan wanita yang dulu pernah cintai dan ketiga putrinya yang dia telantarkan.


“Kau ingin kita bicara di sini dengan menggunakan kekuatan atau bicara di tempat yang lebihnya dengan kepala dingin?” ujar Luca yang tidak mau langsung menjawabnya begitu saja.


“Baiklah, ayo kita bicara di ruang kerjaku saja,” sahut Vinno yang menyadari bahwa pembicaraan mereka bersifat pribadi dan sangat penting.


“Kalian semua hentikan pertarungannya sekarang juga!” seru Luca pada Will dan anak buahnya yang lain.


“Kalian juga berhentilah sekarang!” imbuh Vinno kepada anak buahnya.


Mendengar perintah dari pemimpin kedua belah pihak, akhirnya pertarungan sengit itu pun terhenti.


Terlihat anak buah Luca tidak ada satu pun yang terluka, tapi dari pihak Vinno yang banyak yang terluka.


Meski begitu tidak ada satu pun korban yang jatuh, seperti yang Luca perintahkan kepada Will dan yang lainnya.


“Mari masuk!” ujar Vinno mempersilahkan Luca untuk masuk ke dalam markas.


“Kalian berlima juga ikutlah denganku!” perintah Luca pada Trio somplak dan Duo M.


“Apa kau takut aku akan membunuhmu ketika di dalam?” ujar Vinno yang merasa Luca sangat berlebihan.


“Tidak, aku sendirian sudah mampu untuk membunuhmu! Tapi ada hal yang ingin mereka sampaikan juga padamu,” ujar Luca menyiratkan sesuatu dalam perkataannya.


“Sudahlah, ayo ikuti aku!” perintah Vinno yang tidak ambil pusing perkataan Luca.


Luca dan yang lainnya pun mengikuti Vinno, hingga mereka tiba di sebuah ruangan yang cukup besar.


Sepertinya Vinno berubah pikiran dan akhirnya membawa Luca dan kelima pengawal atau anak buahnya di ruang tamu saja.


“Silahkan duduk,” ujar Vinno.


Luca dan yang lainnya pun langsung duduk dengan posisi senyaman mungkin. Tak lama kemudian, beberapa pelyan datang membawakan minuman dan camilan untuk para tamu tak di undang itu. Namun, tidak ada yang mau menyentuh apalagi memakan dan meminumnya.


“Ternyata kewaspadaan kalian terlalu tinggi,” ujar Vinno.

__ADS_1


“Sekarang jelaskan padaku tentang maksud ucapanmu tadi?” tanya Vinno yang langsung menanyakan apa yang ingin dia ketahui.


“Beritahu aku terlebih dahulu alasan kau menelantarkan mereka semua?” ujar Luca yang tidak akan buka suara sebelum dia mengetahui kebenaran yang tersembunyi dari keluarga itu.


Kebenaran mengapa antara Vinno dan Hanna tidak ada pernikahan, tetapi memiliki tiga anak. Dan kebenaran mengapa Hanna menyembunyikan siapa ayah kandung dari anak-anaknya dan orang sekitarnya. Lalu alasan kenapa Vinno juga tidak memperdulikan sama sekali.


“Apa kau begitu ingin mengetahuinya? Bahkan meskipun itu tidak ada hubungannya denganmu?” Vinno bertanya dengan tatapan menyelidik.


“Hanna Alviary, saat ini dia mengalami gagal ginjal akut yang sangat parah. Hampir setiap minggu dia harus menjalani cuci darah yang tentu saja memakan biaya yang sangat besar,” ujar Luca


“Apa kau tahu putri keduamu bahkan sampai putus sekolah dan berhutang pada beberapa rentenir untuk membayar biaya pengobatan rumah sakit dan biaya sekolah adik bungsunya,” lanjutnya.


“Apa?”


Sontak, Vinno sangat terkejut mendengar kenyataan itu. Padahal selama ini anak buah kepercayaannya selalu mengatakan bahwa mereka baikk-baik saja dan hidup dengan damai. Hingga Luca datang dan seakan membangunkan dia dari mimpi indah yang tidak nyata.


“Kenapa kau terkejut? Bukankah sebagai orang yang telah menelantarkan mereka seharusnya kau bersikap biasa saja?” Luca menyadari ada yang aneh dengan reaksi dari Vinno.


“Tidak! Aku tidak pernah sedikitpun menelantarkan mereka. Aku memang tidak menikahinya, tapi aku selalu mentransfer sejumlah uang untuk memenuhi kebutuhan itu mereka dan dia mengatakan bahwa mereka baik-baik saja sampai sekarang. Tapi mengapa?”


Vinno terlihat kebingungan dan mulai menyadari bahwa orang itu telah menipu dirinya.


“Tunggu! Jadi, kau tidak pernah menelantarkan mereka. Lalu kenapa, _....”


“Kalian bawa orang itu kemari sekarang juga!” perintah Vinno pada anak buahnya yang ada di sana.


“Baik, Tuan!” sahut anak buahnya.


Mereka pun segera meninggalkan ruangan itu. Akan tetapi, cukup lama mereka menunggu kedua anak buah Vinno sama sekali tidak kunjung kembali.


Dan ketika Vinno ingin memastikannya sendiri, tiba-tiba seluruh anak buahnya menghadang dirinya seolah dia sudah tidak boleh pergi kemanapun.


“Matt, hubungi anak buah kita yang tersisa untuk mengamankan Ashlyn dan keluarganya!” perintah Luca sambil berbisik pada Matt.


“Baik, Tuan muda!”


Matt pun segera mengirim sinyal darurat kepada anak buahnya yang selama ini menjaga Ashlyn dan keluarganya secara diam-diam.


Benar saja, firasat buruk Luca benar-benar terjadi. Kini mereka semua sudah terkepung di dalam ruangan itu oleh para anak buah Vinno yang ternyata adalah anak buah dari Joshua dan Simon.

__ADS_1


Mereka bahkan mengkhianati Vinno yang selama ini membesarkan nama organisasi pembunuh bayaran itu.


“Tu-tuan Josh!”


Suara Matt terbata-bata ketika melihat sosok pria yang dia kira sudah mati bersama dengan Luke, ternyata sampai sekarang masih hidup. Begitu juga dengan Max yang hanya diam mematung di tempat melihat orang yang paling dekat dan paling di percayai oleh Luke masih hidup.


“Aaah, … Matt dan Max, ternyata kalian juga masih hidup berkat menjadi pengkhianat pada Tuan Luke,” ujar Jhos dengan tatapan tajamnya pada Matt dan Max.


“Yakh, … Apa kau tidak pernah bercermin sama sekali? jika kau memang setia dengan Tuanmu itu, seharusnya kau ikut pergi ke neraka menemaninya saat itu. Bukan malah berdiri di sini!” seru Felix yang tidak terima dengan ucapan Josh.


“Ouh, … Jadi, kau menampung para pengkhianat Evan dan Luke seperti ini,” ejek Simon pada Luca dengan tatapan yang penuh dengan hinaan.


“Hay, Pak tua! Jika anda tidak tahu apapun yang terjadi, sebaiknya jangan bicara omong kosong terus dan terlibat masalah ini!” Kali ini Felix mengomeli Simon.


“Anda sudah tua dan sebentar lagi malaikat maut pasti akan segera datang menjemputnya. Dengan kau terlibat dalam masalah klan mafia seperti ini. Aku sangat yakin bahwa malaikat maut saat ini pasti sudah berdiri di hadapanmu,” imbuh Jaydon yang tidak tahan untuk ikut mengomel seperti Felix.


“Bajingan sialan!” umpat Simon.


“Kau tidak membawa Leo kali ini?”


Bukannya membawa takut akan situasinya, apalagi saat ini mereka bertujuh sedang di kepung oleh para musuh yang jumlahnya sepuluh kali lipat dari jumlah mereka. Luca malah menanyakan tentang keberadaan Leonard.


“Apakah kau lebih suka mati di tangan putra Evan? Di bandingkan di tanganku?” ujar Simon dengan sikap angkuh dan sombongnya.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...

__ADS_1


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2