Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Pelayan Dingin Nan Menawan


__ADS_3

Setelah mendengar jawaban dari pengawalnya, Luca pun segera keluar dari mobilnya. Lalu berjalan menghampiri Ashlyn yang tengah menunggu kedatangannya dengan bosan.


Sedangkan Matt dan Max malah menjadikan diri mereka sebagai penonton akan kisah cinta yang baru Tuannya.


“Hehehee, … Jika Nona Lucia mengetahui ini pasti dia akan sangat senang,” ujar Matt sembari memotret atau mengambil gambar kebersamaan Luca dan Ashlyn secara diam-diam.


“Hay, apa yang kau lakukan? Kalau Tuan Luca mengetahui ini akan semakin membenci keberadaan kita!” seru Max memperingati.


“Iya, baiklah! Padahal aku ingin sekali mengirimkan foto ini kepada idolaku,” sahut Matt yang terlihat sedikit kecewa.


“Tuan kita adalah Tuan Luca! Jadi, sebaiknya kita mengutamakan perintah darinya,” ujar Max kembali mengingatkan.


“Iya, Iya, … Kita pergi sekarang!” Matt pun kembali menjalankan mobilnya.


“Apa kau sudah menempatkan beberapa orang untuk melindungi Tuan Luca secara diam-diam?” tanya Max memastikan.


“Iya, mereka akan melaporkan apa yang terjadi pada Tuan selama setengah jam sekali,” jawab Matt yang selalu melakukan tugasnya dengan baik.


Beralih pada Luca yang kini semakin dekat dengan keberadaan Ashlyn. Hanya tersisa beberapa langkah untuk menyapa Ashlyn terlebih dahulu, tetapi langkah terasa berat dan sekilas bayangan tentang masa lalunya dengan Axlyn terlintas begitu saja.


Seketika tubuh Luca mematung saat sosok Axlyn yang terlihat di matanya. Bayangan dan ingatan tentang cinta pertamanya kembali menorehkan luka di hatinya yang membuat Luca tak kuasa menahan air matanya lagi.


Hatinya tidak sanggup, itulah yang dirasakan Luca pada saat itu. dia pun segera berbalik dan memilih untuk tidak menemui Ashlyn lagi, tapi sebuah suara manis menghentikan langkah kakinya.


“Luca!”


Benar, Ashlyn menyadari keberadaan Luca di sana dan segera memanggil namanya dengan lembut. Bahkan dia langsung berlari menghampiri Luca dan menarik lengannya.


Saat Luca berbalik berhadapan langsung dengannya, Ashlyn cukup terkejut melihat sisa air mata di pelupuk mata pria tampan itu.


“Apa yang terjadi? Kenapa kau menangis?” tanya Ashlyn yang terlihat khawatir, tanpa sadar tangannya menghapus sisa air mata di pipi Luca.


Baik Luca maupun Ashlyn sendiri sama-sama terkejut dengan adegan yang terasa tidak asing itu.


Seketika Luca teringat dinginnya tangan Axlyn yang membelai wajahnya untuk pertama dan terakhir kalinya saat mengucapkan kata perpisahan untuk mereka.


Namun, kali ini rasanya sangat berbeda. Tangan itu terasa begitu hangat dan menenangkan hatinya. Sedangkan Ashlyn terkejut karena adegan itu sangat mirip dengan adegan yang ada di drama korea yang sering di tontonnya.


“Aah, … Maafkan aku,” ucap Ashlyn sembari menarik tangannya dari pipi tampan Luca.


“Tidak apa-apa!” balas Luca yang menjadi salang tingkah harus merespon bagaimana lagi.


“Ouhya, … Kenapa kau menangis?” tanya Ashlyn untuk mencairkan perasaan canggung di antara mereka.


“Mmm, … Aku habis di tolak kerja lagi!” jawab Luca sekenanya, tidak ada alasan lain yang keluar dari otak geniusnya.


“Haish, … Cengeng sekali kau sebagai seorang pria! Tenang saja, aku akan memberimu sebuah pekerjaan yang cocok untuk wajah tampanmu itu,” celetuk Ashlyn yang membuat Luca tersipu malu.


Sudah di katai sebagai pria cengeng, lalu masih dalam satu kalimat yang sama Ashlyn memuji dirinya tampan.

__ADS_1


Karakter dan sifat Ashlyn sungguh sangat jauh berbeda dengan Axlyn yang dia kenal. Astaga, kenapa lagi-lagi Axlyn yang muncul di kepalanya sebagai bahan perbandingan.


“Kau wanita kedua yang mengataiku cengeng!” gumam Luca, tapi bisa di dengar oleh Ashlyn dengan jelas.


“Hahahaa, … Lalu siapa yang pertama? Mamahmu?” tanya Ashlyn seraya tertawa lucu akan reaksi Luca.


“Bukan, tapi Kayla!” jawab Luca dengan polosnya.


“Kekasihmu?” Sedikit ada rasa tidak rela, jika pria di hadapannya itu menjawab iya.


“Bukan, dia putri kecil Pamanku yang baru berusia 6 tahun,” jelas Luca dengan cepat.


“Hahahahaa, … Bahkan Anak kecil pun tahu bahwa kau itu cengeng.”


Ashlyn kembali tertawa lepas yang lagi dan lagi mengingatkan Luca tentang tawa Axlyn.


Menyadari perubahan raut wajah Luca, Ashlyn pun menghentikan tawanya dan berkata, “Sudahlah, ayo ikut denganku!”


Ashlyn lalu menarik lengan Luca menuju ke sepeda motornya. Kali ini bukan sepeda butut yang dia bawa, melainkan sepeda motor butut dengan beberapa stiker restaurant mie.


Tanpa meminta ijin dari Luca, dia mengenakan sebuah helm di kepala pria dingin itu. Kemudian, memakai helm miliknya sendiri.


“Apa kau bisa mengendarai sepeda motor?” tanya Ashlyn.


“Motor butut ini maksudnya?”


Luca tanya balik untuk memastikan sembari menunjuk sepeda motor yang ada di hadapannya.


Pertanyaan sekaligus jawaban dari Ashlyn yang tidak terima motornya di katai sebagai motor butut, walaupun itu memang benar adanya.


“Sudahlah, sepertinya kau tidak bisa!” Ashlyn pun langsung menaiki sepeda motor bututnya.


Cukup lama Ashlyn menunggu, tapi tidak ada tanda-tanda Luca ingin menaiki sepedanya. Hingga Ashlyn dengan kesal berkata, “Cepatlah naik! Kita sudah hampir terlambat untuk bekerja!”


Mau tidak mau Luca pun membonceng Ashlyn menaiki motor butut itu. Sungguh ini hal yang sangat memalukan yang pernah dia lakukan, menaiki sebuah motor butut bahkan dirinya hanya membonceng di belakang seorang gadis.


Jika Papah dan ketiga pamannya mengetahui kejadian itu, maka sudah dapat di pastikan akan menjadi bahan candaan oleh mereka. Belum lagi ketiga adik kembarnya yang tidak akan mau ketinggalan untuk menertawakan dirinya.


Namun, setidaknya mereka tidak berada di negara H saat ini. Akan tetapi, Luca lupa ada dua pengawalnya yang kelakuannya sama persis dengan Felix dan Will si tukang gossip serta meledek.


...****************...


Tak lama kemudian, mereka tiba di sebuah restaurant mie. Walaupun restaurant itu tidak semewah restaurant yang biasa Luca kunjungi, tapi terlihat cukup banyak pelanggannya.


Masih sibuk memperhatikan setiap sudut restaurant itu, Luca kembali di seret Ashlyn untuk mengikutinya.


Sekarang di sinilah Luca yang tengah mengenakan pakaian pelayan dengan membawa nampan berisi makanan di tangannya.


Awalnya memang sulit, karena itu pertama kalinya Luca menjadi pelayan. Namun, berkat kegeniusan dan adaptasinya yang bagus Luca kini sudah mahir melayani para pengunjung restaurant tersebut.

__ADS_1


Mendadak restaurant yang awalnya hanya ramai, sekarang menjadi sangat sangat ramai oleh pengunjung yang bukan hanya sekadar makan saja melainkan juga cuci mata melihat ketampanan Luca yang memakai seragam pelayan di sana.


“Hay, Ashlyn! Kenapa baru sekarang kau membawa titisan dewa Yunani itu bekerja di tempatku?” tanya sang pemilik restaurant pada Ashlyn.


“Aku baru mengenalnya kemarin! Memang kenapa?” tanya Ashlyn balik.


“Lihatlah, hanya dengan keberadaannya di sini! keuntunganku sudah menjadi lima kali lipat dari biasanya. Pelayan dingin nan menawan itu menjadi topik hangat di restaurant ini dalam waktu singkat,” jelas sang pemilik restaurant yang juga ikut menikmati ketampanan Luca.


^^^Bersambung, ....^^^


Dan ini yang masih jomblo, tapi ada yang on the way ada yang punya. Jadi, pintar memilih 'yah kakak semua!🤭🤭🤭









Bonus Visual anaknya Will, Felix dan Jaydon!🤩🤩🤩🤩





...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2