
“Apa kalian pikir aku seorang diri tidak bisa melawan kalian sekaligus,” ujar Luca masih dengan sikap tenangnya.
“Bukankah sudah aku katakan sejak awal, lebih baik kau menurut pada kami atau nyawa gadis itu yang akan menjadi taruhannya,” tukas Gery yang sama santainya dengan sikap Luca.
“Hehehee, … Bisakah aku percaya padamu, kalau kau akan membawaku ke tempat mereka! Bagaimana kalau ternyata kalian tidak pernah membawa mereka ke tempat ini,” balas Luca yang memang belajar tidak mau kalah debat dari Felix.
Belum sempat Gery bicara lagi, tiba-tiba pintu Gedung itu terbuka lebar dan memperlihatkan sosok Simon dan Joshua beserta anak buahnya keluar dari Gedung itu.
Kedua bola mata Luca seketika membulat ketika Matt, Max dan Vinno yang dalam keadaan mengenaskan di rantai layaknya seekor anjing.
“Hay, Tuan muda Luca Cano Xavier! Apakah hanya gadis itu yang terpenting untukmu? Bagaimana dengan para pengawal setiamu ini?” seru Josh yang tersenyum puas ketika melihat ekspresi Luca saat melihat para tawanannya di keluarkan.
“Tu-tuan muda, …” lirih Max ketika melihat sosok Tuannya yang tengah berdiri dengan beberapa senjata yang mengarah padanya.
“Max! Matt dan Tuan Vinno,” gumam Luca seketika itu juga amarahnya langsung memuncak.
“Hahahaa, … Lihatlah, ekspresi wajahnya sungguh menyenangkan untuk di lihat!” Simon tak kuasa menahan tawanya.
“Dimana Ashlyn?” tanya Luca yang tidak melihat keberadaan Ashlyn sama sekali.
“Luca! Ashlyn, … Dia bersama dengan, _....”
Duakk, …
“Aakh, …”
Vinno langsung merintih kesakitan setelah sebuah tendangan keras mendarat tepat di perutnya. Padahal Vinno ingin memberitahukan kepada Luca bahwa Ashlyn aman bersama dengan Leo. Dan tentunya, Josh tidak ingin Luca mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan Ashlyn.
“Aaah, … Gadis itu sedang bersenang-senang dengan anak buahku! Apa kau mau menyaksikannya secara live?” ujar Josh yang dengan sengaja ingin memancing amarah Luca untuk lebih menggila lagi.
“Dasar bajingan!” umpat Luca yang tak bisa langi menyembunyikan amarahnya.
Josh dan Simon tertawa bahagia melihat ketidakberdayaan Luca pada saat ini. Apalagi menurut informasi yang Josh dan Simon dapatkan, ternyata Luca benar-benar datang seorang diri setelah melihat rekaman video yang mereka kirimkan.
Melihat Luca yang tidak mampu berbuat apapun, di kepala Simon seketika terlintas sebuah ide untuk membuat Luca terlihat lebih menderita lagi.
Dimana mereka akan menyaksikan Luca menderita secara langsung dengan kedua matanya sendiri.
“Baiklah, bagaimana kalau kita bermain sebentar!” seru Simon mengalihkan perhatian semua orang termasuk Josh yang berada di sampingnya.
__ADS_1
“Aku akan membebaskan satu orang setiap kali kau bersedia di pukul oleh anak buahku sebanyak sepuluh pukulan. Apa kau bersedia mengikuti permainan ini?” ujar Simon memberikan sebuah penawaran.
“Apa jaminannya kalian akan menepati janji?” Luca harus memastikan bahwa mereka akan menepati janji.
“Terlalu banyak omong kosong! Gery, perlihatkan pada Simon cara kita bekerja selama ini.” perintah Josh pada anak buah kepercayaannya itu.
“Baik, Tuan!” sahut Gery.
Tanpa buang waktu, Gery langsung saja memulai pertarungan dengan Luca. Sedangkan para anak buah Gery masih tetap mengarahkan senjata api mereka untuk siap sedia.
Luca pun tidak tinggal diam dan segera membalas pertarungan itu dengan kemampuan bela diri.
“Hay, kenapa kalian hanya diam saja! Cepat bantu dia!” perintah Simon pada anak buahnya yang sejak tadi hanya menonton.
“Baik, Tuan!” sahut mereka serentak dan langsung saja melaksanakan perintah.
Alhasil, Luca yang sendirian harus melawan sekita lima belas orang sekaligus. Pukulan demi pukulan haru Luca terima, karena sangat mustahil dia bisa melawan lima belas orang sekaligus.
Belum lagi para musuh yang siap sedia menembaknya kapan saja hanya tinggal menunggu perintah.
Pada akhirnya Luca harus mencoba bertahan lebih lama lagi. Setidaknya sampai Levi dan yang lainnya datang. Namun, tubuh Luca sudah babak belur terkena pukulan Gery dan anak buahnya.
“Pah, cepatlah datang! Jika kau memang tidak ingin putramu berkurang satu,” batin Luca yang sudah tidak memiliki tenaga lagi sebenarnya untuk bertahan.
Dor, … Dorr, … Dorrr, ….
Luca sudah mulai putus asa, dia benar-benar merasa sendirian saat itu. Namun, tiba-tiba terdengar suara tembakan dan satu persatu orang yang mengarahkan senjata api pada Luca mulai berjatuhan. Semua orang di buat terkejut dengan serangan dadakan itu.
Luca mengira bahwa serangan itu berasal dari Papahnya, tapi nyatanya semua itu adalah perbuatan dari Jack yang datang untuk membantu Luca.
Setidaknya serang itu akan sedikit mengulur waktu, tetapi kenyataannya dia malah ikut terjebak bersama Luca mengingat pasukannya yang kalah jumlah. Namun, setidaknya Luca tidak menghadapi semua itu sendirian seperti tadi.
Di tengah gencarnya serangan yang anak buahnya lancarkan, Jack diam-diam membawa Luca dari tempat itu dan bersembunyi di balik semak-semak yang tidak jauh dari lokasi sebelumnya Luca bertarung.
“Kau baik-baik saja?” tanya Jack memastikan keadaan Luca setelah tadi di keroyok tanpa ampun oleh Gery dan anak buahnya.
“Bukan masalah, setidaknya aku bisa bertarung untuk beberapa jam lagi,” jawab Luca dengan santainya.
“Syukurlah, kalau belum mengalami luka yang begitu parah! Jika terjadi sesuatu yang buruk padamu, maka Rajanya iblis dan bocah psikopat itu pasti akan mencincang tubuhku hidup-hidup,” ujar Jack yang ternyata sebelumnya mendapatkan perintah mutlak sekaligus ancaman dari Rayden dan Levi untuk memastikan Luca baik-baik saja sampai mereka tiba.
__ADS_1
“Maksudmu Papahku dan Levi?” Luca memastikan siapa raja iblis dan bocah psikopat yang di maksud Jack
“Hay, siapa lagi kalau bukan mereka!” Jack langsung membenarkan.
“Bagaimana dengan Levi dan yang lainnya? Apakah pesawat mereka sudah tiba?” Kali ini Luca yang bertanya.
“Sudah dalam perjalanan, tapi mereka sedikit terlambat! Sebab ada sekelompok hama yang menghalangi jalan mereka,” jawab Jack seraya memperhatikan keadaan sekitar.
Jack balik bertanya, “Lalu bagaimana dengan Ashlyn? Apa kau sudah mengetahui keberadaan dan keadaannya?”
“Aku tidak tahu! Tapi aku yakin bahwa Ashlyn masih berada di dalam Gedung itu,” jawab Luca penuh keyakinan.
“Lalu apa rencanamu sekarang! Kita hanya berdua dan aku sepertinya sudah kehilangan seluruh pasukanku,” jelas Jack mengenai situasi mereka saat ini.
“Hay, memang apa yang bisa dua orang rencanakan untuk melawan sekelompok orang itu selain hanya bisa mengulur waktu sampai bantuan tiba,” ujar Luca yang tidak habis pikir dengan pertanyaan aneh Jack.
“Ashlyn!”
Namun, sepertinya mengulur waktu pun Luca tidak bisa. Ketika sosok Ashlyn di seret oleh Rio dalam keadaan tubuh terikat dan luka yang ada di kepalanya. Jack segera menghentikan aksi Luca yang hampir saja keluar dari tempat persembunyian mereka.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...
__ADS_1