Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Mulai Menerima


__ADS_3

“Namun, sepertinya Felix saja tidak cukup untuk mengawasi masalah yang ada di sana! Levi, sangat mustahil dia harus dua puluh empat jam berada di samping Lucia,” ujar Rayden yang terus memikirkan siapa kandidat lainnya.


“Aaah, … Benar! Kenapa aku tidak kepikiran dengan Triple R yang tukang pembuat onar itu!” seru Rayden yang mengatai putranya sendiri sebagai pembuat onar.


“Baiklah, sudah di putuskan mereka berempat yang akan mengurus masalah yang ada di sana.”


Akhirnya Rayden berhasil menemukan solusi dan kandidat terbaik yang bisa dia utus dalam misi kali ini.


Kabar tentang menghilangnya Matt dan Max juga sampai di telinga Levi dari hasil laporan mata-matanya. Seperti yang di pikirkan Rayden, Levi juga bisa menebak dengan pasti siapa dalang di balik menghilangnya kedua pengawal pribadi Luca itu serta tujuan dari perbuatan itu.


Brakkk, ….


“Dasar bajingan sialan itu! Beraninya mempermainkan kami seperti ini. Seharusnya saat itu aku membunuh mereka semua tanpa terkecuali,” umpat Levi saking kesalnya sampai menggebrak meja yang ada di depannya.


“Apa terjadi sesuatu lagi? Dan siapa yang anda maksud?” tanya Jack yang penasaran dengan apa yang membuat Tuan mudanya sampai marah seperti ini.


Bukannya menjawab Levi malah balik bertanya, “Kau ingat anak buah Luke yang bernama Joshua?”


“Sepertinya begitu, memang ada apa?” Terpaksa Jack mengulang pertanyaannya.


“Dia masih hidup dan saat ini dia bekerja sama dengan Simon untuk membalas dendam pada kita. Dan Luca yang menjadi target sasaran mereka,” jelas Levi.


“Kenapa hanya Tuan muda Luca saja yang menjadi target sasaran mereka?” tanya Jack yang semakin penasaran, apalagi tempo hari dia sudah sedikit keterlaluan kepada Luca.


“Karena Luca yang dulu membunuh Evan dan saat itu yang membunuh Luke! Evan adalah calon menantu Simon dan itu kejadian yang sudah sangat lama,” jawab Levi yang teringat akan masa kelam itu.


“Jack, pergilah ke negara H! Tolong lindungi keluarga Axlyn untukku,” perintah Levi di tambah dengan sebuah permohonan.


“Tentu, Tuan muda! Anda tidak pelu sampai memohon seperti kepada saya, karena tanpa anda harus memohon saya akan dengan senang hati melakukannya,” ujar Jack dengan penuh antusias.


“Aku percayakan padamu! Jika situasi semakin memburuk segera beritahu aku.” Levi menekankan pada setiap katanya.


“Baik, Tuan muda!” sahut Jack dan hari itu juga Jack langsung terbang ke negara H.


...****************...

__ADS_1


Siapa sangka setelah kembalinya Luca ke negaranya, Ashlyn secara perlahan mulai menerima keberadaan Vinno sebagai ayah kandungnya. Ashlyn tidak lagi menghindari Vinno, karena dengan menghindari Vinno sama saja dia menghindari Ibunya sendiri.


Apalagi setiap waktu Vinno berada di samping Hanna. Dan hampir setiap hari Ibunya selalu mengingatkan Ashlyn bahwa apapun yang terjadi tidak bisa mengubah fakta kalau Vinno adalah ayah kandungnya.


Di tambah Alicia terlihat begitu bahagia dan nyaman setelah kehadiran Vinno dalam kehidupan mereka. Mau tidak mau Ashlyn juga harus belajar untuk menerima kehadiran ayah kandungnya.


Seperti sekarang begitu Ashlyn datang setelah bekerja untuk mengunjungi ibunya, dia langsung di sambut dengan suka cita oleh Ibunya, Vinno dan Alicia. Bahkan tersedia berbagai menu makanan agar mereka bisa makan bersama.


“Lyn Lyn, kau sudah datang, Nak!” sambut Hanna yang pertama kali menyadari kedatangan Ashlyn.


“Lyn, kemarilah! Ayah sudah menyiapkan makan malam untuk kita semua.”


Vinno segera menghampiri putri keduanya dan menariknya untuk bergabung menikmati makan malam yang sudah dia sediakan. Meski merasa sedikit canggung, tetapi Ashlyn tidak bisa menolak uluran tangan ayahnya itu.


“Kakak, bagaimana dengan pekerjaan Kakak hari ini! Apakah ada yang menyenangkan untuk hari ini?”


Alicia ingin mendengarkan cerita dari Kakaknya seperti biasanya, sedangkan Vinno tengah sibuk mengambilkan nasi beserta lauk pauknya untuk Ashlyn.


Sejak tiga hari yang lalu atau lebih tepatnya sejak kembalinya Luca, Ashlyn sudah mendapatkan perhatian dari ayahnya seperti itu.


Bahkan terkadang Vinno bahkan memaksa untuk menyuapi Ashlyn makan dengan alasan dia tidak bisa melakukannya saat Ashlyn masih kecil dan kini dia menyesali akan hal itu.


“Kau sudah bekerja sangat keras hari ini! Jadi, makanlah yang banyak. Ayah sengaja memesankan makanan kesukaanmu,” ujar Vinno sembari mengarahkan sepiring makanan untuk Ashlyn.


“Terima kasih,” ucap Ashlyn dengan canggung mulai menyantap makanan itu.


“Ouhya, Lyn! Ayah dan Ibu sudah mempertimbangkan tentang tawaran keluarga Xavier untuk melakukan pengobatan di sana. Bagaimana menurutmu? Jika kau tidak, _....”


“Tidak apa-apa! selama itu demi kesehatan dan kebaikan Ibu, maka untuk apa aku mempermasalahkannya. Aku yang sangat menginginkan Ibu sehat sekali seperti dulu lagi,” tukas Ashlyn yang memotong perkataan Vinno dan langsung menyetujui akan keputusan itu.


“Kami akan berangkat minggu depan, setelah semua dokumen yang di butuhkan dan ijin dari rumah sakit ini keluar. Apa kau mau ikut bersama kami?” tanya Vinno dengan sangat hati-hati.


“Bisakah aku mempercayaimu untuk merawat dan melindungi Ibu di sana?” Ashlyn malah balik bertanya.


“Tentu saja, _...”

__ADS_1


“Maka itu sudah cukup untukku! Aku tidak akan ikut dengan kalian, karena Alicia harus tetap bersekolah di sini dan aku tidak ingin meninggalkannya sendirian,” jelas Ashlyn, walau sebenarnya alasan dia adalah untuk menghindari bertemu dengan Luca lagi.


“Kakak, …”


Alicia bahkan sampai terharu mendengar keputusan dari Kakaknya yang selalu memikirkan dirinya.


“Aaah, … Baiklah!” Vinno langsung memahami akan alasan Ashlyn itu.


“Lyn Lyn, memang anak yang pengertian! Ibu sangat bangga padamu, Nak! Ibu pasti akan segera kembali dengan keadaan yang lebih baik dari ini,” puji Hanna yang memberikan senyuman manisnya.


“Sudahlah, kita akan bahas lagi nanti! Sebaiknya kau habiskan makananmu sekarang, setelah itu pergi istirahat,” ujar Vinno menyudahi percakapan itu, padahal dia sendiri yang memulainya.


“Emm, … Baiklah!” sahut Ashlyn lirih yang kembali menyantap makanannya, meski dirinya sedang tidak memiliki selera makan.


“Setidaknya kau sudah mulai bersedia menerimaku sebagai ayahmu, Nak! Semoga perlahan kau juga bisa menerima dan mengikhlaskan Luca, jika dia memang bukan jodohmu! Meski kau terlihat baik-baik saja, tapi Ayah tahu betapa terlukanya hatimu saat ini,” batin Vinno sembari memperhatikan Ashlyn yang masih focus memakan makanannya.


“Ternyata dia tidak seburuk itu! Walaupun sikapnya membuatku merasa sedikit canggung, tapi sepertinya dia berusaha memahami perasanku dengan tidak membahas tentang pengobatan Ibu di negara A. Dimana aku bisa saja bertemu dengan pria itu lagi!” batin Ashlyn yang akhirnya kembali teringat tentang Luca.


“Cepat makan dan pulanglah bersama adikmu! Pastikan adikmu itu belajar, katanya ada ulangan untuk besok!” ujar Hanna mengingatkan kedua putrinya.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...

__ADS_1


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2