Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Kabar Bahagia


__ADS_3

Beberapa saat sebelumnya, …


Setibanya Ashlyn dan Luca di parkiran rumah sakit, sebenarnya mereka tidak langsung menuju ke ruangan Hanna di rawat.


Ashlyn mengajak Luca bicara sebentar untuk merahasiakan apapun yang terjadi pada Ashlyn selama ini. Baik saat dirinya harus berhadapan dengan para preman maupun yang terakhir terjadi padanya.


“Luca, aku mohon padamu untuk merahasiakan semua kejadian buruk yang aku lalui beberapa hari ini pada ibuku?” pinta Ashlyn dengan sangat memohon pada Luca, hingga membuat pria itu hanya bisa terdiam tanpa kata.


“Jika dia bertanya padamu, katakan saja bahwa aku bekerja dengan baik dan semua teman-temanku sangat menyukaiku.” Sekali lagi Ashlyn memohon dengan wajah yang sangat memelas.


“Ibuku sedang sakit parah! Aku tidak mau membuat dia menjadi khawatir karena situasi yang aku alami. Tolong rahasiakan semua yang terjadi selama ini ketika ibuku bertanya padamu,” jelas Ashlyn yang masih memohon pada Luca.


“Emm, … Baiklah!” Akhirnya Luca mengiyakan permintaan Ashlyn, hingga gadis itu memeluknya kegirangan.


Padahal sepanjang perjalanan menuju ke rumah sakit, Luca sudah bertekad untuk memberitahu keluarga Ashlyn tentang kematian Axlyn. Namun, pada kenyataannya dia harus tetap memendam rahasia itu untuk dirinya sendiri.


“Kenapa seperti ini? Di satu sisi, aku ingin keluarga ini berhenti berharap bahwa Axlyn aan kembali pada mereka dengan selamat. Sedangkan pada kenyataannya Axlyn sudah lama meninggalkan dunia ini,”


“Namun, disisi lain kesehatan Ibu Ashlyn memang harus di utamakan! Aku tidak ingin menjadi penyebab kematian ibunya juga. Menjadi penyebab kematian Kakaknya saja sudah membuatku sangat menderita,” batin Luca.


“Aku harus tetap merahasiakan tentang kematian Axlyn untuk sementara waktu! Setidaknya sampai keadaan ibunya membaik,” lanjutnya masih bicara di dalam hati.


Apalagi Ashlyn menegaskan bahwa keadaan ibunya sedang sangat buruk. Luca pun kembali memikirkan keputusannya untuk memberitahukan tentang kabar kematian Axlyn.


Demi kebaikan ibunya, Luca harus menyimpan lebih lama lagi rahasia tentang kematian Axlyn.


...****************...


Kembali ketika Luca perlahan melangkah masuk ke ruang rawat itu untuk menemui ibu dan kedua adik Axlyn. Berbeda dengan mereka yang terpesona dengan ketampanan yang di miliki oleh Luca.


Detak jantung Luca serasa terhenti ketika menatap wajah ibu Axlyn yang tampak kurus, tapi memiliki senyuman yang begitu menghangatkan hati.


Perasaan bersalah seketika memenuhi hati dan pikirannya lagi. Setiap langkah kaki yang Luca paksakan untuk menghampiri mereka, seakan Luca tengah menginjak tumpukan bara api yang begitu panas.


Ingin sekali Luca langsung bersujud dan memohon maaf pada wanita paruh baya dan kedua putrinya itu.

__ADS_1


Menyampaikan kabar tentang kematian putri sulung wanita itu dan mengakui bahwa semua itu kesalahannya.


Namun, lidahnya begitu kelu untuk mengatakan sesuatu, tapi bukan karena dia tidak bisa mengakui semua itu. Beruntung ada Alicia yang bisa mencairkan suasana hati Luca, di tambah penjelasan Ashlyn yang memperkenalkan dirinya.


“Ouh, … Bukankah Kakak teman kerja Kak Ashlyn di mini market?” celetuk Alicia yang bisa mengingat dengan jelas keberadaan Luca, karena wajahnya yang tampan.


“Benar sekali! Namanya Luca, dia bukan berasal dari negara ini tapi dari negara A,” jelas Ashlyn yang akhirnya memperkenalkan Luca pada Ibu dan adiknya.


“Dia datang ke sini untuk bekerja, tapi sayangnya dia tidak terima! Karena Kakak kasihan makanya aku membantunya mencari pekerjaan yang aku tahu,” imbuhnya seolah Luca benar-benar pria yang perlu di kasihani.


“Benarkah? Kasihan sekali kamu, Nak” ujar Hanna yang percaya saja dengan penjelasan dari putrinya itu.


“Astaga! Aku pikir orang yang memiliki wajah tampan seperti dia akan mendapatkan pekerjaan apapun dengan mudah! Nyatanya latar belakang Pendidikan, terutama koneksi adalah hal yang paling utama dalam mencari pekerjaan,” tambah Alicia yang ikut menatap Luca dengan kasihan.


Kesedihan Luca pun seketika menghilang entah kemana, ketika Ibu dan Anak itu malah dengan mudahnya percaya bahwa hidup Luca lebih menderita dari mereka.


Luca pun menjadi bertanya-tanya, apakah aktingnya sebagus itu sampai Ibu dan kedua anak gadisnya bisa dengan mudah percaya bahwa hidupnya lebih miskin dari mereka. Atau karena memang wajahnya yang terlihat ingin di kasihani.


“Astaga, … Apa ini? Kenapa aku seperti orang yang benar-benar hidup dengan menyedihkan,” batin Luca.


Luca pun segera mendekat. Tanpa di sangka Ibu Ashlyn langsung memberikan pelukan hangatnya seraya berkata, “Tidak apa-apa! Setelah bekerja keras semua pasti akan baik-baik saja.”


Awalnya Luca sangat terkejut dengan pelukan tiba-tiba itu, tetapi tak lama kemudian Luca mulai merasa nyaman. Lalu Luca pun mengucapkan, “Terima kasih, pelukan dari anda membuat aku merasa lebih baik sekarang!”


“Kakak! Kakak! Aku punya kabar yang sangat baik untuk Kakak!” seru Alicia yang penuh semangat menggebu-gebu.


“Kabar apa? Bukankah tadi siang kau datang padaku sambil menangis kayak anak kecil,” goda Ashlyn pada adiknya.


“Aku tidak akan menangis lagi mulai sekarang! Karena aku mendapat beasiswa sampai aku lulus nanti!”


Alicia kembali berseru dengan penuh kebahagiaan. Saking senangnya, dia memeluk ibu dan kakaknya sekaligus. Dan menyisakan Luca yang turut bahagia melihat kebahagian mereka.


“Apa kau serius? Bukankah tadi siang kau mengatakan bahwa sudah tidak akan ada lagi yang mendapatkan beasiswa di sekolahmu,” ujar Ashlyn yang harus memastikan bahwa kabar baik itu benar-benar nyata.


“Aku juga tidak tahu, Kak! Yang pasti tadi wali kelasku datang ke sini untuk memberikan beasiswa ini,” jelas Alicia sembari menyerahkan tanda bukti siswa yang menerima beasiswa penuh sampai lulus sekolah.

__ADS_1


“Woahh, … Ini sungguh nyata, Licia? Selamat Licia, dengan adanya beasiswa ini kau juga harus membuktikan bahwa kau bisa menjadi yang terbaik di negara ini,” ujar Ashlyn yang tidak lupa memberikan selamat kepada adiknya.


“Bukan hanya itu saja kabar baiknya, Kak! Masih ada satu lagi,” ujar Alicia dengan senyuman yang terus merekah di bibirnya.


“Masih ada lagi? Apa itu?”


Ashlyn sudah tidak sabar lagi untuk mengetahui berita baik apalagi yang akan dia dengar.


“Seluruh biaya pengobatan rumah sakit Ibu, _....”


Alicia menggantung ucapannya yang membuat Ashlyn semakin berdebar untuk menunggu kelanjutannya.


“Ada apa dengan biaya rumah sakit Ibu?” desak Ashlyn, karena Alicia terlalu lama men jedanya.


“Seluruh biaya pengobatan rumah sakit Ibu telah di bayarkan oleh sebuah lembaga kesehatan, bahkan Ibu juga sudah di daftarkan sebagai calon penerima donor ginjal!” seru Alicia yang tiada hentinya tersenyum, bahkan keluarga itu sampai menangis bahagia mendengar kabar baik yang mereka dapatkan hanya dalam satu hari.


“Bagus, Max! Ternyata kau bekerja lebih cepat dari yang aku bayangkan. Sekarang aku tahu mengapa yang lainnya bersikeras menjadikan kau dan Matt sebagai bagian dari anggota klan,” batin Luca yang langsung sadar bahwa semua itu perbuatan Max atas perintahnya.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2