
“Jadi, tolong! Berhenti mengatakan bahwa aku selama ini hanya menganggap Ashlyn sebagai pengganti Axlyn!” imbuh Luca yang kini benar-benar merendahkan nada bicaranya.
“Baiklah! Namun, aku juga harus minta tolong padamu. Tolong jangan sakiti hatinya lebih dari ini! Bila memang kau tidak memiliki perasaannya pada Ashlyn, maka jauhi dia mulai sekarang,” ujar Vinno yang setidaknya saat ini dia mengerti bahwa Ashlyn hanya merasakan perasaan sepihak dari Luca.
“Baiklah,” sahut Luca.
“Sekarang bolehkah kami yang bertanya! Mengapa anda selalu mengirimkan anak buahmu untuk menghabisi Luca, sejauh ini sudah terhitung lebih dari dua puluh orang?” Kali ini Will yang mencecar Vinno.
Secara tidak langsung, Will memberitahu Zhia dan yang lainnya bahwa selama ini Luca harus menghadapi bahaya. Rayden dan yang lainnya langsung menunjukkan tatapan tajamnya pada Vinno.
“Tuan Simon yang memintaku untuk melakukan itu. Kami sebagai pembunuh bayaran tidak peduli tentang siapa yang menjadi targetnya, kami akan menyelesaikannya dengan baik,” jelas Vinno.
“Namun, aku tidak pernah memerintahkan sampai sebanyak itu. Sejauh ini aku hanya baru memerintahkan lima orang saja, selebihnya pasti Joshua yang memberikan perintah,” lanjutnya.
“Joshua dan Simon sepertinya saling bekerjasama untuk membunuh Luca!” seru Felix menyimpulkan.
“Benar, sepertinya kita lihat tujuan mereka hanya satu dan target utama mereka adalah Luca.” Bahkan Jaydon juga sependapat dengan Felix, begitu juga dengan yang lainnya.
“Jika memang seperti itu, maka aku harus segera membawa Luca kembali ke negara A secepatnya,” ujar Zhia penuh penekanan.
“Mah, tolong biarkan Luca menyelesaikan masalah di sini terlebih dahulu,” pintu Luca dengan sangat memohon.
“Mamah hanya akan memberimu satu minggu. Entah kau berhasil menyelesaikannya atau tidak, saat itu juga kau harus ikut kami pulang!” Zhia tidak ingin memberi pilihan lagi lagi pada Luca.
“Tapi Mah, _....”
“Papah juga setuju! Mari kita gunakan waktu satu minggu ini untuk menyelesaikannya, apapun hasilnya setelah satu minggu berlalu kita harus segera kembali ke negara kita.”
Rayden sangat setuju dengan keputusan Zhia, dia juga tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk menimpa Luca.
“Luca, kami semua akan membantumu! Jadi, mari kita bekerja sama untuk menyelesaikannya sebaik mungkin,” imbuh Will yang secara tidak langsung setuju dengan keputusan Zhia.
“Benar, ada kami yang akan membantu,” sahut Felix.
“Kami bertiga juga akan membantu Kakak!” seru Regis dengan penuh antusias.
__ADS_1
Luca hanya terdiam tanpa bisa membatah sedikitpun. Luca menyadari bahwa waktu satu minggu sangat tidak cukup untuk menyelesaikan semua masalah yang terjadi berkaitan dengan dirinya, walaupun banyak orang yang akan membantunya.
Akan tetapi, perkataan Mamah bagaikan titah seorang ratu yang tidak bisa dia tolak dengan mudah.
“Cukup pembahasan kita untuk hari ini! Sebaiknya Mamah ke rumah sakit sekarang untuk melihat keadaan Lucia,” ujar Zhia yang berlalu pergi begitu saja di ikuti oleh Rayden.
“Luca, sebaiknya kita mulai menyusun strategi sekarang!” ujar Will yang menghampiri Luca dan mengatakan bahwa tida ada gunanya membuat waktu seperti itu.
Meskipun Luca tahu bahwa waktu yang di berikan Mamahnya sangat tidak cukup. Akan tetapi, Luca tidak ingin membuangnya begitu saja. Dia akan menggunakan waktu itu untuk menyelesaikan apa yang bisa dia selesaikan hingga batas waktunya berakhir.
Akhirnya Luca mengikuti Will yang membawanya ke ruangan rahasia yang berada di dalam villa itu. Sedangkan Felix, Jaydon dan Triple R mengikutinya.
Siapa sangka Vinno juga berinisiatif untuk membantu Luca dengan memberitahu apa yang dia ketahui tentang Simon dan Joshua.
Sementara disisi lain, Ashlyn masih menangis sedih di sebuah taman yang dulu pernah dia datangi bersama dengan Luca. Tepatnya saat Luca menyelamatkan Ashlyn dari aksi Leonard yang berada dalam pengaruh alcohol.
Entah mengapa kakinya malah terus melangkah pada tempat yang di penuhi tentang kenangan Luca. Kecewa, sudah jelas Ashlyn rasakan.
Terlebih lagi Ashlyn mengira bahwa alasan Luca selama ini mendekatinya hanya kerena dia mirip dengan mendiang Kakaknya. Dia hanya di jadikan pengganti Kakaknya yang ternyata selama ini sudah mati.
Ashlyn terus menangis terisak sendirian di taman yang sepi itu. Hingga sebuah tangan tiba-tiba menyentuh pundaknya. Hampir saja, Ashlyn berteriak ketakutan dan siapa sangka ternyata orang itu adalah Leonard yang datang bersama dengan Yuta saja.
Melihat kedatangan Leonard dan Yuta, Max dan Matt berniat untuk segera keluar dari tempat persembunyian mereka untuk menyelamatkan Ashlyn.
Sebab selama ini Leonard selalu bersikap jahat kepada Ashlyn, lebih tepatnya setelah kemunculan Luca di hidup Ashlyn.
Namun, Matt dan Max seketika berhenti ketika Ashlyn yang tanpa ragu malah langsung memeluk Leonard dan menangis terisak di dalam pelukan pria itu. Leo dan Yuta pun terdiam, sebab tujuan awal mereka memang ingin menyakiti gadis itu lagi.
“Hay, kenapa kau tiba-tiba memelukku seperti ini!” seru Leonard yang berusaha melepaskan Ashlyn pada tubuhnya.
“Tolong, biarkan aku tetep seperti ini sebentar! Hiks, … Aku sangat membutuhkan tempat untuk bersandar saat ini,” pinta Ashlyn dengan putus asa dan memperat pelukannya pada Leonard.
“Yakh, … Kedatanganku bukan untuk menenangkan ataupun menghiburmu tapi, _....”
“Kau boleh melakukan apapun setelah ini, termasuk membunuhku! Hiks, … Tapi tolong biarkan aku tetap seperti ini! Hiks, … Hiks, ….”
__ADS_1
Suara tangisan Ashlyn semakin memilukan membuat Leonard tidak tega untuk mendorong tubuh gadis itu untuk menjauh dan melepaskan pelukannya.
Bahkan tanpa Leonard sadari dia perlahan membalas pelukan Ashlyn dan mencoba untuk menenangkannya.
Yuta pun segera berbalik badan, karena tidak ingin menyaksikan adegan mesra di depan matanya itu. Mendapat belaian lembut di punggungnya, tangisan Ashlyn malah semakin pecah hingga dia sesenggukan.
“Kau benar! Hiks, … Selama ini dia membohongiku! Hikss, … Dia hanya menjadikan aku sebagai pengganti wanita yang di cintainya. Hiks, …” ujar Ashlyn di sela isak tangisnya.
“Dia datang padaku, bukan untuk membawa kebahagiaan! Hiks, … Melainkan membawa penderitaan yang lebih menyakitkan dari yang selama ini aku hadapi. Hiks, … Hiks, ….”
“Apa kau sangat marah padanya sekarang? Maukah aku balaskan rasa sakitmu ini?” ujar Leonard yang berniat menggunakan Ashlyn untuk tujuan balas dendamnya pada Luca.
“Hiks, … Aku tidak bisa marah kepadanya, karena ini kebodohanku sendiri yang membiarkan aku jatuh cinta padanya! Hiks, …” jelas Ashlyn yang membuat Leo dan Yuta sedikit terkejut saat mendengarnya.
“Namun, hatiku mersa sangat kecewa padanya! Mengapa dia harus mendekatiku hanya untuk di jadikan sebagai pengganti dari wanita yang di cintainya! Hiks, … Aku sangat kecewa padanya!” Hiks, …” lanjut Ashlyn.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...
__ADS_1