
Entah mengapa sejak masa kehamilannya yang menginjak usia delapan bulan. Lucia yang dulu wanita kuat yang sangat jarang menangis, kini berubah wanita cengeng yang akan menangis bahkan hanya karena hal kecil saja.
Setelah puas menangis dalam dekapan suami tercinta dan merasa lebih tenang, akhirnya Lucia melepaskan pelukannya dan menatap penuh kesedihan pada suami.
Levi yang selalu peka dan pengertian, dia segera memerintahkan pelayannya untuk mengambilkan segelas air untuk istri tercintanya.
“Cepat ambilkan minum,” perintah Levi pada pelayan yang ada di sana.
“Baik, Tuan!” Pelayan itu pun segera bergegas melaksanakan perintah.
Tak lama kemudian, pelayan itu kembali dengan membawa segelas air putih yang segera di raih oleh tangan Levi. Dengan sangat hati-hati, Levi membantu istri kesayangannya itu untuk minum.
Gelas itu hampir kosong, apalagi tenggorakan Lucia yang terasa sangat kering yang terus menangis.
“Apa sekarang kau bisa memberitahu aku apa yang membuatmu menangis sampai seperti ini?” tanya Levi dengan penuh kelembutan.
“Kak Luca, Bee! Dia, _....”
Lucia tidak sanggup melanjutkan ucapannya dan bahkan hampir kembali menangis. Levi segera meraih kembali tubuh Lucia ke dalam pelukannya, membelai lembut kepala hingga punggungnya untuk menenangkannya.
Kemudian, dengan suara lembutnya levi kembali bertanya, “Memang apa yang telah terjadi dengan Luca?”
Lucia pun mulai menceritakan semuanya kepada Levi, walau sesekali harus terhenti karena air matanya tidak bisa dia control agar tidak menangis. Lucia menceritakan tentang pembicaraannya dengan Luca melalui panggilan video.
Di lanjut ketika ada seseorang yang memecahkan kaca mobil dan langsung menyerang Luca secara membabi buta.
Lalu tentang panggilan video mereka yang terputus begitu saja, setelah Luca berhasil keluar dari mobil tersebut. Levi pun mendengarkan semua cerita istrinya itu dengan serius.
Sebab belakangan ini, Levi juga mendengar bahwa klan BlackSky mulai ada pergerakan aktiv lagi. Bahkan semalam Felix juga mengatakan akan pergi menyusul Luca atas perintah langsung dari Julia dan Zhia.
“Ouh, … Jadi, memang benar telah terjadi masalah pada Luca di negara itu! Melihat Grandma dan Mamah sendiri yang memerintahkan mereka bertiga untuk menyusul Luca, pasti situasinya sudah jauh lebih berbahaya dari sebelumnya.” Levi hanya bisa mengatakan itu di dalam hatinya saja.
...“Ciee, … Ada yang sudah nyaman dengan panggilan Grandma dan Mamah ‘nih! Padahal dulu manggilnya Nyonya besar dan Nyonya muda,” Para readers yang gemas ikut menggoda Levi....
Hanya dengan beberapa informasi itu saja, Levi sudah dapat menyimpulkan bahwa Luca memang sedang dalam bahaya di negeri itu.
__ADS_1
Akan tetapi, mengingat Lucia yang kini sedang dalam keadaan hamil besar. Tentunya, Levi tidak mau terlibat secara langsung.
Dia harus mengutamakan keselamatan istri dan anaknya terlebih dahulu. Apalagi Geng Trio somplak di tambah Duo M sepertinya sudah cukup untuk mengatasi masalah itu.
Mengingat kemampuan kelima orang itu tidak dapat di ragukan lagi, Levi sedikit merasa tangan saat dia lepas tangan dari masalah itu.
“Bee!” panggil Lucia dengan wajah cemberutnya.
“Kenapa kau hanya diam saja? Kau mendengarkan aku, tidak?” sambung Lucia dengan nada ketusnya.
“Iya, Sayang! Aku mendengarkan semua yang kau katakan,” ujar Levi yang menangkup wajah istrinya yang terlihat semakin bulat dan menggemaskan itu.
“Apa kau tahu apa yang terjadi dengan Kakakku di sana?” tanya Lucia dengan tatapan menyelidik pada suaminya itu.
“Tidak, Sayang! Aku bahkan baru mendengarnya darimu barusan,” jawab Levi yang memang seperti kenyataannya.
“Kalau begitu, ayo kita menyusul Kakak saja!” seru Lucia, lebih tepatnya mendesak suaminya untuk menyusul Luca.
“Jangan, Sayang! Itu sangat berbahaya, lihatlah perut besarmu ini,” ujar Levi yang menolak ajakan Lucia secara halus dan menjadikan calon anak mereka sebagai alasan utama.
“Tapi aku sangat khawatir dengan keadaan Kak Luca!”
Mungkin, jika ada nominasi suami paling sabar abad ini. Maka sudah pasti Levi yang akan menjadi pemenang utamanya.
“Aku juga merasa khawatir dengan keadaannya, Sayang! Tapi aku tidak bisa mengabaikan keselamatanmu dan calon anak kita ini,” ujar Levi yang kembali meraih Lucia ke dalam pelukannya.
“Kau tidak perlu khawatir tentang Luca! Di sana sudah ada Will, Felix, Jaydon, Max dan Matt! Mereka adalah orang-orang terbaik yang ada di dalam klan BlackSky, pasti akan selalu melindungi Luca,” sambung Levi seperti sedang menenangkan seorang kecil. Eeeh, … Lebih tepatnya istri kecilnya.
“Tapi tetap saja aku tidak bisa tenang, jika belum melihat keadaan Kak Luca dengan mata kepalaku sendiri.”
Kini Lucia mulai merengek, hingga Levi sudah bisa menebak akan di bawa kemana arah pembicaraan mereka saat ini. Dengan cepat levi berusaha memutar otaknya mencari alasan agar Lucia tidak bersikeras untuk menemui Luca.
“Sayang, biarkan aku mencari tahu terlebih dahulu apa yang sedang terjadi di sana,” bujuk Levi yang tidak bisa menemukan alasan apapun untuk menolak keinginan istrinya tengah hamil besar itu.
“Aku beri waktu satu hari!” seru Lucia yang ternyata malah memberikan batas waktu pada suaminya sendiri.
__ADS_1
“Hah?” Levi hanya bisa tercengang begitu mendengar perkataan istrinya.
“Aku tahu kau bisa dalam sekejam mencari tahu apa yang terjadi. Jadi, besok beritahu aku apa yang terjadi! Kalau tidak aku akan pergi untuk mencari tahu sendiri,” ancam Lucia yang membuat Levi tidak bisa berkutik lagi.
“Sayang, jangan seperti ini!”
Kini Levi yang merengek berusaha membujuk agar istrinya tidak kerasa kepala. Namun, Lucia sama sekali tidak memperdulikannya. Dia malah meninggal Levi yang sedang frustasi masuk ke dalam kamarnya.
“Astaga, Luca! Kenapa kau harus membuat masalah di sana! Kau seharusnya tahu bahwa aku tidak berdaya di hadapan adikmu, apalagi sekarang dia sedang mengandung anakku! Aakkh, … Dasar Luca sialan!” teriak Levi frustasi yang menyalahkan semuanya pada Luca.
...****************...
Sementara itu, Luca dan yang lainnya sudah membereskan para pembunuh bayaran itu. Sebagian ada yang berhasil melarikan diri dan sebagian lagi ada yang berhasil di bunuh oleh Luca dan yang lainnya.
Terlihat sekali bahwa Luca masih sangat marah pada pembunuh bayaran yang membuat Lucia mengetahui apa yang dia alami di sana. Padahal Luca sudah berhasil membunuh orang itu, tatapi rasanya dia masih ingin membunuhnya lagi berkali-kali.
“Aish, … Sialan! Pasti saat ini Lucia sedang merengek pada suaminya untuk menyusulku ke sini,” geram Luca yang menatap tajam pada pembunuh bayaran yang sudah tidak bernyawa di hadapannya.
“Luca, apa yang terjadi? Kenapa kau terlihat sangat marah?” tanya Will yang segera menghampiri Luca.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
__ADS_1
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...