Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Keputusan Luca


__ADS_3

Akan tetapi, Evan tidak pernah sekalipun menanggapi panggilan telepon darinya. Bahkan satu pesan yang Joana kirimkan kepada Evan sama sekali tidak di baca selama berminggu-minggu lamanya.


Hingga kabar tentang kematian Evan terdengar di telinganya. Joana yang terkejut atas kabar pria yang sangat di cintainya itu, dia pun akhirnya jatuh pingsan. Dan ketika dokter memeriksa keadaannya, pada saat itu pula dia dinyatakan hamil anak Evan.


Dan setelah di nyatakan hamil, Joana sama sekali tidak mau menerima siapapun sebagai ayah dari bayinya. Karena sampai kapan pun dia akan tetap mencintai Evan seorang dan Ayah dari bayinya selamanya tetap Evan.


Simon pun tidak bisa berbuat apapun dengan keputusan putrinya itu, hingga akhirnya dia memutuskan untuk pindah ke negara untuk menyelamatkan nama baik putrinya maupun dirinya.


Mendengar bahwa kematian Evan berkaitan dengan dunia mafia, Simon pun akhirnya ikut terjun ke dunia gelap itu untuk bersiap membalas dendam.


Apalagi putrinya menderita seorang diri mengandung, melahirkan dan membesarkan sendiri cucunya. Sehingga Simon memutuskan untuk membalas dendam atas penderitaan yang harus dia alami putrinya selepas kematian Evan.


Flash Back Off, ….


Kita beralih kembali pada Luca yang segera menuju ke ruang kerjanya yang berada di villa. Di sana Luca mencoba untuk menghubungi Papah melalui panggilan video, tapi setelah beberapa kali mencobanya Rayden sama sekali tidak mengangkatnya. Luca ingin memastikan sendiri kebenaran tentang Leonard langsung pada Papahnya.


Hingga pada percobaan ke-10, akhirnya Rayden yang masih mengenakan baju tidur menerima panggilan video call dari putra sulungnya itu.


Ternyata Rayden harus diam-diam keluar dari kamarnya untuk menerima panggilan video dari putra sulung itu. Sebab Rayden tidak ingin Zhia mengetahui tentang keberadaan anak Evan.


Alhasil, Rayden pun harus diam-diam ke ruang kerjanya bagaikan maling di rumahnya sendiri. Karena Rayden sangat yakin bahwa Luca pasti akan membahas soal Leonard.


Apalagi Rayden juga menitip pesan agar Luca segera menghubungi dirinya begitu sudah menerima informasi itu.


“Hallo, Nak!” sapa Rayden sembari berusaha menetralkan pernapasannya.


“Papah kemana saja? Kenapa baru mengangkatnya,” protes Luca yang tadi hampir saja menyerah untuk menghubungi papahnya.


“Sorry, Son! Papah harus mencari tempat yang aman saat bicara denganmu. Sebab Papah tidak ingin Mamahmu tahu soal apa yang akan kita berdua bicarakan,” jelas Rayden.


“Benar, jangan sampai Mamah tahu tentang keberadaan anak Paman Evan, Pah! Mamah pasti akan sangat sedih ketika mengetahuinya.” Luca membenarkan keputusan papahnya.


“Begitu juga dengan Lucia dan Triple R, jangan sampai mereka mengetahuinya,” imbuh Luca yang juga tidak ingin adik-adiknya mengetahui apa yang akan dia hadapi di negara H.


“Papah memang akan menyembunyikannya dari Lucia, tetapi Papah sudah memberitahu Triple R agar mereka bisa membantumu setiap di butuhkan,” jelas Rayden.

__ADS_1


“Kenapa Papah juga melibatkan mereka? Mereka bahkan tidak tahu apapun tentang ini,” cecar Luca yang tidak ingin melibatkan keluarganya dalam bahaya.


“Jika kau tidak ingin melibatkan adikmu, maka kembali ‘lah secepatnya. Papah akan menyuruh Will yang akan membereskan HK Group di sana,” ujar Rayden yang meminta Luca untuk kembali agar terhindar dari balas dendam apapun.


“Tidak bisa, Pah! Ada beberapa hal yang harus Luca selesaikan di sini. Luca tidak bisa kembali sebelum menyelesaikan semuanya,” tolak Luca.


Karena selain harus menyelesaikan masalah bisnis mereka di sana. Luca juga harus menyelesaikan masalah tentang kematian Axlyn dengan keluarganya.


Terlebih lagi, setelah dia mengetahui bahwa ayah kandung Axlyn seorang pemimpin dari organisasi pembunuh bayaran. Dan di tambah lagi dengan adanya fakta tentang keberadaan anak Evan.


Setidaknya Luca harus meminta maaf terlebih dahulu baik pada keluarga Axlyn maupun keluarga Evan atau keluarga Gustavo.


Karena secara tidak langsung Luca ‘lah yang menyebabkan kematian Axlyn. Dan dengan kedua tangan mungilnya Luca juga membunuh Evan, Paman yang semenjak dia kecil selalu menyayanginya.


“Luca, kau tahu ‘kan ini sangat berbahaya! Tidak bisakah kau memikirkan perasaan Papah dan Mamahmu, jika terjadi sesuatu yang buruk kepadamu selama kau di sana,” ujar Rayden selaku seorang ayah yang tidak ingin terjadi hal buruk kepada putranya.


“Tidak akan terjadi apapun pada Luca, Pah!”


“Percayalah!”


Luca mencoba menyakinkan pada Papahnya bahwa keputusannya untuk tetap tinggal di negara itu tidak akan terjadi hal buruk kepadanya.


Namun, meskipun Luca sudah menyakinkan Rayden sampai seperti itu. Sebagai seorang ayah, Rayden tidak bisa mengabaikan perasaan khawatirnya begitu saja.


“Katakan pada Papah alasan kenapa kau masih harus tetap berada di sana?” tanya Rayden yang butuh alasan yang lebih kuat untuk menerima keputusan putra sulungnya itu.


“Pertama, sebagai seorang Direktur Utama BLOUSHZE Group. Luca harus menyelesaikan tugas dan tanggung jawab atas kedatanganku di negara ini,”


“Kedua, Luca telah menemukan keluarga Axlyn!”


“Papah tahu ‘kan bahwa sampai detik ini, Luca masih merasa sangat bersalah akan kematian Axlyn. Maka dari itu ijinkan Luca untuk menyampaikan tentang kabar kematian Axlyn kepada keluarganya. Dan memohon maaf, karena demi menyelamatkan diriku putri mereka yang harus tiada.”


Setiap membahas tentang Axlyn, air mata Luca pasti akan terjatuh begitu saja tanpa dia sadari. Hatinya terasa begitu sesak, hingga membuat Luca kesulitan bernapas.


Entah karena perasaan bersalahnya atau karena rasa kehilangannya akan sosok Axlyn sebagi cinta pertamanya.

__ADS_1


“Luca, itu bukan salahmu!”


Rayden mencoba menasehati putra sulungnya untuk tidak selalu menyalahkan dirinya sendiri atas kematian Axlyn.


“Tidak, Pah! Itu salah Luca,” sanggah Luca yang tetap menganggap dirinya bersalah.


“Dan alasan ketiga! Luca harus bertanggung jawab dan meminta maaf pada putra dari mendiang Paman Evan dan keluarganya. Karena tangan Luca ini yang membunuh Paman Evan pada saat itu,” lanjut Luca.


“Pah, jika pada akhirnya memang terjadi hal buruk pada Luca. Tolong! Jangan mencoba membalas dendam lagi. Karena balas dendam tidak akan pernah ada ujungnya. Tolong biarkan Luca yang menyelesaikan semua ini,” pinta Luca dengan sangat memohon pada Papahnya.


“Luca, jangan gila!” bentak Rayden yang tidak menyangka putra sulungnya akan berpikiran sampai sejauh itu.


“Pah, jujur saja Luca tidak ingin terlibat dengan dunia mafia lagi! Jika memang kematian Luca bisa mengakhiri semua balas dendam ini, maka Luca akan menerima dengan senang hati. Begitu juga yang Luca harapkan dari Papah dan yang lainnya,” ujar Luca.


“Jangan gila! Orang tua mana yang bisa menerima, jika anaknya mati begitu saja, Hah!” bentak Rayden yang tidak ingin mendengar kata-kata Luca lagi.


Bagaimana bisa Luca dengan mudah membicarakan tentang kematian sebagai sebuah tanggung jawab dirinya atas kematian Axlyn maupun Evan. Dan orang tua mana yang akan rela anaknya mati, hanya kerena sebuah balas dendam.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2