Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Informasi Yang Sangat Mengejutkan


__ADS_3

“Mana mungkin, aku melakukan hal sebodoh itu! Bahkan sampai sekarang aku masih merasa kesal karena harus menahan diri dengan semua kelakuan sombongnya,” jawab Max.


“Baiklah, kita bicarakan lagi nanti! Jangan sampai ada orang yang melihat kita bertemu seperti ini,” ujar Luca yang secara tidak langsung menyuruh Max untuk segera pergi dari sana.


“Kalau begitu saya pamit undur diri, Tuan!” pamit Max yang kali ini tidak memberi hormat, karena posisi Luca yang masih menyamar sebagai orang biasa.


“Pergilah,” sahut Luca mengijinkan.


Setelah itu, Max pun segera meninggalkan club itu bersama dengan anak buahnya. Tak lama kemudian, Ashlyn kembali menghampiri Luca dengan membawa kabar baik. Tentu saja, Luca di terima kerja apalagi wajah tampannya yang menawan pemikat para wanita.


“Luca! Ayo, masuk kau di terima sebagai pelayan di sini,” ujar Ashlyn sembari mengajak Luca untuk masuk ke tempat terkutuk itu, bagi Luca.


“Iya, … Terima kasih, Ashlyn! Sudah mau membantuku lagi,” ucap Luca sebagai bumbu perasa dalam penyamarannya, walau kenyataannya Luca yang lebih banyak membantu Ashlyn secara diam-diam.


Seperti biasa, Ashlyn dan Luca mengganti pakaian mereka dengan pakaian pelayan. Hanya baru beberapa menit sebagai pelayan di sana, Luca sudah mendapat banyak tawaran untuk menjadi pria dari wanita cantik nan kaya yang kekurangan kasih sayang itu.


Namun, sikap dingin Luca memang tidak mudah di hancurkan oleh orang lain. Hanya beberapa orang tertentu saja yang bisa mencairkan tembok es pada diri Luca salah satunya adalah Ashlyn dan Axlyn.


...****************...


Okay, … Kita beralih sebentar pada perusahaan Papah Rayden. Di tengah kesibukan pekerjaannya, Rayden menyempatkan diri untuk membaca informasi yang di dapatkan oleh Will tentang perusahaan WL Group, klan Death Lion dan asal usul keluarga Axlyn.


Saat itu jam kerja karyawan sudah berakhir hanya ada Rayden saja yang sedang bekerja lembur yang selalu di temani oleh Will. Namun, bukan pekerjaan yang menjadi bahan lemburan untuk mereka melainkan informasi yang di dapatkan oleh Will.


Bukan hanya Will saja yang kini berada di sana, tetapi Felix dan Jaydon juga di turut sertakan dalam pekerjaan lembur itu. Bahkan Triple R yang sedang sibuk-sibuknya dengan urusan perkuliahan mereka juga ikut di hadirkan.


Jika hanya informasi biasa yang Will dapatkan, mungkin Rayden tidak akan mengadakan rapat darurat itu.


“Pah, kenapa kami juga harus ikut pertemuan dadakan ini?” protes Rayga.


“Iya, Ryu bahkan sedang mempersiapkan untuk ujian masuk kepolisian sebagai detektif,” imbuh Ryuga yang juga sedang mempersiapkan ujiannya.


“Kau baru mempersiapkan, sedangkan aku sedang menjalani ujian praktek mengotopsi jenazah korban pembunuhan. Tapi Papah malah memaksaku tetap datang,” tambah Rayga memperjelas situasinya.


“Papah selalu mengatakan bahwa kami bertiga harus mengutamakan pendidikan, tapi di saat kami sedang serius belajar Papah malah memaksa kami untuk datang,” gerundel Regis yang langsung mendapat tatapan tajam dari sang Ayah yang sejak tadi sibuk mendiskusikan sesuatu dengan Will.

__ADS_1


“Kalian bertiga bisa diam tidak!” bentak Rayden dengan tatapan tajamnya, karena merasa terganggu dengan ocehan ketiga putranya itu.


“Kami tidak bisa diam, Pah! Kalau pergi dari sini mungkin bisa, Hehehe, ….” sahut Rayga sambil cengengesan tidak jelas.


“Aish, … Kau ini!” geram Rayden yang hampir saja melempar berkas yang saat itu sedang dia pegang.


“Ampun, Pah! Hanya bercanda,” ujar Rayga yang langsung mengibarkan bendera putih tanda kekalahannya.


“Tuan, apa yang terjadi? Kenapa kita tiba-tiba melakukan pertemuan klan?” tanya Felix yang sudah sangat penasaran dengan apa yang sedang terjadi saat ini.


“Baca ini!” perintah Rayden sembari memberikan berkas yang ada di tangannya.


Felix pun menerima berkas tersebut dan perlahan mulai membacanya. Jaydon pun ikut mendekat dan ikut membacanya.


Keduanya sama-sama terkejut ketika melihat isi dari berkas tersebut. Pasalnya isi berkas tersebut sangat berkaitan dengan masa lalu mereka berdua.


“Tuan ini, _....”


Suara Felix tercekat dan langsung menatap kepada Will dan Rayden meminta penjelasan.


“Biarkan mereka juga melihatnya dulu!” ujar Rayden dan Felix pun langsung memberikan berkas itu pada Regis.


Regis pun segera membacanya, sedangkan Rayga dan Ryuga segera merapat untuk ikut membacanya. Tidak seperti reaksi Felix dan Jaydon, reaksi Triple lebih di dominasi dengan kebingungan dan tidak tahu sama sekali apapun yang tertulis di dalam berkas itu.


“Ini apa, Pah?” tanya Regis yang tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi.


“Informasi tentang seseorang yang mungkin akan berkaitan dengan Felix dan Jaydon,” jawab Rayden yang membuat rasa penasaran Triple R semakin meningkat drastic.


“Iya, kami juga membacanya dengan jelas! Tapi siapa Leonard Luiz Gustavo?” tanya Regis.


“Siapa pula Evan Joseph atau Revan Sam Joseph?” Rayga menimpali.


“Dan apa hubungannya dengan Paman Felix dan Paman Jaydon?” Ryuga menambahkan.


Terlihat baik Will, Jaydon dan bahkan Felix yang biasanya merusuh tampak diam membisu. Rayden pun terlihat bingung bagaimana cara dia menjelaskan pada ketiga putranya yang memang tidak tahu apapun. Bahkan pada saat itu Triple R belum ada sama sekali.

__ADS_1


Rayden menghela napas berat, lalu berkata, “Bukan hanya berhubungan dengan Felix dan Jaydon saja. Namun, berhubungan dengan keluarga kita juga.”


“Maksud Papah?” desak Regis yang sudah sangat penasaran.


“Evan Joseph atau Revan Sam Joseph dulu adalah Tuan yang di layani oleh Felix dan Jaydon! Selain itu, dia juga musuh utama Papah dan keluarga kita,” jelas Rayden yang hanya bisa menceritakan semuanya dengan jujur.


“Jika Evan Joseph atau Revan Sam Joseph dulu adalah Tuan yang di layani oleh Paman Felix dan Paman Jaydon serta musuh Papah! Lalu kenapa sekarang mereka bersama kita?” cecar Rayga yang semakin tidak mengerti apa yang terjadi.


“Seperti yang terjadi pada Max dan Matt! Itu juga yang terjadi pada Felix dan Jaydon dulu, Levi yang menjadikan mereka menjadi anggota inti dalam klan kita.” Will membantu menjelaskan.


Jujur saja, baik Rayden maupun yang lainnya tidak ingin membicarakan tentang masa lalu yang menyakitkan itu.


Masa lalu yang mengingatkan Rayden saat dia kehilangan saudari kembarnya, Jaydon yang kehilangan kembarannya dan Felix yang hampir mati di tangan sang bocah psikopat yaitu Levi.


Namun, Rayden harus menceritakan semuanya kepada Triple R karena mereka bertiga yang tidak pernah terlibat dalam masa kelam itu. Dan satu-satunya harapan Rayden agar bisa membantu Luca, termasuk Levi dan Lucia jika kejadian masa lalu terulang lagi pada anak-anak mereka.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2