Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Berakhir Dengan Pertarungan


__ADS_3

Dimana sebelumnya Simon yang memberikan dua pilihan sulit kepada cucunya. Saat ini Joana yang memberikan pilihan tersulit untuknya.


Simon hanya bisa terdiam sembari menimbang keputusan mana yang harus dia ambil. Balas dendamnya sudah berada tepat di depan mata, di satu sisi Simon tidak ingin kehilangan putri dan cucunya sekaligus.


“Apa jawaban Papah?”


Joana semakin mendesak Simon untuk segera memberikan jawaban. Sebab jujur saja Joana merasa sangat takut berada di tengah para mafia yang memegang senjata berbahaya. Joana tidak ingin putranya berada terlalu lama dalam situasi yang sangat berbahaya itu.


“Hay, kenapa kau lama sekali memikirkannya? Bukankah sebagai orang tua kau merasa malu dengan putrimu sendiri!”


Alhasil, Rayden angkat bicara karena tidak tahan lagi menunggu, melihat kondisi Matt dan Max yang sudah semakin lemah. Jika memang ingin mengakhiri permasalahan ini secara baik-baik, maka langsung katakan saja.


Dan jika memang pertarungan balas dendam itu harus berlanjut, maka mulai ‘lah pertarungannya. Dengan begitu, Rayden tidak ragu lagi untuk menghabisi semua musuhnya.


“Dia saja bisa menggunakan otaknya, bahwa tidak ada manfaatnya dengan yang namanya balas dendam. Evan tidak akan kembali hidup, begitu juga dengan saudari kembarku yang mati karena ulahnya,” ujar Rayden.


“Jangan dengarkan mereka!” seru Josh yang tidak ingin Simon mendengarkan perkataan Joana dan Rayden.


“Kakek, ayo kita pulang! Meski Leo tidak memiliki Ayah, tapi Leo memiliki Kakek yang hebat! Dan Leo sangat bahagia karena memiliki Kakek dan Mamah dalam hidup Leo!” Ajakan dan perkataan Leo berhasil meluluhkan sifat keras kepala Simon.


“Josh, … Sepertinya aku akan berhenti sampai di sini saja! Seperti yang mereka katakan balas dendam tidak bisa mengembalikan apapun dan aku tidak mau kehilangan putri dan cucuku,” ujar Simon yang akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kerja samanya dengan Joshua selama ini.


“Hahahaa, … Sejak awal aku memang sudah menduganya, bahwa kau akan mengkhianati kepercayaanku seperti ini, Simon! Maka matilah bersama dengan anak dan cucumu di sini!”


Josh langsung mengeluarkan senjata api yang dia sembunyikan dan mengarahkannya kepada Simon. Semua orang tentunya terkejut dengan pengkhianatan yang Josh lakukan.


Josh yang memang sudah memperkirakan kejadian itu akan terjadi, tentunya sudah memiliki persiapan matang.


“Beraninya kau, _....”


“Kalian semua pastikan semua orang masti hari ini!”


Josh memilih mengabaikan tatapan tajam Simon dan memerintahkan anak buahnya untuk melaksanakan rencana cadangannya. Dan tak lama kemudian, semua anak buahnya menyerbu tempat itu tanpa cela sedikitpun.


“Kakek!” seru Leo.

__ADS_1


“Papah!” lirih Joana seolah tidak memiliki tenaga lagi melihat Papahnya di ambang kematian.


“Matilah kau, Simon!”


Namun, sebelum Josh sempat menarik pelatuknya Yuta dari arah Gedung menyergapnya hingga keduanya berguling di tanah, bahkan senjata itu sampai terpental dari tangan Josh.


Di saat yang bersamaan Rayden, Felix dan Levi mulai menyerang mereka semua tanpa pandang bulu. Alhasil, semuanya berakhir dengan sebuah pertarungan panjang. Dan pada akhirnya Yuta harus adu kemampuan bela diri dengan Joshua.


Wahh, … Sudah memasuki babak seru ‘nih! Kita saksikan pertarungan antara Felix dan Go Rio Rio terlebih dahulu ‘yah!


Dimana Felix langsung menyerang Rio untuk membebaskan Ashlyn. Dalam gerakan super cepat, Felix menendang tubuh Rio hingga terpental, sedangkan tangannya dia gunakan untuk menarik tubuh Ashlyn dalam lindungannya.


“Dasar banci! Beraninya kau menjadikan seorang gadis sebagai sandera! Jika kau tidak bisa bertarung, maka jangan suka membuat ulah!” berang Felix yang menatap Rio yang masih bersimpuh di tahan dengan tatapan penuh hinaan.


“Bajingan sialan! Bukankah sebutan banci lepas di sematkan untukmu? Mana ada pria sejati yang menyerang musuhnya dari belakang?” hina Rio balik seraya tersenyum meremehkan pada Felix.


“Hahahaa, … Baiklah! Kita buktikan saja siapa yang banci di sini!” tawa Felix semakin memprovokasi Rio.


“Hay, Pak Tua! Tolong jaga gadis ini dan carilah tempat yang aman,” ujar Felix yang mempercayakan Ashlyn pada Simon begitu saja.


Beralih sebentar pada Papah Rayden dan Luca. Dimana dia melihat Gery yang ingin menembak kepala putra sulungnya, kemarahan sang raja iblis pun tersulut.


Sebagai seorang Ayah Rayden tidak mungkin akan diam saja, dia langsung saja menyerang Gery secara membabi buta seolah tidak memberikan sedikitpun ruang untuk Gery menghindari dan membalas serangannya.


“Yakh, … Kau pikir bisa melukai putraku selama aku ada di sini, Hah!” geram Rayden tanpa menghentikan serangannya.


Gery yang merasa terdesak tidak bisa membalas perkataan Rayden. Dia hanya focus menghindar dan menangkis serangan yang di layangkan Rayden dengan brutalnya.


Sementara, Luca cukup merasa lega karena Felix berhasil mengamankan Ashlyn begitu pertarungan di mulai.


Tanpa buang waktu, Luca langsung saja berlari menghampiri Ashlyn untuk memastikan keadaannya sekaligus mengamankan yang lainnya seperti Simon, Matt, Max dan Vinno yang sudah terluka parah.


Meski pun Luca harus bersusah payah menghindari serangan anak buah Josh yang berniat membunuhnya. Kali ini Luca benar-benar mengeluarkan kemampuan bela dirinya, sehingga siapapun yang melihat Luca menggila akan menciut nyalinya.


“Ashlyn, …” ujar Luca yang langsung meraih tubuh ketakutan dan lemah Ashlyn dalam dekapannya.

__ADS_1


“Luca, … Hiks! Aku sangat takut, Hiks!” rintih Ashlyn sembari menangis terisak dalam pelukan Luca.


“Jangan takut! Ada aku di sini sekarang!” Luca mencoba menenangkan.


“Kalian bawa mereka ke tempat yang aman, sedangkan aku membuka jalan yang aman untuk kalian lewati!”


Luca memberi arahan pada anak buah yang tadi bersama Felix dan kini sudah berhasil mengamankan Matt, Max dan Vinno. Kemudian, pandangan mata Luca teralihkan pada sosok Simon yang sejak tadi berdiri di sampingnya.


“Ikutlah denganku! Aku akan membawa kalian ke tempat yang aman,” ujar Luca dan Simon hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Beralih pada Leo yang berusaha melindungi Mamahnya dari anak buah Josh yang menginginkan kematian keduanya. Dengan bermodalkan senjata apa yang sebelumnya Josh berikan untuk membunuh Luca, Leo berhasil membunuh orang-orang yang berniat melukai Mamahnya.


Namun, ada satu titik di mana Leo sendiri kewalahan menghadapi banyaknya anak buah Josh yang menginginkan kematian dirinya dan juga Mamahnya.


Hingga ketika Leo sedang focus menembaki musuh yang berada di depannya, seseorang mendekati Joana yang berlindung di belakang Leo dengan membawa senjata tajam.


“Sial, aku tidak bisa membiarkannya sampai terluka!” umpat Luca yang langsung melesat, berusaha untuk melindungi Joana dari serangan musuh yang tengah mengincar wanita paruh baya itu.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2