
“Cih, … Belagu! Tuan mudaku jauh lebih baik dari bajingan ini. Meskipun sikapnya dingin, tapi dia tampan dan menawan serta memiliki hati yang begitu baik. Calon pewaris perusahaan dan klan besar, tapi dia tidak pernah sesombong dan seangkuh pemuda bajingan ini!” batin Max yang membandingkan Luca dengan Leo dalam segala aspek.
“Negera H adalah daerah kekuasaan kami, sebaiknya kau serahkan HK Group dan batalkan semua bisnis kalian di tempat ini atau, _...
“Atau apa? Kau ingin mengancam kami seperti kau mengancam Robert dan Henry?” potong Max yang sudah tidak tahan dengan sikap angkuh dan sombong Leo.
“Aku tidak ingin menggunakan caraku bermain pada kalian, maka dari itu aku melakukan pertemuan ini untuk mengingatkan kalian secara baik-baik,” ujar Leo masih dengan sikap arogannya.
“Benarkah? Jika kau sudah mencari tahu tentang kami, maka seharusnya kau sudah tahu saat ini kau tengah memberi peringatan pada siapa! Tuan, salah perkiraan itu bisa berakibat sangat fatal, bahkan kepalamu itu bisa berpisah dari tubuhnya.”
Tidak tahan sebagai pihak yang terus di ancam, Max pun membalikkan keadaan dan berbalik mengancamnya. Tidak akan pernah anggota klan BlackSky dan pengawal pribadi seorang Luca Cano Xavier akan lari ketakutan hanya karena ancaman seperti itu.
“Sialan kau! Jaga mulutmu itu kalau tidak ingin aku merobeknya saat ini juga!” geram Yuta, pengawal pribadi Leo yang tidak tahan dengan ucapan Max.
“Hay, ... Ayolah, bung! Tuanmu duluan yang mulai, aku hanya mengikuti permainannya saja. kenapa harus marah seperti orang gila begitu,” ujar Max yang masih bersikap santai tapi setiap kata yang di lontarkan bagai anak panah beracun.
“Kau, _....”
“Yuta, tahan kemarahan mu!” perintah Leo pada pengawal setianya.
“Jadi, kalian memutuskan untuk melawan kami?” tanya Leo memastikan apakah benar bendera perang pihak Max akan terus berkibar.
“Itu tergantung dirimu, Tuan! Yang pasti kami tidak akan memberikan HK Group kepadamu dan kami akan tetap membangun dan menjalankan bisnis kami di negara ini.” Max menegaskan dengan kepercayaan diri penuh.
“Heh, … Sombongnya! Kita lihat seberapa lama kalian akan bertahan di negara ini,” ujar Leo yang terlihat jelas sedang menahan kemarahannya.
“Baiklah, terserah anda saja! Namun, jangan pernah menyesal karena telah memilih kami sebagai lawan,” balas Max yang tidak akan pernah mau kalah debat atau bertarung.
“Jika sudah tidak yang ingin anda bicarakan lagi, maka saya kan pergi sekarang!”
Max segera beranjak dari tempat duduknya dan berjalan pergi begitu saja meninggalkan ruang VVIP tersebut begitu saja.
Leo hanya bisa menatap kepergian Max dengan amarah yang semakin menggebu-gebu, bahkan baru saja Max melewati pintu.
Leo langsung menendang meja yang ada di hadapannya dengan sangat keras, hingga menimbulkan kegaduhan yang bisa di dengar oleh Max dengan jelas.
Brakk, … Prangggg, ….
Meja yang berada di sana kini terbalik, hingga semua benda yang berada di atasnya hancur tak tersisa sedikitpun.
__ADS_1
Semua pengawal Leo pun hanya terdiam tidak ada yang berani bersuara sedikitpun kecuali Yuta yang merupakan orang kepercayaannya.
“Sialan! Dia hanya anjing dari Tuannya tapi sudah begitu angkuh dan sombong,” umpat Leo penuh kemarahan.
“Tuan, bagaimana kalau kita singkirkan saja mereka dari dunia ini,” ujar Yuta memberi saran.
“Tentu saja, mereka yang mengabaikan peringatan dariku memang pantas untuk mati. Namun, sebelum itu aku ingin kau mencari semua informasi tentang mereka terutama orang bernama Luca Cano Xavier,” perintah Leo pada Yuta.
“Baik, Tuan! Saya akan menyuruh Kevin untuk meretas semua data pribadinya,” sahut Yuta.
“Aish, … Berikan aku ruangan lain dengan beberapa wanita terbaik di sini,” perintah Leo yang ingin melampiaskan kemarahannya pada minuman dan para wanita bayaran itu.
“Baik! Silahkan ikuti saya, Tuan!” ujar sang Manager club tersebut yang bertanggung jawab langsung atas tamu VVIP.
...****************...
Disaat yang bersamaan, ternyata tempat kerja Ashlyn selanjutnya berada di club mewah itu. Ashlyn tidak menjadi wanita penghibur seperti yang lainnya, dia hanya menjadi tukang cuci atau pelayan jika kekurangan orang.
Melihat dari raut wajah Luca, dia benar-benar benci tempat seperti itu. Namun, setelah mengetahui bahwa Ashlyn akan bekerja di tempat itu.
Mustahil Luca akan membiarkannya begitu saja, sehingga mau tidak mau Luca harus tetap masuk dan mengikuti pekerjaan yang akan di berikan oleh Ashlyn.
“Tidak!” jawab Luca singkat, padat dan jelas.
“Baiklah, kau tunggu di sini dulu! Aku harus bicara pada managernya dulu supaya kau bisa di terima kerja di sini,” ujar Ashlyn.
“Baiklah,” sahut Luca menuruti perkataan Ashlyn dan menunggu di pintu masuk club mewah tersebut.
...****************...
Disisi lain, Max yang masih sempat mendengar keributan tersebut sepanjang perjalan turun terus mengomel tidak jelas.
Bukan hanya Leo saja yang bisa marah, Max pun juga bisa marah apalagi Tuan kebanggaannya di hina seperti tadi.
Jika saja dia tidak memikirkan tentang posisi Luca di sana, maka Max sudah pasti sudah menghancurkan wajah sombong Leo tanpa sisa.
Beruntung Max bisa menahan diri mengingat Luca tidak pernah melakukan penyerangan terlebih dahulu, jika pihak lawan tidak melakukan penyerang kepada mereka.
“Dasar bajingan sombong! Bahkan jika di bandingkan dengan kemampuan Tuan mudaku kau bukanlah tandingannya sama sekali,” gerutu Max.
__ADS_1
“Max!” panggil Luca yang melihat Max sedang berjalan keluar bersama anak buahnya.
“Tuan muda, _....”
“Hust, … Jangan keras-keras!” potong Luca mengingatkan Max bahwa dirinya saat ini sedang menyamar.
“Ooh, … Maaf, saya kelepasan!” ucap Max begitu menyadari kesalahannya.
“Apa yang Tuan lakukan di sini?" tanya Max.
“Itulah yang ingin aku tanyakan pula kepadamu? Kenapa kau di sini? Bukankah kau seharusnya menemui bedebah itu?” cecar Luca yang sudah ada sisi dinginnya lagi.
“Kami bertemu di tempat ini! Asal Tuan tahu dia bukan hanya bedebah biasa, tapi dia bedebah yang tidak tahu malu dan tidak sadar diri!” jelas Max dengan penuh semangat membara, karena kemarahannya kembali muncul jika mengingat kejadian tadi.
“Jadi, dia masih di sini sekarang?” tanya Luca memastikan.
“Iya, dia sedang mengamuk seperti orang gila di ruangan VVIP,” jawab Max yang terlihat sangat kesal.
“Mengamuk? Memang apa yang kau lakukan padanya? Kau tidak menimbulkan masalah lebih dulu, bukan?”
Luca kembali mencecar Max, sebab dia belum siap melakukan pertarungan antar mafia lagi yang tentunya akan jatuh korban seperti sebelumnya.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
__ADS_1
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...