
“Apa maksudmu?” tanya Ashlyn.
Dia sebenarnya sama sekali tidak ingin mempercayai apapun yang di ucapkan oleh orang yang hampir merenggut kesuciannya itu.
Akan tetapi, Ashlyn juga sangat penasaran dengan sosok Luca. Seorang pria yang tiba—tiba muncul di kehidupannya dengan segudang misteri dan bagaikan dewa keberuntungan yang datang untuk membantu Ashlyn. Sekaligus sebagai pria yang telah mencuri hatinya.
“Luca Cano Xavier, dia bukan hanya orang paling kaya di Negara A tapi dia juga orang paling berpengaruh di dunia,"
Selain akan mewarisi perusahaan IT terbesar di dunia yaitu BLOUSHZE Group, Luca juga seorang klan pemimpin klan Mafia yang paling di takuti semua orang,” jelas Leonard yang tersenyum puas melihat Ashlyn yang mulai percaya dengan semua ucapannya.
“Tidak! Kau pasti berniat membohongiku dan hanya ingin membuat Luca terlihat buruk di mataku saja!” sanggah Ashlyn yang merasa bahwa semua yang Leonard katakan adalah sebuah kebohongan.
Jika Luca memang orang sekaya itu, tidak mungkin dia mau bekerja sebagai pelayan di sebuah restaurant mie yang bahkan mampu dia beli dengan uang nya yang sangat banyak. Luca tidak mungkin akan mau bekerja di mini market yang gajinya sangat kecil.
Namun, jika Luca adalah seorang pemimpin klan mafia. Apakah itu benar? Mengingat kemampuan bela dirinya yang begitu hebat.
Lalu untuk apa Luca membohonginya seperti itu? Dan untuk apa dia mendekati gadis miskin seperti Ashlyn? Berbagai pertanyaan seketika bermunculan di dalam kepala gadis itu.
“Kau masih tidak percaya dengan apa yang aku katakan? Baiklah, akan aku tunjukan buktinya,” ujar Leonard di sertai seringai liciknya.
“Yuta, berikan padanya informasi yang kita dapatkan,” perintah Leonard pada Yuta.
“Baik, Tuan muda!” sahut Yuta yang segera menyerahkan sebuah tab berisi informasi tentang Luca yang berhasil dia dapatkan.
Ashlyn pun menerimanya dengan ragu, tapi di sisi lain dia juga sangat penasaran dengan kebenarannya. Secara perlahan dan seksama, Ashlyn membaca semua informasi itu.
Betapa terkejutnya Ashlyn, ketika mengetahui bahwa Matt dan Max bukanlah teman Luca melainkan pengawal pribadinya.
“A-apakah semua yang tertulis di sini itu benar?”
Suara Ashlyn terdengar tercekat saat mencoba untuk memastikannya. Hati dan jiwanya terkejut dengan isi dari informasi itu, tapi dia tidak bisa mempercayai begitu saja apa yang Leonard tunjukan padanya.
Sejauh dia mengenal Luca, dia adalah pria yang sangat baik, bertanggung jawab dan selalu memegang perkataannya.
Jadi, Ashlyn merasa sangat mustahil bahwa Luca akan membohonginya selama ini. Dan untuk alasan apa Luca harus sampai membohonginya sejauh ini.
__ADS_1
“Kau terkejut, bukan? Sama, aku juga sangat terkejut ketika mengetahui bahwa dia ‘lah yang telah menjadikan diriku sebagai anak yang tumbuh dengan kasih sayang ayahnya. Dia pembunuh ayah kandungku!” ujar Leonard penuh penekanan.
“Tidak! Itu tidak mungkin! Luca tidak mungkin membunuh siapapun!”
Kali ini Ashlyn sungguh tidak ingin mempercayai perkataan Leonard sama sekali. Menurutnya sangat mustahil Luca membunuh orang lain. Sampai kapanpun, Ashlyn tidak mampu mempercayainya.
“Kau masih tidak mempercayainya? Kau akan menyesal karena tidak mempercayai apa yang aku katakan saat ini,” ujar Leonard yang menjadi merasa kesal sendiri, karena Ashlyn lebih mempercayai Luca yang seorang penipu di bandingkan dengan dirinya.
Setelah mengatakan itu, Leonard dan anak buahnya pun pergi begitu saja. Sebab dia sudah tidak ingin mengganggu Ashlyn, karena semua hutang gadis itu telah di lunasi oleh Luca.
Meskipun Leonard sangat membenci Luca, tapi dia tidak ingin Ashlyn yang tidak bersalah ikut terlibat dalam masalah mereka. Cara Joana mendidik Yuta maupun Leonard memang harus di acungi jempol.
Tak lama setelah kepergian Leonard dan anak buahnya. Waktu kerja Ashlyn pun telah berakhir, dia segera meminta ijin kepada bosnya untuk pulang lebih awal.
Namun, dia tidak langsung pulang ke rumahnya maupun pergi mengunjungi ibunya di rumah sakit.
Ashlyn pergi menuju ke rumah Luca dengan mengandalkan alamat yang tertera di biodata karyawan yang di berikan bosnya. Entah Luca kembali membohonginya lagi dengan mengisinya secara asal atau dia menulisnya dengan jujur.
Setelah perjalanan yang cukup jauh, Ashlyn akhirnya tiba di alamat yang tertera di biodata Luca.
Ternyata alamat tersebut tertuju pada sebuah Villa besar dan mewah yang satu-satunya ada di dalam Kawasan itu.
Namun, pada informasi yang di tunjukan oleh Leonard, Matt dan Max merupakan pengawal pribadi Luca.
Sehingga dapat di simpulkan bahwa Luca tidak menumpang tinggal di Villa mewah itu, melainkan Villa tersebut adalah milik Luca sendiri.
Daripada kalut dengan pemikirannya sendiri, Ashlyn pun memberanikan diri untuk mendekati Villa itu. Dia mencoba melihat dari luar keberadaan Luca di dalam sana. Hingga seorang pria tiba-tiba menghampirinya.
“Maaf, Nona! Apa anda mencari seseorang yang tinggal di sini?” tanya pria itu tanpa membuka pintu gerbangnya sedikitpun.
“Iya, aku mencari seseorang! Benarkah ini rumah Luca?” ujar Ashlyn mencoba mencari tahu sekaligus memastikan.
“Anda siapa? Dan apa tujuan anda ingin menemui Tuan muda?” tanya pria itu lagi yang tidak akan mengijinkan siapapun masuk ke dalam sebelum mengetahui identitas orang tersebut.
“Tuan muda?”
__ADS_1
Sontak Ashlyn membulatkan kedua bola matanya ketika mendengar pria itu menyebut Luca dengan sebutan ‘Tuan Muda’ sama seperti yang Leonard katakan padanya.
Sejauh ini apa yang di katakan oleh Leonard benar-benar sesuai dengan kenyataan yang dia dapatkan. Lalu harus sejauh mana Ashlyn mengetahui kebohongan Luca padanya.
“Benar, siapa pun yang ingin menemui Tuan muda harus mengatakan identitasnya terlebih dahulu dan melakukan pemeriksaan keamanan,” jelas Pria itu yang hanya melakukan sesuai tugasnya.
“Kalau boleh tahu siapa nama Tuan muda mu itu?” tanya Ashlyn yang memberanikan diri untuk siap menghadapi kenyataan yang akan dia dengar.
“kenapa kau menanyakannya lagi? Bukankah kau sudah tahu bahwa pemilik rumah ini adalah Luca Cano Xavier, sekaligus Tuan yang kami layani,” jawab pria itu yang secara tidak langsung membongkar kebohongan Luca kepada Ashlyn selama ini.
“A-APA!” Ashlyn sulit untuk berkata-kata lagi begitu mengetahui semua kebenarannya.
“Lalu bagaimana dengan Max dan Matt? Apakah mereka juga tinggal di sini?” tanya Ashlyn lagi untuk lebih memastikannya.
“Benar, Tuan Max dan Matt juga tinggal di sini! Karena sebagai pengawal dari Tuan muda, mereka berdua harus selalu ada sisinya.”
Jawab dari pria itu semakin membuat Ashlyn terdiam tanpa kata. Jadi, memang benar bahwa Luca selama ini memang membohongi dirinya.
Namun, sekarang kembali muncul berbagai pertanyaan di dalam kepalanya tentang alasan Luca mendekati dan membohonginya seperti ini.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
__ADS_1
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...