Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Sebuah Jebakan


__ADS_3

Sementara itu, pihak Simon tengah dalam situasi yang cukup kacau. Dimana Leo tidak terima ketika sang Kakek malah membiarkan anak buahnya untuk menikmati tubuh Ashlyn.


Jujur, Leo tidak peduli dengan balas dendam yang di lakukan Kakeknya dengan pria yang bernama Joshua itu.


Akan tetapi, tidak boleh melukai Ashlyn sedikit pun. Namun, apa yang disaksikannya saat itu sungguh membuat kepercayaan Leo runtuh tak tersisa pada Kakeknya.


Apalagi kejadian itu, di hadapkan langsung di depan Vinno, Matt dan Max yang sudah tidak bisa melakukan apapun dari balik jeruji besi.


“Hay, kau harus merekamnya dengan baik! Mungkin rekaman ini akan mengingatkan gadis itu tentang malam indah ini,” ujar Rio pada salah satu anak buahnya.


“Baik, Tuan!” sahut Anak buahnya yang hanya menuruti perintah.


“Okay, siapa yang mau duluan menikmati tubuh cantik gadis ini?”


Rio memperlakukan Ashlyn layaknya sebuah mainan yang bisa di gunakan bersama dengan anak buahnya.


“Yakh, … Bajingan sialan! Jangan pernah sentuh putriku atau aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri!” teriak Vinno dengan perasaan frustasi, karena tidak bisa melakukan apapun untuk melindungi putrinya dari niat jahat mantan anak buahnya sendiri.


“Hahahaaa, … Kau pikir aku masih takut dengan ancamanmu itu, Hah?”


Rio tertawa bahagia menyaksikan ketidakberdayaan Vinno, hanya untuk sekadar melindungi putrinya saja saat ini dia tidak mampu apalagi untuk membunuhnya.


“Lihatlah keadaanmu sekarang! Sangat menyedihkan,” ejek Rio dengan sikap sombongnya.


“Coba kita tebak, apakah kau masih bisa membunuhku setelah aku menodai putri tercintamu ini,” tantang Rio dengan penuh percaya diri.


Sedangkan Vinno hanya bisa menggeram marah karena tidak bisa berbuat apapun ketika putrinya di lecehkan.


Bughh, ….


Sebuah tendangan yang sangat keras seketika mendarat di tubuh Rio hingga terpental dan terbentur meja yang ada di sana.


Ketika anak buah ingin membalas, mereka semua langsung tertunduk begitu mengetahui bahwa pelakunya adalah Leo.


“Dia memang tidak bisa membunuhmu saat ini, tapi masih ada aku yang bisa melakukannya! Sudah aku peringatkan berulang kali untuk tidak menyentuhnya, tapi kau mengabaikan setiap peringatan dariku,” geram Leo yang menatap tajam pada Rio. Sedangkan Ashlyn hanya bisa meringkuk ketakutan di pojokan ruangan itu.


“Aku hanya menjalankan perintah dari Tuan Simon dan Josh? Lalu dimana letak kesalahanku,” tantang Rio dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


“Kalau aku mematahkan kedua tanganmu saat ini. Bisakah kau memberitahu dimana letak kesalahanku?” balas Leo balik.


“Tentu saja, karena kau mematahkan tangan orang lain!” ujar Rio yang sedikit merasa tertekan dengan aura yang di tunjukan oleh Leo padanya.


“Benar, bukankah sekarang kau tahu kesalahanmu!” desak Leo yang semakin berjalan mendekati Rio kali ini dengan tatapan membunuhnya.


“Kau telah menyentuh orangku, maka sudah seharusnya aku memberi balasan yang setimpal, Bukan?” bisik Leo tepat di telinga Rio sembari mengeluarkan seringainya. Sontak, hal itu membuat Rio merasa semakin terpojok.


“Sekarang beritahu aku, tangan mana yang kau gunakan untuk menyentuh milikku? Aah, … Benar, pasti tangan kanan, Bukan?”


Leo langsung saja menarik dan mencengkeram tangan kanan Rio sekuat tenaganya, hingga dapat di lihat dengan jelas bahwa Rio meringis kesakitan.


Namun, belum sempat Leo mematahkan tangan itu tiba-tiba Simon dan Joshua datang menghentikannya.


“Apa yang sedang bocah ini lakukan?” Suara Joshua berhasil mengalihkan perhatian Leo.


“Leo, hentikan dan lepaskan dia!” perintah Simon pada cucunya.


“Baiklah!” sahut Leo yang melepaskan tangan Rio dan berjalan menghampiri Kakeknya.


Siapa sangka Leo langsung mengambil paksa tongkat yang selalu Simon bawa dan langsung menyerang Rio hingga mendarat tepat di keningnya.


“Tapi aku tidak bisa membiarkannya begitu saja! Setidaknya dia harus mendapatkan hukuman atas perbuatannya sendiri pada Ashlyn,” ujar Leo setelah puas dengan pembalasannya.


“Kau bocah sialan,” umpat Joshua yang geram dengan kelakuan dari cucu satu-satunya Simon itu.


“Kau yang bajingan sialan! Sudah aku peringatkan sejak awal untuk tidak menyentuhnya atau melukainya seujung rambut pun, tapi kau mengabaikan peringatan dariku! Inilah hukuman yang pantas untuk kau saksikan,” berang Leo seolah tidak ada rasa takut sedikitpun.


“Jika kau melewati batas yang kau tentukan lagi, maka bukan lagi hukuman yang aku lakukan! Melainkan pengkhianatan dan aku pastikan kau akan mati lebih dulu di tanganku sebelum Luca tiba di sini,” ancam Leo yang terlihat sangat bersungguh-sungguh ketika mengatakannya.


“Kau berani mengancam ku, bocah sialan!” tantang Joshua yang sudah mulai naik pitam.


“Ya, … Coba saja lakukan semaumu, kalau kau ingin melihat ancamanku menjadi kenyataan,” balas Leo tak gentar sedikitpun.


“Yuta, bawa Ashlyn untuk di obati!” perintah Leo yang kemudian ketiga berlalu begitu saja.


“Lihatlah, kelakuan cucumu itu!” seru Joshua dengan geramnya.

__ADS_1


“Hahahaa, … Tidak aku sangka, dia sangat mirip dengan Evan!” gumam Simon yang malah merasa bangga akan sikap cucunya barusan.


“Sial, sepertinya orang tua ini sudah tidak bisa di manfaatkan lagi! Sebaiknya aku merancang sebuah jebakan untuk membunuhnya dan Luca dalam sekali rencana,” batin Joshua.


Kedatangan Luca ke negara H sudah di ketahui sejak awal oleh musuh. Bahkan begitu turun dari pesawat Luca sudah di hadang dan di kepung oleh anak buah Joshua dan Simon.


Bahkan Jack pun tidak dapat membantunya saat itu, mengingat pasukan mereka telah banyak di bunuh.


“Tuan Simon dan Tuan Josh sudah menunggu kedatanganmu! Ayo, ikuti kami jika ingin nyawa gadis itu tetap aman,” ujar Gery yang bertugas menjemput Luca atas perintah langsung dari Josh.


“Sial, belum apa-apa aku sudah tersudut seperti ini! Aku harap bisa bertahan sampai kalian datang! Papah, Levi dan yang lainnya aku akan percayakan pada kalian,” batin Luca yang tentu saja tidak bisa melawan dan menolaknya.


Luca pun terpaksa harus mengikuti perkataan Gery dengan patuh. Luca di bawa dengan menggunakan mobil mewah ke sebuah daerah yang sangat terpencil dari pemukiman warga.


Ternyata ada sebuah bangun besar, di pesisir hutan dan Luca langsung di seret masuk ke dalam salah satu ruangan yang ada di sana.


“Lepaskan! Aku cukup mematuhi perkataanmu sampai di sini saja.” sentak Luca dengan kasar, hingga kedua anak buah Gery terdorong begitu saja.


Dengan kasar Luca melepaskan kedua tangan anak buah Gery yang menggiringnya bagai tahanan. Alhasil, langkah mereka pun langsung terhenti tepat di depan pintu masuk Gedung tersebut.


Dengan anak buah Gery yang mengarahkan senjatanya masing-masing untuk berjaga-jaga. Meski begitu, Luca tampak masih bisa menjaga ketenangannya, seolah semua senjata itu tidak akan mempan padanya.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...

__ADS_1


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2