Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Luca CS Menggila


__ADS_3

“Apakah mereka sekarang ada di dalam? Katakan pada mereka bahwa Ashlyn ingin bertemu!” ujar Ashlyn yang menguatkan dirinya untuk bertemu dan menanyakan langsung semuanya pada Luca.


“Maaf, Tuan muda dan para pengawalnya sedang tidak berada di sini!” jelas pria itu.


“Benarkah? Lalu kapan mereka akan kembali?” tanya Ashlyn memastikan.


“Kami juga tidak tahu! Biasanya sebentar lagi akan kembali,” jawab pria itu yang tidak menaruh curiga apapun melihat Ashlyn yang juga tidak banyak bertingkah.


“Baiklah, aku akan menunggunya di sini!” ujar Ashlyn yang tidak bisa menunda lagi untuk memperjelas semuanya.


“Maaf, tapi anda tidak di ijinkan masuk ke dalam! Sebaiknya Nona pulang saja.” Pria itu memberikan saran kepada Ashlyn.


“Tidak apa-apa! Aku akan menunggu di sini saja,” ujar Ashlyn bersikeras.


“Baiklah, kalau itu sudah menjadi keputusan anda! Saya akan kembali masuk untuk melanjutkan tugas saya,” sahut pria itu yang tidak mau ambil pusing.


Lagi pula dia sudah memberikan saran, tapi gadis itu malah bersikeras untuk tetap menunggu di depan gerbang. Pria itu pun kembali ke dalam Villa dan membiarkan Ashlyn menunggu di depan gerbang begitu saja.


...****************...


Disisi lain, akhirnya Luca dan yang lainnya tiba di markas organisasi pembunuh bayaran setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh. Luca benar-benar tidak menyangka bahwa markas mereka akan sejauh ini bahkan sangat jauh dari area penduduk.


“Kau yakin ini tempatnya, Matt?” tanya Felix memastikan pada Matt, dia ragu ada manusia yang mau tinggal di tengah hutan seperti ini.


“Tentu saja! Aku sudah pernah datang ke tempat ini beberapa kali,” jawab Matt dengan keyakinan penuh.


“Kau yakin ada manusia yang mau tinggal di tempat seperti ini?” imbuh Will yang merasa ragu dengan tempat yang mereka datangi.


“Bukan di sini! Tapi kita perlu berjalan beberapa meter lagi melewati hutan ini,” jelas Matt yang berada di depan untuk memimpin jalan.


“Apakah ada rumah jelek lagi selain di sini?” gerutu Felix yang masih saja mengomel.


“Diamlah! Sepertinya di depan ada aktivitas,” ujar Luca yang membuat Felix dan yang lainnya langsung terdiam.


Benar saja, begitu melewati hutan itu mereka langsung menyaksikan pemandangan yang di luar ekspektasi mereka. Bukan rumah jelek yang mereka lihat sebelumnya, tetapi sebuah Mansion mewah dengan banyak aktivitas di dalamnya.


“Wow, … Apakah kita melintasi dunia lain?” gumam Felix yang menatap takjub pada pemandangan yang ada di hadapannya saat itu.


“Inilah tempat yang aku maksudkan!” ujar Matt memperjelas semuanya.

__ADS_1


“Bagaimana sekarang? Apa kita akan menyelinap masuk?” tanya Will yang meminta pendapat dari Luca.


“Tidak perlu! Kita masuk lewat depan saja!” jawab Luca dengan penuh percaya diri.


“Jika ada yang menghalangi, maka lakukan sesuka kalian! Meskipun terluka parah pastikan saja bahwa mereka masih hidup,” sambung Luca memberi perintah sekaligus ijin pada Will dan yang lainnya untuk menggila.


“Hehehehee, … Dengan senang hati! Aku akan membuka jalan untukmu,” ujar Felix yang sudah lama merindukan kegilaan ini.


“Lihatlah, orang tua itu terlihat sangat bersemangat,” ujar Will yang hanya tersenyum melihat kelakuan Felix.


“Aah, … Ototku sedikit kaku! Tapi aku masih bisa melakukan yang terbaik,” gumam Jaydon yang merasakan hal yang sama dengan Felix.


Kini bukan lagi Matt yang memimpin jalannya, melainkan Felix dan Jaydon yang sudah berjalan lebih dulu mendekati rumah besar itu.


Mereka bagaikan iblis yang akhirnya terbebas setelah terkurung ribuan tahun. Padahal pada kenyataannya, Luca hanya menonaktifkan klan selama setengah tahun saja.


“Sepertinya aku juga perlu sedikit olahraga. Benarkan, Max?” ujar Matt yang menirukan gaya Jaydon.


“Aku tidak suka berolahraga, tapi aku sanga suka dengan yang namanya pertarungan!”


Tanpa menirukan siapapun, Max langsung maju seakan menantang Felix untuk salin adu kemampuan. Siapa yang paling banyak melukai lawan, maka dia ‘lah pemenangnya.


“Iya, termasuk Paman juga di dalamnya,” sahut Luca dengan nada dinginnya dan meninggalkan Will yang masih mematung karena ucapannya barusan.


Tidak mau kalah dengan dua orang itu, Matt dan Max juga langsung mengikutinya. Di susul oleh Luca dan Will yang dengan santainya melihat Felix dan Jaydon akan beraksi lagi.


Menyadari mereka kedatangan tamu yang tidak di undang, para penghuni rumah itu pun segera melakukan serangan untuk mempertahankan wilayah mereka.


Maka terjadilah pertarungan sengit antara klan mafia BlackSky dan organisasi pembunuh bayaran itu.


Felix dan Jaydon yang sudah lama tidak bertarung, kali ini keduanya benar-benar menggila. Mereka menyerang siapa saja yang berani menghalangi jalan Luca.


Meski begitu mereka tetap mematuhi perintah Luca agar membiarkan orang-orang itu tetap bisa hidup meskipun terluka parah.


“Waah, … Rasanya sudah sangat lama sekali aku tidak merasakan sensasi seperti ini,” ujar Felix di tengah pertarungannya.


“Enam bulan, dua puluh sembilan hari, tiga jam, dua puluh delapan menit lebih satu detik! Itulah waktu tepatnya kita tidak pernah bertarung seperti ini.” Jaydon menghitungnya dengan sangat akurat.


“Hahahahaa, … Ternyata kau menghitungnya sampai sedetail itu!”

__ADS_1


Felix tertawa lepas begitu menyadari bahwa selama ini Jaydon juga merasakan hal yang sama dengan dirinya yaitu sama-sama merindukan pertarungan seperti ini.


Matt dan Max pun tidak kalah menggilanya, mereka ingin Luca melihat dan menyadari bahwa Tuannya itu tidak akan menyesal telah mengampuni mereka berdua dan menjadikan pengawal pribadi kepercayaan.


“Max, kita juga tidak boleh kalah dengan mereka berdua! Kapan kita terakhir kali bertarung seperti ini?” Matt mencoba meniru Jaydon dan Felix lagi.


“Aku tidak punya waktu untuk menghitung hal seperti itu,” sahut Max sekenanya.


Mengetahui ada penyerangan di dalam wilayah, Vinno pun segera keluar untuk melihatnya secara langsung. Namun, baru saja dia melangkahkan kakinya keluar dari rumah besar itu. dia langsung mendapat serangan secara bertubi-tubi dari Luca.


Alhasil, Vinno terpaksa harus menerima beberapa pukulan setelah berusaha menghindari dan menangkis pukulan di awal.


Luca berseringai puas melihat beberapa pukulannya mendapat indah di wajah Vinno. Bahkan pria paruh baya itu kini seperti sedang bersimpuh di hadapannya.


“Sialan kau! Beraninya kau menyerang wilayahku!” umpat Vinno dengan penuh kemarahan.


“Kenapa aku tidak berani? Kalau kau saja juga berani mengirim beberapa anak buahmu untuk menyerangku,” balas Luca dengan nada bicara dan tatapan dinginnya pada Vinno.


“Biasanya aku akan membayar berkali-kali lipat dari apa yang aku terima. Namun, mengingat kau adalah ayah kandung dari wanita yang aku cintai, maka sepertinya ini sudah lebih dari cukup untuk melampiaskan kemarahanku!” sambung Luca.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2