Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti

Ashlyn, Bukan Cinta Pengganti
Kembali Bersama


__ADS_3

Namun, siapa sangka Alicia yang tadinya diam melihat interaksi keduanya. Tiba-tiba berjalan menghampiri mereka dan langsung memisahkan keduanya dengan raut wajah penuh kemarahan, bahkan terlihat sedang menahan tangisannya.


“Jangan sentuh Ibuku!” bentak Alicia yang membuat Hanna dan Vinno sama-sama terkejut mendengarnya.


“Alicia, sikap tidak sopan apa yang sedang kau lakukan pada Ayahmu sendiri?” Hanna mencoba mengingatkan sikap putrinya.


“Dia bukan Ayahku!” tolak Alicia dengan penuh amarah.


“Alicia, apakah Ibu pernah mengajari bersikap seperti ini, Hah?”


Hanna tanpa sadar ikut menaikan nada suaranya, hingga Alicia menangis karena merasa sakit hati. Sebab untuk pertama kalinya sang Ibu membentaknya seperti itu. Melihat air mata yang jatuh membasahi wajah cantik Alicia, perasaan bersalah seketika menyelimuti perasaan Hanna.


“Apa sekarang Ibu membentakku, karena dia?” Suara Alicia terdengar bergetar karena menahan tangisnya.


“Maaf, Licia! Ibu tidak bermaksud seperti itu! bisakah kau mendengarkan penjelasan Ibu dan ayahmu terlebih dahulu sebelum kau mengambil kesimpulan sendiri,” jelas Bu Hanna seraya meraih tangan Alicia yang tengah terisak.


“Benar, Nak! Kami memiliki alasan tersendiri kenapa kami harus berpisah selama ini.” Vinno ikut membujuk Alicia agar mau mendengarkan penjelasan mereka.


“Duduklah dan dengarkan lebih dahulu cerita kami. Setelah itu, kau boleh memutuskan untuk tetap membenciku atau mencoba untuk menerimaku sebagai Ayahmu,” lanjutnya dengan tatapan mata penuh memohon.


“Licia, duduklah!” pinta sang Ibu yang ikut membantu membujuk Alicia untuk memberikan Vinno menjelaskan apa yang terjadi selama ini.


Mendengar perkataan ayah dan ibunya yang cukup masuk akal membuat hati Alicia sedikit melunak dan meredakan amarahnya. Perlahan Alicia pun mendudukkann tubuhnya di dekat sang Ibu dan selalu menjaga jarak dari Vinno sejauh mungkin.


Setelah itu, Hanna dan Vinno mulai bercerita tentang masalalu mereka. Di mulai dengan awal pertemuan mereka, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk saling berpisah secara fisik tetapi tidak dengan hati dan pikirannya yang akan selalu ada nama mereka satu sama lain.


Meskipun hanya berupa memori maupun khayalan indah ketika mereka benar-benar di satukan oleh takdir.


Flashback On, ….


Sejak awal pertemuan mereka Hanna memang sudah mengetahui pekerjaan Vinno sebagai salah satu pembunuh bayaran terbaik dalam organisasi.


Bagaimana mungkin Hanna tidak mengetahuinya, karena dia sendiri merupakan salah satu target yang harus Vinno bereskan.


Mungkin kisah seorang pembunuh bayaran yang malah jatuh cinta pada target yang harus dia lenyapkan hanya ada dalam novel, komik atau film saja.


Namun, entah takdir seperti apa yang di siapkan oleh Tuhan. Kisah cinta itu malah terjadi kepada Vinno dan Hanna.

__ADS_1


Sosok Hanna yang ceria dan suka menolong orang lain membuat Vinno jatuh cinta pada pandangan pertama.


Tanpa sadar Vinno mulai mendekati Hanna dengan mengatasnamakan pertemanan yang secara perlahan membuat keduanya saling menumbuhkan rasa cinta.


Demi melindungi Hanna, Vinno terpaksa membunuh orang lain untuk menggantikan kematian Hanna.


Namun, hal itu tidak cukup untuk membuat kehidupan Hanna tetap aman, sehingga Vinno terpaksa membunuh orang yang menginginkan kematian Hanna.


Sedangkan Hanna tidak memiliki alasan apapun untuk mencintai sosok Vinno, di mata dan hatinya hanya milik pria yang rela melakukan segala hal untuk membuatnya tetap hidup dengan tenang.


Setelah membunuh orang tersebut, Vinno mendatangi Hanna masih dengan tangan yang berlumuran darah orang tersebut.


Vinno mendatangi Hanna untuk melakukan pengakuan, bahwa dia seorang pembunuh bayaran sekaligus mengakui perasaan cintanya untuk Hanna.


“Vi-Vinno!” Suara Hanna sampai terbata-bata karena terkejut melihat penampilan Vinno yang terlihat sangat mengerikan.


“Aku datang menemuimu malam ini, karena aku ingin mengakui sesuatu!” ujar Vinno yang tampak mengumpulkan keberanian untuk berbicara jujur.


Dan tampak Hanna yang mematung, menunggu pengakuan seperti apa yang ingin Vinno berikan padanya.


“Sebenarnya awal tujuanku mendekatimu hanya untuk membunuhmu. Dan aku tidak menyangka bahwa hanya keberadaanmu di hadapanku seperti ini bisa membuatku langsung jatuh hati kepadamu,” ujar Vinno mulai mengakui semuanya.


“Mulai sekarang tidak ada lagi yang menginginkan kematianmu. Dan mulai sekarang aku juga akan berhenti untuk menemui,”


“Aku tahu kau pasti merasa sangat jijik, karena di cintai oleh pria pembunuh bayaran sepertiku. Maka dari itu, aku akan menghilang dari hadapanmu melai sekarang.”


Tidak ada respon sedikitpun dari Hanna yang membuat Vinno merasa kecewa dengan dirinya sendiri. Vinno cukup tahu diri, dia pun segera berbalik untuk pergi dari hadapan Hanna secepat mungkin. Namun, siapa sangka tiba-tiba Hanna malah memeluknya dengan sangat erat dari belakang.


Kemudian dia berkata, “Aku juga mencintaimu, Vinno! Maukah kau menikahi sekarang juga?”


“Apa kau serius dengan perkataanmu barusan?” tanya Vinno memastikan.


“Tentu! Aku bisa menjadi orang lain asal bisa selalu bersama denganmu,” ujar Hanna penuh keyakinan.


“Baiklah, tapi aku hanya bisa menikahimu di hadapan Tuhan! Aku tidak bisa mendaftarkan pernikahan kita, karena hal itu bisa membahayakan hidupmu. Banyak orang yang menaruh dendam padaku, _....”


“Aku tahu! Pernikahan dan mengucap janji di hadapan Tuhan sudah cukup untukku,” potong Hanna yang tidak ingin mendengar apapun lagi.

__ADS_1


“Aku harap kau tidak menyesali keputusanmu saat ini,” ujar Vinno kembali memastikan.


“Tidak akan pernah!” sahut Hanna masih dengan keyakinan yang sama.


Akhirnya Vinno dan Hanna melangsungkan pernikahan di hadapan pendeta, tapi tidak pernah mendaftarkan pernikahan mereka secara sah.


Pernikahan itu hanya di saksikan oleh para pendeta yang ada di gereja tersebut. Tidak ada keluarga, sanak saudara maupun teman yang menghadari pernikahan tersebut. Namun, keduanya terlihat sangat bahagia dengan pernikahan mereka.


Awal pernikahan kehidupan mereka sangat bahagia, hingga pada saat Hanna tengah mengandung Axlyn usia 6 bulan di kandungannya.


Hubungan mereka akhirnya di ketahui oleh pemimpin organisasi pembunuh bayaran itu. Vinno pun di hadapkan oleh pilihan sulit, antara meninggalkan Hanna dan anak mereka atau melihat keduanya di bunuh saat itu juga.


Tentu saja, Vinno lebih memilih meninggalkan istri dan anaknya. Setidaknya keduanya masih hidup, meskipun mereka harus saling berpisah tanpa batas waktu yang di tentukan.


Akan tetapi, setiap ada kesempatan mereka akan saling bertemu, hingga akhirnya mereka memiliki tiga putri.


Dan pada saat mengandung Alicia, Hanna dan Vinno benar-benar tidak bisa saling komunikasi lagi karena ancaman dari berbagai pihak semakin menjadi-jadi.


Flashback Off, ….


“Itulah yang sebenarnya terjadi, Alicia! Kami berpisah bukan karena keinginan kami, tapi untuk melindungi kalian bertiga,” ujar Hanna mengakhiri cerita masa lalu yang indah sekaligus kelam.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...

__ADS_1


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2